Kini ibu dan anak itu telah berada di rumah.Mereka ke luar dari kamar dan turun ke bawah.Tak lama Jonathan dan putra kecilnya datang berkunjung dan bergabung dengan Keyra di ruang tamu.
Flora berada di dapur, terinspirasi oleh kehadiran tamu-tamunya, Jonathan dan putranya Jerico, yang datang sore itu. Dia merasa senang dan bersemangat untuk menyajikan camilan lezat bagi mereka. Mengenakan apron kesayangannya, Flora mulai memilih bahan-bahan dengan penuh perhatian, memastikan setiap hidangan yang dia buat tidak hanya lezat tetapi juga disajikan dengan cinta.
Sementara adonan dipersiapkan dan kue-kue mulai dipanggang di dalam oven, Flora membiarkan aroma harum memenuhi ruangan, menciptakan suasana yang hangat dan mengundang. Sambil bekerja, dia tidak bisa menahan senyumnya, membayangkan betapa senangnya Jonathan, Jerico, dan Keyra akan saat mereka mencicipi camilan ini.
Saat kue selesai dipanggang dan camilan tersusun rapi di atas piring cantik, Flora mengambil gelas-gelas kaca dan menuang segelas minuman segar untuk menemani camilan tersebut. Dengan hati yang penuh kegembiraan, dia mengamati setiap detail persiapan, memastikan semuanya sempurna sebelum dia membawa hidangan-hidangan itu ke ruang tamu.
Saat memasuki ruang tamu, senyum ceria terpancar di wajah Flora. Dia meletakkan piring-piring camilan dengan lembut di atas meja, mengatur gelas-gelas dengan indah, dan memastikan semuanya siap untuk dinikmati. Keyra, Jonathan, dan Jerico melihat dengan kagum pada kreasi Flora, dan senyum-senyum gembira terpancar di wajah mereka.
"Terima kasih, Flora," kata Jonathan dengan tulus. "Semuanya terlihat luar biasa!"
Jerico dengan antusiasme meraih sepotong camilan dan mulai menikmatinya dengan cepat. Keyra tersenyum pada ibunya dengan rasa syukur yang dalam.
Flora melihat kebahagiaan mereka dan merasa hangat di hatinya. Momen-momen seperti ini adalah yang membuatnya bahagia, ketika dia bisa berbagi kebaikan dan menciptakan kenangan yang indah bersama orang-orang yang dia cintai.
"Benarkah Uncle yang memberikan mommy mobil?" tanya Keyra dengan polosnya.
"Tentu saja princess, apa kau suka dengan mobil baru mommy kamu?" tanya Jonathan dengan lembut.
"Sangat suka uncle, lagipula sejak dulu daddy tidak pernah memberikan mobil baru untuk mommy." ceplos Keyra.
"Keyra sayang." tegur Flora pada putri kecilnya.
huh
Keyra menghembuskan napas berat layaknya orang dewasa.Gadis manis itu menoleh kearah sang mommy tercinta.
"Aku masih ingat kala itu mommy menangis setelah bertengkar dengan daddy.Tak hanya itu disana ada tante tante girang yang menempel seperti ulat bulu pada daddy." lanjutnya dengan bibir cemberut.
Flora membulatkan mata mendengar pengakuan sang anak.Jonathan sendiri tersenyum meledek kearah Flora yang membuat wanita itu kesal.
"Senyuman pria ini begitu menyebalkan, dia sepertinya tak sadar jika dirinya juga seorang single parent." tutuk Flora dalam hati.
"Kemarilah princess." titah Jonathan. Keyra langsung bangkit lalu duduk disebelah ayah dari Jerico itu.
"Tak perlu sedih, Princess. Kau bisa meminta apapun pada Uncle sama seperti Jerico." jawabnya yang membuat senyuman lebar terbit dibibir mungil Keyra.
Gadis itu langsung memeluk Jonathan dan mengecup pipinya dengan centil. Jerico berdecak pelan melihat kelakuan temannya, dia langsung menarik Keyra hingga duduk disebelahnya.
"Oh my Keyra, sejak kapan kamu menjadi manja seperti ini sayang." protes Flora pada putri kecilnya.
"Uncle Nathan aja tidak marah mom." rengeknya.
Keyra dan Jerico duduk bersama di seberang meja, menikmati camilan yang disiapkan dengan cermat oleh Flora, ibu Keyra, sambil meneguk jus segar dengan penuh antusiasme. Mereka tertawa dan berbicara di antara suapan camilan mereka, menunjukkan kebahagiaan mereka dalam momen yang indah ini.
Sementara mereka sibuk menikmati camilan, Flora dan Jonathan, orang tua mereka, duduk berhadapan satu sama lain, terlibat dalam percakapan hangat. Flora, dengan kelembutan dalam suaranya, menceritakan cerita tentang kejutan-kejutan kecil yang dia alami hari itu, sementara Jonathan mendengarkan dengan penuh perhatian, tersenyum pada setiap kata yang diucapkan Flora.
Mereka berbagi cerita tentang masa lalu, tentang perjuangan dalam meraih kebahagiaan. ada juga momen ketika mereka saling berbagi pandangan yang penuh makna, mengisyaratkan rasa kagum antara satu sama lain.
Keyra dan Jerico sesekali melirik ke arah orang tua mereka, terpesona oleh kehangatan dan kedekatan yang terpancar dari kedua orang tersebut. Mereka merasa aman dan dicintai dalam lingkungan ini, di mana keluarga adalah segalanya.
"Seandainya daddy bisa bersikap hangat seperti uncle Nathan." batin Keyra dalam hati.
Setiap percakapan, setiap senyum, dan setiap momen kebersamaan adalah suatu kenangan yang tak ternilai bagi mereka. Di tengah kesibukan dan keramaian kehidupan sehari-hari, mereka menghargai waktu yang mereka habiskan bersama, menikmati kebersamaan dan persahabatan yang mengalir di antara mereka.
Keyra, gadis cilik yang penuh semangat berusia lima tahun, duduk di ruang tamu dengan mata berbinar-binar, memeluk boneka kesayangannya sambil memandangi Flora, ibunya, dengan tatapan penuh harap. "Mommy, mommy, mommy!" serunya dengan suara penuh kegembiraan.
Flora tersenyum pada Keyra, merasa hangat oleh kegirangannya. "Apa yang ingin kamu katakan, Sayang?"
Keyra melompat-lompat di tempatnya, wajahnya bersinar dengan antusiasme. "Mommy, aku ingin pergi piknik pada akhir pekan nanti! Boleh, mommy? Tolong, tolong, tolong!" pintanya dengan penuh semangat.
Flora tersenyum pada anaknya yang bersemangat. "Tentu, Nak! Piknik akan menjadi ide yang menyenangkan untuk akhir pekan ini. Bagaimana kalau kita ajak Uncle Jonathan dan Jerico juga?"
Keyra mengangguk dengan cepat, senyumnya semakin besar. "Ya, ya, ya! Ayo, mommy!"
Flora merencanakan piknik yang menyenangkan untuk mereka semua, mengatur segala sesuatunya dengan hati-hati. Dia membuat daftar makanan yang ingin dibawa, memilih lokasi piknik yang sempurna, dan menyiapkan segala perlengkapan yang diperlukan untuk petualangan mereka.
Saat akhir pekan tiba, mereka semua berkumpul di depan rumah dengan gembira, siap untuk memulai petualangan piknik mereka. Keyra dan Jerico berjalan bersama, tertawa dan berbicara dengan semangat, sementara Flora dan Jonathan berjalan di belakang mereka, menikmati momen kebersamaan.
Sesampainya di tempat piknik, mereka menyebar di atas rumput hijau yang luas, menyusun selimut dan meletakkan keranjang piknik di tengah-tengah. Keyra dan Jerico langsung memilih mainan mereka dan mulai bermain dengan gembira, sementara Flora dan Jonathan duduk bersama, menikmati camilan sambil bercerita dan tertawa.
Matahari bersinar cerah, dan udara musim semi memberikan suasana yang menyegarkan. Mereka semua menikmati kehangatan dan kebahagiaan di bawah sinar matahari yang hangat, menciptakan kenangan yang indah bagi mereka semua. Ini adalah momen-momen yang mereka akan simpan dalam ingatan mereka selamanya, di mana keluarga dan kebersamaan menjadi yang utama.
"Entah kenapa kami terlihat seperti keluarga kecil." gumam Jonathan dengan senyuman tipis.Pria tampan itu menatap penuh hangat dimana Flora ditemani anak anak menata makanan diatas tikar.
"Daddy, come on, ayo cicipi makanan aunty Flora." ucap Jerico pada sang daddy.
"Iya boy." jawab Jonathan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 105 Episodes
Comments
guntur 1609
mampus kau arkana. dari kecil saja kau sdh membuat citramu buruk sendiri di depan anakmu
2024-10-18
0
Miss Apple 🍎
seru lanjut
2024-05-13
0
jaran goyang
𝑚𝑜𝑔𝑎 𝑗𝑑ℎ
2024-05-12
1