Bab 15 Istri Sah Vs Selingkuhan

Di tengah gemerlapnya pesta malam di hotel, Flora merasa tak nyaman ketika melihat Devina, wanita yang licik dan penuh intrik, mendekatinya dengan senyuman sinis di wajahnya.

"Flora, apa kabar?" sapa Devina dengan suara yang terdengar terlalu manis untuk dipercaya.

Flora menelan ludah, merasa tegang, tapi mencoba untuk menjaga sikapnya. "Aku baik-baik saja, Devina. Terima kasih," jawabnya dengan nada yang berusaha tetap tenang.

Namun, sebelum Flora sempat bernapas lega, Devina melancarkan serangannya. Dengan tatapan tajam, dia berkata dengan suara yang sengit, "Aku tidak bisa membayangkan bagaimana perasaanmu saat menyadari bahwa suamimu tidak setia padamu."

"Tapi, tentu saja, kamu sudah tahu, bukan? Arkana dan aku memiliki hubungan dan kami saling mencintai satu sama lain."

Flora merasa seperti seutas tali yang mengikat dadanya direnggut dengan kasar. Matanya membulat dan mulutnya terkatup rapat, tidak percaya dengan apa yang baru saja didengarnya. Dia merasa malu, marah, dan hancur di saat yang bersamaan. Bagaimana bisa Arkana, suaminya, mencintai wanita licik seperti Devina?

Wajah Flora memerah oleh rasa malu dan kemarahan. Dia ingin menangis, berteriak, dan menghadapi Devina dengan marah, tapi dia tahu dia harus tetap tenang di depan orang banyak. Meskipun begitu, air matanya sulit untuk ditahan.

Devina hanya tersenyum penuh kemenangan, menikmati reaksi Flora. Dia tahu dia telah berhasil melukai perasaan Flora dan menunjukkan kelemahan di depan umum.

Arkana, yang sebelumnya berdiri di belakang, terdiam menatap Flora dan Devina. Dia merasa tertekan oleh situasi yang rumit ini, tetapi dia tidak berani menunjukkan emosinya di depan umum. Dia tahu bahwa tindakannya telah menyebabkan kehancuran, tetapi dia tidak bisa mengatasi perasaan bersalahnya.

Flora merasa seperti sedang melayang di antara kebingungan dan keputusasaan.

Dia ingin menjauh dari situasi ini secepat mungkin, tetapi dia juga ingin menyelesaikan pertikaian ini dengan tegar dan tanpa memperlihatkan kelemahan di depan Devina. Meskipun hatinya hancur, Flora bertekad untuk menghadapi masalah ini dengan kekuatan dan martabat yang tersisa.

Ketika suasana di pesta semakin tegang karena kata-kata tajam yang dilemparkan oleh Devina, Flora merasa seperti terhempas oleh gelombang emosi yang membingungkan. Tetapi, tiba-tiba, sebuah bantuan datang dari arah yang tak terduga.

Jonathan, dengan sikap yang tegar dan penuh keberanian, mendekati Flora dengan langkah mantap. Dia melihat betapa terpukulnya Flora dan merasa perlu untuk melindunginya dari serangan Devina. Dengan tatapan tajam, dia memperhatikan setiap gerakan Devina, si pelakor dalam hubungan Arkana dan Flora.

"Flora," panggil Jonathan dengan suara lembut namun tegas, sambil menepuk bahunya dengan penuh kasih.

"Jangan biarkan kata-kata busuk itu merusakmu. Kita akan hadapi ini bersama-sama."

Flora menatap Jonathan dengan rasa terharu yang mendalam. Dia merasa didukung dan dilindungi oleh kehadiran sahabat setianya. "Terima kasih, Jonathan," ucapnya dengan suara gemetar, tetapi penuh rasa syukur.

Namun, Jonathan tidak hanya berhenti di situ. Ketika Devina masih berdiri di sana dengan senyum sinisnya, dia melangkah maju dengan sikap yang tegas.

"Devina," panggilnya dengan suara yang keras dan tajam, menyiratkan ketegasan dan keberanian.

"Kamu tidak punya hak untuk berbicara seperti itu kepada Flora. Apa yang kamu lakukan di sini tidak pantas."

Devina terkejut oleh sikap Jonathan yang berani. Dia merasa terancam oleh kehadiran pria itu yang berdiri di belakang Flora. "Siapa kau untuk bicara seperti itu? Apa urusanmu dengan ini?" serunya dengan nada yang menantang.

Jonathan tidak gentar. Dia menatap Devina dengan tatapan yang tajam dan penuh penolakan.

"Aku adalah teman Flora, dan aku tidak akan membiarkanmu menyakiti dia lagi. Kamu harus pergi sekarang," ucapnya dengan suara yang penuh otoritas.

Flora merasa terharu melihat dukungan dan perlindungan yang diberikan oleh Jonathan. Dia merasa lebih kuat dan lebih tenang dengan keberadaan sahabat setianya itu di sisinya.

Dengan bantuan Jonathan, Flora berhasil menenangkan diri dan menemukan kekuatan untuk menghadapi cobaan ini dengan kepala tegak.

Malam itu, Jonathan tidak hanya menjadi sahabat yang setia bagi Flora, tetapi juga menjadi pahlawan yang melindunginya dari ulah Devina.

Bersama-sama mereka menghadapi situasi yang sulit itu dengan kekuatan dan keberanian, dan Flora tahu bahwa dia memiliki teman sejati yang akan selalu berada di sisinya, baik dalam suka maupun duka.

"Kamu tidak punya kaca 'kah jika kamu ini seorang pelakor?"cibir Rumi yang tampak geram sejak tadi.

"Kamu bisa bersenang senang diatas derita Flora.Tapi aku kasihan sama kamu deh, begitu rendahnya harga dirimu hingga merebut suami orang?"

"Cukup hentikan." pekik Devina marah kala para tamu mulai menggunjingkan dirinya.

"Kenapa kamu malu 'kah, menggoda suami orang saja tidak malu kok kenapa harus marah saat orang lain menggunjingkan kamu nona!"

Flora memilih membahas hal lain sekaligus menegur Rumi agar tak lagi bicara dengan Devina.

Meskipun hati Flora masih marah atas ucapan Devina, dia memutuskan untuk tidak membiarkan kejadian tersebut merusak pesta malam Jonathan.

Flora mengajak Rumi dan teman-teman lainnya untuk bergabung dengannya dalam menjelajahi pesta yang ramai itu. Mereka berjalan-jalan di sekitar ruangan, menikmati hiburan, dan tertawa bersama. Flora berusaha untuk melupakan masalahnya sejenak, fokus pada kebahagiaan dan kegembiraan yang ada di sekelilingnya.

Ketika waktu makan malam tiba, Flora dan teman-temannya berkumpul di meja yang telah disiapkan dengan hidangan mewah. Mereka menikmati berbagai macam hidangan lezat yang tersedia, dan Flora merasa senang bisa berbagi momen bersama teman-temannya di tengah suasana yang menyenangkan.

Namun, di tengah-tengah kegembiraan itu, Flora tidak bisa menghilangkan rasa cemasnya. Dia tahu bahwa suaminya, Arkana, bersama dengan Devina juga berada di sana, mungkin menikmati pesta dengan santainya. Flora merasa tegang dan tidak nyaman dengan kehadiran mereka di tempat yang sama, tetapi dia berusaha untuk tetap bersikap tenang dan menikmati malamnya.

Ketika malam semakin larut, Flora merasa seperti waktu berjalan sangat lambat. Dia tidak sabar menunggu momen untuk meninggalkan pesta dan menghindari pertemuan yang tidak diinginkan dengan suaminya dan Devina. Namun, dia juga merasa sedih bahwa malam yang seharusnya menjadi menyenangkan dan menggembirakan telah diwarnai oleh ketegangan dan kekhawatiran.

Meskipun demikian, Flora bersyukur atas dukungan dan kehadiran teman-temannya yang selalu ada di sisinya. Mereka membantunya melupakan masalah sejenak dan menikmati momen-momen berharga bersama-sama.

Saat malam semakin larut dan suasana pesta mulai mereda, Flora, Rumi, dan Ares memutuskan untuk pamit pulang kepada Jonathan. Mereka mengucapkan terima kasih atas undangan yang luar biasa dan berbagi rasa terima kasih atas keramah-tamahan yang diberikan.

"Terima kasih banyak, Jonathan, atas pesta yang luar biasa ini," ucap Flora dengan senyuman tulus di wajahnya, berusaha menutupi rasa tegangnya.

Jonathan tersenyum hangat. "Tidak masalah, Flora. Senang bisa memiliki kalian semua di sini." jawabnya penuh keramahan.

Rumi dan Ares juga menyampaikan ungkapan terima kasih mereka, dan mereka berjabat tangan sebelum berpisah. Namun, Flora merasa hatinya berdegup kencang saat menyadari bahwa dia harus melewati Arkana, suaminya, yang sedang asyik bersama Devina.

Dengan perasaan campur aduk, Flora memutuskan untuk berjalan melewati mereka tanpa menyapa. Dia tidak ingin terlibat dalam interaksi apapun dengan suaminya atau Devina pada saat itu. Meskipun demikian, tatapan mereka yang bertemu seketika memberikan sentuhan dingin di dalam hati Flora.

Arkana dan Devina terlihat sedikit terkejut melihat Flora melewati mereka tanpa berkata apa-apa, tetapi mereka tidak mengucapkan sepatah kata pun. Flora merasa lega bisa melewati momen itu tanpa terlibat dalam pertemuan yang tidak diinginkan.

Setelah melewati mereka, Flora berbalik kepada Jonathan dengan senyum kecil di wajahnya. "Terima kasih lagi, Jonathan. Sampai jumpa lain waktu," ucapnya dengan lembut.

Jonathan mengangguk. "Sampai jumpa, Flora. Ingatlah bahwa aku selalu di sini untukmu jika kamu membutuhkan sesuatu," kata Jonathan dengan penuh perhatian.

Flora dan teman-temannya kemudian meninggalkan pesta dengan perasaan yang campur aduk. Meskipun malam itu diwarnai oleh ketegangan dan kekhawatiran, Flora merasa lega bisa meninggalkan situasi tersebut dengan selamat. Dia berterima kasih atas dukungan dan kehadiran teman-temannya yang selalu ada untuknya, membantunya melewati malam yang panjang dan penuh tantangan.

Terpopuler

Comments

Shuhairi Nafsir

Shuhairi Nafsir

Flo cewek yang lemah lagi goblok. sangat bosan dengan sikap Flo.

2024-05-15

3

Ddek Aish

Ddek Aish

flo nya terlalu lemah

2024-05-15

0

Miss Apple 🍎

Miss Apple 🍎

sangat seru

2024-05-12

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 Istri Tak dianggap
2 Bab 2 Kekecewaan yang terulang
3 Bab 3 Kekasih Arkana
4 Bab 4 Menyerah
5 Bab 5 Kebersamaan Ibu dan Anak
6 Bab 6 Kehampaan
7 Bab 7 Buah Jatuh Tak Jauh dari pohon
8 Bab 8 Teman Baru
9 Bab 9 Pernyataan Kejam Arkana
10 Bab 10 Rasa Syukur Flora
11 Bab 11 Gengsi dan Ego
12 Bab 12 Surat Perceraian
13 Bab 13 Bertemu Rival
14 Bab 14 Pesta Jonathan
15 Bab 15 Istri Sah Vs Selingkuhan
16 Bab 16 Resmi Bercerai
17 Bab 17 Move On Versi Flora
18 Bab 18 Kejutan dari Jonathan
19 Bab 19 Keinginan Keyra
20 Bab 20 Kekesalan Arkana
21 Bab 21 Kecemburuan Arkana
22 Bab 22 Duda Jatuh Cinta
23 Bab 23 Keputusan Besar Arkana
24 Bab 24 Arkana vs Jonathan
25 Bab 25 Flora vs Devina
26 Bab 26 Kelicikan Devina
27 Bab 27 Kegilaan Arkana
28 Bab 28 Pernyataan Cinta
29 Bab 29 Mantan menantu vs mantan Mertua
30 Bab 30 Rencana Flora dan Jonathan
31 Bab 31 Persiapan
32 Bab 32 Keputusasaan Arkana
33 Bab 33 Cincin
34 Bab 34 Bersaing
35 Bab 35 Hanya Penyesalan
36 Bab 36 Rahasia Arkana
37 Bab 37 Video Panas
38 Bab 38 Berpihak pada Flora
39 Bab 39 Felicya & Evan
40 bab 40 Momen Manis
41 Bab 41 Pernikahan Flora & Jonathan
42 Bab 42 Diluar ekspetasi
43 Bab 43 Rencana Honeymoon
44 Bab 44 Menjemput Keyra
45 Bab 45 Benalu Kecil Bagi Devina
46 Bab 46 Kejadian tak terduga
47 Bab 47 Kembalinya Jonathan & Flora
48 Bab 48 Keresahan Flora
49 Bab 49 Rencana Kejutan
50 Bab 50 Kehamilan Flora
51 Bab 51 Perseteruan Felicya dan Brie
52 Bab 52 Berdusta
53 Bab 53 Kemarahan Devina
54 Bab 54 Nasehat Flora
55 Bab 55 Salah paham?
56 Bab 56 Pembuktian
57 Bab 57
58 Bab 58
59 Bab 59 Tak Sesuai Harapan
60 Bab 60 Ulang Tahun Flora
61 Bab 61 Kecemburuan Jonathan
62 Bab 62 Mengembalikan Barang
63 Bab 63 Sebuah Karma
64 Bab 64 Rencana Perceraian
65 Bab 65 Devina dan Felicya
66 Bab 66
67 Bab 67 Kebahagiaan yang Berbeda
68 Bab 68 Nasehat Orang Tua
69 Bab 69 Perceraian
70 Bab 70 Penyesalan Arkana
71 Bab 71 Penolakan Devina
72 Bab 72 Kehangatan Keluarga
73 Bab 73 Pertengkaran Ayah & Anak
74 Bab 74 Berdamai
75 Bab 75 Keputusan Devina
76 Bab 76 Akhir Keputusan Devina
77 Bab 77 Pertunangan Evan dan Felicya
78 Bab 78 Side Story Awal Kehidupan Baru ( Tentang Arkana)
79 Ban 79 Side Story Arkana- Wanita Galak
80 Bab 80 Side Story Arkana Flashback Masa lalu
81 Bab 81 SSA- Pergi Ke Makam
82 Bab 82 SSA- Keputusan Tania
83 Bab 83 SSA-Keluarga Bahagia Jonathan
84 Bab 84 Keputusan Tania
85 Bab 85 Side Story Arkana-Ending
86 Bab 86 Happy Ending
87 Season 2 Part 1 Perjodohan untuk Keyra
88 Bab 88 Season 2 Part 2
89 Bab 89 Season 2 - Kedatangan Acha
90 Bab 90 Season 2 Part 4
91 Bab 91 Season 2 Part 5
92 Bab 92 Season 2 Part 6
93 Bab 93 Season 2 Part 7
94 Bab 94 Season 2 Part 8
95 Bab 95 Season 2 Part 9
96 Bab 96 Season 2 Part 10
97 Bab 97 Season 2 Part 11
98 Bab 98 Seakan 2 Part 12
99 Bab 99 Season 2 Part 13
100 Bab 100 Season 2 Part 14 Mengadu Pada Mama
101 Bab 101 Jebakan Acha
102 Bab 102 Ditahan di kantor polisi
103 Bab 103 Acah Tak Menyerah
104 Bab 104 Keputusan Paling Gila
105 Bab 105 Kekecewaan Keyra
Episodes

Updated 105 Episodes

1
Bab 1 Istri Tak dianggap
2
Bab 2 Kekecewaan yang terulang
3
Bab 3 Kekasih Arkana
4
Bab 4 Menyerah
5
Bab 5 Kebersamaan Ibu dan Anak
6
Bab 6 Kehampaan
7
Bab 7 Buah Jatuh Tak Jauh dari pohon
8
Bab 8 Teman Baru
9
Bab 9 Pernyataan Kejam Arkana
10
Bab 10 Rasa Syukur Flora
11
Bab 11 Gengsi dan Ego
12
Bab 12 Surat Perceraian
13
Bab 13 Bertemu Rival
14
Bab 14 Pesta Jonathan
15
Bab 15 Istri Sah Vs Selingkuhan
16
Bab 16 Resmi Bercerai
17
Bab 17 Move On Versi Flora
18
Bab 18 Kejutan dari Jonathan
19
Bab 19 Keinginan Keyra
20
Bab 20 Kekesalan Arkana
21
Bab 21 Kecemburuan Arkana
22
Bab 22 Duda Jatuh Cinta
23
Bab 23 Keputusan Besar Arkana
24
Bab 24 Arkana vs Jonathan
25
Bab 25 Flora vs Devina
26
Bab 26 Kelicikan Devina
27
Bab 27 Kegilaan Arkana
28
Bab 28 Pernyataan Cinta
29
Bab 29 Mantan menantu vs mantan Mertua
30
Bab 30 Rencana Flora dan Jonathan
31
Bab 31 Persiapan
32
Bab 32 Keputusasaan Arkana
33
Bab 33 Cincin
34
Bab 34 Bersaing
35
Bab 35 Hanya Penyesalan
36
Bab 36 Rahasia Arkana
37
Bab 37 Video Panas
38
Bab 38 Berpihak pada Flora
39
Bab 39 Felicya & Evan
40
bab 40 Momen Manis
41
Bab 41 Pernikahan Flora & Jonathan
42
Bab 42 Diluar ekspetasi
43
Bab 43 Rencana Honeymoon
44
Bab 44 Menjemput Keyra
45
Bab 45 Benalu Kecil Bagi Devina
46
Bab 46 Kejadian tak terduga
47
Bab 47 Kembalinya Jonathan & Flora
48
Bab 48 Keresahan Flora
49
Bab 49 Rencana Kejutan
50
Bab 50 Kehamilan Flora
51
Bab 51 Perseteruan Felicya dan Brie
52
Bab 52 Berdusta
53
Bab 53 Kemarahan Devina
54
Bab 54 Nasehat Flora
55
Bab 55 Salah paham?
56
Bab 56 Pembuktian
57
Bab 57
58
Bab 58
59
Bab 59 Tak Sesuai Harapan
60
Bab 60 Ulang Tahun Flora
61
Bab 61 Kecemburuan Jonathan
62
Bab 62 Mengembalikan Barang
63
Bab 63 Sebuah Karma
64
Bab 64 Rencana Perceraian
65
Bab 65 Devina dan Felicya
66
Bab 66
67
Bab 67 Kebahagiaan yang Berbeda
68
Bab 68 Nasehat Orang Tua
69
Bab 69 Perceraian
70
Bab 70 Penyesalan Arkana
71
Bab 71 Penolakan Devina
72
Bab 72 Kehangatan Keluarga
73
Bab 73 Pertengkaran Ayah & Anak
74
Bab 74 Berdamai
75
Bab 75 Keputusan Devina
76
Bab 76 Akhir Keputusan Devina
77
Bab 77 Pertunangan Evan dan Felicya
78
Bab 78 Side Story Awal Kehidupan Baru ( Tentang Arkana)
79
Ban 79 Side Story Arkana- Wanita Galak
80
Bab 80 Side Story Arkana Flashback Masa lalu
81
Bab 81 SSA- Pergi Ke Makam
82
Bab 82 SSA- Keputusan Tania
83
Bab 83 SSA-Keluarga Bahagia Jonathan
84
Bab 84 Keputusan Tania
85
Bab 85 Side Story Arkana-Ending
86
Bab 86 Happy Ending
87
Season 2 Part 1 Perjodohan untuk Keyra
88
Bab 88 Season 2 Part 2
89
Bab 89 Season 2 - Kedatangan Acha
90
Bab 90 Season 2 Part 4
91
Bab 91 Season 2 Part 5
92
Bab 92 Season 2 Part 6
93
Bab 93 Season 2 Part 7
94
Bab 94 Season 2 Part 8
95
Bab 95 Season 2 Part 9
96
Bab 96 Season 2 Part 10
97
Bab 97 Season 2 Part 11
98
Bab 98 Seakan 2 Part 12
99
Bab 99 Season 2 Part 13
100
Bab 100 Season 2 Part 14 Mengadu Pada Mama
101
Bab 101 Jebakan Acha
102
Bab 102 Ditahan di kantor polisi
103
Bab 103 Acah Tak Menyerah
104
Bab 104 Keputusan Paling Gila
105
Bab 105 Kekecewaan Keyra

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!