Flora merasa senang bisa meluangkan waktu bersama putri kecilnya, Keyra, setelah hari yang panjang. Untuk membuat momen itu lebih istimewa, dia memutuskan untuk membuat camilan yang spesial untuk mereka berdua.
Flora tahu Keyra sangat menyukai puding dan burger, jadi dia memutuskan untuk membuat keduanya, serta minuman segar untuk menemani camilan mereka.
Flora dengan hati-hati memilih bahan-bahan untuk puding yang akan dia buat. Dia memilih cokelat dan vanilla sebagai dua rasa favorit Keyra.
Kemudian, dia memasak puding dengan hati-hati, mencampurkan bahan-bahan dengan teliti hingga mencapai konsistensi yang sempurna. Setelah puding selesai dimasak, Flora menuangkannya ke dalam mangkuk kecil dan meletakkannya di dalam kulkas untuk mendinginkan.
Selanjutnya, Flora mulai mempersiapkan bahan-bahan untuk burger. Dia memilih daging sapi yang segar dan berkualitas, lalu membentuknya menjadi patty yang sempurna.
Sementara itu, dia memotong tomat, selada, dan bahan-bahan lainnya untuk burger. Setelah patty dipanggang dengan sempurna, Flora merasa puas dengan hasilnya.
Ketika camilan mereka hampir siap, Flora juga membuatkan minuman segar untuk mereka berdua. Dia memilih jus jeruk segar sebagai minuman utama, karena Flora tahu Keyra sangat menyukainya. Dia juga menyiapkan segelas air dingin untuk dirinya sendiri.
Setelah semua camilan dan minuman selesai disiapkan, Flora membawanya ke ruang tamu di mana Keyra sudah menunggu dengan sabar. Wajahnya bersinar cerah saat melihat camilan yang Flora bawa.
"Wow, Mommy! Puding dan burger! Terima kasih!" seru Keyra dengan antusias.
Flora tersenyum dan duduk di sebelah putrinya, meletakkan piring puding dan burger di antara mereka. "Ini untuk kita berdua, sayang. Mari kita nikmati bersama-sama."
Keyra dengan cepat mengambil sendok dan garpu, dan mereka berdua mulai menikmati camilan mereka dengan lahap. Rasanya lezat dan memuaskan, dan suasana di ruang tamu penuh dengan tawa dan keceriaan.
Saat mereka menikmati camilan mereka, Flora merasa bahagia melihat ekspresi bahagia di wajah Keyra. Baginya, momen-momen seperti ini adalah yang paling berharga, dan dia berjanji untuk selalu membuat waktu untuk momen-momen seperti itu bersama putri kecilnya.
Di suatu senja yang cerah, Rumi melangkah dengan langkah ringan menuju rumah tetangganya, Flora. Wajahnya berseri-seri saat dia memikirkan rencana kecil yang telah lama dia rencanakan. Saat dia tiba di depan pintu Flora, dia menghela napas lega. Rasa gugupnya terasa sedikit mereda karena dia yakin Flora pasti akan senang menerima undangannya.
Dengan hati berdebar, Rumi mengetuk pintu rumah Flora. Tak lama kemudian, pintu terbuka, dan Flora muncul dengan senyum ramah di wajahnya. "Hai, Rumi! Ada yang bisa aku bantu?" tanya Flora dengan hangat.
Rumi tersenyum gugup. "Hai, Flora. Ini untukmu," kata Rumi sambil menyodorkan sebuah amplop undangan pada Flora.
Flora menerima undangan itu dengan rasa penasaran. "Oh, apa ini?" tanyanya sambil membuka amplop tersebut. Matanya menyipit ketika dia membaca isi undangan tersebut. "Pesta? Bagus sekali!" serunya dengan antusias.
"Apa ini untuk ulang tahunmu atau ulang tahun Galen?"
Rumi menggeleng sambil tersenyum. "Bukan, ini untuk pesta yang diadakan teman dari suamiku yang bertempat dihotel. Aku pikir akan menyenangkan jika kita semua berkumpul untuk datang ke sana."
Flora tersenyum lebar. "Tentu saja, aku akan datang! Terima kasih sudah mengundangku, Rumi. Tapi aku merasa tak percaya diri."
"Kamu tenang saja nanti aku akan membantumu bersiap." jawab Rumi.
Rumi merasa lega melihat reaksi positif dari Flora. Dia senang bahwa dia mengambil langkah untuk mengundang tetangganya itu, dan dia tidak sabar untuk merayakan bersama mereka semua di pesta nanti malam.
"Baiklah aku pulang dulu." ucap Rumi yang diangguki Flora.
Malam itu, udara terasa segar dan bintang-bintang bersinar terang di langit saat Flora bersiap-siap untuk pergi ke pesta bersama Rumi dan suaminya, Ares. Mereka bertiga telah merencanakan untuk berangkat bersama-sama, dan Flora merasa senang bisa menjadi bagian dari perayaan penting ini.
Dengan hati berdebar, Flora menunggu di depan rumah Rumi sambil memperbaiki gaun panjang merahnya yang elegan. Gaun itu menyentuh lantai dengan lembut, memberikan sentuhan anggun pada penampilannya. Rambutnya diatur dengan apik, dan sedikit sentuhan make-up menambah pesona pada wajahnya yang cantik.
Ketika pintu rumah terbuka, Flora tersenyum melihat Rumi dan Ares keluar. Rumi, mengenakan setelan jas hitam yang rapi, tersenyum lebar melihat Flora. "Wow, Flora, kamu terlihat sangat cantik!" ucapnya dengan tulus.
Flora tersipu dan mengucapkan terima kasih. "Terima kasih, Rumi. Kamu juga terlihat menawan malam ini," balasnya sambil memperhatikan penampilan Rumi.
Ares, suami Rumi, juga tidak kalah tampan. Dia mengenakan jas hitam yang serasi dengan Rumi, menambah kesan elegan pada penampilannya. "Kamu terlihat luar biasa, Flora," kata Ares dengan senyuman hangat.
Mereka bertiga kemudian bergegas menuju mobil yang telah disiapkan oleh Ares. Perjalanan mereka menuju hotel diisi dengan obrolan ringan dan tawa, menciptakan suasana yang penuh kehangatan dan keceriaan.
Ketika tiba di hotel, Flora merasa terkesima melihat dekorasi yang indah dan suasana yang meriah. Mereka bertiga masuk ke ruangan pesta dengan sikap yang penuh semangat, siap untuk merayakan pesta dari teman Rumi dan Ares. Flora merasa bersyukur bisa berbagi momen istimewa ini dengan teman dan tetangga tercinta.
Saat Flora melangkah masuk ke dalam ruangan pesta yang ramai di hotel, matanya seketika terpaku pada sosok yang dikenalnya. Jonathan, teman dari Rumi dan Ares, berdiri di sana dengan senyuman hangat di wajahnya. Flora merasa terkejut dan sedikit gugup melihatnya di sini, tetapi dia mencoba menyembunyikan perasaannya di balik senyumnya.
"Jonathan?" serunya dengan suara terkejut, mencoba menjaga agar ekspresinya tetap tenang.
Jonathan membalas senyumnya dengan hangat. "Flora! Apa kabar?" sapanya sambil melangkah mendekati Flora.
Flora mencoba untuk tidak terlalu terpancing emosinya oleh kehadiran Jonathan, tetapi dalam hatinya dia merasa agak cemas. Namun, kekhawatiran Flora tidak berhenti di situ. Ketika dia melirik ke sebelah Jonathan, dia melihat suaminya, Arkana, berdiri di sana dengan sikap yang dingin dan ekspresi wajah yang tidak ramah. Flora merasa seketika hatinya berdesir.
"Arkana..." gumamnya dengan suara rendah, kebingungannya semakin bertambah.
Arkana hanya menatap Flora dengan pandangan datar, tidak ada senyuman atau tanda-tanda kehangatan di wajahnya. Flora merasa seperti terpukul oleh reaksi suaminya yang dingin itu. Dia mencoba mencari tahu alasan di balik sikapnya yang tidak biasa, tetapi tidak ada yang bisa dia temukan.
Sementara itu, di samping Arkana, dia melihat Devina berdiri dengan anggun, senyum ramah terukir di wajahnya. Flora merasa dadanya terasa sesak saat bahwa Devina, wanita itu dibawa suaminya ke pesta umum. Meskipun Flora mencoba untuk tidak menanggapi, tetapi kehadiran Devina di sana hanya menambah beban emosional yang sudah terlalu berat baginya.
Flora berusaha menjaga ketenangannya di tengah situasi yang rumit ini. Dia tidak ingin memperlihatkan kelemahan di depan orang lain, terutama di depan Jonathan dan Devina. Namun, dia merasa terkejut dan terluka oleh sikap dingin Arkana dan kehadiran Devina di sini.
"lho kalian sudah saling mengenal?" tanya Rumi pada Flora dan Jonathan.
"Begini mbak, Nathan itu temanku dan tempo hari kami sempat berpapasan dan berkenalan."jawab Flora.
"Oh begitu rupanya."jawab Rumi.
Arkana sendiri mengepalkan tangan melihat penampilan istrinya yang tampak berbeda malam ini.Saat ini dia hanya terfokus pada Flora hingga membuat Devina merasa diabaikan.
Rumi mengajak Flora berbicara dengan para sosialita yang lain. Devina tak membuang kesempatan dan mengikuti mereka.
sementara Arkana bergabung dengan Ares dan Jonathan.Pria itu menatap dingin kearah pria disebelahnya saat ini.
"Oh tuan Ares, bagaimana bisa Anda memiliki teman seperti dia.Seorang selingkuhan dari perempuan yang berstatus istri orang." cetus Arkana.
"Maksud kamu Flora, dia istrimu tuan Arkana tapi kenapa anda justru datang bersama wanita lain ke pesta saya?" tanya Jonathan dengan tatapan intimidasi.
"Harusnya anda datang bersama Flora bukan wanita lain." lanjutnya.
Deg
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 105 Episodes
Comments
Henrita Henrita
mampus loe songgong 😝
2024-10-05
0
🗿
Hayo Lo Arkana.
2024-06-01
0
jaran goyang
𝑠𝑘𝑎𝑡 𝑚𝑎𝑡... 𝑚𝑎𝑚𝑝𝑢𝑠 𝑘𝑎𝑢 𝑎𝑟...𝑚𝑜𝑔𝑎 𝑧 𝑗𝑜 𝑗𝑑ℎ 𝑛𝑦
2024-05-11
0