Bab 10 Rasa Syukur Flora

Suasana ruangan gelap terhampar di sekitar mereka. Arkana, dengan ekspresi tegang di wajahnya, menatap Flora dengan tatapan yang penuh kebencian.

"Kau, Flora," ucapnya dengan nada pahit, "kau adalah wanita yang aku pungut di malam itu, pembawa sial yang merusak segalanya." Kata-kata itu terdengar seperti cambukan yang menusuk hati Flora. Dia bisa merasakan kekecewaan dan amarah yang mengalir begitu kuat dari Arkana.

Flora menatapnya dengan mata berkaca-kaca, mencoba menahan air mata yang ingin tumpah. Dia merasa hancur oleh kata-kata yang dilontarkan oleh Arkana, orang yang pernah dia cintai begitu dalam. Namun, dia tidak bisa berkata apa-apa, kecuali menelan ludah getir yang mengendap di tenggorokannya.

Arkana terus melontarkan tuduhan-tuduhan kejam, menggambarkan Flora sebagai alasan dari kehancuran hidupnya. Meskipun Flora tahu bahwa dia tidak bersalah, kata-kata itu menusuk hatinya seperti pisau yang tajam. Dia merasakan dirinya semakin tenggelam dalam rasa bersalah yang tidak adil.

Saat itu, suasana menjadi semakin tegang di antara keduanya. Flora merasa dirinya seperti terjebak dalam labirin yang tak berujung, dihadapkan pada kebenaran yang pahit dan tak terelakkan.

Dan di sana, di tengah kegelapan hatinya, dia merindukan sinar harapan yang pernah dipancarkan oleh cinta mereka.

"Hah baiklah-baiklah Tuan Arkana yang terhormat. Berhentilah menyakiti hati orang dengan kata kata kasarmu itu termasuk pada wanita yang kau pungut ini." cetus Flora dengan tatapan penuh kesakitan.

"Setiap perbuatan dan ucapanmu selama ini terekam jelas dalam memori ingatanku."

"Aku akan terus mengingatnya, selama ini aku bertahan bukan karena rasa cintaku padamu Tuan Arkana tapi Keyra, putriku!"

Huh

Flora berusaha mengendalikan dirinya agar tak terlihat rapuh didepan pria yang merupakan sumber kesakitan nya.

"Kau telah menghancurkan perasaanku dan menodai ikatan pernikahan tapi kali ini aku tak akan tinggal diam.Aku tak akan membiarkan kamu mengambil hak asuh Keyra!"

"Bukankah kau alergi berdekatan dan berurusan dengan apapun yang berhubungan dengan wanita seperti aku?"

"Jangan menjilat ludahmu sendiri tuan.Saya akan mempertahankan putri saya dari kamu dan wanita berkualitasmu yang suka menggoda suami orang itu."

"Sudah malam, sebaiknya anda pulang.Sebelum wanita murahan itu mengamuk pada saya!"

Tangan Arkana terkepal kuat mendengar ucapan Flora barusan. Dia tentu saja tak terima, lekas bangkit dan menantangnya. Setelah urusan selesai Arkana langsung pergi dari rumah Arkana.

Flora membuang napas berat, merasa lelah dengan segala urusannya dengan sang suami.

"Karena cintamu pada Devina, membuat kamu buta akan segalanya mas.Kau memilih wanita itu daripada keluarga kecilmu sendiri." gumam Flora yang menyayangkan akan sikap Arkana.

Flora beranjak dari sana, dia langsung pergi ke kamar menyusul putri tercinta yang sudah tidur duluan.

Flora terbangun pagi-pagi sekali, sekitar jam tujuh, untuk mengantarkan putrinya ke sekolah. Udara masih segar, dan mentari mulai muncul dari balik cakrawala. Setelah mengantarkan putrinya, dia memutuskan untuk pulang ke rumah.

Begitu tiba di rumah, dia merasa ingin menikmati sedikit waktu untuk dirinya sendiri, jadi dia menuju ayunan di halaman belakang.

Ayunan itu, yang sudah lama menjadi tempat favoritnya untuk berdiam diri, menghadap ke kebun belakang yang hijau subur.

Dengan lembutnya, dia mulai mendorong ayunan tersebut ke depan dan ke belakang, merasakan angin pagi yang menyegarkan menyapu wajahnya.

Saat dia duduk di ayunan itu, pikirannya melayang jauh, mungkin memikirkan tentang rencana-rencana masa depan atau hanya menikmati kedamaian dan keindahan pagi yang tenang.

Sesekali, burung-burung terbang di atas kepala Flora, menambahkan sentuhan alami pada suasana yang sudah tenang.

Waktu terasa berjalan lebih lambat di pagi itu, memberinya kesempatan untuk benar-benar menikmati momen kecil ini sebelum kesibukan sehari-hari kembali menyerang.

"Aku suka ketenangan seperti ini.Tapi aku juga tak bisa berpangku tangan saja." gumam Flora.

"Sebaiknya aku mencari pekerjaan tapi tunggu sampai perceraian 'ku dengan mas Arka selesai."gumamnya.

Flora membuang napas berat, dia beranjak dari sana setelah mendengar suara bel berbunyi. Wanita cantik itu menghampiri seorang perempuan.

"Maaf ada apa?"tanya Flora dengan ramah.

"Perkenalkan saya Rumi,saya tetangga kamu dan rumahnya ada pagar berwarna biru." jawabnya.

"Saya ingin memberikan kue ini pada anda." jawabnya.

"Iya terimakasih,Rumi.Kenalin aku Flora." jawabnya.Dia menerima bingkisan berupa kue lalu menaruhnya ke dalam setelah itu mengobrol dengan Rumi ditaman.

Flora tentu saja sangat senang memiliki tetangga yang ramah dan baik terhadapnya.Kedua perempuan itu saling berbagi kisah satu sama lain.

"Maaf nih Flo, kalau aku terlalu lancang.Tapi bagaimana bisa kamu bertahan dalam pernikahan bak di neraka itu?"tanya Rumi tak percaya.

"Aku mencintai suamiku, mbak."jawab Flora yang memilih memanggil Rumi dengan sebutan mbak, setelah tahu usia Rumi lebih tua tiga tahun diatasnya.

"Sekarang nikmati saja waktu kamu saat ini bersama putrimu Flo.Oh ya suamiku seorang pengacara, aku akan menyuruh nya membantu kamu dalam mengurus hak asuh Keyra."

"Akan kupastikan Keyra tetap menjadi milik kamu, Flora.Kita wanita harus kuat agar bisa melawan pria yang semena-mena sama kita." ceplos nya.

"Ya ampun mbak kamu kok baik banget sih, padahal kita baru kenal lho." jawab Flora merasa terharu.Ternyata masih ada orang baik yang mau membantunya.

"Jangan berlebihan Flo, lagipula membantu sesama itu sebuah kebaikan." sahutnya.

Kedua wanita itu tampak tertawa bersama membahas anak anak masing-masing.Tak lama bocah laki laki datang ke rumah Flora.

"Mam,dicari papi tadi dan papi sempat mengira jika mami bertemu mantan." ceplos anak laki laki berusia sepuluh tahun.

Ngik

Flora tertawa mendengar ucapan anak laki laki itu.Rumi langsung membekap mulut sang anak lalu mengenalkan putranya pada Flora.

"Namanya Galendra, Flo.Dia persis banget sama papinya, kalau ngomong sekali langsung menusuk ke ulu hati."cetus Rumi.

"Halo Galen sayang.Nanti tante kenalin kamu sama anak tante, Keyra."jawab Flora.

"Iya tante."Jawab Galen singkat.

Beberapa menit berlalu Rumi dan putranya pamit pulang.Flora menatap kepergian kedua tetangganya itu dengan ruang.

Flora duduk di teras rumahnya, merasakan sinar matahari menyentuh wajahnya. Dia menghirup udara segar sambil memegang secangkir kopi hangat. Dalam pikirannya, ia mengingat pembicaraan tadi dengan Rumi, di mana Rumi menjanjikan bantuan untuk persidangan hak asuh anaknya melawan pihak Arkana. Rasa lega pun mengalir dalam dirinya, karena akhirnya dia tidak sendirian dalam menghadapi pertarungan hukum yang rumit tersebut.

Flora menaruh cangkir kopinya di meja. Dia berharap usahanya nanti akan berpihak padanya.Sampai kapanpun wanita itu tak akan membiarkan Arkana dan Devina bahagia diatas penderitaan nya.

Wanita cantik itu juga bersumpah akan membuat Arkana menyesal seumur hidupnya nanti.

"Kita lihat saja nanti mas!"

Terpopuler

Comments

Miss Apple 🍎

Miss Apple 🍎

seru banget

2024-05-10

0

elin herlina

elin herlina

bagus flora lupakan suami brengsekmu,bkn kamu yg tak pantas untuknya tp dialah yg gk pantas tuk perempuan sebaik kamu,balaskan dendam dgn kesuksesan dan kebahagiaan mu dan keyra, toh hidup itu berputar pasti nanti ada saatnya suami dan orang" yg menyakitimu mendapat balasan yg setimpal dan rasa penyesalan akan datang pd hidup mereka, jd bersabarlah dan tetap berjuang...

2024-05-09

4

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 Istri Tak dianggap
2 Bab 2 Kekecewaan yang terulang
3 Bab 3 Kekasih Arkana
4 Bab 4 Menyerah
5 Bab 5 Kebersamaan Ibu dan Anak
6 Bab 6 Kehampaan
7 Bab 7 Buah Jatuh Tak Jauh dari pohon
8 Bab 8 Teman Baru
9 Bab 9 Pernyataan Kejam Arkana
10 Bab 10 Rasa Syukur Flora
11 Bab 11 Gengsi dan Ego
12 Bab 12 Surat Perceraian
13 Bab 13 Bertemu Rival
14 Bab 14 Pesta Jonathan
15 Bab 15 Istri Sah Vs Selingkuhan
16 Bab 16 Resmi Bercerai
17 Bab 17 Move On Versi Flora
18 Bab 18 Kejutan dari Jonathan
19 Bab 19 Keinginan Keyra
20 Bab 20 Kekesalan Arkana
21 Bab 21 Kecemburuan Arkana
22 Bab 22 Duda Jatuh Cinta
23 Bab 23 Keputusan Besar Arkana
24 Bab 24 Arkana vs Jonathan
25 Bab 25 Flora vs Devina
26 Bab 26 Kelicikan Devina
27 Bab 27 Kegilaan Arkana
28 Bab 28 Pernyataan Cinta
29 Bab 29 Mantan menantu vs mantan Mertua
30 Bab 30 Rencana Flora dan Jonathan
31 Bab 31 Persiapan
32 Bab 32 Keputusasaan Arkana
33 Bab 33 Cincin
34 Bab 34 Bersaing
35 Bab 35 Hanya Penyesalan
36 Bab 36 Rahasia Arkana
37 Bab 37 Video Panas
38 Bab 38 Berpihak pada Flora
39 Bab 39 Felicya & Evan
40 bab 40 Momen Manis
41 Bab 41 Pernikahan Flora & Jonathan
42 Bab 42 Diluar ekspetasi
43 Bab 43 Rencana Honeymoon
44 Bab 44 Menjemput Keyra
45 Bab 45 Benalu Kecil Bagi Devina
46 Bab 46 Kejadian tak terduga
47 Bab 47 Kembalinya Jonathan & Flora
48 Bab 48 Keresahan Flora
49 Bab 49 Rencana Kejutan
50 Bab 50 Kehamilan Flora
51 Bab 51 Perseteruan Felicya dan Brie
52 Bab 52 Berdusta
53 Bab 53 Kemarahan Devina
54 Bab 54 Nasehat Flora
55 Bab 55 Salah paham?
56 Bab 56 Pembuktian
57 Bab 57
58 Bab 58
59 Bab 59 Tak Sesuai Harapan
60 Bab 60 Ulang Tahun Flora
61 Bab 61 Kecemburuan Jonathan
62 Bab 62 Mengembalikan Barang
63 Bab 63 Sebuah Karma
64 Bab 64 Rencana Perceraian
65 Bab 65 Devina dan Felicya
66 Bab 66
67 Bab 67 Kebahagiaan yang Berbeda
68 Bab 68 Nasehat Orang Tua
69 Bab 69 Perceraian
70 Bab 70 Penyesalan Arkana
71 Bab 71 Penolakan Devina
72 Bab 72 Kehangatan Keluarga
73 Bab 73 Pertengkaran Ayah & Anak
74 Bab 74 Berdamai
75 Bab 75 Keputusan Devina
76 Bab 76 Akhir Keputusan Devina
77 Bab 77 Pertunangan Evan dan Felicya
78 Bab 78 Side Story Awal Kehidupan Baru ( Tentang Arkana)
79 Ban 79 Side Story Arkana- Wanita Galak
80 Bab 80 Side Story Arkana Flashback Masa lalu
81 Bab 81 SSA- Pergi Ke Makam
82 Bab 82 SSA- Keputusan Tania
83 Bab 83 SSA-Keluarga Bahagia Jonathan
84 Bab 84 Keputusan Tania
85 Bab 85 Side Story Arkana-Ending
86 Bab 86 Happy Ending
87 Season 2 Part 1 Perjodohan untuk Keyra
88 Bab 88 Season 2 Part 2
89 Bab 89 Season 2 - Kedatangan Acha
90 Bab 90 Season 2 Part 4
91 Bab 91 Season 2 Part 5
92 Bab 92 Season 2 Part 6
93 Bab 93 Season 2 Part 7
94 Bab 94 Season 2 Part 8
95 Bab 95 Season 2 Part 9
96 Bab 96 Season 2 Part 10
97 Bab 97 Season 2 Part 11
98 Bab 98 Seakan 2 Part 12
99 Bab 99 Season 2 Part 13
100 Bab 100 Season 2 Part 14 Mengadu Pada Mama
101 Bab 101 Jebakan Acha
102 Bab 102 Ditahan di kantor polisi
103 Bab 103 Acah Tak Menyerah
104 Bab 104 Keputusan Paling Gila
105 Bab 105 Kekecewaan Keyra
Episodes

Updated 105 Episodes

1
Bab 1 Istri Tak dianggap
2
Bab 2 Kekecewaan yang terulang
3
Bab 3 Kekasih Arkana
4
Bab 4 Menyerah
5
Bab 5 Kebersamaan Ibu dan Anak
6
Bab 6 Kehampaan
7
Bab 7 Buah Jatuh Tak Jauh dari pohon
8
Bab 8 Teman Baru
9
Bab 9 Pernyataan Kejam Arkana
10
Bab 10 Rasa Syukur Flora
11
Bab 11 Gengsi dan Ego
12
Bab 12 Surat Perceraian
13
Bab 13 Bertemu Rival
14
Bab 14 Pesta Jonathan
15
Bab 15 Istri Sah Vs Selingkuhan
16
Bab 16 Resmi Bercerai
17
Bab 17 Move On Versi Flora
18
Bab 18 Kejutan dari Jonathan
19
Bab 19 Keinginan Keyra
20
Bab 20 Kekesalan Arkana
21
Bab 21 Kecemburuan Arkana
22
Bab 22 Duda Jatuh Cinta
23
Bab 23 Keputusan Besar Arkana
24
Bab 24 Arkana vs Jonathan
25
Bab 25 Flora vs Devina
26
Bab 26 Kelicikan Devina
27
Bab 27 Kegilaan Arkana
28
Bab 28 Pernyataan Cinta
29
Bab 29 Mantan menantu vs mantan Mertua
30
Bab 30 Rencana Flora dan Jonathan
31
Bab 31 Persiapan
32
Bab 32 Keputusasaan Arkana
33
Bab 33 Cincin
34
Bab 34 Bersaing
35
Bab 35 Hanya Penyesalan
36
Bab 36 Rahasia Arkana
37
Bab 37 Video Panas
38
Bab 38 Berpihak pada Flora
39
Bab 39 Felicya & Evan
40
bab 40 Momen Manis
41
Bab 41 Pernikahan Flora & Jonathan
42
Bab 42 Diluar ekspetasi
43
Bab 43 Rencana Honeymoon
44
Bab 44 Menjemput Keyra
45
Bab 45 Benalu Kecil Bagi Devina
46
Bab 46 Kejadian tak terduga
47
Bab 47 Kembalinya Jonathan & Flora
48
Bab 48 Keresahan Flora
49
Bab 49 Rencana Kejutan
50
Bab 50 Kehamilan Flora
51
Bab 51 Perseteruan Felicya dan Brie
52
Bab 52 Berdusta
53
Bab 53 Kemarahan Devina
54
Bab 54 Nasehat Flora
55
Bab 55 Salah paham?
56
Bab 56 Pembuktian
57
Bab 57
58
Bab 58
59
Bab 59 Tak Sesuai Harapan
60
Bab 60 Ulang Tahun Flora
61
Bab 61 Kecemburuan Jonathan
62
Bab 62 Mengembalikan Barang
63
Bab 63 Sebuah Karma
64
Bab 64 Rencana Perceraian
65
Bab 65 Devina dan Felicya
66
Bab 66
67
Bab 67 Kebahagiaan yang Berbeda
68
Bab 68 Nasehat Orang Tua
69
Bab 69 Perceraian
70
Bab 70 Penyesalan Arkana
71
Bab 71 Penolakan Devina
72
Bab 72 Kehangatan Keluarga
73
Bab 73 Pertengkaran Ayah & Anak
74
Bab 74 Berdamai
75
Bab 75 Keputusan Devina
76
Bab 76 Akhir Keputusan Devina
77
Bab 77 Pertunangan Evan dan Felicya
78
Bab 78 Side Story Awal Kehidupan Baru ( Tentang Arkana)
79
Ban 79 Side Story Arkana- Wanita Galak
80
Bab 80 Side Story Arkana Flashback Masa lalu
81
Bab 81 SSA- Pergi Ke Makam
82
Bab 82 SSA- Keputusan Tania
83
Bab 83 SSA-Keluarga Bahagia Jonathan
84
Bab 84 Keputusan Tania
85
Bab 85 Side Story Arkana-Ending
86
Bab 86 Happy Ending
87
Season 2 Part 1 Perjodohan untuk Keyra
88
Bab 88 Season 2 Part 2
89
Bab 89 Season 2 - Kedatangan Acha
90
Bab 90 Season 2 Part 4
91
Bab 91 Season 2 Part 5
92
Bab 92 Season 2 Part 6
93
Bab 93 Season 2 Part 7
94
Bab 94 Season 2 Part 8
95
Bab 95 Season 2 Part 9
96
Bab 96 Season 2 Part 10
97
Bab 97 Season 2 Part 11
98
Bab 98 Seakan 2 Part 12
99
Bab 99 Season 2 Part 13
100
Bab 100 Season 2 Part 14 Mengadu Pada Mama
101
Bab 101 Jebakan Acha
102
Bab 102 Ditahan di kantor polisi
103
Bab 103 Acah Tak Menyerah
104
Bab 104 Keputusan Paling Gila
105
Bab 105 Kekecewaan Keyra

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!