Bab 14 Pesta Jonathan

Flora merasa senang bisa meluangkan waktu bersama putri kecilnya, Keyra, setelah hari yang panjang. Untuk membuat momen itu lebih istimewa, dia memutuskan untuk membuat camilan yang spesial untuk mereka berdua.

Flora tahu Keyra sangat menyukai puding dan burger, jadi dia memutuskan untuk membuat keduanya, serta minuman segar untuk menemani camilan mereka.

Flora dengan hati-hati memilih bahan-bahan untuk puding yang akan dia buat. Dia memilih cokelat dan vanilla sebagai dua rasa favorit Keyra.

Kemudian, dia memasak puding dengan hati-hati, mencampurkan bahan-bahan dengan teliti hingga mencapai konsistensi yang sempurna. Setelah puding selesai dimasak, Flora menuangkannya ke dalam mangkuk kecil dan meletakkannya di dalam kulkas untuk mendinginkan.

Selanjutnya, Flora mulai mempersiapkan bahan-bahan untuk burger. Dia memilih daging sapi yang segar dan berkualitas, lalu membentuknya menjadi patty yang sempurna.

Sementara itu, dia memotong tomat, selada, dan bahan-bahan lainnya untuk burger. Setelah patty dipanggang dengan sempurna, Flora merasa puas dengan hasilnya.

Ketika camilan mereka hampir siap, Flora juga membuatkan minuman segar untuk mereka berdua. Dia memilih jus jeruk segar sebagai minuman utama, karena Flora tahu Keyra sangat menyukainya. Dia juga menyiapkan segelas air dingin untuk dirinya sendiri.

Setelah semua camilan dan minuman selesai disiapkan, Flora membawanya ke ruang tamu di mana Keyra sudah menunggu dengan sabar. Wajahnya bersinar cerah saat melihat camilan yang Flora bawa.

"Wow, Mommy! Puding dan burger! Terima kasih!" seru Keyra dengan antusias.

Flora tersenyum dan duduk di sebelah putrinya, meletakkan piring puding dan burger di antara mereka. "Ini untuk kita berdua, sayang. Mari kita nikmati bersama-sama."

Keyra dengan cepat mengambil sendok dan garpu, dan mereka berdua mulai menikmati camilan mereka dengan lahap. Rasanya lezat dan memuaskan, dan suasana di ruang tamu penuh dengan tawa dan keceriaan.

Saat mereka menikmati camilan mereka, Flora merasa bahagia melihat ekspresi bahagia di wajah Keyra. Baginya, momen-momen seperti ini adalah yang paling berharga, dan dia berjanji untuk selalu membuat waktu untuk momen-momen seperti itu bersama putri kecilnya.

Di suatu senja yang cerah, Rumi melangkah dengan langkah ringan menuju rumah tetangganya, Flora. Wajahnya berseri-seri saat dia memikirkan rencana kecil yang telah lama dia rencanakan. Saat dia tiba di depan pintu Flora, dia menghela napas lega. Rasa gugupnya terasa sedikit mereda karena dia yakin Flora pasti akan senang menerima undangannya.

Dengan hati berdebar, Rumi mengetuk pintu rumah Flora. Tak lama kemudian, pintu terbuka, dan Flora muncul dengan senyum ramah di wajahnya. "Hai, Rumi! Ada yang bisa aku bantu?" tanya Flora dengan hangat.

Rumi tersenyum gugup. "Hai, Flora. Ini untukmu," kata Rumi sambil menyodorkan sebuah amplop undangan pada Flora.

Flora menerima undangan itu dengan rasa penasaran. "Oh, apa ini?" tanyanya sambil membuka amplop tersebut. Matanya menyipit ketika dia membaca isi undangan tersebut. "Pesta? Bagus sekali!" serunya dengan antusias.

"Apa ini untuk ulang tahunmu atau ulang tahun Galen?"

Rumi menggeleng sambil tersenyum. "Bukan, ini untuk pesta yang diadakan teman dari suamiku yang bertempat dihotel. Aku pikir akan menyenangkan jika kita semua berkumpul untuk datang ke sana."

Flora tersenyum lebar. "Tentu saja, aku akan datang! Terima kasih sudah mengundangku, Rumi. Tapi aku merasa tak percaya diri."

"Kamu tenang saja nanti aku akan membantumu bersiap." jawab Rumi.

Rumi merasa lega melihat reaksi positif dari Flora. Dia senang bahwa dia mengambil langkah untuk mengundang tetangganya itu, dan dia tidak sabar untuk merayakan bersama mereka semua di pesta nanti malam.

"Baiklah aku pulang dulu." ucap Rumi yang diangguki Flora.

Malam itu, udara terasa segar dan bintang-bintang bersinar terang di langit saat Flora bersiap-siap untuk pergi ke pesta bersama Rumi dan suaminya, Ares. Mereka bertiga telah merencanakan untuk berangkat bersama-sama, dan Flora merasa senang bisa menjadi bagian dari perayaan penting ini.

Dengan hati berdebar, Flora menunggu di depan rumah Rumi sambil memperbaiki gaun panjang merahnya yang elegan. Gaun itu menyentuh lantai dengan lembut, memberikan sentuhan anggun pada penampilannya. Rambutnya diatur dengan apik, dan sedikit sentuhan make-up menambah pesona pada wajahnya yang cantik.

Ketika pintu rumah terbuka, Flora tersenyum melihat Rumi dan Ares keluar. Rumi, mengenakan setelan jas hitam yang rapi, tersenyum lebar melihat Flora. "Wow, Flora, kamu terlihat sangat cantik!" ucapnya dengan tulus.

Flora tersipu dan mengucapkan terima kasih. "Terima kasih, Rumi. Kamu juga terlihat menawan malam ini," balasnya sambil memperhatikan penampilan Rumi.

Ares, suami Rumi, juga tidak kalah tampan. Dia mengenakan jas hitam yang serasi dengan Rumi, menambah kesan elegan pada penampilannya. "Kamu terlihat luar biasa, Flora," kata Ares dengan senyuman hangat.

Mereka bertiga kemudian bergegas menuju mobil yang telah disiapkan oleh Ares. Perjalanan mereka menuju hotel diisi dengan obrolan ringan dan tawa, menciptakan suasana yang penuh kehangatan dan keceriaan.

Ketika tiba di hotel, Flora merasa terkesima melihat dekorasi yang indah dan suasana yang meriah. Mereka bertiga masuk ke ruangan pesta dengan sikap yang penuh semangat, siap untuk merayakan pesta dari teman Rumi dan Ares. Flora merasa bersyukur bisa berbagi momen istimewa ini dengan teman dan tetangga tercinta.

Saat Flora melangkah masuk ke dalam ruangan pesta yang ramai di hotel, matanya seketika terpaku pada sosok yang dikenalnya. Jonathan, teman dari Rumi dan Ares, berdiri di sana dengan senyuman hangat di wajahnya. Flora merasa terkejut dan sedikit gugup melihatnya di sini, tetapi dia mencoba menyembunyikan perasaannya di balik senyumnya.

"Jonathan?" serunya dengan suara terkejut, mencoba menjaga agar ekspresinya tetap tenang.

Jonathan membalas senyumnya dengan hangat. "Flora! Apa kabar?" sapanya sambil melangkah mendekati Flora.

Flora mencoba untuk tidak terlalu terpancing emosinya oleh kehadiran Jonathan, tetapi dalam hatinya dia merasa agak cemas. Namun, kekhawatiran Flora tidak berhenti di situ. Ketika dia melirik ke sebelah Jonathan, dia melihat suaminya, Arkana, berdiri di sana dengan sikap yang dingin dan ekspresi wajah yang tidak ramah. Flora merasa seketika hatinya berdesir.

"Arkana..." gumamnya dengan suara rendah, kebingungannya semakin bertambah.

Arkana hanya menatap Flora dengan pandangan datar, tidak ada senyuman atau tanda-tanda kehangatan di wajahnya. Flora merasa seperti terpukul oleh reaksi suaminya yang dingin itu. Dia mencoba mencari tahu alasan di balik sikapnya yang tidak biasa, tetapi tidak ada yang bisa dia temukan.

Sementara itu, di samping Arkana, dia melihat Devina berdiri dengan anggun, senyum ramah terukir di wajahnya. Flora merasa dadanya terasa sesak saat bahwa Devina, wanita itu dibawa suaminya ke pesta umum. Meskipun Flora mencoba untuk tidak menanggapi, tetapi kehadiran Devina di sana hanya menambah beban emosional yang sudah terlalu berat baginya.

Flora berusaha menjaga ketenangannya di tengah situasi yang rumit ini. Dia tidak ingin memperlihatkan kelemahan di depan orang lain, terutama di depan Jonathan dan Devina. Namun, dia merasa terkejut dan terluka oleh sikap dingin Arkana dan kehadiran Devina di sini.

"lho kalian sudah saling mengenal?" tanya Rumi pada Flora dan Jonathan.

"Begini mbak, Nathan itu temanku dan tempo hari kami sempat berpapasan dan berkenalan."jawab Flora.

"Oh begitu rupanya."jawab Rumi.

Arkana sendiri mengepalkan tangan melihat penampilan istrinya yang tampak berbeda malam ini.Saat ini dia hanya terfokus pada Flora hingga membuat Devina merasa diabaikan.

Rumi mengajak Flora berbicara dengan para sosialita yang lain. Devina tak membuang kesempatan dan mengikuti mereka.

sementara Arkana bergabung dengan Ares dan Jonathan.Pria itu menatap dingin kearah pria disebelahnya saat ini.

"Oh tuan Ares, bagaimana bisa Anda memiliki teman seperti dia.Seorang selingkuhan dari perempuan yang berstatus istri orang." cetus Arkana.

"Maksud kamu Flora, dia istrimu tuan Arkana tapi kenapa anda justru datang bersama wanita lain ke pesta saya?" tanya Jonathan dengan tatapan intimidasi.

"Harusnya anda datang bersama Flora bukan wanita lain." lanjutnya.

Deg

Terpopuler

Comments

Henrita Henrita

Henrita Henrita

mampus loe songgong 😝

2024-10-05

0

🗿

🗿

Hayo Lo Arkana.

2024-06-01

0

jaran goyang

jaran goyang

𝑠𝑘𝑎𝑡 𝑚𝑎𝑡... 𝑚𝑎𝑚𝑝𝑢𝑠 𝑘𝑎𝑢 𝑎𝑟...𝑚𝑜𝑔𝑎 𝑧 𝑗𝑜 𝑗𝑑ℎ 𝑛𝑦

2024-05-11

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 Istri Tak dianggap
2 Bab 2 Kekecewaan yang terulang
3 Bab 3 Kekasih Arkana
4 Bab 4 Menyerah
5 Bab 5 Kebersamaan Ibu dan Anak
6 Bab 6 Kehampaan
7 Bab 7 Buah Jatuh Tak Jauh dari pohon
8 Bab 8 Teman Baru
9 Bab 9 Pernyataan Kejam Arkana
10 Bab 10 Rasa Syukur Flora
11 Bab 11 Gengsi dan Ego
12 Bab 12 Surat Perceraian
13 Bab 13 Bertemu Rival
14 Bab 14 Pesta Jonathan
15 Bab 15 Istri Sah Vs Selingkuhan
16 Bab 16 Resmi Bercerai
17 Bab 17 Move On Versi Flora
18 Bab 18 Kejutan dari Jonathan
19 Bab 19 Keinginan Keyra
20 Bab 20 Kekesalan Arkana
21 Bab 21 Kecemburuan Arkana
22 Bab 22 Duda Jatuh Cinta
23 Bab 23 Keputusan Besar Arkana
24 Bab 24 Arkana vs Jonathan
25 Bab 25 Flora vs Devina
26 Bab 26 Kelicikan Devina
27 Bab 27 Kegilaan Arkana
28 Bab 28 Pernyataan Cinta
29 Bab 29 Mantan menantu vs mantan Mertua
30 Bab 30 Rencana Flora dan Jonathan
31 Bab 31 Persiapan
32 Bab 32 Keputusasaan Arkana
33 Bab 33 Cincin
34 Bab 34 Bersaing
35 Bab 35 Hanya Penyesalan
36 Bab 36 Rahasia Arkana
37 Bab 37 Video Panas
38 Bab 38 Berpihak pada Flora
39 Bab 39 Felicya & Evan
40 bab 40 Momen Manis
41 Bab 41 Pernikahan Flora & Jonathan
42 Bab 42 Diluar ekspetasi
43 Bab 43 Rencana Honeymoon
44 Bab 44 Menjemput Keyra
45 Bab 45 Benalu Kecil Bagi Devina
46 Bab 46 Kejadian tak terduga
47 Bab 47 Kembalinya Jonathan & Flora
48 Bab 48 Keresahan Flora
49 Bab 49 Rencana Kejutan
50 Bab 50 Kehamilan Flora
51 Bab 51 Perseteruan Felicya dan Brie
52 Bab 52 Berdusta
53 Bab 53 Kemarahan Devina
54 Bab 54 Nasehat Flora
55 Bab 55 Salah paham?
56 Bab 56 Pembuktian
57 Bab 57
58 Bab 58
59 Bab 59 Tak Sesuai Harapan
60 Bab 60 Ulang Tahun Flora
61 Bab 61 Kecemburuan Jonathan
62 Bab 62 Mengembalikan Barang
63 Bab 63 Sebuah Karma
64 Bab 64 Rencana Perceraian
65 Bab 65 Devina dan Felicya
66 Bab 66
67 Bab 67 Kebahagiaan yang Berbeda
68 Bab 68 Nasehat Orang Tua
69 Bab 69 Perceraian
70 Bab 70 Penyesalan Arkana
71 Bab 71 Penolakan Devina
72 Bab 72 Kehangatan Keluarga
73 Bab 73 Pertengkaran Ayah & Anak
74 Bab 74 Berdamai
75 Bab 75 Keputusan Devina
76 Bab 76 Akhir Keputusan Devina
77 Bab 77 Pertunangan Evan dan Felicya
78 Bab 78 Side Story Awal Kehidupan Baru ( Tentang Arkana)
79 Ban 79 Side Story Arkana- Wanita Galak
80 Bab 80 Side Story Arkana Flashback Masa lalu
81 Bab 81 SSA- Pergi Ke Makam
82 Bab 82 SSA- Keputusan Tania
83 Bab 83 SSA-Keluarga Bahagia Jonathan
84 Bab 84 Keputusan Tania
85 Bab 85 Side Story Arkana-Ending
86 Bab 86 Happy Ending
87 Season 2 Part 1 Perjodohan untuk Keyra
88 Bab 88 Season 2 Part 2
89 Bab 89 Season 2 - Kedatangan Acha
90 Bab 90 Season 2 Part 4
91 Bab 91 Season 2 Part 5
92 Bab 92 Season 2 Part 6
93 Bab 93 Season 2 Part 7
94 Bab 94 Season 2 Part 8
95 Bab 95 Season 2 Part 9
96 Bab 96 Season 2 Part 10
97 Bab 97 Season 2 Part 11
98 Bab 98 Seakan 2 Part 12
99 Bab 99 Season 2 Part 13
100 Bab 100 Season 2 Part 14 Mengadu Pada Mama
101 Bab 101 Jebakan Acha
102 Bab 102 Ditahan di kantor polisi
103 Bab 103 Acah Tak Menyerah
104 Bab 104 Keputusan Paling Gila
105 Bab 105 Kekecewaan Keyra
Episodes

Updated 105 Episodes

1
Bab 1 Istri Tak dianggap
2
Bab 2 Kekecewaan yang terulang
3
Bab 3 Kekasih Arkana
4
Bab 4 Menyerah
5
Bab 5 Kebersamaan Ibu dan Anak
6
Bab 6 Kehampaan
7
Bab 7 Buah Jatuh Tak Jauh dari pohon
8
Bab 8 Teman Baru
9
Bab 9 Pernyataan Kejam Arkana
10
Bab 10 Rasa Syukur Flora
11
Bab 11 Gengsi dan Ego
12
Bab 12 Surat Perceraian
13
Bab 13 Bertemu Rival
14
Bab 14 Pesta Jonathan
15
Bab 15 Istri Sah Vs Selingkuhan
16
Bab 16 Resmi Bercerai
17
Bab 17 Move On Versi Flora
18
Bab 18 Kejutan dari Jonathan
19
Bab 19 Keinginan Keyra
20
Bab 20 Kekesalan Arkana
21
Bab 21 Kecemburuan Arkana
22
Bab 22 Duda Jatuh Cinta
23
Bab 23 Keputusan Besar Arkana
24
Bab 24 Arkana vs Jonathan
25
Bab 25 Flora vs Devina
26
Bab 26 Kelicikan Devina
27
Bab 27 Kegilaan Arkana
28
Bab 28 Pernyataan Cinta
29
Bab 29 Mantan menantu vs mantan Mertua
30
Bab 30 Rencana Flora dan Jonathan
31
Bab 31 Persiapan
32
Bab 32 Keputusasaan Arkana
33
Bab 33 Cincin
34
Bab 34 Bersaing
35
Bab 35 Hanya Penyesalan
36
Bab 36 Rahasia Arkana
37
Bab 37 Video Panas
38
Bab 38 Berpihak pada Flora
39
Bab 39 Felicya & Evan
40
bab 40 Momen Manis
41
Bab 41 Pernikahan Flora & Jonathan
42
Bab 42 Diluar ekspetasi
43
Bab 43 Rencana Honeymoon
44
Bab 44 Menjemput Keyra
45
Bab 45 Benalu Kecil Bagi Devina
46
Bab 46 Kejadian tak terduga
47
Bab 47 Kembalinya Jonathan & Flora
48
Bab 48 Keresahan Flora
49
Bab 49 Rencana Kejutan
50
Bab 50 Kehamilan Flora
51
Bab 51 Perseteruan Felicya dan Brie
52
Bab 52 Berdusta
53
Bab 53 Kemarahan Devina
54
Bab 54 Nasehat Flora
55
Bab 55 Salah paham?
56
Bab 56 Pembuktian
57
Bab 57
58
Bab 58
59
Bab 59 Tak Sesuai Harapan
60
Bab 60 Ulang Tahun Flora
61
Bab 61 Kecemburuan Jonathan
62
Bab 62 Mengembalikan Barang
63
Bab 63 Sebuah Karma
64
Bab 64 Rencana Perceraian
65
Bab 65 Devina dan Felicya
66
Bab 66
67
Bab 67 Kebahagiaan yang Berbeda
68
Bab 68 Nasehat Orang Tua
69
Bab 69 Perceraian
70
Bab 70 Penyesalan Arkana
71
Bab 71 Penolakan Devina
72
Bab 72 Kehangatan Keluarga
73
Bab 73 Pertengkaran Ayah & Anak
74
Bab 74 Berdamai
75
Bab 75 Keputusan Devina
76
Bab 76 Akhir Keputusan Devina
77
Bab 77 Pertunangan Evan dan Felicya
78
Bab 78 Side Story Awal Kehidupan Baru ( Tentang Arkana)
79
Ban 79 Side Story Arkana- Wanita Galak
80
Bab 80 Side Story Arkana Flashback Masa lalu
81
Bab 81 SSA- Pergi Ke Makam
82
Bab 82 SSA- Keputusan Tania
83
Bab 83 SSA-Keluarga Bahagia Jonathan
84
Bab 84 Keputusan Tania
85
Bab 85 Side Story Arkana-Ending
86
Bab 86 Happy Ending
87
Season 2 Part 1 Perjodohan untuk Keyra
88
Bab 88 Season 2 Part 2
89
Bab 89 Season 2 - Kedatangan Acha
90
Bab 90 Season 2 Part 4
91
Bab 91 Season 2 Part 5
92
Bab 92 Season 2 Part 6
93
Bab 93 Season 2 Part 7
94
Bab 94 Season 2 Part 8
95
Bab 95 Season 2 Part 9
96
Bab 96 Season 2 Part 10
97
Bab 97 Season 2 Part 11
98
Bab 98 Seakan 2 Part 12
99
Bab 99 Season 2 Part 13
100
Bab 100 Season 2 Part 14 Mengadu Pada Mama
101
Bab 101 Jebakan Acha
102
Bab 102 Ditahan di kantor polisi
103
Bab 103 Acah Tak Menyerah
104
Bab 104 Keputusan Paling Gila
105
Bab 105 Kekecewaan Keyra

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!