Flora bangun pagi-pagi sekali dengan senyum di wajahnya, bersiap-siap untuk memulai hari dengan energi yang segar. Dia masuk ke dapur dan menyiapkan sarapan untuknya dan Keyra, putri kecilnya yang ceria.
Mereka duduk bersama di meja makan, mengobrol santai sambil menikmati makanan pagi yang lezat yang disiapkan oleh Flora.
Saat mereka menikmati waktu bersama, Flora mendengarkan dengan penuh perhatian saat Keyra menceritakan rencananya untuk hari itu di sekolah. Flora tersenyum bangga melihat putrinya tumbuh menjadi gadis yang cerdas dan bersemangat.
Setelah sarapan selesai, Flora membantu Keyra mengenakan seragam sekolahnya dan memastikan bahwa semua perlengkapan sekolahnya sudah siap. Mereka berdua berjalan bersama ke pintu depan, siap untuk menemui hari yang baru.
Flora mengantar Keyra ke sekolahnya terlebih dahulu, memberikan pelukan hangat sebelum melepaskan tangan putrinya dengan penuh kasih sayang. Melihat Keyra masuk ke dalam gedung sekolah dengan gembira, Flora merasa lega mengetahui bahwa putrinya akan memiliki hari yang baik.
Setelah mengantar Keyra, Flora kemudian melanjutkan perjalanan ke perusahaan Jonathan, tempat dia bekerja. Meskipun dia akan merindukan waktu bersama putrinya, Flora tahu bahwa dia harus fokus pada tugas-tugasnya untuk memastikan bahwa dia memberikan yang terbaik di tempat kerja.
Dengan hati yang penuh harapan, Flora mempersiapkan dirinya dengan cermat, memilih pakaian yang tepat dan merapikan rambutnya dengan teliti. Di dalam dirinya, dia merasa bersemangat namun juga agak gugup menghadapi proses melamar ini.
Saat dia tiba di kantor Alaska Corp, Flora merasa terkesan oleh keindahan dan profesionalisme lingkungan kerja itu. Dia berjalan dengan percaya diri menuju ruang tunggu, menghirup udara dingin dengan perasaan yang campur aduk.
Setelah beberapa saat menunggu, Flora dipanggil untuk diwawancarai. Dia memasuki ruangan dengan langkah mantap, bertemu dengan Jonathan yang duduk di seberang meja dengan senyum ramah di wajahnya. Flora merasa terkesan dan gugup secara bersamaan, tetapi dia berusaha untuk tetap tenang dan fokus.
Wawancara berlangsung dengan lancar, dengan Flora menjawab pertanyaan-pertanyaan dengan penuh keyakinan dan memberikan penjelasan yang jelas tentang pengalaman dan keterampilannya.
Dia berbicara dengan antusias tentang motivasinya untuk bergabung dengan perusahaan Alaska Corp dan bagaimana dia yakin bisa memberikan kontribusi yang berharga.
Jonathan tampak terkesan dengan Flora, menyimak dengan cermat setiap kata yang dia katakan. Dia mengajukan pertanyaan yang cerdas dan menunjukkan minat yang tulus pada latar belakang dan ambisi Flora.
Setelah wawancara selesai, Jonathan memberikan senyuman ramah dan memberi tahu Flora bahwa mereka akan segera menghubungi dia untuk memberikan kabar lebih lanjut.
Flora meninggalkan ruangan dengan perasaan campuran antara harapan dan kegelisahan, tetapi juga merasa bangga atas dirinya sendiri karena telah melewati tahap penting ini dalam perjalanannya menuju kesuksesan.
Di dalam hatinya, Flora berharap bahwa langkah besar ini akan membuka pintu bagi peluang baru dan membawanya lebih dekat kepada impian-profesionalnya.
Dengan semangat yang menyala-nyala, dia meninggalkan kantor Alaska Corp, siap untuk menghadapi apa pun yang akan datang, sambil berdoa agar kesempatan itu akan menjadi miliknya.
"Ya Tuhan semoga aku bisa diterima di perusahaan ini." gumam Flora.
Setelah menyelesaikan wawancara di perusahaan Alaska Corp, Flora merasa campuran antara lega dan tegang. Dia meninggalkan gedung dengan langkah yang mantap, tetapi pikirannya masih dipenuhi dengan pertimbangan tentang bagaimana wawancara tersebut berjalan.
Saat dia melangkah keluar dari gedung, udara segar pagi itu menyambutnya dengan hangat. Flora mengambil napas dalam-dalam, mencoba menenangkan dirinya sendiri di tengah-tengah gelombang emosi yang menghantamnya.
Di perjalanan pulang, Flora merefleksikan setiap detail dari wawancara tersebut.
Saat tiba di rumah, Flora lebih dulu pergi ke kamar dan mengganti pakaian.Dia memutuskan untuk menenangkan pikirannya dengan bersantai diruang tamu sambil menonton televisi.
Meskipun belum ada kepastian tentang hasilnya, Flora memilih untuk tetap bersyukur atas kesempatan yang telah dia dapatkan dan untuk mempercayai bahwa segala sesuatu akan berjalan sesuai rencana.
Dengan harapan yang menggelora di hatinya, Flora menyiapkan dirinya untuk menunggu kabar selanjutnya, siap menghadapi apa pun yang akan datang dengan tekad yang kuat dan semangat yang tak tergoyahkan.
"Aku jadi berdebar." gumam Flora.
drt
Fokusnya teralihkan kala mendengar suara dering ponsel.Dia langsung menoleh dan mengambil ponselnya.
"Halo?"
"Selamat atas perjuanganmu besok kamu bisa bekerja di perusahaan.
Asisten ku akan mengantar mobil untuk kau gunakan setiap hari, Flora. " ucap Jonathan.
"Apa? Kau yakin pak Nathan, tapi ini bukan privilege 'kan?"
"Bukan, aku sangat yakin jika kamu memiliki potensi menjadi wanita karir yang sukses, Flo."
"Percaya pada dirimu dan kembangkan keyakinanmu Flo.Buktikan pada orang orang yang merendahkan kamu!"
Jonathan mengakhiri obrolannya dengan Flora.Sementara wanita itu masih terkejut dengan apa yang dia dengar. Senyumnya mengembang lebar, tak lama terdengar suara ketukan pintu.
Flora lekas bangkit,dia segera menuju ke depan dan membuka pintu.Tak lama dia keluar dan menemui asisten dari Jonathan.
"Ini kuncinya nona."
"Iya terimakasih." jawab Flora yang menerima kunci mobil.
setelah urusan selesai asisten Jonathan langsung pergi bersama salah satu temannya. Flora tentu saja terkejut dengan mobil yang diberikan Nathan padanya.
Flora berdiri di depan mobil yang baru saja dikirimkan oleh Jonathan, matanya berbinar-binar penuh antusiasme. Dia merasakan getaran kegembiraan yang memenuhi dadanya ketika dia memegang kunci mobil tersebut. Dengan hati yang berdebar, dia membuka pintu mobil dan merasakan bau wangi mobil baru yang menyapanya.
Dengan perlahan, Flora duduk di kursi pengemudi dan menyesuaikan posisi duduknya sehingga nyaman. Dia menatap berbagai tombol dan fitur di dashboard mobil, merasa sedikit canggung dengan semua kemewahan yang ditawarkan mobil tersebut. Namun, rasa penasaran dan keingintahuannya terhadap mobil baru ini membuatnya semakin bersemangat.
Dengan gemetar, Flora memasukkan kunci ke dalam kontak dan menyalakan mesin mobil. Suara mesin yang halus membuatnya tersenyum, merasakan kepuasan yang memenuhi hatinya. Dengan penuh keyakinan, dia memutar setir mobil dan memacu mobil keluar dari garasi.
Saat Flora melaju di jalan raya, dia merasakan angin menyapu wajahnya, memberinya sensasi kebebasan yang tak terlukiskan. Dia memilih untuk mengemudi dengan santai, menikmati setiap momen perjalanan dengan penuh syukur. Melalui jendela mobil, dia melihat pemandangan indah di sekitarnya, dan hatinya dipenuhi dengan rasa syukur akan kesempatan untuk menikmati keindahan alam semesta ini.
Flora merasakan kepercayaan dirinya tumbuh saat dia semakin nyaman mengemudi mobil tersebut. Dia memutuskan untuk menjelajahi berbagai rute di sekitar kota, menikmati petualangan kecilnya sendiri. Setiap tikungan jalan, setiap sudut kota, membawa kegembiraan baru baginya. Dan di dalam mobil baru ini, Flora merasa seperti dia bisa menghadapi apa pun yang akan datang.
Saat senja mulai menjelang, Flora dengan penuh kebahagiaan mengarahkan mobilnya menuju sekolah Keyra. Setiap kali dia memutar setir, dia merasakan kebanggaan yang memenuhi hatinya karena dia sekarang memiliki kemampuan untuk menjemput putri kecilnya dengan mobil baru ini.
Ketika dia tiba di sekolah, dia melihat Keyra berdiri di depan gerbang dengan senyuman cerah di wajahnya. Keyra langsung berlari ke arah mobil saat melihat ibunya datang, penuh antusiasme. Flora tersenyum lebar saat melihat putrinya, merasa begitu bersyukur bisa memberikan kebahagiaan kecil ini padanya.
"Hi, Mommy!" seru Keyra dengan gembira saat dia membuka pintu mobil dan melompat masuk ke kursi belakang.
"Hai, Nak! Bagaimana hari sekolahmu?" tanya Flora dengan penuh kehangatan sambil memeluk Keyra.
"Hari ini seru, Mama! Kami belajar tentang binatang-binatang lucu di sekolah," jawab Keyra dengan bersemangat.
Flora tersenyum mendengar cerita Keyra, merasa begitu berbahagia melihat keceriaan putrinya. Dia memutuskan untuk membawa Keyra melalui rute yang indah di sekitar kota, memperlihatkan padanya pemandangan-pemandangan menakjubkan yang bisa dilihat dari dalam mobil baru ini.
Saat mereka melaju pulang, Flora dan Keyra tertawa dan bercanda, menikmati setiap momen bersama dalam perjalanan pulang. Dan di dalam hati Flora, dia merasa begitu bersyukur atas keberkahan yang diberikan kepada mereka berdua, terutama karena mereka bisa berbagi momen-momen kecil seperti ini bersama-sama.
"Oh ya mom, ini mobil siapa?" tanya Keyra.
"Ini mobil mommy sayang, om Nathan yang memberikan ini pada mommy. " jawabnya.
"Om Nathan perhatian sekali sama mommy, jangan jangan om Nathan suka sama mommy?"
deg
Flora tentu saja tersedak mendengar ucapan putrinya yang kelewat pintar.Dia kembali fokus menyetir dengan perasaan tak tentu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 105 Episodes
Comments
guntur 1609
dasar jonathan. gercep juga dia. alasan saja kau jonatan. tapi i like it
2024-10-18
0
jaran goyang
𝑛𝑒𝑥𝑡... 𝑘𝑘 𝑎𝑛𝑘 𝑛𝑦 2 𝑝𝑎 1 𝑛𝑦...
2024-05-12
0
Anun Santika
maaf thor sy baca di bab yg lain, anakya arkana dan flora ada 2, keyra dan rafi...klo rafi dmn ya???, jrg dmunculkan
2024-05-12
2