Bab 11 Gengsi dan Ego

Jam dua siang yang cerah, Flora melangkah dengan langkah ringan menuju sekolah putrinya. Dia merasa senang akan segera bertemu dengan anaknya yang selalu menjadi sumber kebahagiaannya.

Saat tiba di gerbang sekolah, dia melihat sosok yang sangat dikenalnya: Jonathan, pria yang baru dia kenal. Wajahnya terpancar senyuman hangat, dan Flora dengan cepat melangkah mendekat.

"Jonathan! Apa kabar?" serunya, senyumnya masih terukir di wajahnya.

Jonathan membalas sapaan dengan ramah, "Hai, Flora! Kabarku baik-baik saja. Kamu sendiri?"

Saat mereka terlibat dalam percakapan yang ceria, tanpa mereka sadari, gerak gerik mereka dipantau oleh seorang lelaki dengan tatapan yang penuh dengan kecemburuan dan gengsi tinggi

Arkana, suami Flora. Meskipun Flora tidak menyadari kehadiran Arkana, dia merasakan ada seseorang yang memperhatikannya.

Sementara itu, Arkana berdiri di kejauhan, hatinya dipenuhi dengan rasa tidak nyaman yang sulit untuk dijelaskan.

Kecemburuan meloncat-loncat di dalam dirinya saat melihat Flora tertawa lepas bersama Jonathan. Meskipun dia tahu bahwa Flora adalah miliknya, gengsi tingginya menghalangi dia untuk menunjukkan rasa cemburu yang sesungguhnya.

Dia tidak ingin menyerah pada perasaan tersebut, namun sulit untuk menahan ketidak nyamanan nya saat melihat istrinya begitu dekat dengan pria lain.

Arkana memilih untuk tetap berada di kejauhan, diam-diam mengawasi dari balik sudut.Dia tahu dia harus berbicara dengan Flora sebelum kecemburuan itu menguasai dirinya sepenuhnya, namun gengsinya yang tinggi membuatnya enggan untuk menunjukkan perasaannya.

Sebagai gantinya, dia memilih untuk mengawasi dari kejauhan, berharap Flora akan segera menyadari keberadaannya dan menghentikan interaksinya dengan Jonathan.

"Memang-nya istri kamu ke mana Nat?"tanya Flora.

"Sudah tiada."jawab Nathan.

"Maafkan aku, aku tak tahu jika ibunya Jerico telah tiada." Sesalnya.

"Tak perlu meminta maaf Flo." jawab pria itu santai.

"Mommy." keduanya menoleh kalau mendengar suara panggilan Keyra yang datang bersama Jerico.

Kedua bocah itu menghampiri orang tua masing-masing.Jerico menyentuh pakaian sang daddy membuat Nathan menoleh.

"Ada apa boy?" tanya Nathan.

"Daddy, ayo makan siang bareng aunty Flo dan Keyra."ucapnya. Nathan langsung menawarkan pada Flora.

Keempatnya masuk ke dalam mobil dan meninggalkan kawasan sekolah.

Saat sore menjelang, Arkana masih terus menguntit Flora, istrinya, ke mana pun dia pergi. Kali ini, dia melihat Flora pergi bersama Jonathan ke sebuah restoran terkenal di kota.

Hatinya berdesir ketika dia menyaksikan mereka bersama-sama, makan malam dengan penuh keceriaan. Meskipun Arkana mencoba untuk mengendalikan emosinya, rasa cemburu dan amarahnya semakin memuncak.

Dia merasa bahwa Flora telah mencoreng nama baiknya dengan menjalin hubungan yang begitu akrab dengan pria lain, terutama di tempat umum seperti restoran itu.

Perasaan gengsi dan kebanggaannya sebagai suami terluka, membuatnya semakin yakin bahwa Flora telah melanggar kesetiaan mereka sebagai pasangan suami istri.

Namun, ironisnya, di sisi lain, Arkana tidak menyadari bahwa dirinya juga terlibat dalam perilaku yang sama.

Tapi dia lebih parah daripada apa yang dilakukan Flora, dia juga memiliki hubungan dengan seorang wanita selain Flora. Kesadaran akan kegagalan dirinya sebagai suami yang setia belum sepenuhnya menyadari Arkana, dan dia terus mencari kesalahan di pihak Flora tanpa mempertimbangkan perilakunya sendiri.

Saat Flora dan Jonathan menikmati waktu bersama di restoran, Arkana terus mengintai dari kejauhan, hatinya terusik oleh perasaan campuran dari cemburu, kekecewaan, dan rasa bersalah yang semakin membebani pikirannya.

Arkana duduk di sudut restoran, menatap Flora dan Jonathan yang duduk di meja seberang. Hatinya terasa seperti berdebar-debar, diisi dengan perasaan campuran antara cemburu, kekecewaan, dan amarah yang semakin memuncak. Melihat keduanya tertawa dan berbicara dengan begitu santainya membuatnya merasa semakin tersinggung.

Saat pelayan datang untuk mengambil pesanan, Arkana merasa seperti tidak bisa lagi menahan perasaannya.

Dia mencoba untuk tetap tenang, namun akhirnya, ketegangan di dalam dirinya meledak. Dengan gerakan tiba-tiba, dia menarik kembali kursinya, membuatnya berdenting di lantai kayu.

Dengan langkah cepat, Arkana meninggalkan restoran, langkahnya berat dan penuh dengan kemarahan yang membara di dalam dirinya.

Dia meraih kunci mobilnya dan menyalakan mesin dengan keras. Suara mesin yang menggelegar seolah mencerminkan keadaan emosinya yang sedang memuncak.

Di tengah-tengah kemarahannya, Arkana tidak bisa menghindari perasaan tak berdaya yang menyelimutinya. Dia merasa seperti segalanya terlalu sulit untuk ditanggung.

Melihat Flora, wanita yang masih berstatus istrinya, begitu dekat dengan pria lain membuatnya merasa hancur. Kecemburuan yang memuncak membuatnya merasa seperti segalanya runtuh di hadapannya.

Arkana merenung sejenak di dalam mobilnya, mencoba untuk menenangkan dirinya sendiri. Namun, di dalam hatinya, api kecemburuan masih berkobar.

Dia merasa seperti tidak mampu lagi menghadapi pemandangan Flora dan Jonathan bersama-sama. Baginya, itu adalah pukulan terakhir yang membuatnya putus asa dan meninggalkan restoran dengan hati yang penuh dengan rasa sakit dan kekecewaan yang mendalam.

"Kenapa aku merasakan hal asing ini melihat Flo bersama pria itu. Jelas jelas wanita yang aku cintai itu Devina."elaknya.

"Shit!"

Arkana tiba di mansion pada sore hari dengan langkah-langkah yang berat dan hati yang penuh dengan kegelisahan dan kemarahan.

Dia membawa beban perasaan yang berat setelah melihat Flora bersama Jonathan di restoran tadi siang. Setiap langkahnya terasa seperti menghantam lantai dengan keras, mencerminkan keadaan hatinya yang kacau.

Saat memasuki ruang tamu yang luas, Arkana melihat seorang pelayan menyapanya dengan ramah, namun dia hanya menjawab dengan anggukan singkat, pikirannya masih terhimpit oleh pemandangan Flora yang bersama pria lain.

Kemarahan memenuhi hatinya ketika dia memikirkan betapa Flora telah melukai perasaannya dengan bertindak begitu bebas dengan pria lain di depan umum.

Melangkah masuk lebih dalam ke dalam mansion, dia memasuki ruang keluarga yang nyaman dengan perasaan yang semakin mencekam. Saat melewati sebuah cermin, dia terperangah melihat bayangan dirinya yang tercermin di dalamnya. Dia melihat mata yang dipenuhi dengan kegelisahan dan kecemburuan, sesuatu yang tidak biasa baginya.

Rasa asing itu semakin memperkuat keputusannya untuk menghadapi Flora tentang perilaku mereka.

Meskipun hatinya masih dipenuhi dengan rasa sakit dan kecewa, dia tahu bahwa dia harus menyelesaikan masalah ini dengan kepala dingin dan tanpa membiarkan emosi menguasai dirinya sepenuhnya.

Arkana melangkah menuju ruang kerjanya dengan langkah mantap, bersiap untuk menghadapi Flora dan tentunya akan memperingatkan perempuan itu.

Meskipun perasaan asing itu masih menghantuinya, dia berjanji pada dirinya sendiri bahwa dia akan menyelesaikan masalah ini dengan bijak dan adil, tanpa membiarkan kemarahan dan kecemburuan menghancurkan dirinya.

"Wanita itu bagaimana bisa mempengaruhi aku begitu mudah." geram Arkana.

"Aku tak akan membiarkan dia membuat nama baikku tercoreng!"tegasnya.

Setelah Arkana menenangkan diri di ruang kerjanya, dia merasa lebih mampu menghadapi situasi dengan kepala dingin.

Tanpa ragu, dia melangkah keluar dari ruangan kerjanya dan menuju tangga menuju lantai dua. Langkahnya mantap, menunjukkan tekadnya untuk menyelesaikan masalah yang membebani pikirannya.

Saat tiba di lantai dua, Arkana berjalan menuju kamarnya dengan langkah panjang.

Pikirannya masih dipenuhi oleh bayangan Flora bersama pria asing tadi sore, dan dia merasa perlu untuk menghilangkan pikiran itu dari benaknya. Dia memasuki kamarnya dan menuju ke kamar mandi dengan langkah mantap.

Di dalam kamar mandi, Arkana membiarkan air mengalir, membiarkan suara gemericik air mengalir membantu menenangkan pikirannya.

Dia mengambil napas dalam-dalam, mencoba untuk fokus pada saat ini dan melupakan apa yang telah terjadi.

Setelah beberapa saat di kamar mandi, Arkana merasa sedikit lebih tenang. Dia mengeringkan wajahnya dan memandang cermin, mencoba untuk menemukan kekuatan dan ketenangan di dalam dirinya sendiri.

Meskipun bayangan Flora bersama pria asing masih terus mengusiknya, dia merasa lebih siap untuk menghadapi situasi dan menyelesaikan masalah ini dengan tenang.

Dengan langkah mantap, dia meninggalkan kamar mandi dan berpakaian.Arkana langsung membaringkan tubuhnya diatas ranjang.

Terpopuler

Comments

guntur 1609

guntur 1609

mampus kau pertahan egomu bodat

2024-10-18

0

Miss Apple 🍎

Miss Apple 🍎

lanjut

2024-05-10

0

Fitria Syafei

Fitria Syafei

semangat Flora 👌 KK kereeen 😘😘

2024-05-10

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 Istri Tak dianggap
2 Bab 2 Kekecewaan yang terulang
3 Bab 3 Kekasih Arkana
4 Bab 4 Menyerah
5 Bab 5 Kebersamaan Ibu dan Anak
6 Bab 6 Kehampaan
7 Bab 7 Buah Jatuh Tak Jauh dari pohon
8 Bab 8 Teman Baru
9 Bab 9 Pernyataan Kejam Arkana
10 Bab 10 Rasa Syukur Flora
11 Bab 11 Gengsi dan Ego
12 Bab 12 Surat Perceraian
13 Bab 13 Bertemu Rival
14 Bab 14 Pesta Jonathan
15 Bab 15 Istri Sah Vs Selingkuhan
16 Bab 16 Resmi Bercerai
17 Bab 17 Move On Versi Flora
18 Bab 18 Kejutan dari Jonathan
19 Bab 19 Keinginan Keyra
20 Bab 20 Kekesalan Arkana
21 Bab 21 Kecemburuan Arkana
22 Bab 22 Duda Jatuh Cinta
23 Bab 23 Keputusan Besar Arkana
24 Bab 24 Arkana vs Jonathan
25 Bab 25 Flora vs Devina
26 Bab 26 Kelicikan Devina
27 Bab 27 Kegilaan Arkana
28 Bab 28 Pernyataan Cinta
29 Bab 29 Mantan menantu vs mantan Mertua
30 Bab 30 Rencana Flora dan Jonathan
31 Bab 31 Persiapan
32 Bab 32 Keputusasaan Arkana
33 Bab 33 Cincin
34 Bab 34 Bersaing
35 Bab 35 Hanya Penyesalan
36 Bab 36 Rahasia Arkana
37 Bab 37 Video Panas
38 Bab 38 Berpihak pada Flora
39 Bab 39 Felicya & Evan
40 bab 40 Momen Manis
41 Bab 41 Pernikahan Flora & Jonathan
42 Bab 42 Diluar ekspetasi
43 Bab 43 Rencana Honeymoon
44 Bab 44 Menjemput Keyra
45 Bab 45 Benalu Kecil Bagi Devina
46 Bab 46 Kejadian tak terduga
47 Bab 47 Kembalinya Jonathan & Flora
48 Bab 48 Keresahan Flora
49 Bab 49 Rencana Kejutan
50 Bab 50 Kehamilan Flora
51 Bab 51 Perseteruan Felicya dan Brie
52 Bab 52 Berdusta
53 Bab 53 Kemarahan Devina
54 Bab 54 Nasehat Flora
55 Bab 55 Salah paham?
56 Bab 56 Pembuktian
57 Bab 57
58 Bab 58
59 Bab 59 Tak Sesuai Harapan
60 Bab 60 Ulang Tahun Flora
61 Bab 61 Kecemburuan Jonathan
62 Bab 62 Mengembalikan Barang
63 Bab 63 Sebuah Karma
64 Bab 64 Rencana Perceraian
65 Bab 65 Devina dan Felicya
66 Bab 66
67 Bab 67 Kebahagiaan yang Berbeda
68 Bab 68 Nasehat Orang Tua
69 Bab 69 Perceraian
70 Bab 70 Penyesalan Arkana
71 Bab 71 Penolakan Devina
72 Bab 72 Kehangatan Keluarga
73 Bab 73 Pertengkaran Ayah & Anak
74 Bab 74 Berdamai
75 Bab 75 Keputusan Devina
76 Bab 76 Akhir Keputusan Devina
77 Bab 77 Pertunangan Evan dan Felicya
78 Bab 78 Side Story Awal Kehidupan Baru ( Tentang Arkana)
79 Ban 79 Side Story Arkana- Wanita Galak
80 Bab 80 Side Story Arkana Flashback Masa lalu
81 Bab 81 SSA- Pergi Ke Makam
82 Bab 82 SSA- Keputusan Tania
83 Bab 83 SSA-Keluarga Bahagia Jonathan
84 Bab 84 Keputusan Tania
85 Bab 85 Side Story Arkana-Ending
86 Bab 86 Happy Ending
87 Season 2 Part 1 Perjodohan untuk Keyra
88 Bab 88 Season 2 Part 2
89 Bab 89 Season 2 - Kedatangan Acha
90 Bab 90 Season 2 Part 4
91 Bab 91 Season 2 Part 5
92 Bab 92 Season 2 Part 6
93 Bab 93 Season 2 Part 7
94 Bab 94 Season 2 Part 8
95 Bab 95 Season 2 Part 9
96 Bab 96 Season 2 Part 10
97 Bab 97 Season 2 Part 11
98 Bab 98 Seakan 2 Part 12
99 Bab 99 Season 2 Part 13
100 Bab 100 Season 2 Part 14 Mengadu Pada Mama
101 Bab 101 Jebakan Acha
102 Bab 102 Ditahan di kantor polisi
103 Bab 103 Acah Tak Menyerah
104 Bab 104 Keputusan Paling Gila
105 Bab 105 Kekecewaan Keyra
Episodes

Updated 105 Episodes

1
Bab 1 Istri Tak dianggap
2
Bab 2 Kekecewaan yang terulang
3
Bab 3 Kekasih Arkana
4
Bab 4 Menyerah
5
Bab 5 Kebersamaan Ibu dan Anak
6
Bab 6 Kehampaan
7
Bab 7 Buah Jatuh Tak Jauh dari pohon
8
Bab 8 Teman Baru
9
Bab 9 Pernyataan Kejam Arkana
10
Bab 10 Rasa Syukur Flora
11
Bab 11 Gengsi dan Ego
12
Bab 12 Surat Perceraian
13
Bab 13 Bertemu Rival
14
Bab 14 Pesta Jonathan
15
Bab 15 Istri Sah Vs Selingkuhan
16
Bab 16 Resmi Bercerai
17
Bab 17 Move On Versi Flora
18
Bab 18 Kejutan dari Jonathan
19
Bab 19 Keinginan Keyra
20
Bab 20 Kekesalan Arkana
21
Bab 21 Kecemburuan Arkana
22
Bab 22 Duda Jatuh Cinta
23
Bab 23 Keputusan Besar Arkana
24
Bab 24 Arkana vs Jonathan
25
Bab 25 Flora vs Devina
26
Bab 26 Kelicikan Devina
27
Bab 27 Kegilaan Arkana
28
Bab 28 Pernyataan Cinta
29
Bab 29 Mantan menantu vs mantan Mertua
30
Bab 30 Rencana Flora dan Jonathan
31
Bab 31 Persiapan
32
Bab 32 Keputusasaan Arkana
33
Bab 33 Cincin
34
Bab 34 Bersaing
35
Bab 35 Hanya Penyesalan
36
Bab 36 Rahasia Arkana
37
Bab 37 Video Panas
38
Bab 38 Berpihak pada Flora
39
Bab 39 Felicya & Evan
40
bab 40 Momen Manis
41
Bab 41 Pernikahan Flora & Jonathan
42
Bab 42 Diluar ekspetasi
43
Bab 43 Rencana Honeymoon
44
Bab 44 Menjemput Keyra
45
Bab 45 Benalu Kecil Bagi Devina
46
Bab 46 Kejadian tak terduga
47
Bab 47 Kembalinya Jonathan & Flora
48
Bab 48 Keresahan Flora
49
Bab 49 Rencana Kejutan
50
Bab 50 Kehamilan Flora
51
Bab 51 Perseteruan Felicya dan Brie
52
Bab 52 Berdusta
53
Bab 53 Kemarahan Devina
54
Bab 54 Nasehat Flora
55
Bab 55 Salah paham?
56
Bab 56 Pembuktian
57
Bab 57
58
Bab 58
59
Bab 59 Tak Sesuai Harapan
60
Bab 60 Ulang Tahun Flora
61
Bab 61 Kecemburuan Jonathan
62
Bab 62 Mengembalikan Barang
63
Bab 63 Sebuah Karma
64
Bab 64 Rencana Perceraian
65
Bab 65 Devina dan Felicya
66
Bab 66
67
Bab 67 Kebahagiaan yang Berbeda
68
Bab 68 Nasehat Orang Tua
69
Bab 69 Perceraian
70
Bab 70 Penyesalan Arkana
71
Bab 71 Penolakan Devina
72
Bab 72 Kehangatan Keluarga
73
Bab 73 Pertengkaran Ayah & Anak
74
Bab 74 Berdamai
75
Bab 75 Keputusan Devina
76
Bab 76 Akhir Keputusan Devina
77
Bab 77 Pertunangan Evan dan Felicya
78
Bab 78 Side Story Awal Kehidupan Baru ( Tentang Arkana)
79
Ban 79 Side Story Arkana- Wanita Galak
80
Bab 80 Side Story Arkana Flashback Masa lalu
81
Bab 81 SSA- Pergi Ke Makam
82
Bab 82 SSA- Keputusan Tania
83
Bab 83 SSA-Keluarga Bahagia Jonathan
84
Bab 84 Keputusan Tania
85
Bab 85 Side Story Arkana-Ending
86
Bab 86 Happy Ending
87
Season 2 Part 1 Perjodohan untuk Keyra
88
Bab 88 Season 2 Part 2
89
Bab 89 Season 2 - Kedatangan Acha
90
Bab 90 Season 2 Part 4
91
Bab 91 Season 2 Part 5
92
Bab 92 Season 2 Part 6
93
Bab 93 Season 2 Part 7
94
Bab 94 Season 2 Part 8
95
Bab 95 Season 2 Part 9
96
Bab 96 Season 2 Part 10
97
Bab 97 Season 2 Part 11
98
Bab 98 Seakan 2 Part 12
99
Bab 99 Season 2 Part 13
100
Bab 100 Season 2 Part 14 Mengadu Pada Mama
101
Bab 101 Jebakan Acha
102
Bab 102 Ditahan di kantor polisi
103
Bab 103 Acah Tak Menyerah
104
Bab 104 Keputusan Paling Gila
105
Bab 105 Kekecewaan Keyra

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!