Bab 17 Move On Versi Flora

Setelah sarapan bersama dan mengantar Keyra dan Galen ke sekolah, Rumi dan Flora berjalan-jalan di trotoar yang cerah. Rumi memandang Flora dengan semangat, "Flora, aku punya ide! Mengapa kita tidak pergi ke salon pagi ini? Kita bisa melakukan perawatan rambut dan mengubah penampilan kita!"

Flora tersenyum lebar, merasa antusias dengan rencana tersebut. "Itu terdengar seperti rencana yang sempurna! Aku memang merasa butuh sedikit penyegaran pada rambutku."

Mereka berdua memutuskan untuk segera menuju salon terdekat. Begitu tiba di salon, mereka disambut dengan ramah oleh para ahli kecantikan. Rumi dengan cepat memilih perawatan yang diinginkannya, sementara Flora duduk dengan penuh semangat, siap untuk menyerahkan rambutnya kepada para ahli.

Proses perawatan dimulai dengan mencuci dan merawat rambut Flora dengan teliti. Setelah itu, Flora memutuskan untuk mengubah model rambutnya sepenuhnya. Dia memberitahu ahli kecantikan tentang gaya rambut baru yang ingin dia coba.

Para ahli kecantikan dengan cermat memotong dan membentuk rambut Flora sesuai dengan permintaannya. Saat mereka selesai, Flora menatap cermin dengan penuh kekaguman. Gaya rambut baru itu memberikan sentuhan segar dan kepercayaan diri yang baru baginya.

Rumi tak bisa menyembunyikan rasa bangganya saat melihat Flora begitu bersemangat dengan penampilan barunya. Mereka berdua meninggalkan salon dengan senyum yang tak bisa mereka sembunyikan, siap untuk menghadapi hari dengan penampilan yang baru dan percaya diri.

Rumi merasa gembira ketika dia mengajak Flora, sahabat setia dan tetangganya, untuk pergi ke mall. Mereka duduk di dalam mobil Rumi, yang terisi dengan antusiasme dan kegembiraan untuk hari yang mereka habiskan bersama. Flora merasa sangat bersyukur memiliki seorang sahabat seperti Rumi, yang selalu ada untuknya dalam setiap momen.

Ketika mereka tiba di mall, Flora terpesona oleh keramaian dan kehidupan di sekitarnya. Rumi tersenyum melihat reaksi kagum Flora, lalu mereka masuk ke dalam mall. Mereka berjalan melewati berbagai toko, melihat-lihat berbagai pilihan pakaian yang tersedia.

Rumi dengan sabar membantu Flora memilih dress yang cocok untuknya. Flora merasa seperti seorang putri yang sedang memilih gaun untuk sebuah acara istimewa. Setiap kali Flora mencoba dress baru, Rumi memberikan pujian dan dukungan yang tulus.

Ketika Flora menemukan dress yang dia sukai, Rumi tidak ragu untuk membelikannya. Dia bahagia bisa membuat Flora senang dan merasa istimewa. Mereka berbelanja bersama dengan penuh kebahagiaan, tertawa dan bercanda di sepanjang perjalanan mereka melalui mall.

Setelah beberapa jam berlalu, mereka meninggalkan mall dengan tangan penuh tas berisi dress-dress baru Flora. Mereka duduk di dalam mobil, tersenyum dan bercerita tentang pengalaman mereka hari ini. Rasa persahabatan mereka semakin kuat, dan momen itu menjadi kenangan yang tak terlupakan bagi keduanya.

Dalam adegan tersebut, suasana sore mulai memudar menjadi senja ketika Rumi dan Flora keluar dari mal setelah selesai berbelanja. Mereka berdua berjalan menuju mobil Rumi yang terparkir tidak jauh dari pintu masuk mal. Rumi membuka pintu mobil untuk Flora dengan ramah, dan Flora dengan senang hati masuk ke dalam mobil.

Mobil Rumi melaju di jalan raya yang agak ramai, tetapi suasana di dalam mobil terasa hangat dan menyenangkan. Mereka berdua tertawa dan berbicara tentang barang-barang yang baru saja mereka beli, serta merencanakan rencana mereka untuk hari-hari mendatang. Suara radio memutar lagu yang lembut di latar belakang, menambah suasana yang santai.

Ketika mereka mendekati rumah, Rumi merasa sedikit menyesal karena perjalanan mereka bersama akan segera berakhir. Dia mengurangi kecepatan mobilnya saat memasuki lingkungan perumahan mereka. Rumah mereka berdua hanya bersebelahan, jadi perjalanan mereka tidak terlalu lama.

Setibanya di depan rumah mereka, Rumi menghentikan mobilnya di depan pintu masuk rumah Flora. Dia menatap Flora dengan mata lembut, Rumi telah menganggap Flora seperti adiknya sendiri.

"Terima kasih telah mengantarku pulang, mbak Rumi," ucap Flora dengan senyum manisnya saat dia mengambil tas belanjaannya dari kursi mobil.

Rumi tersenyum balik. "Sama-sama, Flora. Aku senang bisa menghabiskan waktu bersamamu," katanya dengan tulus.

Flora keluar dari mobil dengan ringan, dan Rumi membuka pintu untuknya. Mereka berdiri di depan rumah Flora sejenak, menatap satu sama lain dengan pandangan penuh kehangatan. Rumi lekas memeluknya Flora sebentar.

"Selamat sore, Flora. semoga Keyra menyukai hadiah yang aku berikan," ucap Rumi dengan suara hangat.

Flora tersenyum lembut. "Selamat sore, mbak. Terima kasih lagi untuk hari yang menyenangkan," jawabnya sambil melambaikan tangan kecilnya.

Rumi menatap Flora pergi ke dalam rumah dengan senyum puas di wajahnya. Dia merasa hangat di dalam hatinya, mengetahui bahwa hari ini adalah awal dari banyak petualangan yang mereka akan bagikan bersama.

Dengan hati yang penuh harapan, dia membalikkan mobilnya dan pergi ke rumahnya, merenungkan betapa beruntungnya dia mengenal Flora yang begitu baik dan ramah.

Rumah Flora

"Ini boneka dari mommy dan yang warna kuning dari tante Rumi." ucap Flora pada putri kecilnya.

"Aku suka dengan boneka-boneka ini mommy."pekik Keyra.

" Tapi tunggu, penampilan mommy sangat berbeda dan lebih cantik dari biasanya. "ceplos bocah itu.

Flora menanggapi pujian putrinya sambil tersenyum lalu mengacak rambut Keyra.

" Ya sudah kamu disini dulu ya, mom mau ke kamar dan menaruh barang ini sayang."cetus nya lembut. Keyra mengangguk, dia bermain dengan bonekanya. Flora beranjak dari ruang tamu lalu pergi ke kamarnya.

dia segera menata pakaian yang baru ke dalam lemari.Setelah selesai wanita itu pergi ke kamar mandi.Kini dia berendam dalam jakuzi.

"Sepertinya aku besok bisa mulai mencari pekerjaan?" gumam Flora.

"Aku harus menjadi wanita karir yang sukses agar tak ada lagi orang yang merendahkan aku." ucapnya penuh tekad.

Beberapa menit berlalu Flora menyudahi mandinya.Dia keluar dari kamar mandi dan memakai dress santai berwarna biru.

Dia lekas duduk di atas ranjang sambil memegang ponsel.

ting

from Jonathan

Ada lowongan pekerjaan di perusahaan aku, kau bisa datang jika butuh Flo.

Flora terdiam, dia langsung menghubungi Jonathan dan melakukan panggilan video.Wanita itu tertarik dengan tawaran pekerjaan dari Jonathan.

"Kau terlalu murah hati, Tuan Jonathan."ucap Flora.

"Ya baru kali ini aku baik, hanya kamu yang mendapat perhatian spesial dariku Flora."jawab Nathan santai.

"Lagipula wanita cantik sepertimu, sangat sulit untuk aku abaikan." ceplos nya yang membuat Flora tertawa.

"Oh my kau terlalu berlebihan Nathan. Sepertinya aku perlu bicara pada Jeri jika daddy-nya sangat genit." sahut Flora ringan.

Jonathan tertawa mendengar ucapan Flora barusan.Dia sama sekali tak tersinggung dengan ucapan Flora barusan.

"Melihat statusmu sekarang nona Flora, kau bisa menghubungi aku jika butuh." ceplos nya.

"Hei tuan duda kesepian, jangan meledek 'ku hanya karena aku janda." sahutnya jengkel.

Terdengar suara tawa dari Jonathan yang membuat Flora kesal.Tak lama pria itu menghentikan tawa lalu memberikan nasehat pada Flora.

"Baiklah aku tutup dulu, aku harus menemani Jeri."

Tut

Flora menaruh ponselnya lalu dia ke luar dari kamar dan menuju ke ruang tamu.

Terpopuler

Comments

guntur 1609

guntur 1609

mampus kau arkana...flira sdh mulai move on sm mu

2024-10-18

0

Miss Apple 🍎

Miss Apple 🍎

ramaikan

2024-05-13

0

⁽⁽ଘ[🐾©️le🅾️🦋]ଓ⁾⁾

⁽⁽ଘ[🐾©️le🅾️🦋]ଓ⁾⁾

wkwkwk berjodoh nih.. janda n duda🤭🤭😁😁

2024-05-11

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 Istri Tak dianggap
2 Bab 2 Kekecewaan yang terulang
3 Bab 3 Kekasih Arkana
4 Bab 4 Menyerah
5 Bab 5 Kebersamaan Ibu dan Anak
6 Bab 6 Kehampaan
7 Bab 7 Buah Jatuh Tak Jauh dari pohon
8 Bab 8 Teman Baru
9 Bab 9 Pernyataan Kejam Arkana
10 Bab 10 Rasa Syukur Flora
11 Bab 11 Gengsi dan Ego
12 Bab 12 Surat Perceraian
13 Bab 13 Bertemu Rival
14 Bab 14 Pesta Jonathan
15 Bab 15 Istri Sah Vs Selingkuhan
16 Bab 16 Resmi Bercerai
17 Bab 17 Move On Versi Flora
18 Bab 18 Kejutan dari Jonathan
19 Bab 19 Keinginan Keyra
20 Bab 20 Kekesalan Arkana
21 Bab 21 Kecemburuan Arkana
22 Bab 22 Duda Jatuh Cinta
23 Bab 23 Keputusan Besar Arkana
24 Bab 24 Arkana vs Jonathan
25 Bab 25 Flora vs Devina
26 Bab 26 Kelicikan Devina
27 Bab 27 Kegilaan Arkana
28 Bab 28 Pernyataan Cinta
29 Bab 29 Mantan menantu vs mantan Mertua
30 Bab 30 Rencana Flora dan Jonathan
31 Bab 31 Persiapan
32 Bab 32 Keputusasaan Arkana
33 Bab 33 Cincin
34 Bab 34 Bersaing
35 Bab 35 Hanya Penyesalan
36 Bab 36 Rahasia Arkana
37 Bab 37 Video Panas
38 Bab 38 Berpihak pada Flora
39 Bab 39 Felicya & Evan
40 bab 40 Momen Manis
41 Bab 41 Pernikahan Flora & Jonathan
42 Bab 42 Diluar ekspetasi
43 Bab 43 Rencana Honeymoon
44 Bab 44 Menjemput Keyra
45 Bab 45 Benalu Kecil Bagi Devina
46 Bab 46 Kejadian tak terduga
47 Bab 47 Kembalinya Jonathan & Flora
48 Bab 48 Keresahan Flora
49 Bab 49 Rencana Kejutan
50 Bab 50 Kehamilan Flora
51 Bab 51 Perseteruan Felicya dan Brie
52 Bab 52 Berdusta
53 Bab 53 Kemarahan Devina
54 Bab 54 Nasehat Flora
55 Bab 55 Salah paham?
56 Bab 56 Pembuktian
57 Bab 57
58 Bab 58
59 Bab 59 Tak Sesuai Harapan
60 Bab 60 Ulang Tahun Flora
61 Bab 61 Kecemburuan Jonathan
62 Bab 62 Mengembalikan Barang
63 Bab 63 Sebuah Karma
64 Bab 64 Rencana Perceraian
65 Bab 65 Devina dan Felicya
66 Bab 66
67 Bab 67 Kebahagiaan yang Berbeda
68 Bab 68 Nasehat Orang Tua
69 Bab 69 Perceraian
70 Bab 70 Penyesalan Arkana
71 Bab 71 Penolakan Devina
72 Bab 72 Kehangatan Keluarga
73 Bab 73 Pertengkaran Ayah & Anak
74 Bab 74 Berdamai
75 Bab 75 Keputusan Devina
76 Bab 76 Akhir Keputusan Devina
77 Bab 77 Pertunangan Evan dan Felicya
78 Bab 78 Side Story Awal Kehidupan Baru ( Tentang Arkana)
79 Ban 79 Side Story Arkana- Wanita Galak
80 Bab 80 Side Story Arkana Flashback Masa lalu
81 Bab 81 SSA- Pergi Ke Makam
82 Bab 82 SSA- Keputusan Tania
83 Bab 83 SSA-Keluarga Bahagia Jonathan
84 Bab 84 Keputusan Tania
85 Bab 85 Side Story Arkana-Ending
86 Bab 86 Happy Ending
87 Season 2 Part 1 Perjodohan untuk Keyra
88 Bab 88 Season 2 Part 2
89 Bab 89 Season 2 - Kedatangan Acha
90 Bab 90 Season 2 Part 4
91 Bab 91 Season 2 Part 5
92 Bab 92 Season 2 Part 6
93 Bab 93 Season 2 Part 7
94 Bab 94 Season 2 Part 8
95 Bab 95 Season 2 Part 9
96 Bab 96 Season 2 Part 10
97 Bab 97 Season 2 Part 11
98 Bab 98 Seakan 2 Part 12
99 Bab 99 Season 2 Part 13
100 Bab 100 Season 2 Part 14 Mengadu Pada Mama
101 Bab 101 Jebakan Acha
102 Bab 102 Ditahan di kantor polisi
103 Bab 103 Acah Tak Menyerah
104 Bab 104 Keputusan Paling Gila
105 Bab 105 Kekecewaan Keyra
Episodes

Updated 105 Episodes

1
Bab 1 Istri Tak dianggap
2
Bab 2 Kekecewaan yang terulang
3
Bab 3 Kekasih Arkana
4
Bab 4 Menyerah
5
Bab 5 Kebersamaan Ibu dan Anak
6
Bab 6 Kehampaan
7
Bab 7 Buah Jatuh Tak Jauh dari pohon
8
Bab 8 Teman Baru
9
Bab 9 Pernyataan Kejam Arkana
10
Bab 10 Rasa Syukur Flora
11
Bab 11 Gengsi dan Ego
12
Bab 12 Surat Perceraian
13
Bab 13 Bertemu Rival
14
Bab 14 Pesta Jonathan
15
Bab 15 Istri Sah Vs Selingkuhan
16
Bab 16 Resmi Bercerai
17
Bab 17 Move On Versi Flora
18
Bab 18 Kejutan dari Jonathan
19
Bab 19 Keinginan Keyra
20
Bab 20 Kekesalan Arkana
21
Bab 21 Kecemburuan Arkana
22
Bab 22 Duda Jatuh Cinta
23
Bab 23 Keputusan Besar Arkana
24
Bab 24 Arkana vs Jonathan
25
Bab 25 Flora vs Devina
26
Bab 26 Kelicikan Devina
27
Bab 27 Kegilaan Arkana
28
Bab 28 Pernyataan Cinta
29
Bab 29 Mantan menantu vs mantan Mertua
30
Bab 30 Rencana Flora dan Jonathan
31
Bab 31 Persiapan
32
Bab 32 Keputusasaan Arkana
33
Bab 33 Cincin
34
Bab 34 Bersaing
35
Bab 35 Hanya Penyesalan
36
Bab 36 Rahasia Arkana
37
Bab 37 Video Panas
38
Bab 38 Berpihak pada Flora
39
Bab 39 Felicya & Evan
40
bab 40 Momen Manis
41
Bab 41 Pernikahan Flora & Jonathan
42
Bab 42 Diluar ekspetasi
43
Bab 43 Rencana Honeymoon
44
Bab 44 Menjemput Keyra
45
Bab 45 Benalu Kecil Bagi Devina
46
Bab 46 Kejadian tak terduga
47
Bab 47 Kembalinya Jonathan & Flora
48
Bab 48 Keresahan Flora
49
Bab 49 Rencana Kejutan
50
Bab 50 Kehamilan Flora
51
Bab 51 Perseteruan Felicya dan Brie
52
Bab 52 Berdusta
53
Bab 53 Kemarahan Devina
54
Bab 54 Nasehat Flora
55
Bab 55 Salah paham?
56
Bab 56 Pembuktian
57
Bab 57
58
Bab 58
59
Bab 59 Tak Sesuai Harapan
60
Bab 60 Ulang Tahun Flora
61
Bab 61 Kecemburuan Jonathan
62
Bab 62 Mengembalikan Barang
63
Bab 63 Sebuah Karma
64
Bab 64 Rencana Perceraian
65
Bab 65 Devina dan Felicya
66
Bab 66
67
Bab 67 Kebahagiaan yang Berbeda
68
Bab 68 Nasehat Orang Tua
69
Bab 69 Perceraian
70
Bab 70 Penyesalan Arkana
71
Bab 71 Penolakan Devina
72
Bab 72 Kehangatan Keluarga
73
Bab 73 Pertengkaran Ayah & Anak
74
Bab 74 Berdamai
75
Bab 75 Keputusan Devina
76
Bab 76 Akhir Keputusan Devina
77
Bab 77 Pertunangan Evan dan Felicya
78
Bab 78 Side Story Awal Kehidupan Baru ( Tentang Arkana)
79
Ban 79 Side Story Arkana- Wanita Galak
80
Bab 80 Side Story Arkana Flashback Masa lalu
81
Bab 81 SSA- Pergi Ke Makam
82
Bab 82 SSA- Keputusan Tania
83
Bab 83 SSA-Keluarga Bahagia Jonathan
84
Bab 84 Keputusan Tania
85
Bab 85 Side Story Arkana-Ending
86
Bab 86 Happy Ending
87
Season 2 Part 1 Perjodohan untuk Keyra
88
Bab 88 Season 2 Part 2
89
Bab 89 Season 2 - Kedatangan Acha
90
Bab 90 Season 2 Part 4
91
Bab 91 Season 2 Part 5
92
Bab 92 Season 2 Part 6
93
Bab 93 Season 2 Part 7
94
Bab 94 Season 2 Part 8
95
Bab 95 Season 2 Part 9
96
Bab 96 Season 2 Part 10
97
Bab 97 Season 2 Part 11
98
Bab 98 Seakan 2 Part 12
99
Bab 99 Season 2 Part 13
100
Bab 100 Season 2 Part 14 Mengadu Pada Mama
101
Bab 101 Jebakan Acha
102
Bab 102 Ditahan di kantor polisi
103
Bab 103 Acah Tak Menyerah
104
Bab 104 Keputusan Paling Gila
105
Bab 105 Kekecewaan Keyra

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!