Bab 2 Kekecewaan yang terulang

Arkana duduk tegak di kursi eksekutifnya, dengan ponsel di satu tangan dan stapler di tangan lainnya, menandai dokumen penting yang baru saja diselesaikannya. Ruangannya luas, dengan dinding-dinding kaca yang memperlihatkan pemandangan perkotaan yang indah di luar.

Meskipun pemandangan itu menarik, fokus Arkana tetap pada tumpukan pekerjaan di meja kerjanya.Sebagai CEO William Corp, tanggung jawabnya tak pernah berhenti. Setiap keputusan, setiap detail, semua membutuhkan perhatian dan evaluasi yang cermat.

Dia melirik jam di dinding, menyadari bahwa waktu telah larut malam. Namun, ini bukan saat untuk bersantai. Masih ada beberapa email yang harus dibalas, laporan yang harus diperiksa ulang, dan strategi jangka panjang yang harus direvisi.

Ponselnya berdering, mengingatkan nya akan panggilan konferensi penting yang akan datang. Arkana menekan tombol untuk bergabung dengan panggilan itu, memimpin diskusi dengan keahlian dan kepercayaan diri yang khas. Meskipun lelah, dia tidak pernah menunjukkan kelemahan.

Setelah panggilan selesai, Arkana meluangkan waktu sejenak untuk merefleksikan hari yang telah berlalu. Pencapaian, hambatan yang diatasi, dan rencana untuk masa depan semuanya berputar di pikirannya. Dalam dunia bisnis yang berubah dengan cepat, kekuatan untuk beradaptasi dan inovatif adalah kunci kesuksesan.

Saat ruangan mulai terasa sunyi,

Arkana memutuskan untuk menyelesaikan beberapa pekerjaan terakhir sebelum meninggalkan kantor. Dengan tekad yang teguh, dia menyelesaikan tugas-tugasnya dengan efisiensi yang mengesankan.

Meskipun malam telah larut, semangat dan dedikasi Arkana terhadap William Corp tidak pernah padam. Sebagai pemimpin yang dicontoh, dia siap untuk menghadapi hari esok dengan antusiasme yang sama.

Pukul sepuluh malam Arkana baru meninggalkan perusahaan.Pria tampan itu langsung melajukan roda empat nya dengan kecepatan sedang.

Mansion Arkana

Arkana melangkah masuk ke dalam Mansion setelah melempar kunci mobilnya di atas meja. Cahaya remang dari lampu-lampu di langit-langit menciptakan bayangan-bayangan yang menari di sekitar ruangan yang sunyi. Langkahnya terdengar gemetar di lantai marmer, memecah kesunyian yang memenuhi ruangan.

Arkana memasuki Mansion dengan langkah mantap setelah hari yang melelahkan di kantor. Cahaya redup dari lampu di langit-langit mengisi ruangan dengan atmosfer yang hening. Matanya melintas singkat ke arah sofa di ruang keluarga, di mana Flora tertidur dengan damai.

Namun, tidak ada perasaan hangat atau rasa keterkejutan di mata Arkana saat melihat Flora di sana. Baginya, Flora adalah sumber masalah dalam hidupnya, seorang wanita yang hadir karena perjodohan keluarga dan tidak lebih dari itu.

Arkana tidak membuang waktu untuk memperhatikan Flora. Tanpa sepatah kata pun, dia melangkah melewati ruang keluarga, menuju pintu keluar. Pikirannya dipenuhi oleh Keyra, putri mereka, satu-satunya hal yang benar-benar berarti baginya.

Dalam pandangan Arkana, Keyra adalah satu-satunya alasan mengapa dia masih bertahan dalam pernikahan ini. Dia menyayangi putrinya dengan tulus, tetapi tidak bisa mengatakan hal yang sama untuk Flora. Baginya, Flora adalah beban yang harus dia tanggung, bukan sumber kebahagiaan atau dukungan.

Dengan langkah cepat, Arkana meninggalkan ruang tamu tanpa sekalipun menoleh ke arah Flora. Baginya, Flora tidak layak mendapat perhatian atau kasih sayangnya. Dia hanya ingin menjauh dari wanita itu dan memfokuskan perhatiannya pada Keyra, satu-satunya cahaya dalam hidupnya.

Di dalam hatinya yang dingin, Arkana menyadari bahwa pernikahan mereka adalah kesalahan yang harus dia hadapi setiap hari. Namun, dia memilih untuk memilih Keyra sebagai alasan untuk tetap bertahan, sementara Flora hanya menjadi bagian yang tidak berarti dalam hidupnya.

"Ugh."

Flora mengusap matanya.Dia membuka nya lalu menatap sekitarnya.Aroma wangi sang suami tercium hal itu membuat Flora terdiam.

"Mas Arka sudah pulang tapi kenapa dia tak membangunkan aku." gumam Flora lirih.

"Lagi lagi dia mengabaikanku seperti sebelum-sebelumnya!"

Flora terbangun di tengah malam dengan perasaan yang berat di dadanya. Dia melihat sekeliling ruangan yang sunyi. Rasa kesedihan menyeruak di dalam dirinya saat dia menyadari bahwa Arkana, suaminya, kembali tidak menganggapnya seperti hari-hari sebelumnya.

Dalam keheningan malam, Flora merenung tentang perubahan yang terjadi dalam pernikahan mereka. Dahulu, mungkin tidak ada banyak kehangatan di antara mereka, tetapi setidaknya ada sedikit perhatian dan rasa hormat. Namun, sekarang, semuanya tampak berbeda. Arkana tampak cuek dan tidak peduli dengan p perasaannya.

Flora merasakan rasa sakit yang menusuk di dadanya saat dia memikirkan bagaimana Arkana berlalu begitu saja tanpa sepatah kata atau tatapan untuknya. Dia bertanya-tanya apa yang telah terjadi dengan pernikahan mereka, mengapa semuanya tiba-tiba berubah menjadi begitu dingin dan acuh tak acuh.

Dalam kegelapan malam, Flora menangis pelan, menahan kesedihan yang begitu besar di dalam dirinya. Dia merasa terluka dan terbuang, terjebak dalam perasaan kesepian yang tak berujung. Setiap kali dia berusaha untuk menjaga hubungan mereka, semakin jauh Arkana menjauhinya.

Namun, di tengah-tengah tangisannya, Flora merasa sebuah kekuatan yang tumbuh di dalam dirinya. Dia tahu bahwa dia tidak bisa terus menderita dalam kehampaan ini. Dia harus menemukan cara untuk mengatasi rasa sakitnya, entah dengan berbicara dengan Arkana atau dengan menemukan jalan keluar dari pernikahan yang tidak bahagia ini.

Dengan hati yang berat, Flora bangkit dari sofa dan melangkah menuju pintu kamar tidur mereka. Dia ingin berbicara dengan Arkana, mengungkapkan perasaannya. Meskipun dia takut akan reaksi Arkana, dia tahu bahwa dia harus melangkah maju untuk kebahagiaannya sendiri.

skip

kamar Arkana dan Flora.

Flora duduk di ujung tempat tidur dengan tatapan tegang, hatinya berdebar keras saat ia memandang wajah suaminya yang sedang tertidur pulas. Dia tahu dia harus membuka topik yang sulit ini, bahkan jika itu berarti mengganggu ketenangan malam mereka.

"Mas Arkana," bisiknya pelan, mencoba untuk tidak terdengar terlalu ragu. "Ada sesuatu yang ingin aku bicarakan denganmu."

Arkana berguling ke samping, wajahnya masih terlelap, tetapi segera menyadari kehadiran Flora di sampingnya. "Ada apa Flora, apa kau lupa jika ini tengah malam?"

Flora menelan ludah, merasa deg-degan. "Maafkan aku jika menganggumu, mas Arkana. Aku merasa seperti hubungan kita... hanya jalan ditempat."

Arkana mengangkat alisnya dengan kebingungan, tetapi Flora melanjutkan sebelum ia punya kesempatan untuk berbicara. "Sudah lima tahun sejak kita merasa benar benar asing satu sama lain.

Tak ada lagi kehangatan di antara kita, tak ada lagi momen-momen yang membuat kita merasa seperti pasangan yang sebenarnya."

Arkana mendengarkan dengan serius, tetapi saat Flora selesai berbicara, dia menggeleng perlahan. "Flora, aku mengerti perasaanmu, tapi... aku tidak yakin kita bisa mengembalikan apa yang sejak awal memang hilang. Mungkin ini 'lah yang seharusnya terjadi dalam hubungan kita."

Flora terdiam, matanya memancarkan kekecewaan yang mendalam. "Tapi Arkana, aku masih percaya bahwa kita bisa membuatnya lebih baik. Kita bisa bekerja sama untuk memperbaiki hubungan kita, untuk menemukan kembali keintiman yang hilang."

Arkana menggeleng lagi, kali ini dengan lebih tegas. "Maafkan aku, Flora, tapi aku tak ingin membuatmu berharap lebih. Kita harus menerima kenyataan bahwa mungkin ini yang terbaik untuk kita."

Flora merasa seperti kepalanya berputar, terjebak antara harapan yang hancur dan kenyataan yang menyakitkan. Namun, di balik kekecewaannya, ia tahu bahwa dia harus menerima keputusan suaminya, meskipun rasanya begitu pahit.

Dalam keheningan yang menyakitkan itu, Flora hanya bisa menundukkan kepalanya, meratapi hilangnya harapan akan masa depan yang lebih baik untuk hubungan mereka.

"Apa kamu tak memikirkan Keyra, putri kita.Dia menginginkan keluarga yang harmonis dan bahagia.Apa kau tak pernah berpikiran sampai ke sana?"

"Kalau ada apa apa seharusnya kita saling berkomunikasi bukan malah semakin jauh terlebih sudah ada Keyra diantara kita! "

deg

Terpopuler

Comments

jaran goyang

jaran goyang

𝑛𝑝 𝑘𝑎𝑢 𝑡𝑟𝑚 𝑝𝑟𝑗𝑑ℎ𝑛 𝑡𝑢.... 𝑘𝑙𝑜 𝑢𝑗𝑢𝑔" 𝑛𝑦 𝑘𝑎𝑢 𝑏𝑘𝑛 𝑠𝑘𝑡 ℎ𝑡

2024-05-08

0

Miss Apple 🍎

Miss Apple 🍎

lanjut

2024-05-06

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 Istri Tak dianggap
2 Bab 2 Kekecewaan yang terulang
3 Bab 3 Kekasih Arkana
4 Bab 4 Menyerah
5 Bab 5 Kebersamaan Ibu dan Anak
6 Bab 6 Kehampaan
7 Bab 7 Buah Jatuh Tak Jauh dari pohon
8 Bab 8 Teman Baru
9 Bab 9 Pernyataan Kejam Arkana
10 Bab 10 Rasa Syukur Flora
11 Bab 11 Gengsi dan Ego
12 Bab 12 Surat Perceraian
13 Bab 13 Bertemu Rival
14 Bab 14 Pesta Jonathan
15 Bab 15 Istri Sah Vs Selingkuhan
16 Bab 16 Resmi Bercerai
17 Bab 17 Move On Versi Flora
18 Bab 18 Kejutan dari Jonathan
19 Bab 19 Keinginan Keyra
20 Bab 20 Kekesalan Arkana
21 Bab 21 Kecemburuan Arkana
22 Bab 22 Duda Jatuh Cinta
23 Bab 23 Keputusan Besar Arkana
24 Bab 24 Arkana vs Jonathan
25 Bab 25 Flora vs Devina
26 Bab 26 Kelicikan Devina
27 Bab 27 Kegilaan Arkana
28 Bab 28 Pernyataan Cinta
29 Bab 29 Mantan menantu vs mantan Mertua
30 Bab 30 Rencana Flora dan Jonathan
31 Bab 31 Persiapan
32 Bab 32 Keputusasaan Arkana
33 Bab 33 Cincin
34 Bab 34 Bersaing
35 Bab 35 Hanya Penyesalan
36 Bab 36 Rahasia Arkana
37 Bab 37 Video Panas
38 Bab 38 Berpihak pada Flora
39 Bab 39 Felicya & Evan
40 bab 40 Momen Manis
41 Bab 41 Pernikahan Flora & Jonathan
42 Bab 42 Diluar ekspetasi
43 Bab 43 Rencana Honeymoon
44 Bab 44 Menjemput Keyra
45 Bab 45 Benalu Kecil Bagi Devina
46 Bab 46 Kejadian tak terduga
47 Bab 47 Kembalinya Jonathan & Flora
48 Bab 48 Keresahan Flora
49 Bab 49 Rencana Kejutan
50 Bab 50 Kehamilan Flora
51 Bab 51 Perseteruan Felicya dan Brie
52 Bab 52 Berdusta
53 Bab 53 Kemarahan Devina
54 Bab 54 Nasehat Flora
55 Bab 55 Salah paham?
56 Bab 56 Pembuktian
57 Bab 57
58 Bab 58
59 Bab 59 Tak Sesuai Harapan
60 Bab 60 Ulang Tahun Flora
61 Bab 61 Kecemburuan Jonathan
62 Bab 62 Mengembalikan Barang
63 Bab 63 Sebuah Karma
64 Bab 64 Rencana Perceraian
65 Bab 65 Devina dan Felicya
66 Bab 66
67 Bab 67 Kebahagiaan yang Berbeda
68 Bab 68 Nasehat Orang Tua
69 Bab 69 Perceraian
70 Bab 70 Penyesalan Arkana
71 Bab 71 Penolakan Devina
72 Bab 72 Kehangatan Keluarga
73 Bab 73 Pertengkaran Ayah & Anak
74 Bab 74 Berdamai
75 Bab 75 Keputusan Devina
76 Bab 76 Akhir Keputusan Devina
77 Bab 77 Pertunangan Evan dan Felicya
78 Bab 78 Side Story Awal Kehidupan Baru ( Tentang Arkana)
79 Ban 79 Side Story Arkana- Wanita Galak
80 Bab 80 Side Story Arkana Flashback Masa lalu
81 Bab 81 SSA- Pergi Ke Makam
82 Bab 82 SSA- Keputusan Tania
83 Bab 83 SSA-Keluarga Bahagia Jonathan
84 Bab 84 Keputusan Tania
85 Bab 85 Side Story Arkana-Ending
86 Bab 86 Happy Ending
87 Season 2 Part 1 Perjodohan untuk Keyra
88 Bab 88 Season 2 Part 2
89 Bab 89 Season 2 - Kedatangan Acha
90 Bab 90 Season 2 Part 4
91 Bab 91 Season 2 Part 5
92 Bab 92 Season 2 Part 6
93 Bab 93 Season 2 Part 7
94 Bab 94 Season 2 Part 8
95 Bab 95 Season 2 Part 9
96 Bab 96 Season 2 Part 10
97 Bab 97 Season 2 Part 11
98 Bab 98 Seakan 2 Part 12
99 Bab 99 Season 2 Part 13
100 Bab 100 Season 2 Part 14 Mengadu Pada Mama
101 Bab 101 Jebakan Acha
102 Bab 102 Ditahan di kantor polisi
103 Bab 103 Acah Tak Menyerah
104 Bab 104 Keputusan Paling Gila
105 Bab 105 Kekecewaan Keyra
Episodes

Updated 105 Episodes

1
Bab 1 Istri Tak dianggap
2
Bab 2 Kekecewaan yang terulang
3
Bab 3 Kekasih Arkana
4
Bab 4 Menyerah
5
Bab 5 Kebersamaan Ibu dan Anak
6
Bab 6 Kehampaan
7
Bab 7 Buah Jatuh Tak Jauh dari pohon
8
Bab 8 Teman Baru
9
Bab 9 Pernyataan Kejam Arkana
10
Bab 10 Rasa Syukur Flora
11
Bab 11 Gengsi dan Ego
12
Bab 12 Surat Perceraian
13
Bab 13 Bertemu Rival
14
Bab 14 Pesta Jonathan
15
Bab 15 Istri Sah Vs Selingkuhan
16
Bab 16 Resmi Bercerai
17
Bab 17 Move On Versi Flora
18
Bab 18 Kejutan dari Jonathan
19
Bab 19 Keinginan Keyra
20
Bab 20 Kekesalan Arkana
21
Bab 21 Kecemburuan Arkana
22
Bab 22 Duda Jatuh Cinta
23
Bab 23 Keputusan Besar Arkana
24
Bab 24 Arkana vs Jonathan
25
Bab 25 Flora vs Devina
26
Bab 26 Kelicikan Devina
27
Bab 27 Kegilaan Arkana
28
Bab 28 Pernyataan Cinta
29
Bab 29 Mantan menantu vs mantan Mertua
30
Bab 30 Rencana Flora dan Jonathan
31
Bab 31 Persiapan
32
Bab 32 Keputusasaan Arkana
33
Bab 33 Cincin
34
Bab 34 Bersaing
35
Bab 35 Hanya Penyesalan
36
Bab 36 Rahasia Arkana
37
Bab 37 Video Panas
38
Bab 38 Berpihak pada Flora
39
Bab 39 Felicya & Evan
40
bab 40 Momen Manis
41
Bab 41 Pernikahan Flora & Jonathan
42
Bab 42 Diluar ekspetasi
43
Bab 43 Rencana Honeymoon
44
Bab 44 Menjemput Keyra
45
Bab 45 Benalu Kecil Bagi Devina
46
Bab 46 Kejadian tak terduga
47
Bab 47 Kembalinya Jonathan & Flora
48
Bab 48 Keresahan Flora
49
Bab 49 Rencana Kejutan
50
Bab 50 Kehamilan Flora
51
Bab 51 Perseteruan Felicya dan Brie
52
Bab 52 Berdusta
53
Bab 53 Kemarahan Devina
54
Bab 54 Nasehat Flora
55
Bab 55 Salah paham?
56
Bab 56 Pembuktian
57
Bab 57
58
Bab 58
59
Bab 59 Tak Sesuai Harapan
60
Bab 60 Ulang Tahun Flora
61
Bab 61 Kecemburuan Jonathan
62
Bab 62 Mengembalikan Barang
63
Bab 63 Sebuah Karma
64
Bab 64 Rencana Perceraian
65
Bab 65 Devina dan Felicya
66
Bab 66
67
Bab 67 Kebahagiaan yang Berbeda
68
Bab 68 Nasehat Orang Tua
69
Bab 69 Perceraian
70
Bab 70 Penyesalan Arkana
71
Bab 71 Penolakan Devina
72
Bab 72 Kehangatan Keluarga
73
Bab 73 Pertengkaran Ayah & Anak
74
Bab 74 Berdamai
75
Bab 75 Keputusan Devina
76
Bab 76 Akhir Keputusan Devina
77
Bab 77 Pertunangan Evan dan Felicya
78
Bab 78 Side Story Awal Kehidupan Baru ( Tentang Arkana)
79
Ban 79 Side Story Arkana- Wanita Galak
80
Bab 80 Side Story Arkana Flashback Masa lalu
81
Bab 81 SSA- Pergi Ke Makam
82
Bab 82 SSA- Keputusan Tania
83
Bab 83 SSA-Keluarga Bahagia Jonathan
84
Bab 84 Keputusan Tania
85
Bab 85 Side Story Arkana-Ending
86
Bab 86 Happy Ending
87
Season 2 Part 1 Perjodohan untuk Keyra
88
Bab 88 Season 2 Part 2
89
Bab 89 Season 2 - Kedatangan Acha
90
Bab 90 Season 2 Part 4
91
Bab 91 Season 2 Part 5
92
Bab 92 Season 2 Part 6
93
Bab 93 Season 2 Part 7
94
Bab 94 Season 2 Part 8
95
Bab 95 Season 2 Part 9
96
Bab 96 Season 2 Part 10
97
Bab 97 Season 2 Part 11
98
Bab 98 Seakan 2 Part 12
99
Bab 99 Season 2 Part 13
100
Bab 100 Season 2 Part 14 Mengadu Pada Mama
101
Bab 101 Jebakan Acha
102
Bab 102 Ditahan di kantor polisi
103
Bab 103 Acah Tak Menyerah
104
Bab 104 Keputusan Paling Gila
105
Bab 105 Kekecewaan Keyra

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!