Bab 8 Teman Baru

Flora duduk sendiri di tepi tempat tidur Keyra, sementara hujan deras membanjiri udara di luar. Dari balkon kamar, tetesan air menari-nari seperti pasukan kecil yang mengalir turun dari langit, menghiasi kaca jendela dengan jejak-jejaknya yang lembut.

Cahaya lampu jalan yang terhampar di jalanan berlumpur memberikan sentuhan romantis pada suasana malam yang sepi.

Namun, meskipun keindahan alam menawan, pikiran Flora tidak bisa lepas dari kekacauan yang melanda kehidupannya. Dia merenungi perasaannya yang campur aduk tentang proses perceraian dengan Arkana, suaminya.

Pikiran tentang masa depan yang tak pasti menghantui benaknya, membuatnya merasa terombang-ambing dalam samudra ketidakpastian.

Flora menarik napas dalam-dalam, mencoba menenangkan pikirannya yang kacau. Dia tahu bahwa meskipun hujan dapat membersihkan kekotoran di luar, namun tidak bisa membersihkan kekacauan di dalam hatinya.

Dalam kegelapan malam, Flora mencari kekuatan dan keteguhan untuk menghadapi perjalanan yang sulit ini, sambil berharap bahwa di ujung hujan ini, akan ada sinar matahari yang bersinar terang untuknya dan Keyra.

"Ya buat apa bertahan dalam pernikahan yang tak sehat.Suami yang harusnya menjadi nahkoda dalam bahtera justru memilih acuh dan berpihak pada wanita lain?"

Flora merasakan kelelahan yang menyelimuti dirinya saat ia menyusul putrinya yang terbang ke alam mimpi malam itu.

Langkahnya terasa berat, seolah-olah beban pikiran yang terus menerpanya telah merambat ke setiap serat ototnya.

Ia telah begitu lama terjebak dalam pikiran tentang proses perceraian dengan Arkana, bagaimana segala sesuatunya berubah begitu cepat, bagaimana mimpi-mimpi masa depan mereka hancur begitu saja.

Saat langkahnya melintasi lorong gelap yang dihiasi bayangan-bayangan yang tak pasti, Flora merenung tentang bagaimana hubungan mereka berdua bisa berakhir seperti ini.

Mimpi yang pernah mereka bangun bersama, seakan-akan sirna ditelan waktu. Rasa sakit itu terus mengikuti langkahnya, menggelayuti setiap sudut hatinya, membuatnya terjebak dalam labirin emosi yang tak kunjung usai.

Namun di tengah kegelapan pikirannya yang meluap, ia merasakan kehangatan yang memancar dari bayang-bayang putrinya.

Seakan-akan sinyal kecil dari dunia luar yang mengingatkannya bahwa ada keindahan di tengah kegelapan. Dengan tekad yang teguh, Flora melangkah lebih dalam lagi, menyusuri lorong-lorong yang tak berujung, menuju titik di mana cahaya kembali bersinar.

Akhirnya, di balik kabut tebal kekhawatiran dan ketidakpastian, ia menemukan putrinya. Wajah malaikat kecil itu berseri-seri dalam tidurnya, memberikan Flora sedikit kedamaian di tengah badai yang melanda pikirannya. Dengan lembut, Flora menyentuh pipi putrinya, merasakan kehangatan yang mengalir dari tubuh kecil itu.

Di situlah, di antara jalan pikir yang rumit dan gelap, Flora menemukan titik terang.

Mungkin, meskipun jalan menuju perceraian dengan Arkana penuh dengan rintangan dan penderitaan, ia tahu bahwa ada kekuatan yang lebih besar di dalam dirinya yang akan membimbingnya melewati semua itu.

Dan sambil merangkul putrinya dalam alam mimpi yang tenang, Flora memutuskan untuk menemukan kekuatan itu.

Satu malam telah berlalu, Keesokan harinya Flora telah bangun pagi-pagi.Dia segera bersih bersih dan berpakaian. Wanita itu berkutat di dapur untuk menyiapkan sarapan lebih dahulu baru membangun 'kan sang anak.

Flora dengan penuh kasih menyusun piring-piring kecil dengan berbagai macam makanan, dari roti panggang dengan taburan keju favorit Keyra hingga potongan buah-buahan yang segar.

Dia juga menyiapkan secangkir kopi hangat dan roti panggang dengan selai untuk dirinya sendiri.

Dengan cermat, dia menyusun semuanya di meja makan, tersenyum bahagia karena bisa berbagi momen spesial ini dengan putri kecilnya.

Sesekali, dia memandang Keyra dengan penuh cinta, sebelum akhirnya memanggilnya dengan lembut untuk sarapan bersama.

"Gimana sayang, apa enak sarapannya?"tanya Flora.

"Enak mommy."jawab Keyra dengan senyuman manisnya.

"Lanjutkan sarapan kamu, Keyra setelah ini mommy antar kamu ke sekolah."

Usai sarapan, mereka segera bersiap-siap.Flora telah memesan taksi, keduanya lekas masuk ke dalam dan menuju ke sekolah baru Keyra.

setengah jam berlalu, Flora dan putrinya turun dari taksi.Keyea menggandeng tangan sang mommy lalu melangkah ruang menuju ke ruangan kepala sekolah.

Hari itu juga Flora mengurus segala administrasi putrinya.Usai dari sana, Flora mengantar putrinya disamping sang buru baru.

"Sayang kamu sekolah yang rajin ya, Key dan ingat jangan nakal." ucap Flora.

"Iya mommy." Keyra mencium pipi sang mommy lalu berjalan bersama gurunya.

Flora memilih pergi ke taman untuk memenangkan diri pagi itu.

Sore sesuatu pukul dua.

Flora bergegas melangkah menuju gerbang sekolah, hatinya masih berdebar menunggu Keyra selesai hari pertamanya di sekolah baru.

Sementara itu, seorang pria dengan wajah serius berjalan ke arahnya, membawa seorang anak laki-laki kecil di tangannya. Ketika keduanya hampir bertabrakan di tikungan, Flora yang terburu-buru tidak bisa menghindar, dan tubuhnya menabrak pria itu dengan keras.

"Maaf, saya benar-benar minta maaf," ucap Flora sambil meraih bahu pria itu untuk membantunya berdiri kembali. Pria itu menatapnya dengan sedikit kesal, namun senyum ramah Flora berhasil meredakan ketegangan.

"Tidak apa-apa, kecelakaan kecil saja," ucap pria itu, suaranya terdengar lembut meski terkesan serius. Flora memperhatikan bahwa anak kecil di sampingnya tersenyum kecil, mungkin menyadari situasi canggung ini.

"Saya harap Anda dan anak Anda menikmati hari pertama di sekolah," kata Flora, mencoba mencairkan suasana. Pria itu mengangguk sopan, dan mereka berdua melanjutkan perjalanan masing-masing.

Flora menarik napas lega saat melihat Keyra muncul dari pintu sekolah, wajahnya berseri-seri. Meskipun kejadian tadi sedikit memalukan, Flora merasa lega bahwa semuanya berakhir dengan damai, dan dia siap untuk mendengar cerita Keyra tentang hari pertamanya di sekolah baru.

"Sayang bagaimana hari pertama kamu disekolah?"tanya Flora.

"Menyenangkan mommy." jawab Keyra.

Flora menggandeng tangan putrinya lalu sama sama keluar dari area sekolah.Pria tadi ternyata belum pulang, justru menawari keduanya tumpangan.

Keduanya lekas masuk ke mobil pria asing tersebut dan berkenalan.Pria bernama Jonathan itu mengantarkan Flora dan putrinya pulang.

Rumah Flora

Flora menawarkan minuman untuk sepasang ayah dan anak itu,Jonathan dan Jerico.

"Silakan diminum Tuan, sekali lagi terimakasih telah mengantarkan kami pulang." ucap Flora dengan tulus.

"Hm." jawab Jonathan singkat. pria itu menyesap kopinya perlahan, sesekali melirik kearah putranya.

Flora lekas duduk di sofa, tak lama Keyra kembali.Gadis cilik itu telah berganti pakaian, segera duduk disekat sang mommy.

"Jeri,kamu boleh main ke sini sesukamu dan kita bisa main ayunan." tawar Keyra dengan senyuman manis pada bocah seusianya.

"Baiklah, aku suka dengan tawaranmu Key."jawab Jerry dengan polosnya.

Keyra langsung menoleh kearah sang mommy dan meminta izin.Flora tersenyum hangat dan memberikan persetujuan.

"Tentu saja boleh sayang, lagipula lebih baik jika kamu memiliki banyak teman, tak hanya disekolah."jawab Flora.

Wanita itu kembali mengobrol dengan tamunya.Tak lama Jonathan dan putranya pamit pulang.Flora sempat mengantarkan keduanya hingga ke depan setelah itu kembali ke dalam.

Terpopuler

Comments

Miss Apple 🍎

Miss Apple 🍎

seru

2024-05-10

1

⁽⁽ଘ[🐾©️le🅾️🦋]ଓ⁾⁾

⁽⁽ଘ[🐾©️le🅾️🦋]ଓ⁾⁾

next Kak ❤️❤️👍👍

2024-05-09

2

jaran goyang

jaran goyang

𝑝𝑎 𝑘𝑎ℎ 𝑗𝑜 𝑗𝑑ℎ 𝑚𝑢 𝑠𝑎𝑦𝑔...𝑚𝑜𝑔𝑎 𝑦𝑎💪💪

2024-05-08

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 Istri Tak dianggap
2 Bab 2 Kekecewaan yang terulang
3 Bab 3 Kekasih Arkana
4 Bab 4 Menyerah
5 Bab 5 Kebersamaan Ibu dan Anak
6 Bab 6 Kehampaan
7 Bab 7 Buah Jatuh Tak Jauh dari pohon
8 Bab 8 Teman Baru
9 Bab 9 Pernyataan Kejam Arkana
10 Bab 10 Rasa Syukur Flora
11 Bab 11 Gengsi dan Ego
12 Bab 12 Surat Perceraian
13 Bab 13 Bertemu Rival
14 Bab 14 Pesta Jonathan
15 Bab 15 Istri Sah Vs Selingkuhan
16 Bab 16 Resmi Bercerai
17 Bab 17 Move On Versi Flora
18 Bab 18 Kejutan dari Jonathan
19 Bab 19 Keinginan Keyra
20 Bab 20 Kekesalan Arkana
21 Bab 21 Kecemburuan Arkana
22 Bab 22 Duda Jatuh Cinta
23 Bab 23 Keputusan Besar Arkana
24 Bab 24 Arkana vs Jonathan
25 Bab 25 Flora vs Devina
26 Bab 26 Kelicikan Devina
27 Bab 27 Kegilaan Arkana
28 Bab 28 Pernyataan Cinta
29 Bab 29 Mantan menantu vs mantan Mertua
30 Bab 30 Rencana Flora dan Jonathan
31 Bab 31 Persiapan
32 Bab 32 Keputusasaan Arkana
33 Bab 33 Cincin
34 Bab 34 Bersaing
35 Bab 35 Hanya Penyesalan
36 Bab 36 Rahasia Arkana
37 Bab 37 Video Panas
38 Bab 38 Berpihak pada Flora
39 Bab 39 Felicya & Evan
40 bab 40 Momen Manis
41 Bab 41 Pernikahan Flora & Jonathan
42 Bab 42 Diluar ekspetasi
43 Bab 43 Rencana Honeymoon
44 Bab 44 Menjemput Keyra
45 Bab 45 Benalu Kecil Bagi Devina
46 Bab 46 Kejadian tak terduga
47 Bab 47 Kembalinya Jonathan & Flora
48 Bab 48 Keresahan Flora
49 Bab 49 Rencana Kejutan
50 Bab 50 Kehamilan Flora
51 Bab 51 Perseteruan Felicya dan Brie
52 Bab 52 Berdusta
53 Bab 53 Kemarahan Devina
54 Bab 54 Nasehat Flora
55 Bab 55 Salah paham?
56 Bab 56 Pembuktian
57 Bab 57
58 Bab 58
59 Bab 59 Tak Sesuai Harapan
60 Bab 60 Ulang Tahun Flora
61 Bab 61 Kecemburuan Jonathan
62 Bab 62 Mengembalikan Barang
63 Bab 63 Sebuah Karma
64 Bab 64 Rencana Perceraian
65 Bab 65 Devina dan Felicya
66 Bab 66
67 Bab 67 Kebahagiaan yang Berbeda
68 Bab 68 Nasehat Orang Tua
69 Bab 69 Perceraian
70 Bab 70 Penyesalan Arkana
71 Bab 71 Penolakan Devina
72 Bab 72 Kehangatan Keluarga
73 Bab 73 Pertengkaran Ayah & Anak
74 Bab 74 Berdamai
75 Bab 75 Keputusan Devina
76 Bab 76 Akhir Keputusan Devina
77 Bab 77 Pertunangan Evan dan Felicya
78 Bab 78 Side Story Awal Kehidupan Baru ( Tentang Arkana)
79 Ban 79 Side Story Arkana- Wanita Galak
80 Bab 80 Side Story Arkana Flashback Masa lalu
81 Bab 81 SSA- Pergi Ke Makam
82 Bab 82 SSA- Keputusan Tania
83 Bab 83 SSA-Keluarga Bahagia Jonathan
84 Bab 84 Keputusan Tania
85 Bab 85 Side Story Arkana-Ending
86 Bab 86 Happy Ending
87 Season 2 Part 1 Perjodohan untuk Keyra
88 Bab 88 Season 2 Part 2
89 Bab 89 Season 2 - Kedatangan Acha
90 Bab 90 Season 2 Part 4
91 Bab 91 Season 2 Part 5
92 Bab 92 Season 2 Part 6
93 Bab 93 Season 2 Part 7
94 Bab 94 Season 2 Part 8
95 Bab 95 Season 2 Part 9
96 Bab 96 Season 2 Part 10
97 Bab 97 Season 2 Part 11
98 Bab 98 Seakan 2 Part 12
99 Bab 99 Season 2 Part 13
100 Bab 100 Season 2 Part 14 Mengadu Pada Mama
101 Bab 101 Jebakan Acha
102 Bab 102 Ditahan di kantor polisi
103 Bab 103 Acah Tak Menyerah
104 Bab 104 Keputusan Paling Gila
105 Bab 105 Kekecewaan Keyra
Episodes

Updated 105 Episodes

1
Bab 1 Istri Tak dianggap
2
Bab 2 Kekecewaan yang terulang
3
Bab 3 Kekasih Arkana
4
Bab 4 Menyerah
5
Bab 5 Kebersamaan Ibu dan Anak
6
Bab 6 Kehampaan
7
Bab 7 Buah Jatuh Tak Jauh dari pohon
8
Bab 8 Teman Baru
9
Bab 9 Pernyataan Kejam Arkana
10
Bab 10 Rasa Syukur Flora
11
Bab 11 Gengsi dan Ego
12
Bab 12 Surat Perceraian
13
Bab 13 Bertemu Rival
14
Bab 14 Pesta Jonathan
15
Bab 15 Istri Sah Vs Selingkuhan
16
Bab 16 Resmi Bercerai
17
Bab 17 Move On Versi Flora
18
Bab 18 Kejutan dari Jonathan
19
Bab 19 Keinginan Keyra
20
Bab 20 Kekesalan Arkana
21
Bab 21 Kecemburuan Arkana
22
Bab 22 Duda Jatuh Cinta
23
Bab 23 Keputusan Besar Arkana
24
Bab 24 Arkana vs Jonathan
25
Bab 25 Flora vs Devina
26
Bab 26 Kelicikan Devina
27
Bab 27 Kegilaan Arkana
28
Bab 28 Pernyataan Cinta
29
Bab 29 Mantan menantu vs mantan Mertua
30
Bab 30 Rencana Flora dan Jonathan
31
Bab 31 Persiapan
32
Bab 32 Keputusasaan Arkana
33
Bab 33 Cincin
34
Bab 34 Bersaing
35
Bab 35 Hanya Penyesalan
36
Bab 36 Rahasia Arkana
37
Bab 37 Video Panas
38
Bab 38 Berpihak pada Flora
39
Bab 39 Felicya & Evan
40
bab 40 Momen Manis
41
Bab 41 Pernikahan Flora & Jonathan
42
Bab 42 Diluar ekspetasi
43
Bab 43 Rencana Honeymoon
44
Bab 44 Menjemput Keyra
45
Bab 45 Benalu Kecil Bagi Devina
46
Bab 46 Kejadian tak terduga
47
Bab 47 Kembalinya Jonathan & Flora
48
Bab 48 Keresahan Flora
49
Bab 49 Rencana Kejutan
50
Bab 50 Kehamilan Flora
51
Bab 51 Perseteruan Felicya dan Brie
52
Bab 52 Berdusta
53
Bab 53 Kemarahan Devina
54
Bab 54 Nasehat Flora
55
Bab 55 Salah paham?
56
Bab 56 Pembuktian
57
Bab 57
58
Bab 58
59
Bab 59 Tak Sesuai Harapan
60
Bab 60 Ulang Tahun Flora
61
Bab 61 Kecemburuan Jonathan
62
Bab 62 Mengembalikan Barang
63
Bab 63 Sebuah Karma
64
Bab 64 Rencana Perceraian
65
Bab 65 Devina dan Felicya
66
Bab 66
67
Bab 67 Kebahagiaan yang Berbeda
68
Bab 68 Nasehat Orang Tua
69
Bab 69 Perceraian
70
Bab 70 Penyesalan Arkana
71
Bab 71 Penolakan Devina
72
Bab 72 Kehangatan Keluarga
73
Bab 73 Pertengkaran Ayah & Anak
74
Bab 74 Berdamai
75
Bab 75 Keputusan Devina
76
Bab 76 Akhir Keputusan Devina
77
Bab 77 Pertunangan Evan dan Felicya
78
Bab 78 Side Story Awal Kehidupan Baru ( Tentang Arkana)
79
Ban 79 Side Story Arkana- Wanita Galak
80
Bab 80 Side Story Arkana Flashback Masa lalu
81
Bab 81 SSA- Pergi Ke Makam
82
Bab 82 SSA- Keputusan Tania
83
Bab 83 SSA-Keluarga Bahagia Jonathan
84
Bab 84 Keputusan Tania
85
Bab 85 Side Story Arkana-Ending
86
Bab 86 Happy Ending
87
Season 2 Part 1 Perjodohan untuk Keyra
88
Bab 88 Season 2 Part 2
89
Bab 89 Season 2 - Kedatangan Acha
90
Bab 90 Season 2 Part 4
91
Bab 91 Season 2 Part 5
92
Bab 92 Season 2 Part 6
93
Bab 93 Season 2 Part 7
94
Bab 94 Season 2 Part 8
95
Bab 95 Season 2 Part 9
96
Bab 96 Season 2 Part 10
97
Bab 97 Season 2 Part 11
98
Bab 98 Seakan 2 Part 12
99
Bab 99 Season 2 Part 13
100
Bab 100 Season 2 Part 14 Mengadu Pada Mama
101
Bab 101 Jebakan Acha
102
Bab 102 Ditahan di kantor polisi
103
Bab 103 Acah Tak Menyerah
104
Bab 104 Keputusan Paling Gila
105
Bab 105 Kekecewaan Keyra

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!