Bab 16 Resmi Bercerai

Dua minggu telah berlalu sejak Flora mengalami momen yang menentukan dalam hidupnya: sidang perceraian dengan Arkana. Hari ini, Flora duduk di ruang tunggu pengadilan, hatinya berdebar-debar. Dia merenung tentang bagaimana hidupnya akan berubah setelah hari ini, bagaimana keputusan hakim akan membentuk masa depannya dan anak-anaknya.

Flora menatap keluar jendela, mencoba untuk menenangkan diri. Dia memikirkan semua persiapan yang telah dilakukan, bukti dan argumen yang telah dia siapkan untuk memperjuangkan hak-haknya. Tapi meskipun dia merasa yakin dengan keputusan yang akan diambil, kecemasan dan ketakutan tetap menghantui pikirannya.

Saat pintu ruang sidang terbuka, Flora merasakan perasaannya melonjak. Arkana masuk, wajahnya tegang dan tidak terbaca seperti biasa. Mereka saling bertatapan sejenak sebelum duduk di tempat mereka masing-masing, menunggu proses yang akan menentukan nasib mereka.

Sidang dimulai dengan pembacaan argumen dari kedua belah pihak. Flora berbicara dengan penuh keyakinan, menjelaskan kepada hakim mengapa dia layak mendapatkan perceraian yang adil dan hak asuh penuh atas anak-anak mereka. Dia menghadirkan bukti-bukti yang kuat tentang dedikasinya sebagai seorang ibu, dan bagaimana dia siap untuk memberikan yang terbaik bagi Keyra dan Raffi.

Arkana juga memberikan argumen yang kuat, mencoba untuk mempertahankan hak-haknya sebagai seorang ayah. Wajahnya berapi-api, terlihat putus asa namun juga penuh dengan keinginan untuk mempertahankan apa yang dianggapnya sebagai miliknya.

Setelah beberapa jam persidangan yang tegang, keputusan akhirnya diumumkan. Flora merasakan dadanya berdebar kencang ketika hakim menyatakan bahwa mereka resmi bercerai, dan bahwa Flora diberikan hak asuh penuh atas anak-anak mereka.

Meskipun dia merasa lega dengan keputusan itu, Flora juga merasakan sedikit kepahitan. Ini bukanlah akhir yang dia inginkan untuk pernikahannya, tapi dia tahu bahwa ini adalah langkah yang terbaik untuk dirinya dan anak-anaknya.

Flora berdiri dengan perasaan campuran antara lega dan sedih, siap untuk melangkah maju ke babak baru dalam hidupnya. Meskipun tantangan mungkin menunggu di depan, dia tahu bahwa dia tidak sendirian. Dengan dukungan dari sahabat dan teman-temannya, dia siap untuk menghadapi apa pun yang akan datang.

"Syukurlah aku memenangkan hak asuh atas Keyra." gumam Flora dengan perasaan membuncah bahagia.

Sementara Arkana, mantan suami Flora tampak kesal karena dia kalah dalam perebutan hak asuh anak.

Setelah persidangan selesai, Flora memutuskan untuk menghampiri Arkana, mantan suaminya. Langkahnya mantap meskipun hatinya masih berdebar-debar. Dia mendekati Arkana yang sedang duduk sendirian di bangku di luar pengadilan, wajahnya terlihat tegang dan tidak terbaca.

"Arkana," panggil Flora dengan suara yang tetap tenang meskipun ada ketegangan di dalamnya.

Arkana menoleh dan menatap Flora dengan tatapan yang penuh dengan campuran emosi. "Flora," jawabnya singkat.

Flora menarik napas dalam-dalam sebelum dia mulai berbicara. "Saya harap kita bisa mengakhiri ini dengan kedewasaan dan kedamaian, Arkana. Meskipun kita tidak lagi bersama, kita masih harus bekerja sama untuk kebaikan anak kita."

Arkana mengangguk perlahan, tapi wajahnya masih tegang. "Tentu, saya setuju.Keyra tetap menjadi prioritas utama."

Flora menatap Arkana dengan tajam sebelum dia melanjutkan. "Tapi saya harap Anda juga menyadari bahwa keputusan hakim hari ini bukanlah keputusan sembarangan. Itu adalah hasil dari dedikasi saya sebagai seorang ibu dan bukti bahwa saya lebih cocok untuk merawat anak-anak kita."

Arkana menelan ludah, ekspresinya berubah menjadi marah. "Kau pikir kau lebih baik dariku sebagai orangtua? Kau pikir kau bisa menggantikanku begitu saja?"

Flora tersenyum tipis, tapi matanya penuh dengan ketegasan. "Aku tidak pernah mengatakan begitu, Arkana. Tapi kenyataannya adalah, aku yang telah membuktikan komitmen dan dedikasi aku kepada anak kita selama ini. Dan keputusan hari ini hanya mengkonfirmasi hal itu."

Arkana terdiam sejenak, tampaknya terkejut oleh keberanian Flora. Namun, dia segera mengumpulkan dirinya kembali. "Kau tidak akan pernah bisa menghalangi saya untuk menjadi bagian dari kehidupan anak kita," ucapnya dengan nada tegas.

Flora mengangguk, menunjukkan bahwa dia mengerti. "Tentu saja, Arkana. Tapi saya berharap kau tak mengunakan cara licik lagi untuk membawa Keyra pergi, hanya demi keegoisan kamu."

Dengan itu, Flora meninggalkan Arkana di bangku, meninggalkannya dengan pikiran-pikiran yang mendalam tentang masa depan mereka sebagai orangtua yang bercerai.

Meskipun ada banyak ketegangan di antara mereka, Flora merasa lega bahwa dia telah berbicara dengan jujur dan tegas, menegaskan bahwa dia siap untuk melangkah maju, menuju masa depan yang lebih baik untuk dirinya dan anak-anaknya.

Setelah meninggalkan Arkana di bangku di luar pengadilan, Flora bergegas menuju ke arah Rumi dan Ares yang menunggunya dengan sabar. Wajahnya berseri-seri, penuh dengan rasa terima kasih atas dukungan dan bantuan yang mereka berikan selama proses perceraian. Dia memeluk keduanya erat, menyampaikan rasa syukurnya dengan kata-kata yang tulus.

"Terima kasih, Rumi. Terima kasih, Ares. Tanpa dukungan dan bantuan kalian, mungkin hasilnya tidak akan sebaik ini," ucap Flora dengan suara yang penuh dengan rasa terharu.

Rumi tersenyum hangat sambil mengusap punggung Flora. "Tentu saja, Flora. Kita selalu ada untukmu, kapan pun kamu butuhkan. Keluarga tidak hanya tentang darah, tapi juga tentang dukungan dan kasih sayang."

Ares mengangguk setuju, menambahkan, "Kami selalu ada untukmu dan anak kamu, Flora. Kalian adalah bagian penting dari hidup kami."

Flora tersenyum lebar, merasa bersyukur atas kehadiran Rumi dan Ares dalam hidupnya. Mereka berjalan bersama menuju mobil, penuh dengan rasa lega dan harapan akan masa depan yang lebih baik.

Ketika mereka tiba di rumah, suasana penuh dengan keceriaan. Keyra bersama Galen, putra Rumi dan Ares, sedang asyik bermain di ruang tamu. Keyra menoleh saat mereka masuk, wajahnya berseri-seri saat dia melihat ibunya.

"Mommy! Mommy! Kamu sudah pulang!" serunya sambil berlari mendekati Flora dan memeluknya erat.

Flora tersenyum dan memeluk Keyra dengan penuh kasih sayang. "Iya, Sayang. Mommy sudah pulang," ucapnya dengan lembut.

Keyra melirik Rumi dan Ares dengan senyum lebar. "Tadi aku bermain dengan Galen, Mommy! Dia sangat lucu dan kami memiliki banyak kesenangan bersama!"

Flora tersenyum melihat kegembiraan putrinya. Dia merasa bahagia melihat Keyra bahagia, dan dia tahu bahwa, meskipun tantangan mungkin menunggu di depan, mereka akan selalu memiliki dukungan dan kasih sayang dari keluarga mereka.

Dengan rasa syukur dan penuh kasih, mereka berdua melanjutkan hari mereka bersama-sama, siap untuk menghadapi masa depan yang penuh dengan kebahagiaan dan keberanian.

Sementara dikediaman Arkana sendiri, Arkana tampak mengamuk.Pria itu tentu saja marah karena kalah akan gak asuh putrinya yang kini jatuh ditangan sang mantan.

"Aku tidak terima dengan kekalahan ini." geram Arkana.

"Sayang sudahlah, lagipula Keyra biar saja bersama ibunya.Untuk apa kau memikirkan hal ini. " sahut Devina yang sejak tadi diam.

"Aku harus membujuk Arkana agar dia tak peduli lagi dengan Keyra." batin Devina licik.

"Kita bisa punya anak setelah menikah nanti."

Deg

Terpopuler

Comments

Omah Tien

Omah Tien

enag goblok

2024-09-25

0

jaran goyang

jaran goyang

𝑙𝑎𝑘𝑜𝑜𝑜𝑟....𝑙𝑎𝑘𝑜𝑜𝑜𝑜𝑟𝑟𝑟𝑟 𝑙𝑢𝑏𝑔 𝑚𝑢 𝑔𝑡𝑒𝑙🤣👏🤣👏

2024-05-11

0

jaran goyang

jaran goyang

𝑎𝑙ℎ𝑚𝑑𝑙𝑙ℎ..... 💪💪💪💪💪💪𝑓𝑙𝑜

2024-05-11

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 Istri Tak dianggap
2 Bab 2 Kekecewaan yang terulang
3 Bab 3 Kekasih Arkana
4 Bab 4 Menyerah
5 Bab 5 Kebersamaan Ibu dan Anak
6 Bab 6 Kehampaan
7 Bab 7 Buah Jatuh Tak Jauh dari pohon
8 Bab 8 Teman Baru
9 Bab 9 Pernyataan Kejam Arkana
10 Bab 10 Rasa Syukur Flora
11 Bab 11 Gengsi dan Ego
12 Bab 12 Surat Perceraian
13 Bab 13 Bertemu Rival
14 Bab 14 Pesta Jonathan
15 Bab 15 Istri Sah Vs Selingkuhan
16 Bab 16 Resmi Bercerai
17 Bab 17 Move On Versi Flora
18 Bab 18 Kejutan dari Jonathan
19 Bab 19 Keinginan Keyra
20 Bab 20 Kekesalan Arkana
21 Bab 21 Kecemburuan Arkana
22 Bab 22 Duda Jatuh Cinta
23 Bab 23 Keputusan Besar Arkana
24 Bab 24 Arkana vs Jonathan
25 Bab 25 Flora vs Devina
26 Bab 26 Kelicikan Devina
27 Bab 27 Kegilaan Arkana
28 Bab 28 Pernyataan Cinta
29 Bab 29 Mantan menantu vs mantan Mertua
30 Bab 30 Rencana Flora dan Jonathan
31 Bab 31 Persiapan
32 Bab 32 Keputusasaan Arkana
33 Bab 33 Cincin
34 Bab 34 Bersaing
35 Bab 35 Hanya Penyesalan
36 Bab 36 Rahasia Arkana
37 Bab 37 Video Panas
38 Bab 38 Berpihak pada Flora
39 Bab 39 Felicya & Evan
40 bab 40 Momen Manis
41 Bab 41 Pernikahan Flora & Jonathan
42 Bab 42 Diluar ekspetasi
43 Bab 43 Rencana Honeymoon
44 Bab 44 Menjemput Keyra
45 Bab 45 Benalu Kecil Bagi Devina
46 Bab 46 Kejadian tak terduga
47 Bab 47 Kembalinya Jonathan & Flora
48 Bab 48 Keresahan Flora
49 Bab 49 Rencana Kejutan
50 Bab 50 Kehamilan Flora
51 Bab 51 Perseteruan Felicya dan Brie
52 Bab 52 Berdusta
53 Bab 53 Kemarahan Devina
54 Bab 54 Nasehat Flora
55 Bab 55 Salah paham?
56 Bab 56 Pembuktian
57 Bab 57
58 Bab 58
59 Bab 59 Tak Sesuai Harapan
60 Bab 60 Ulang Tahun Flora
61 Bab 61 Kecemburuan Jonathan
62 Bab 62 Mengembalikan Barang
63 Bab 63 Sebuah Karma
64 Bab 64 Rencana Perceraian
65 Bab 65 Devina dan Felicya
66 Bab 66
67 Bab 67 Kebahagiaan yang Berbeda
68 Bab 68 Nasehat Orang Tua
69 Bab 69 Perceraian
70 Bab 70 Penyesalan Arkana
71 Bab 71 Penolakan Devina
72 Bab 72 Kehangatan Keluarga
73 Bab 73 Pertengkaran Ayah & Anak
74 Bab 74 Berdamai
75 Bab 75 Keputusan Devina
76 Bab 76 Akhir Keputusan Devina
77 Bab 77 Pertunangan Evan dan Felicya
78 Bab 78 Side Story Awal Kehidupan Baru ( Tentang Arkana)
79 Ban 79 Side Story Arkana- Wanita Galak
80 Bab 80 Side Story Arkana Flashback Masa lalu
81 Bab 81 SSA- Pergi Ke Makam
82 Bab 82 SSA- Keputusan Tania
83 Bab 83 SSA-Keluarga Bahagia Jonathan
84 Bab 84 Keputusan Tania
85 Bab 85 Side Story Arkana-Ending
86 Bab 86 Happy Ending
87 Season 2 Part 1 Perjodohan untuk Keyra
88 Bab 88 Season 2 Part 2
89 Bab 89 Season 2 - Kedatangan Acha
90 Bab 90 Season 2 Part 4
91 Bab 91 Season 2 Part 5
92 Bab 92 Season 2 Part 6
93 Bab 93 Season 2 Part 7
94 Bab 94 Season 2 Part 8
95 Bab 95 Season 2 Part 9
96 Bab 96 Season 2 Part 10
97 Bab 97 Season 2 Part 11
98 Bab 98 Seakan 2 Part 12
99 Bab 99 Season 2 Part 13
100 Bab 100 Season 2 Part 14 Mengadu Pada Mama
101 Bab 101 Jebakan Acha
102 Bab 102 Ditahan di kantor polisi
103 Bab 103 Acah Tak Menyerah
104 Bab 104 Keputusan Paling Gila
105 Bab 105 Kekecewaan Keyra
Episodes

Updated 105 Episodes

1
Bab 1 Istri Tak dianggap
2
Bab 2 Kekecewaan yang terulang
3
Bab 3 Kekasih Arkana
4
Bab 4 Menyerah
5
Bab 5 Kebersamaan Ibu dan Anak
6
Bab 6 Kehampaan
7
Bab 7 Buah Jatuh Tak Jauh dari pohon
8
Bab 8 Teman Baru
9
Bab 9 Pernyataan Kejam Arkana
10
Bab 10 Rasa Syukur Flora
11
Bab 11 Gengsi dan Ego
12
Bab 12 Surat Perceraian
13
Bab 13 Bertemu Rival
14
Bab 14 Pesta Jonathan
15
Bab 15 Istri Sah Vs Selingkuhan
16
Bab 16 Resmi Bercerai
17
Bab 17 Move On Versi Flora
18
Bab 18 Kejutan dari Jonathan
19
Bab 19 Keinginan Keyra
20
Bab 20 Kekesalan Arkana
21
Bab 21 Kecemburuan Arkana
22
Bab 22 Duda Jatuh Cinta
23
Bab 23 Keputusan Besar Arkana
24
Bab 24 Arkana vs Jonathan
25
Bab 25 Flora vs Devina
26
Bab 26 Kelicikan Devina
27
Bab 27 Kegilaan Arkana
28
Bab 28 Pernyataan Cinta
29
Bab 29 Mantan menantu vs mantan Mertua
30
Bab 30 Rencana Flora dan Jonathan
31
Bab 31 Persiapan
32
Bab 32 Keputusasaan Arkana
33
Bab 33 Cincin
34
Bab 34 Bersaing
35
Bab 35 Hanya Penyesalan
36
Bab 36 Rahasia Arkana
37
Bab 37 Video Panas
38
Bab 38 Berpihak pada Flora
39
Bab 39 Felicya & Evan
40
bab 40 Momen Manis
41
Bab 41 Pernikahan Flora & Jonathan
42
Bab 42 Diluar ekspetasi
43
Bab 43 Rencana Honeymoon
44
Bab 44 Menjemput Keyra
45
Bab 45 Benalu Kecil Bagi Devina
46
Bab 46 Kejadian tak terduga
47
Bab 47 Kembalinya Jonathan & Flora
48
Bab 48 Keresahan Flora
49
Bab 49 Rencana Kejutan
50
Bab 50 Kehamilan Flora
51
Bab 51 Perseteruan Felicya dan Brie
52
Bab 52 Berdusta
53
Bab 53 Kemarahan Devina
54
Bab 54 Nasehat Flora
55
Bab 55 Salah paham?
56
Bab 56 Pembuktian
57
Bab 57
58
Bab 58
59
Bab 59 Tak Sesuai Harapan
60
Bab 60 Ulang Tahun Flora
61
Bab 61 Kecemburuan Jonathan
62
Bab 62 Mengembalikan Barang
63
Bab 63 Sebuah Karma
64
Bab 64 Rencana Perceraian
65
Bab 65 Devina dan Felicya
66
Bab 66
67
Bab 67 Kebahagiaan yang Berbeda
68
Bab 68 Nasehat Orang Tua
69
Bab 69 Perceraian
70
Bab 70 Penyesalan Arkana
71
Bab 71 Penolakan Devina
72
Bab 72 Kehangatan Keluarga
73
Bab 73 Pertengkaran Ayah & Anak
74
Bab 74 Berdamai
75
Bab 75 Keputusan Devina
76
Bab 76 Akhir Keputusan Devina
77
Bab 77 Pertunangan Evan dan Felicya
78
Bab 78 Side Story Awal Kehidupan Baru ( Tentang Arkana)
79
Ban 79 Side Story Arkana- Wanita Galak
80
Bab 80 Side Story Arkana Flashback Masa lalu
81
Bab 81 SSA- Pergi Ke Makam
82
Bab 82 SSA- Keputusan Tania
83
Bab 83 SSA-Keluarga Bahagia Jonathan
84
Bab 84 Keputusan Tania
85
Bab 85 Side Story Arkana-Ending
86
Bab 86 Happy Ending
87
Season 2 Part 1 Perjodohan untuk Keyra
88
Bab 88 Season 2 Part 2
89
Bab 89 Season 2 - Kedatangan Acha
90
Bab 90 Season 2 Part 4
91
Bab 91 Season 2 Part 5
92
Bab 92 Season 2 Part 6
93
Bab 93 Season 2 Part 7
94
Bab 94 Season 2 Part 8
95
Bab 95 Season 2 Part 9
96
Bab 96 Season 2 Part 10
97
Bab 97 Season 2 Part 11
98
Bab 98 Seakan 2 Part 12
99
Bab 99 Season 2 Part 13
100
Bab 100 Season 2 Part 14 Mengadu Pada Mama
101
Bab 101 Jebakan Acha
102
Bab 102 Ditahan di kantor polisi
103
Bab 103 Acah Tak Menyerah
104
Bab 104 Keputusan Paling Gila
105
Bab 105 Kekecewaan Keyra

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!