BAB 19

"Pak Sky, ada apa?" tanya Wulan. Dia menatap Sky yang sekarang berdiri di dekatnya.

"Ayo pulang ke rumah, biar aku bantu kamu pindahan. Kamu tidak bawa motor?"

Wulan hanya menggelengkan kepalanya. Sebenarnya dia juga penasaran, mengapa Sky sangat baik padanya? Meskipun semua orang bilang Sky memang baik, tapi apa sampai sebaik ini?

"Ayo, masuk saja. Kebetulan hari ini aku memang mengurusi rumah atlet jadi sekalian saja aku bantu kamu," kata Sky sambil membuka pintu mobil untuk Wulan.

Wulan menganggukkan kepalanya lalu masuk ke dalam mobil itu. Beberapa saat kemudian mobil itu melaju menuju rumah Wulan.

"Kamu tidak diantar Vero?"

Wulan hanya menggelengkan kepalanya. Dia tidak ingin lagi mengharapkan Alvero. Dia sudah terlanjut sakit hati dengan semua kebohongan itu.

Sky bisa melihat raut kesedihan di mata Wulan. "Kamu putus?"

Wulan hanya tersenyum masam. Bahkan dia belum memutuskan hubungan itu. Dia kabur sebelum bertemu Alvero.

Sky tak bertanya apa-apa lagi pada Wulan karena sepertinya hati Wulan sedang tidak baik-baik saja.

Setelah sampai di depan gang rumah Wulan, mereka berdua turun dan berjalan masuk ke dalam gang itu.

"Aku sudah memesan pick up untuk membawa barang kalian. Biar anak buahku yang membantu kalian berpindah," kata Sky sambil berjalan menuju rumah Wulan.

"Kenapa Pak Sky baik sekali sama saya?"

"Nanti setelah semua beres, aku akan bicara sama kamu."

Wulan tak mengerti apa maksudnya. Dia menghentikan langkah kakinya karena tiba-tiba dia memiliki pikiran buruk.

Nggak mungkin kan Pak Sky cari sugar baby? Hah? Apa Pak Sky kayak gitu? Dia memberiku semuanya lalu menginginkan sesuatu?

"Wulan, ayo!" ajak Sky karena Wulan menghentikan langkahnya. "Kamu mikirin apa?"

"Pak Sky, maaf sebelumnya. Tapi sepertinya bantuan Pak Sky ini sangat berlebihan. Apa Pak Sky mempunyai niat buruk?"

Sky tertawa mendengar tuduhan Wulan. "Astaga, Wulan. Jelas tidak. Aku belum bisa menjelaskan sekarang, tapi nanti kamu pasti akan mengetahui semuanya."

Wulan kembali berjalan di samping Sky. Saat sampai di depan rumahnya, ada Alvero yang sudah menunggunya.

"Wulan, akhirnya kamu pulang? Om Sky kok bisa antar Wulan?" tanya Alvero. Dia turun dari motor dan menghampiri Wulan tapi Wulan masuk ke dalam rumahnya begitu saja.

"Aku mau bantu Wulan mengurus kepindahannya. Kamu mau apa ke sini?" tanya Sky.

"Biasa, Om. Urusan anak muda."

"Kalau Wulan tidak mau menemui kamu, lebih baik kamu pulang saja," suruh Sky. Dia kini masuk ke dalam ruang tamu rumah Wulan yang sempit dan dipenuhi dengan barang-barang bekas itu.

"Bu Wati di sana sudah lengkap perabotnya. Bawa seperlunya saja. Sebentar lagi mobil pick up dan anak buah saya datang untuk membantu."

"Iya, Pak. Terima kasih banyak atas bantuannya."

Wulan masuk ke dalam kamarnya dan mengemasi buku dan juga pakaiannya. Setelah dia masukkan ke dalam kardus, dia keluarkan barangnya ke ruang tamu.

"Wulan, sini aku bantu. Biar aku saja yang angkat." Alvero mengambil alih kardus yang dibawa Wulan tapi Wulan tetap kekeh memegangnya.

"Wulan biar aku saja yang angkat." Alvero mengikuti Wulan sampai ke kamarnya.

"Vero, jangan masuk! Ini kamarku."

Akhirnya Alvero berhenti di ambang pintu. "Wulan, aku bisa jelaskan semua sama kamu. Kamu salah paham."

"Apa kamu memang menjadikan aku taruhan?" tanya Wulan. Dia baru berani bersuara setelah melihat ibunya dan Sky berada di depan rumah.

"Iya, awalnya aku mendekati kamu karena menerima taruhan dari Ares," jawab Alvero jujur.

Wulan menarik napas panjang dan menghembuskannya lagi. "Demi apa?"

"Helm AGV," jawab Alvero.

"Jadi kamu menjadikan aku pacar hanya demi helm. Aku bodoh sekali terlalu percaya sama kamu."

"Tapi aku membatalkan taruhan itu karena aku udah cinta sama kamu."

"Aku gak akan tertipu untuk yang kedua kalinya. Lebih baik kita putus saja." Wulan memunggungi Alvero dan memasukkan sisa bajunya ke dalam kardus. "Sekarang kamu pulang saja!" Wulan berusaha menyembunyikan air mata yang telah membasahi pipinya. Meskipun dia hanya sesaat jadian dengan Alvero tapi kenangannya sudah sangat banyak dan mungkin akan sulit dia lupakan.

"Wulan, tapi aku gak mau putus sama kamu." Alvero masih kekeh berdiri di ambang pintu.

"Kamu pulang saja!" bentak Wulan.

"Ya sudah, mungkin kamu butuh waktu untuk sendiri, tapi aku tidak akan menyerah mengejar kamu dan satu lagi, jangan dekat-dekat lagi dengan Dipta." Kemudian Alvero membalikkan badannya dan pergi dari tempat itu.

Wulan menghapus air matanya lalu menatap punggung Alvero yang kian menjauh. Ya, lebih baik memang seperti ini.

...***...

Setelah beberapa hari dirawat di rumah sakit, akhirnya Adara sudah pulang ke rumah. Kondisinya sudah semakin membaik dan bisa memulai aktifitasnya kembali.

Shena tersenyum menatap Adara yang sekarang sudah tidur nyenyak di kamarnya.

Selamat tidur, sayang ....

Dia mencium kening Adara lalu keluar dari kamar putrinya.

Akhir-akhir ini Papa kelihatan sibuk sekali. Sebenarnya apa yang dia kerjakan. Aku jadi curiga.

Shena berjalan menuju ruang kerja Sky. Mungkin saja di dalam ruangan itu ada sesuatu mencurigakan yang bisa dia temukan. Dia duduk di kursi kerja Sky lalu membuka beberapa dokumen yang ada di meja itu.

Shena tidak menemukan apapun selain berkas dari perusahaan. Dia kini menyandarkan punggungnya di kursi. Sudah dua puluh tahun dia hidup bersama Sky, baru kali ini dia merasa ada yang disembunyikan Sky darinya.

"Apa Kak Sky punya wanita simpanan?" Shena menutup mulutnya dan mulai berpikir yang tidak-tidak. "Apa dia sudah bosan sama aku? Kak Sky masih umur 40 tahun masih sangat tampan, pasti masih banyak yang mau sama Kak Sky."

Shena semakin panik. Dia kembali membuka laci untuk mencari sesuatu yang mencurigakan tapi dia justru menemukan sebuah amplop coklat dari rumah sakit.

"Ini hasil lab rumah sakit. Apa Kak Sky sakit?" Shena sangat penasaran lalu membukanya. Dia membaca hasil tes itu dengan serius.

"Gak mungkin!" Seketika air mata Shena terjatuh di pipinya. "Adara bukan anak kandung aku?"

Terpopuler

Comments

jaran goyang

jaran goyang

𝒋𝒓𝒆𝒈....𝒋𝒓𝒆𝒈......𝒏𝒆𝒙𝒕 𝒌𝒌....𝒑𝒍𝒈 𝒂𝒓𝒂 𝒔𝒎 𝒃𝒖 𝒘𝒂𝒕𝒊

2024-05-24

0

Risma Waty

Risma Waty

Jreng...jreng... akhirnya Shena tau kalau Adara bukan anak kandungnya. Semoga semua baik2 saja. Kasihan juga Ara kalau nantinya kebenaran dibukakan. Tapi sekali lagi, aku yakin Sky & Shena adalah orang tua yang bijak. Mereka pasti buat keputusan yang tidak merugikan Ara & Wulan.

2024-05-24

2

Salim S

Salim S

Shena belum tahu kalau Wulan anak kandungnya karena Sky nunggu hasil tes DNA nya Wulan sama ibunya,semoga Shena bisa menerima Wulan,karena Shena itu kaya Naya penuh kasih sayang dan lembut

2024-05-24

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!