Bab 18 Kejutan dari Jonathan

Flora bangun pagi-pagi sekali dengan senyum di wajahnya, bersiap-siap untuk memulai hari dengan energi yang segar. Dia masuk ke dapur dan menyiapkan sarapan untuknya dan Keyra, putri kecilnya yang ceria.

Mereka duduk bersama di meja makan, mengobrol santai sambil menikmati makanan pagi yang lezat yang disiapkan oleh Flora.

Saat mereka menikmati waktu bersama, Flora mendengarkan dengan penuh perhatian saat Keyra menceritakan rencananya untuk hari itu di sekolah. Flora tersenyum bangga melihat putrinya tumbuh menjadi gadis yang cerdas dan bersemangat.

Setelah sarapan selesai, Flora membantu Keyra mengenakan seragam sekolahnya dan memastikan bahwa semua perlengkapan sekolahnya sudah siap. Mereka berdua berjalan bersama ke pintu depan, siap untuk menemui hari yang baru.

Flora mengantar Keyra ke sekolahnya terlebih dahulu, memberikan pelukan hangat sebelum melepaskan tangan putrinya dengan penuh kasih sayang. Melihat Keyra masuk ke dalam gedung sekolah dengan gembira, Flora merasa lega mengetahui bahwa putrinya akan memiliki hari yang baik.

Setelah mengantar Keyra, Flora kemudian melanjutkan perjalanan ke perusahaan Jonathan, tempat dia bekerja. Meskipun dia akan merindukan waktu bersama putrinya, Flora tahu bahwa dia harus fokus pada tugas-tugasnya untuk memastikan bahwa dia memberikan yang terbaik di tempat kerja.

Dengan hati yang penuh harapan, Flora mempersiapkan dirinya dengan cermat, memilih pakaian yang tepat dan merapikan rambutnya dengan teliti. Di dalam dirinya, dia merasa bersemangat namun juga agak gugup menghadapi proses melamar ini.

Saat dia tiba di kantor Alaska Corp, Flora merasa terkesan oleh keindahan dan profesionalisme lingkungan kerja itu. Dia berjalan dengan percaya diri menuju ruang tunggu, menghirup udara dingin dengan perasaan yang campur aduk.

Setelah beberapa saat menunggu, Flora dipanggil untuk diwawancarai. Dia memasuki ruangan dengan langkah mantap, bertemu dengan Jonathan yang duduk di seberang meja dengan senyum ramah di wajahnya. Flora merasa terkesan dan gugup secara bersamaan, tetapi dia berusaha untuk tetap tenang dan fokus.

Wawancara berlangsung dengan lancar, dengan Flora menjawab pertanyaan-pertanyaan dengan penuh keyakinan dan memberikan penjelasan yang jelas tentang pengalaman dan keterampilannya.

Dia berbicara dengan antusias tentang motivasinya untuk bergabung dengan perusahaan Alaska Corp dan bagaimana dia yakin bisa memberikan kontribusi yang berharga.

Jonathan tampak terkesan dengan Flora, menyimak dengan cermat setiap kata yang dia katakan. Dia mengajukan pertanyaan yang cerdas dan menunjukkan minat yang tulus pada latar belakang dan ambisi Flora.

Setelah wawancara selesai, Jonathan memberikan senyuman ramah dan memberi tahu Flora bahwa mereka akan segera menghubungi dia untuk memberikan kabar lebih lanjut.

Flora meninggalkan ruangan dengan perasaan campuran antara harapan dan kegelisahan, tetapi juga merasa bangga atas dirinya sendiri karena telah melewati tahap penting ini dalam perjalanannya menuju kesuksesan.

Di dalam hatinya, Flora berharap bahwa langkah besar ini akan membuka pintu bagi peluang baru dan membawanya lebih dekat kepada impian-profesionalnya.

Dengan semangat yang menyala-nyala, dia meninggalkan kantor Alaska Corp, siap untuk menghadapi apa pun yang akan datang, sambil berdoa agar kesempatan itu akan menjadi miliknya.

"Ya Tuhan semoga aku bisa diterima di perusahaan ini." gumam Flora.

Setelah menyelesaikan wawancara di perusahaan Alaska Corp, Flora merasa campuran antara lega dan tegang. Dia meninggalkan gedung dengan langkah yang mantap, tetapi pikirannya masih dipenuhi dengan pertimbangan tentang bagaimana wawancara tersebut berjalan.

Saat dia melangkah keluar dari gedung, udara segar pagi itu menyambutnya dengan hangat. Flora mengambil napas dalam-dalam, mencoba menenangkan dirinya sendiri di tengah-tengah gelombang emosi yang menghantamnya.

Di perjalanan pulang, Flora merefleksikan setiap detail dari wawancara tersebut.

Saat tiba di rumah, Flora lebih dulu pergi ke kamar dan mengganti pakaian.Dia memutuskan untuk menenangkan pikirannya dengan bersantai diruang tamu sambil menonton televisi.

Meskipun belum ada kepastian tentang hasilnya, Flora memilih untuk tetap bersyukur atas kesempatan yang telah dia dapatkan dan untuk mempercayai bahwa segala sesuatu akan berjalan sesuai rencana.

Dengan harapan yang menggelora di hatinya, Flora menyiapkan dirinya untuk menunggu kabar selanjutnya, siap menghadapi apa pun yang akan datang dengan tekad yang kuat dan semangat yang tak tergoyahkan.

"Aku jadi berdebar." gumam Flora.

drt

Fokusnya teralihkan kala mendengar suara dering ponsel.Dia langsung menoleh dan mengambil ponselnya.

"Halo?"

"Selamat atas perjuanganmu besok kamu bisa bekerja di perusahaan.

Asisten ku akan mengantar mobil untuk kau gunakan setiap hari, Flora. " ucap Jonathan.

"Apa? Kau yakin pak Nathan, tapi ini bukan privilege 'kan?"

"Bukan, aku sangat yakin jika kamu memiliki potensi menjadi wanita karir yang sukses, Flo."

"Percaya pada dirimu dan kembangkan keyakinanmu Flo.Buktikan pada orang orang yang merendahkan kamu!"

Jonathan mengakhiri obrolannya dengan Flora.Sementara wanita itu masih terkejut dengan apa yang dia dengar. Senyumnya mengembang lebar, tak lama terdengar suara ketukan pintu.

Flora lekas bangkit,dia segera menuju ke depan dan membuka pintu.Tak lama dia keluar dan menemui asisten dari Jonathan.

"Ini kuncinya nona."

"Iya terimakasih." jawab Flora yang menerima kunci mobil.

setelah urusan selesai asisten Jonathan langsung pergi bersama salah satu temannya. Flora tentu saja terkejut dengan mobil yang diberikan Nathan padanya.

Flora berdiri di depan mobil yang baru saja dikirimkan oleh Jonathan, matanya berbinar-binar penuh antusiasme. Dia merasakan getaran kegembiraan yang memenuhi dadanya ketika dia memegang kunci mobil tersebut. Dengan hati yang berdebar, dia membuka pintu mobil dan merasakan bau wangi mobil baru yang menyapanya.

Dengan perlahan, Flora duduk di kursi pengemudi dan menyesuaikan posisi duduknya sehingga nyaman. Dia menatap berbagai tombol dan fitur di dashboard mobil, merasa sedikit canggung dengan semua kemewahan yang ditawarkan mobil tersebut. Namun, rasa penasaran dan keingintahuannya terhadap mobil baru ini membuatnya semakin bersemangat.

Dengan gemetar, Flora memasukkan kunci ke dalam kontak dan menyalakan mesin mobil. Suara mesin yang halus membuatnya tersenyum, merasakan kepuasan yang memenuhi hatinya. Dengan penuh keyakinan, dia memutar setir mobil dan memacu mobil keluar dari garasi.

Saat Flora melaju di jalan raya, dia merasakan angin menyapu wajahnya, memberinya sensasi kebebasan yang tak terlukiskan. Dia memilih untuk mengemudi dengan santai, menikmati setiap momen perjalanan dengan penuh syukur. Melalui jendela mobil, dia melihat pemandangan indah di sekitarnya, dan hatinya dipenuhi dengan rasa syukur akan kesempatan untuk menikmati keindahan alam semesta ini.

Flora merasakan kepercayaan dirinya tumbuh saat dia semakin nyaman mengemudi mobil tersebut. Dia memutuskan untuk menjelajahi berbagai rute di sekitar kota, menikmati petualangan kecilnya sendiri. Setiap tikungan jalan, setiap sudut kota, membawa kegembiraan baru baginya. Dan di dalam mobil baru ini, Flora merasa seperti dia bisa menghadapi apa pun yang akan datang.

Saat senja mulai menjelang, Flora dengan penuh kebahagiaan mengarahkan mobilnya menuju sekolah Keyra. Setiap kali dia memutar setir, dia merasakan kebanggaan yang memenuhi hatinya karena dia sekarang memiliki kemampuan untuk menjemput putri kecilnya dengan mobil baru ini.

Ketika dia tiba di sekolah, dia melihat Keyra berdiri di depan gerbang dengan senyuman cerah di wajahnya. Keyra langsung berlari ke arah mobil saat melihat ibunya datang, penuh antusiasme. Flora tersenyum lebar saat melihat putrinya, merasa begitu bersyukur bisa memberikan kebahagiaan kecil ini padanya.

"Hi, Mommy!" seru Keyra dengan gembira saat dia membuka pintu mobil dan melompat masuk ke kursi belakang.

"Hai, Nak! Bagaimana hari sekolahmu?" tanya Flora dengan penuh kehangatan sambil memeluk Keyra.

"Hari ini seru, Mama! Kami belajar tentang binatang-binatang lucu di sekolah," jawab Keyra dengan bersemangat.

Flora tersenyum mendengar cerita Keyra, merasa begitu berbahagia melihat keceriaan putrinya. Dia memutuskan untuk membawa Keyra melalui rute yang indah di sekitar kota, memperlihatkan padanya pemandangan-pemandangan menakjubkan yang bisa dilihat dari dalam mobil baru ini.

Saat mereka melaju pulang, Flora dan Keyra tertawa dan bercanda, menikmati setiap momen bersama dalam perjalanan pulang. Dan di dalam hati Flora, dia merasa begitu bersyukur atas keberkahan yang diberikan kepada mereka berdua, terutama karena mereka bisa berbagi momen-momen kecil seperti ini bersama-sama.

"Oh ya mom, ini mobil siapa?" tanya Keyra.

"Ini mobil mommy sayang, om Nathan yang memberikan ini pada mommy. " jawabnya.

"Om Nathan perhatian sekali sama mommy, jangan jangan om Nathan suka sama mommy?"

deg

Flora tentu saja tersedak mendengar ucapan putrinya yang kelewat pintar.Dia kembali fokus menyetir dengan perasaan tak tentu.

Terpopuler

Comments

guntur 1609

guntur 1609

dasar jonathan. gercep juga dia. alasan saja kau jonatan. tapi i like it

2024-10-18

0

jaran goyang

jaran goyang

𝑛𝑒𝑥𝑡... 𝑘𝑘 𝑎𝑛𝑘 𝑛𝑦 2 𝑝𝑎 1 𝑛𝑦...

2024-05-12

0

Anun Santika

Anun Santika

maaf thor sy baca di bab yg lain, anakya arkana dan flora ada 2, keyra dan rafi...klo rafi dmn ya???, jrg dmunculkan

2024-05-12

2

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 Istri Tak dianggap
2 Bab 2 Kekecewaan yang terulang
3 Bab 3 Kekasih Arkana
4 Bab 4 Menyerah
5 Bab 5 Kebersamaan Ibu dan Anak
6 Bab 6 Kehampaan
7 Bab 7 Buah Jatuh Tak Jauh dari pohon
8 Bab 8 Teman Baru
9 Bab 9 Pernyataan Kejam Arkana
10 Bab 10 Rasa Syukur Flora
11 Bab 11 Gengsi dan Ego
12 Bab 12 Surat Perceraian
13 Bab 13 Bertemu Rival
14 Bab 14 Pesta Jonathan
15 Bab 15 Istri Sah Vs Selingkuhan
16 Bab 16 Resmi Bercerai
17 Bab 17 Move On Versi Flora
18 Bab 18 Kejutan dari Jonathan
19 Bab 19 Keinginan Keyra
20 Bab 20 Kekesalan Arkana
21 Bab 21 Kecemburuan Arkana
22 Bab 22 Duda Jatuh Cinta
23 Bab 23 Keputusan Besar Arkana
24 Bab 24 Arkana vs Jonathan
25 Bab 25 Flora vs Devina
26 Bab 26 Kelicikan Devina
27 Bab 27 Kegilaan Arkana
28 Bab 28 Pernyataan Cinta
29 Bab 29 Mantan menantu vs mantan Mertua
30 Bab 30 Rencana Flora dan Jonathan
31 Bab 31 Persiapan
32 Bab 32 Keputusasaan Arkana
33 Bab 33 Cincin
34 Bab 34 Bersaing
35 Bab 35 Hanya Penyesalan
36 Bab 36 Rahasia Arkana
37 Bab 37 Video Panas
38 Bab 38 Berpihak pada Flora
39 Bab 39 Felicya & Evan
40 bab 40 Momen Manis
41 Bab 41 Pernikahan Flora & Jonathan
42 Bab 42 Diluar ekspetasi
43 Bab 43 Rencana Honeymoon
44 Bab 44 Menjemput Keyra
45 Bab 45 Benalu Kecil Bagi Devina
46 Bab 46 Kejadian tak terduga
47 Bab 47 Kembalinya Jonathan & Flora
48 Bab 48 Keresahan Flora
49 Bab 49 Rencana Kejutan
50 Bab 50 Kehamilan Flora
51 Bab 51 Perseteruan Felicya dan Brie
52 Bab 52 Berdusta
53 Bab 53 Kemarahan Devina
54 Bab 54 Nasehat Flora
55 Bab 55 Salah paham?
56 Bab 56 Pembuktian
57 Bab 57
58 Bab 58
59 Bab 59 Tak Sesuai Harapan
60 Bab 60 Ulang Tahun Flora
61 Bab 61 Kecemburuan Jonathan
62 Bab 62 Mengembalikan Barang
63 Bab 63 Sebuah Karma
64 Bab 64 Rencana Perceraian
65 Bab 65 Devina dan Felicya
66 Bab 66
67 Bab 67 Kebahagiaan yang Berbeda
68 Bab 68 Nasehat Orang Tua
69 Bab 69 Perceraian
70 Bab 70 Penyesalan Arkana
71 Bab 71 Penolakan Devina
72 Bab 72 Kehangatan Keluarga
73 Bab 73 Pertengkaran Ayah & Anak
74 Bab 74 Berdamai
75 Bab 75 Keputusan Devina
76 Bab 76 Akhir Keputusan Devina
77 Bab 77 Pertunangan Evan dan Felicya
78 Bab 78 Side Story Awal Kehidupan Baru ( Tentang Arkana)
79 Ban 79 Side Story Arkana- Wanita Galak
80 Bab 80 Side Story Arkana Flashback Masa lalu
81 Bab 81 SSA- Pergi Ke Makam
82 Bab 82 SSA- Keputusan Tania
83 Bab 83 SSA-Keluarga Bahagia Jonathan
84 Bab 84 Keputusan Tania
85 Bab 85 Side Story Arkana-Ending
86 Bab 86 Happy Ending
87 Season 2 Part 1 Perjodohan untuk Keyra
88 Bab 88 Season 2 Part 2
89 Bab 89 Season 2 - Kedatangan Acha
90 Bab 90 Season 2 Part 4
91 Bab 91 Season 2 Part 5
92 Bab 92 Season 2 Part 6
93 Bab 93 Season 2 Part 7
94 Bab 94 Season 2 Part 8
95 Bab 95 Season 2 Part 9
96 Bab 96 Season 2 Part 10
97 Bab 97 Season 2 Part 11
98 Bab 98 Seakan 2 Part 12
99 Bab 99 Season 2 Part 13
100 Bab 100 Season 2 Part 14 Mengadu Pada Mama
101 Bab 101 Jebakan Acha
102 Bab 102 Ditahan di kantor polisi
103 Bab 103 Acah Tak Menyerah
104 Bab 104 Keputusan Paling Gila
105 Bab 105 Kekecewaan Keyra
Episodes

Updated 105 Episodes

1
Bab 1 Istri Tak dianggap
2
Bab 2 Kekecewaan yang terulang
3
Bab 3 Kekasih Arkana
4
Bab 4 Menyerah
5
Bab 5 Kebersamaan Ibu dan Anak
6
Bab 6 Kehampaan
7
Bab 7 Buah Jatuh Tak Jauh dari pohon
8
Bab 8 Teman Baru
9
Bab 9 Pernyataan Kejam Arkana
10
Bab 10 Rasa Syukur Flora
11
Bab 11 Gengsi dan Ego
12
Bab 12 Surat Perceraian
13
Bab 13 Bertemu Rival
14
Bab 14 Pesta Jonathan
15
Bab 15 Istri Sah Vs Selingkuhan
16
Bab 16 Resmi Bercerai
17
Bab 17 Move On Versi Flora
18
Bab 18 Kejutan dari Jonathan
19
Bab 19 Keinginan Keyra
20
Bab 20 Kekesalan Arkana
21
Bab 21 Kecemburuan Arkana
22
Bab 22 Duda Jatuh Cinta
23
Bab 23 Keputusan Besar Arkana
24
Bab 24 Arkana vs Jonathan
25
Bab 25 Flora vs Devina
26
Bab 26 Kelicikan Devina
27
Bab 27 Kegilaan Arkana
28
Bab 28 Pernyataan Cinta
29
Bab 29 Mantan menantu vs mantan Mertua
30
Bab 30 Rencana Flora dan Jonathan
31
Bab 31 Persiapan
32
Bab 32 Keputusasaan Arkana
33
Bab 33 Cincin
34
Bab 34 Bersaing
35
Bab 35 Hanya Penyesalan
36
Bab 36 Rahasia Arkana
37
Bab 37 Video Panas
38
Bab 38 Berpihak pada Flora
39
Bab 39 Felicya & Evan
40
bab 40 Momen Manis
41
Bab 41 Pernikahan Flora & Jonathan
42
Bab 42 Diluar ekspetasi
43
Bab 43 Rencana Honeymoon
44
Bab 44 Menjemput Keyra
45
Bab 45 Benalu Kecil Bagi Devina
46
Bab 46 Kejadian tak terduga
47
Bab 47 Kembalinya Jonathan & Flora
48
Bab 48 Keresahan Flora
49
Bab 49 Rencana Kejutan
50
Bab 50 Kehamilan Flora
51
Bab 51 Perseteruan Felicya dan Brie
52
Bab 52 Berdusta
53
Bab 53 Kemarahan Devina
54
Bab 54 Nasehat Flora
55
Bab 55 Salah paham?
56
Bab 56 Pembuktian
57
Bab 57
58
Bab 58
59
Bab 59 Tak Sesuai Harapan
60
Bab 60 Ulang Tahun Flora
61
Bab 61 Kecemburuan Jonathan
62
Bab 62 Mengembalikan Barang
63
Bab 63 Sebuah Karma
64
Bab 64 Rencana Perceraian
65
Bab 65 Devina dan Felicya
66
Bab 66
67
Bab 67 Kebahagiaan yang Berbeda
68
Bab 68 Nasehat Orang Tua
69
Bab 69 Perceraian
70
Bab 70 Penyesalan Arkana
71
Bab 71 Penolakan Devina
72
Bab 72 Kehangatan Keluarga
73
Bab 73 Pertengkaran Ayah & Anak
74
Bab 74 Berdamai
75
Bab 75 Keputusan Devina
76
Bab 76 Akhir Keputusan Devina
77
Bab 77 Pertunangan Evan dan Felicya
78
Bab 78 Side Story Awal Kehidupan Baru ( Tentang Arkana)
79
Ban 79 Side Story Arkana- Wanita Galak
80
Bab 80 Side Story Arkana Flashback Masa lalu
81
Bab 81 SSA- Pergi Ke Makam
82
Bab 82 SSA- Keputusan Tania
83
Bab 83 SSA-Keluarga Bahagia Jonathan
84
Bab 84 Keputusan Tania
85
Bab 85 Side Story Arkana-Ending
86
Bab 86 Happy Ending
87
Season 2 Part 1 Perjodohan untuk Keyra
88
Bab 88 Season 2 Part 2
89
Bab 89 Season 2 - Kedatangan Acha
90
Bab 90 Season 2 Part 4
91
Bab 91 Season 2 Part 5
92
Bab 92 Season 2 Part 6
93
Bab 93 Season 2 Part 7
94
Bab 94 Season 2 Part 8
95
Bab 95 Season 2 Part 9
96
Bab 96 Season 2 Part 10
97
Bab 97 Season 2 Part 11
98
Bab 98 Seakan 2 Part 12
99
Bab 99 Season 2 Part 13
100
Bab 100 Season 2 Part 14 Mengadu Pada Mama
101
Bab 101 Jebakan Acha
102
Bab 102 Ditahan di kantor polisi
103
Bab 103 Acah Tak Menyerah
104
Bab 104 Keputusan Paling Gila
105
Bab 105 Kekecewaan Keyra

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!