Bab 9 Pernyataan Kejam Arkana

"Sayang, kamu kangen sama daddy tidak?"tanya Flora pada putrinya.

"Tentu saja kangen mommy, tapi aku tidak mau bertemu daddy kalau tanpa mommy."jawab Keyra dengan polosnya.

"Apalagi ada tante Devina."

"Kenapa sih mommy, tante Devina lengket terus ke daddy seperti ulat bulu."ceplos nya.

Flora tentu saja bingung untuk menjelaskan pada putrinya.Dia berusaha memberikan pengertian pada sang anak.

Kali ini dia akan mengalah, akan mempertemukan Keyra dengan Arkana.

"Tunggu sebentar sayang, mommy ambil ponsel dulu."Keyra mengangguk,menatap kepergian sang mommy.

Dengan langkah ringan, Flora kembali ke ruang tamu setelah mengambil ponsel di kamarnya. Senyum tipis terukir di wajahnya saat melihat Keyra yang asyik bermain di tengah tumpukan mainan. Dengan lembut, ia duduk di samping putrinya yang bersemangat itu.

"Hey, sayang," sapanya dengan lembut sambil mengelus kepala Keyra.

"Apa yang sedang kamu mainkan?"

Keyra menoleh dengan cepat, wajahnya berbinar melihat ibunya kembali. "Mommy! Aku sedang membuat kota dengan balok kayu. Kamu mau ikut bermain?"

Flora tersenyum hangat."Tentu, sayang.Ayo,tunjukkan padaku apa yang sudah kamu buat."

Mereka berdua kemudian terlibat dalam permainan yang penuh imajinasi, menciptakan kota kecil dari balok-balok kayu yang berwarna-warni.

Suara tawa mereka mengisi ruangan, menciptakan momen kebersamaan yang penuh kebahagiaan. Flora merasa begitu bersyukur bisa kembali bersama Keyra, menikmati waktu bersama putrinya yang penuh cinta.

Dia segera mengetik nomor sang suami lalu menghubungi Arkana. Flora mengajak Arkana bertemu esok hari.Setelah membuat pertemuan dia mengakhiri obrolan mereka.

"Sayang, daddy kamu sudah setuju dengan ide mommy!"

"Yeay besok ketemu daddy." pekiknya dengan semangat.

Flora tampak bahagia melihat wajah sumringah putri kesayangan.Dia berusaha terus membuat sang anak bahagia apapun yang terjadi.

Flora duduk di sofa yang nyaman, matanya tertuju pada layar televisi yang berkilauan. Dia dengan santai mengambil remote dan menyalakan televisi, memilih acara gosip favoritnya. Suasana di ruangan itu seketika terisi dengan suara gemerincing bunga dan tawa-tawa dari layar.

Di sisi lain ruangan, Keyra duduk di lantai dengan satu-satunya teman setianya, boneka kesayangannya. Dia begitu asyik, bermain dengan penuh kegembiraan, menciptakan dunia imajinatifnya sendiri di sekitar boneka itu. Wajahnya berseri-seri, mata berbinar-binar dengan keceriaan.

Flora sejenak menoleh ke arah Keyra, melihat betapa bahagianya anak itu bersama bonekanya. Dia tersenyum tipis, mengingat betapa dia sendiri dahulu begitu terikat dengan imajinasinya ketika masih muda. Namun, panggilan gosip di televisi seolah menarik perhatiannya kembali, dan dia kembali tenggelam dalam dunia selebriti dan skandal.

Keyra tak terganggu dengan kegiatan Flora. Dia terus menikmati permainannya dengan boneka, membangun cerita-cerita baru yang tak terbatas.

Meskipun Flora tampak tenggelam dalam dunianya sendiri, Keyra tak merasa kesepian. Kehadiran bonekanya cukup untuk membuatnya bahagia.

Adengan ini mencerminkan kontras antara dunia anak-anak yang penuh dengan imajinasi dan keceriaan, dengan dunia dewasa yang sering kali terjebak dalam hiruk-pikuk kehidupan nyata.

Meski begitu, Flora tetap membiarkan Keyra menikmati masa kecilnya, sambil dia sendiri menikmati kesenangan dewasanya.

Sore itu sekitar pukul enam, cahaya senja merambat masuk melalui jendela rumah baru Flora, memberikan sentuhan hangat di dalam ruangan. Flora duduk di sofa, terpaku pada buku yang sedang dia baca, ketika tiba-tiba suara pintu terbuka. Dia mengangkat kepalanya, kaget melihat suaminya, Arkana, berdiri di ambang pintu.

"Arkana?" desis Flora, suaranya penuh dengan campuran kejutan dan ketegangan. Dia merasa dadanya berdebar keras, tidak siap untuk bertemu dengannya setelah semua yang terjadi.

Arkana melangkah masuk dengan langkah mantap, matanya tidak menunjukkan ekspresi apapun.

Dia seolah-olah berada di dunianya sendiri, tidak terpengaruh oleh ketegangan yang terasa di udara. Flora merasa seolah-olah ada jarak yang tak terucapkan di antara mereka, bahkan ketika mereka berada dalam jarak yang sangat dekat.

Keyra, putri kecil mereka, muncul dari sudut ruangan dengan senyum ceria di wajahnya. Namun, ketika dia melihat Arkana, senyumnya memudar sedikit.

Flora melihat perubahan itu dengan hati yang berat. Keyra mendekati Arkana dengan ragu, seakan-akan merasa asing pada kehadirannya.

Arkana membungkuk untuk mencium pipi Keyra dengan dingin, tidak sepenuhnya mengabaikannya tapi juga tidak terlalu hangat.

Flora melihat interaksi itu dengan hati yang teriris, bertanya-tanya di dalam hatinya apa yang telah terjadi pada hubungan mereka sehingga mereka menjadi begitu canggung satu sama lain.

"Sudah lama sekali, bukan?" Arkana berkata dengan suara yang terdengar asing bagi telinga Flora.

Dia mencoba menahan keraguan dan kekecewaan yang menggelegak di dalam hatinya, berusaha keras untuk tetap tenang di depan putrinya.

Flora membalas dengan senyum yang dipaksakan. "Ya, sudah lama sekali."

Tetapi dalam keheningan yang menyiksa, Flora tahu bahwa ada banyak hal yang perlu mereka bicarakan. Hubungan mereka tampaknya telah berubah, dan kehadiran Arkana di rumah baru mereka hanya memperjelas betapa jauhnya mereka berdua terpisah.

"Silakan duduk dulu mas!" ucap Flora sambil berdehem.

Arkana langsung duduk di sofa setelah memanggil putrinya untuk mendekat.Keyra kini duduk di dekat sang daddy dan mengobrol banyak hal.

"Keyra,kamu masuk ke kamar dulu ya, princess.Daddy ingin berbicara dengan mommy."pinta Arkana.

"Yes Daddy!"Keyra mencium pipi orang tuanya lalu pergi ke kamarnya.Setelah kepergian putrinya, fokus Arkana kini tertuju pada sang istri.

Arkana duduk di ujung sofa, wajahnya tegang dengan ketegangan yang tidak terucapkan.

Flora duduk di seberangnya, tatapannya menusuk tajam ke arah suaminya. Suasana di ruangan itu tegang, hening dihiasi dengan ketegangan yang terasa di udara.

"Flora," Arkana mulai dengan suara yang penuh dengan kepastian, meskipun ada sentuhan ragu di dalamnya.

"Aku pikir kita harus membicarakan hal yang penting."

Flora menahan napasnya, merasa jantungnya berdebar lebih cepat. Dia bisa merasakan apa yang akan dikatakan oleh suaminya, dan dia tidak yakin apakah dia siap untuk mendengarnya.

"Keyra," Arkana melanjutkan, matanya bertemu dengan mata Flora dengan intensitas yang membuatnya hampir menoleh.

"Aku ingin membicarakan tentang hak asuh Keyra."

Flora menegangkan tubuhnya, merasa kejutan dan kemarahan merambat di dalam dirinya. "Apa yang kamu maksud?" ucapnya dengan suara yang bergetar, meskipun dia berusaha sekeras mungkin untuk tetap tenang.

"Kamu tahu sendiri," jawab Arkana, suaranya menjadi lebih keras, "bahwa hubungan kita tak lama lagi berakhir. Dan aku pikir akan lebih baik jika Keyra tinggal bersama aku."

Flora merasa seolah-olah dunia di sekitarnya runtuh. Dia tidak bisa percaya apa yang didengarnya. Bagaimana Arkana bisa begitu dingin, begitu tanpa belas kasihan? Keyra adalah putri mereka berdua, dan Flora tidak akan membiarkan dia direnggut begitu saja.

"Dia adalah putri kita, Arkana," Flora menyela dengan suara yang penuh dengan keputusasaan dan kemarahan, "dan aku tidak akan membiarkanmu membawa pergi!"

Arkana menatap Flora dengan tajam, tetapi Flora tidak mundur. Dia merasa semangat ibu melonjak di dalam dirinya, dan dia tahu bahwa dia akan melawan habis-habisan untuk menjaga putrinya di sisinya.

"Aku tidak akan membiarkan hal itu terjadi," Flora menambahkan, suaranya penuh dengan tekad, meskipun hatinya hancur dalam keputusasaan. "Keyra adalah anak kita, dan dia akan tetap bersama Aku."

"Kau bisa memiliki bayimu sendiri dengan Devina setelah kita bercerai lalu kalian menikah."tegas Flora.

Arkana menarik napas dalam-dalam, matanya tetap bertahan di Flora. Tidak ada kata yang diucapkannya, tetapi Flora bisa melihat getaran keputusasaan dan kesedihan di dalamnya.

Namun, dia tahu bahwa pertarungan ini belum berakhir, dan dia siap untuk melawan untuk melindungi hak asuhnya atas Keyra.

"Kau yakin bisa memberikan barang mewah untuk Keyra dan memenuhi kebutuhannya?"

"Apa kau lupa dulunya hanya perempuan miskin yang terpaksa aku pungut."ketusnya.

Deg

Terpopuler

Comments

guntur 1609

guntur 1609

kejam kau bodat

2024-10-18

0

Omah Tien

Omah Tien

sayang nya pindah cuma di situ aja sama aja ketemu

2024-09-25

1

🗿

🗿

Arkana tdk tahu diri, diatas langit masih ada langit bro.

2024-06-01

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 Istri Tak dianggap
2 Bab 2 Kekecewaan yang terulang
3 Bab 3 Kekasih Arkana
4 Bab 4 Menyerah
5 Bab 5 Kebersamaan Ibu dan Anak
6 Bab 6 Kehampaan
7 Bab 7 Buah Jatuh Tak Jauh dari pohon
8 Bab 8 Teman Baru
9 Bab 9 Pernyataan Kejam Arkana
10 Bab 10 Rasa Syukur Flora
11 Bab 11 Gengsi dan Ego
12 Bab 12 Surat Perceraian
13 Bab 13 Bertemu Rival
14 Bab 14 Pesta Jonathan
15 Bab 15 Istri Sah Vs Selingkuhan
16 Bab 16 Resmi Bercerai
17 Bab 17 Move On Versi Flora
18 Bab 18 Kejutan dari Jonathan
19 Bab 19 Keinginan Keyra
20 Bab 20 Kekesalan Arkana
21 Bab 21 Kecemburuan Arkana
22 Bab 22 Duda Jatuh Cinta
23 Bab 23 Keputusan Besar Arkana
24 Bab 24 Arkana vs Jonathan
25 Bab 25 Flora vs Devina
26 Bab 26 Kelicikan Devina
27 Bab 27 Kegilaan Arkana
28 Bab 28 Pernyataan Cinta
29 Bab 29 Mantan menantu vs mantan Mertua
30 Bab 30 Rencana Flora dan Jonathan
31 Bab 31 Persiapan
32 Bab 32 Keputusasaan Arkana
33 Bab 33 Cincin
34 Bab 34 Bersaing
35 Bab 35 Hanya Penyesalan
36 Bab 36 Rahasia Arkana
37 Bab 37 Video Panas
38 Bab 38 Berpihak pada Flora
39 Bab 39 Felicya & Evan
40 bab 40 Momen Manis
41 Bab 41 Pernikahan Flora & Jonathan
42 Bab 42 Diluar ekspetasi
43 Bab 43 Rencana Honeymoon
44 Bab 44 Menjemput Keyra
45 Bab 45 Benalu Kecil Bagi Devina
46 Bab 46 Kejadian tak terduga
47 Bab 47 Kembalinya Jonathan & Flora
48 Bab 48 Keresahan Flora
49 Bab 49 Rencana Kejutan
50 Bab 50 Kehamilan Flora
51 Bab 51 Perseteruan Felicya dan Brie
52 Bab 52 Berdusta
53 Bab 53 Kemarahan Devina
54 Bab 54 Nasehat Flora
55 Bab 55 Salah paham?
56 Bab 56 Pembuktian
57 Bab 57
58 Bab 58
59 Bab 59 Tak Sesuai Harapan
60 Bab 60 Ulang Tahun Flora
61 Bab 61 Kecemburuan Jonathan
62 Bab 62 Mengembalikan Barang
63 Bab 63 Sebuah Karma
64 Bab 64 Rencana Perceraian
65 Bab 65 Devina dan Felicya
66 Bab 66
67 Bab 67 Kebahagiaan yang Berbeda
68 Bab 68 Nasehat Orang Tua
69 Bab 69 Perceraian
70 Bab 70 Penyesalan Arkana
71 Bab 71 Penolakan Devina
72 Bab 72 Kehangatan Keluarga
73 Bab 73 Pertengkaran Ayah & Anak
74 Bab 74 Berdamai
75 Bab 75 Keputusan Devina
76 Bab 76 Akhir Keputusan Devina
77 Bab 77 Pertunangan Evan dan Felicya
78 Bab 78 Side Story Awal Kehidupan Baru ( Tentang Arkana)
79 Ban 79 Side Story Arkana- Wanita Galak
80 Bab 80 Side Story Arkana Flashback Masa lalu
81 Bab 81 SSA- Pergi Ke Makam
82 Bab 82 SSA- Keputusan Tania
83 Bab 83 SSA-Keluarga Bahagia Jonathan
84 Bab 84 Keputusan Tania
85 Bab 85 Side Story Arkana-Ending
86 Bab 86 Happy Ending
87 Season 2 Part 1 Perjodohan untuk Keyra
88 Bab 88 Season 2 Part 2
89 Bab 89 Season 2 - Kedatangan Acha
90 Bab 90 Season 2 Part 4
91 Bab 91 Season 2 Part 5
92 Bab 92 Season 2 Part 6
93 Bab 93 Season 2 Part 7
94 Bab 94 Season 2 Part 8
95 Bab 95 Season 2 Part 9
96 Bab 96 Season 2 Part 10
97 Bab 97 Season 2 Part 11
98 Bab 98 Seakan 2 Part 12
99 Bab 99 Season 2 Part 13
100 Bab 100 Season 2 Part 14 Mengadu Pada Mama
101 Bab 101 Jebakan Acha
102 Bab 102 Ditahan di kantor polisi
103 Bab 103 Acah Tak Menyerah
104 Bab 104 Keputusan Paling Gila
105 Bab 105 Kekecewaan Keyra
Episodes

Updated 105 Episodes

1
Bab 1 Istri Tak dianggap
2
Bab 2 Kekecewaan yang terulang
3
Bab 3 Kekasih Arkana
4
Bab 4 Menyerah
5
Bab 5 Kebersamaan Ibu dan Anak
6
Bab 6 Kehampaan
7
Bab 7 Buah Jatuh Tak Jauh dari pohon
8
Bab 8 Teman Baru
9
Bab 9 Pernyataan Kejam Arkana
10
Bab 10 Rasa Syukur Flora
11
Bab 11 Gengsi dan Ego
12
Bab 12 Surat Perceraian
13
Bab 13 Bertemu Rival
14
Bab 14 Pesta Jonathan
15
Bab 15 Istri Sah Vs Selingkuhan
16
Bab 16 Resmi Bercerai
17
Bab 17 Move On Versi Flora
18
Bab 18 Kejutan dari Jonathan
19
Bab 19 Keinginan Keyra
20
Bab 20 Kekesalan Arkana
21
Bab 21 Kecemburuan Arkana
22
Bab 22 Duda Jatuh Cinta
23
Bab 23 Keputusan Besar Arkana
24
Bab 24 Arkana vs Jonathan
25
Bab 25 Flora vs Devina
26
Bab 26 Kelicikan Devina
27
Bab 27 Kegilaan Arkana
28
Bab 28 Pernyataan Cinta
29
Bab 29 Mantan menantu vs mantan Mertua
30
Bab 30 Rencana Flora dan Jonathan
31
Bab 31 Persiapan
32
Bab 32 Keputusasaan Arkana
33
Bab 33 Cincin
34
Bab 34 Bersaing
35
Bab 35 Hanya Penyesalan
36
Bab 36 Rahasia Arkana
37
Bab 37 Video Panas
38
Bab 38 Berpihak pada Flora
39
Bab 39 Felicya & Evan
40
bab 40 Momen Manis
41
Bab 41 Pernikahan Flora & Jonathan
42
Bab 42 Diluar ekspetasi
43
Bab 43 Rencana Honeymoon
44
Bab 44 Menjemput Keyra
45
Bab 45 Benalu Kecil Bagi Devina
46
Bab 46 Kejadian tak terduga
47
Bab 47 Kembalinya Jonathan & Flora
48
Bab 48 Keresahan Flora
49
Bab 49 Rencana Kejutan
50
Bab 50 Kehamilan Flora
51
Bab 51 Perseteruan Felicya dan Brie
52
Bab 52 Berdusta
53
Bab 53 Kemarahan Devina
54
Bab 54 Nasehat Flora
55
Bab 55 Salah paham?
56
Bab 56 Pembuktian
57
Bab 57
58
Bab 58
59
Bab 59 Tak Sesuai Harapan
60
Bab 60 Ulang Tahun Flora
61
Bab 61 Kecemburuan Jonathan
62
Bab 62 Mengembalikan Barang
63
Bab 63 Sebuah Karma
64
Bab 64 Rencana Perceraian
65
Bab 65 Devina dan Felicya
66
Bab 66
67
Bab 67 Kebahagiaan yang Berbeda
68
Bab 68 Nasehat Orang Tua
69
Bab 69 Perceraian
70
Bab 70 Penyesalan Arkana
71
Bab 71 Penolakan Devina
72
Bab 72 Kehangatan Keluarga
73
Bab 73 Pertengkaran Ayah & Anak
74
Bab 74 Berdamai
75
Bab 75 Keputusan Devina
76
Bab 76 Akhir Keputusan Devina
77
Bab 77 Pertunangan Evan dan Felicya
78
Bab 78 Side Story Awal Kehidupan Baru ( Tentang Arkana)
79
Ban 79 Side Story Arkana- Wanita Galak
80
Bab 80 Side Story Arkana Flashback Masa lalu
81
Bab 81 SSA- Pergi Ke Makam
82
Bab 82 SSA- Keputusan Tania
83
Bab 83 SSA-Keluarga Bahagia Jonathan
84
Bab 84 Keputusan Tania
85
Bab 85 Side Story Arkana-Ending
86
Bab 86 Happy Ending
87
Season 2 Part 1 Perjodohan untuk Keyra
88
Bab 88 Season 2 Part 2
89
Bab 89 Season 2 - Kedatangan Acha
90
Bab 90 Season 2 Part 4
91
Bab 91 Season 2 Part 5
92
Bab 92 Season 2 Part 6
93
Bab 93 Season 2 Part 7
94
Bab 94 Season 2 Part 8
95
Bab 95 Season 2 Part 9
96
Bab 96 Season 2 Part 10
97
Bab 97 Season 2 Part 11
98
Bab 98 Seakan 2 Part 12
99
Bab 99 Season 2 Part 13
100
Bab 100 Season 2 Part 14 Mengadu Pada Mama
101
Bab 101 Jebakan Acha
102
Bab 102 Ditahan di kantor polisi
103
Bab 103 Acah Tak Menyerah
104
Bab 104 Keputusan Paling Gila
105
Bab 105 Kekecewaan Keyra

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!