Bab 12 Surat Perceraian

Flora duduk sendirian di ruang tamu rumah barunya, memandang sekeliling dengan perasaan campur aduk. Rumah ini adalah tempat baru baginya, tempat di mana dia berharap bisa memulai hidup baru setelah memutuskan untuk berpisah dari suaminya, Arkana. Dia masih merasa sedikit canggung di tengah-tengah ruangan yang belum sepenuhnya terasa seperti rumah.

Tiba-tiba, bel pintu berbunyi. Flora menghela nafas, mengetahui bahwa itu mungkin surat perceraian yang sudah lama dia tunggu-tunggu.

Dia bangkit dari kursi dan menuju pintu dengan langkah ragu. Saat dia membuka pintu, seorang kurir berdiri di sana, menyodorkan sebuah amplop besar dengan logo firma hukum yang dikenalnya dengan baik.

Flora mengambil amplop itu dengan gemetar, hatinya berdebar kencang. Dengan langkah gugup, dia kembali ke ruang tamu dan duduk di sofa.

Dengan perasaan yang campur aduk, dia membuka amplop itu dan mengeluarkan surat perceraian dari suaminya, Arkana. Hatinya berdesir saat dia membaca kata-kata yang menegaskan akhir dari pernikahannya.

Tapi Flora tidak ragu-ragu. Dengan tangan yang gemetar sedikit, dia membubuhkan tanda tangannya di tempat yang ditentukan di surat tersebut.

Ini adalah langkah yang dia pikirkan dengan matang selama berbulan-bulan. Meskipun ada sedikit rasa sedih, Flora merasa lega karena akhirnya mengambil keputusan untuk memulai kembali hidupnya.

Setelah selesai menandatangani surat perceraian itu, Flora memutuskan untuk menyerahkannya pada kurir dari pengacara Arkana. Dia merasa bahwa itu adalah tindakan yang adil dan terhormat.

Dengan hati yang berat, dia menulis surat singkat yang menyertai surat perceraian itu, menjelaskan bahwa dia telah menandatanganinya dan menyerahkan semuanya pada pengacara tersebut.

Dengan perasaan campur aduk, Flora merasa bahwa sekarang dia hanya perlu menunggu proses pengadilan untuk menyelesaikan perceraian mereka.

Meskipun ada rasa sedih dan kehilangan, Flora juga merasa lega bahwa dia telah mengambil langkah pertama menuju kebebasannya dan mencari kedamaian yang baru.

Flora duduk sendirian di ruang tamu, wajahnya mencerminkan keraguan dan kekhawatiran yang mendalam setelah menandatangani surat perceraian.

Tangannya masih gemetar ketika teleponnya berdering, mengganggu lamunannya yang suram. Dengan napas yang bergetar, dia mengangkat telepon dan mendengarkan berita yang mengguncangnya dari guru Keyra.

Mendengar bahwa Arkana berniat membawa Keyra ikut dengannya, Flora merasa darahnya mengental. Tidak, dia tidak akan membiarkan itu terjadi. Dengan langkah berani, dia bangkit dari kursi, dan memutuskan untuk segera pergi ke sekolah Keyra.

Langkahnya terburu-buru, hatinya dipenuhi dengan tekad untuk melindungi putrinya. Dia mengabaikan keraguan dan ketakutan yang menghantui pikirannya, fokus pada satu tujuan: mencegah Arkana membawa Keyra pergi.

Sampai di sekolah, Flora bertemu dengan guru Keyra, wajahnya penuh dengan kekhawatiran dan ketegangan. wanita itu langsung menghampiri Keyra lalu memeluk putri kecilnya.

"Sayang apa kamu tidak apa-apa?" tanya Flora.

"Tidak apa mom, tapi daddy jahat mom.Tadi daddy bareng sama tante Devina dan memaksaku ikut bersama mereka hiks."gumam Keyra pelan.

Deg

Flora tentu saja langsung berlutut dan memeluk sang anak dengan erat.Terdengar suara isakan kecil dari bibir Keyra.

Wanita itu membawa putrinya kembali duduk dikursinya.Dia berusaha menenangkan Keyra dibantu sang guru. Setelah tenang Flora membiarkan putrinya kembali ke kelas bersama sang guru.

Setelah berhasil menenangkan Keyra dan memastikan bahwa putrinya aman di sekolah, Flora keluar dari area sekolah dengan perasaan lega dan lega yang mendalam.

Langkahnya terasa lebih ringan, dan meskipun masih ada ketegangan yang menghantui pikirannya, dia merasa sedikit lega bahwa dia telah mengambil langkah untuk melindungi Keyra.

Flora memutuskan untuk mengambil napas segar di udara luar dan mencari tempat yang tenang untuk merenung.

Dia melangkah menuju pohon beringin tua yang menjulang di halaman sekolah, menarik kursi di sebelahnya, dan duduk dengan hati yang berat.

Di bawah naungan lebat pohon, Flora membiarkan dirinya terhanyut dalam kedamaian alam. Dia mendengarkan suara dedaunan yang berdesir lembut oleh angin, dan merasakan aroma segar tanah basah menyusup ke hidungnya.

Suasana tenang itu membantunya meredakan ketegangan yang masih menyelimuti pikirannya.

Flora menatap ke langit yang biru, mengamati awan-awan yang bergerak perlahan di atasnya.

Pikirannya melayang ke masa lalu, mengingat sedikit kenangan bersama Keyra dan Arkana, sebelum segala sesuatunya menjadi rumit dan penuh kebingungan.

Namun, Flora juga menyadari bahwa masa depan mereka akan berubah, dan dia harus siap menghadapinya. Dia tahu bahwa perjalanan mereka masih panjang, tetapi dia merasa lebih siap untuk menghadapi tantangan yang akan datang.

"Kenapa kamu sama sekali tak mengerti mas.Kamu egois dan tak memikirkan perasaanku dan Keyra?" gumam Flora kecewa.

"Apa kamu begitu membenciku hingga berniat membawa putri kita pergi?"

Flora diam diam menangis sendirian dibawah pohon beringin.Dia tak akan sanggup jika dipisahkan dari Keyra, anak yang dia lahirkan sendiri.

"Aku sangat membencimu mas Arkana." batin Flora.

Cinta yang berkobar dalam dirinya kini berubah menjadi rasa benci yang besar terhadap Arkana.Ada rasa sesal dalam dirinya, kenapa harus mencintai pria seperti Arkana yang sangat egois.

Perusahaan William Corp

Flora memasuki ruangan Arkana dengan langkah pasti, tatapannya penuh dengan kebencian yang mendalam. Arkana, suaminya, terkejut melihatnya datang, namun ekspresi dinginnya segera kembali saat menyadari niat Flora.

"Arkana," desis Flora dengan suara gemetar, "bagaimana kamu bisa melakukan ini? Mencoba merebut Keyra dariku!"

Arkana menatapnya dengan sikap acuh tak acuh, "Flora, kau tidak bisa menyalahkan saya atas tindakan yang aku anggap tepat. Keyra adalah anak kita berdua, dan saya memiliki hak untuk memutuskan apa yang terbaik baginya."

"Terbaik baginya?" Flora meledak, "Kau berpikir merebutnya dari ibunya adalah yang terbaik baginya? Kau egois, Arkana! Kau tidak peduli dengan perasaannya, dengan ikatan keluarga kita!"

Arkana mengangkat bahunya dengan dingin, "Kau tahu betul bahwa saya tidak percaya pada ikatan semacam itu. Yang saya pikirkan adalah masa depan Keyra, dan jika itu berarti harus mengambil langkah-langkah sulit, maka begitulah adanya."

Flora merasa gemetar oleh kemarahan yang memuncak. Dia menghela napas dalam-dalam untuk menenangkan dirinya sejenak sebelum berbicara lagi. "Kamu tidak akan berhasil, Arkana. Aku akan melindungi Keyra darimu, dengan segala cara yang aku punya."

Arkana hanya tersenyum sinis, "Kita akan lihat sampai sejauh mana kau bisa melakukannya, Flora. Tapi ingatlah, aku tidak akan mundur begitu saja."

Dengan itu, Flora keluar dari ruangan itu, hatinya berdebar-debar dengan tekad yang kuat untuk melindungi putrinya dari ancaman yang dihadirkannya sendiri oleh suaminya.

"Dia begitu sombong, memangnya apa yang bisa dia lakukan setelah ini.Apa akan meminta bantuan pria selingkuhannya itu." gumam Arkana sinis.

Arkana memiliki ego dan gengsi yang tinggi sekali.Dia tak ingin kalah dengan siapapun termasuk Flora dan pria yang bersama istrinya itu. pria tampan itu kembali duduk di kursinya sambil mengumpat.

"Aku akan membayar pengacara agar memenangkan gugatan atas hak asuh Keyra." ucap Arkana dengan licik.

Terpopuler

Comments

Far~ hidayu❤️😘🇵🇸

Far~ hidayu❤️😘🇵🇸

anak sendiri melihat kejahatan bapanya

2024-05-10

0

Miss Apple 🍎

Miss Apple 🍎

seru lanjut

2024-05-10

0

rahmalia maricar

rahmalia maricar

kamu harus repot-repot keluar uang bayar pengacara,, flora mah gratis pengacaranya dan insyaallah hak asuh hampir dipastikan flo yg berhak

2024-05-10

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 Istri Tak dianggap
2 Bab 2 Kekecewaan yang terulang
3 Bab 3 Kekasih Arkana
4 Bab 4 Menyerah
5 Bab 5 Kebersamaan Ibu dan Anak
6 Bab 6 Kehampaan
7 Bab 7 Buah Jatuh Tak Jauh dari pohon
8 Bab 8 Teman Baru
9 Bab 9 Pernyataan Kejam Arkana
10 Bab 10 Rasa Syukur Flora
11 Bab 11 Gengsi dan Ego
12 Bab 12 Surat Perceraian
13 Bab 13 Bertemu Rival
14 Bab 14 Pesta Jonathan
15 Bab 15 Istri Sah Vs Selingkuhan
16 Bab 16 Resmi Bercerai
17 Bab 17 Move On Versi Flora
18 Bab 18 Kejutan dari Jonathan
19 Bab 19 Keinginan Keyra
20 Bab 20 Kekesalan Arkana
21 Bab 21 Kecemburuan Arkana
22 Bab 22 Duda Jatuh Cinta
23 Bab 23 Keputusan Besar Arkana
24 Bab 24 Arkana vs Jonathan
25 Bab 25 Flora vs Devina
26 Bab 26 Kelicikan Devina
27 Bab 27 Kegilaan Arkana
28 Bab 28 Pernyataan Cinta
29 Bab 29 Mantan menantu vs mantan Mertua
30 Bab 30 Rencana Flora dan Jonathan
31 Bab 31 Persiapan
32 Bab 32 Keputusasaan Arkana
33 Bab 33 Cincin
34 Bab 34 Bersaing
35 Bab 35 Hanya Penyesalan
36 Bab 36 Rahasia Arkana
37 Bab 37 Video Panas
38 Bab 38 Berpihak pada Flora
39 Bab 39 Felicya & Evan
40 bab 40 Momen Manis
41 Bab 41 Pernikahan Flora & Jonathan
42 Bab 42 Diluar ekspetasi
43 Bab 43 Rencana Honeymoon
44 Bab 44 Menjemput Keyra
45 Bab 45 Benalu Kecil Bagi Devina
46 Bab 46 Kejadian tak terduga
47 Bab 47 Kembalinya Jonathan & Flora
48 Bab 48 Keresahan Flora
49 Bab 49 Rencana Kejutan
50 Bab 50 Kehamilan Flora
51 Bab 51 Perseteruan Felicya dan Brie
52 Bab 52 Berdusta
53 Bab 53 Kemarahan Devina
54 Bab 54 Nasehat Flora
55 Bab 55 Salah paham?
56 Bab 56 Pembuktian
57 Bab 57
58 Bab 58
59 Bab 59 Tak Sesuai Harapan
60 Bab 60 Ulang Tahun Flora
61 Bab 61 Kecemburuan Jonathan
62 Bab 62 Mengembalikan Barang
63 Bab 63 Sebuah Karma
64 Bab 64 Rencana Perceraian
65 Bab 65 Devina dan Felicya
66 Bab 66
67 Bab 67 Kebahagiaan yang Berbeda
68 Bab 68 Nasehat Orang Tua
69 Bab 69 Perceraian
70 Bab 70 Penyesalan Arkana
71 Bab 71 Penolakan Devina
72 Bab 72 Kehangatan Keluarga
73 Bab 73 Pertengkaran Ayah & Anak
74 Bab 74 Berdamai
75 Bab 75 Keputusan Devina
76 Bab 76 Akhir Keputusan Devina
77 Bab 77 Pertunangan Evan dan Felicya
78 Bab 78 Side Story Awal Kehidupan Baru ( Tentang Arkana)
79 Ban 79 Side Story Arkana- Wanita Galak
80 Bab 80 Side Story Arkana Flashback Masa lalu
81 Bab 81 SSA- Pergi Ke Makam
82 Bab 82 SSA- Keputusan Tania
83 Bab 83 SSA-Keluarga Bahagia Jonathan
84 Bab 84 Keputusan Tania
85 Bab 85 Side Story Arkana-Ending
86 Bab 86 Happy Ending
87 Season 2 Part 1 Perjodohan untuk Keyra
88 Bab 88 Season 2 Part 2
89 Bab 89 Season 2 - Kedatangan Acha
90 Bab 90 Season 2 Part 4
91 Bab 91 Season 2 Part 5
92 Bab 92 Season 2 Part 6
93 Bab 93 Season 2 Part 7
94 Bab 94 Season 2 Part 8
95 Bab 95 Season 2 Part 9
96 Bab 96 Season 2 Part 10
97 Bab 97 Season 2 Part 11
98 Bab 98 Seakan 2 Part 12
99 Bab 99 Season 2 Part 13
100 Bab 100 Season 2 Part 14 Mengadu Pada Mama
101 Bab 101 Jebakan Acha
102 Bab 102 Ditahan di kantor polisi
103 Bab 103 Acah Tak Menyerah
104 Bab 104 Keputusan Paling Gila
105 Bab 105 Kekecewaan Keyra
Episodes

Updated 105 Episodes

1
Bab 1 Istri Tak dianggap
2
Bab 2 Kekecewaan yang terulang
3
Bab 3 Kekasih Arkana
4
Bab 4 Menyerah
5
Bab 5 Kebersamaan Ibu dan Anak
6
Bab 6 Kehampaan
7
Bab 7 Buah Jatuh Tak Jauh dari pohon
8
Bab 8 Teman Baru
9
Bab 9 Pernyataan Kejam Arkana
10
Bab 10 Rasa Syukur Flora
11
Bab 11 Gengsi dan Ego
12
Bab 12 Surat Perceraian
13
Bab 13 Bertemu Rival
14
Bab 14 Pesta Jonathan
15
Bab 15 Istri Sah Vs Selingkuhan
16
Bab 16 Resmi Bercerai
17
Bab 17 Move On Versi Flora
18
Bab 18 Kejutan dari Jonathan
19
Bab 19 Keinginan Keyra
20
Bab 20 Kekesalan Arkana
21
Bab 21 Kecemburuan Arkana
22
Bab 22 Duda Jatuh Cinta
23
Bab 23 Keputusan Besar Arkana
24
Bab 24 Arkana vs Jonathan
25
Bab 25 Flora vs Devina
26
Bab 26 Kelicikan Devina
27
Bab 27 Kegilaan Arkana
28
Bab 28 Pernyataan Cinta
29
Bab 29 Mantan menantu vs mantan Mertua
30
Bab 30 Rencana Flora dan Jonathan
31
Bab 31 Persiapan
32
Bab 32 Keputusasaan Arkana
33
Bab 33 Cincin
34
Bab 34 Bersaing
35
Bab 35 Hanya Penyesalan
36
Bab 36 Rahasia Arkana
37
Bab 37 Video Panas
38
Bab 38 Berpihak pada Flora
39
Bab 39 Felicya & Evan
40
bab 40 Momen Manis
41
Bab 41 Pernikahan Flora & Jonathan
42
Bab 42 Diluar ekspetasi
43
Bab 43 Rencana Honeymoon
44
Bab 44 Menjemput Keyra
45
Bab 45 Benalu Kecil Bagi Devina
46
Bab 46 Kejadian tak terduga
47
Bab 47 Kembalinya Jonathan & Flora
48
Bab 48 Keresahan Flora
49
Bab 49 Rencana Kejutan
50
Bab 50 Kehamilan Flora
51
Bab 51 Perseteruan Felicya dan Brie
52
Bab 52 Berdusta
53
Bab 53 Kemarahan Devina
54
Bab 54 Nasehat Flora
55
Bab 55 Salah paham?
56
Bab 56 Pembuktian
57
Bab 57
58
Bab 58
59
Bab 59 Tak Sesuai Harapan
60
Bab 60 Ulang Tahun Flora
61
Bab 61 Kecemburuan Jonathan
62
Bab 62 Mengembalikan Barang
63
Bab 63 Sebuah Karma
64
Bab 64 Rencana Perceraian
65
Bab 65 Devina dan Felicya
66
Bab 66
67
Bab 67 Kebahagiaan yang Berbeda
68
Bab 68 Nasehat Orang Tua
69
Bab 69 Perceraian
70
Bab 70 Penyesalan Arkana
71
Bab 71 Penolakan Devina
72
Bab 72 Kehangatan Keluarga
73
Bab 73 Pertengkaran Ayah & Anak
74
Bab 74 Berdamai
75
Bab 75 Keputusan Devina
76
Bab 76 Akhir Keputusan Devina
77
Bab 77 Pertunangan Evan dan Felicya
78
Bab 78 Side Story Awal Kehidupan Baru ( Tentang Arkana)
79
Ban 79 Side Story Arkana- Wanita Galak
80
Bab 80 Side Story Arkana Flashback Masa lalu
81
Bab 81 SSA- Pergi Ke Makam
82
Bab 82 SSA- Keputusan Tania
83
Bab 83 SSA-Keluarga Bahagia Jonathan
84
Bab 84 Keputusan Tania
85
Bab 85 Side Story Arkana-Ending
86
Bab 86 Happy Ending
87
Season 2 Part 1 Perjodohan untuk Keyra
88
Bab 88 Season 2 Part 2
89
Bab 89 Season 2 - Kedatangan Acha
90
Bab 90 Season 2 Part 4
91
Bab 91 Season 2 Part 5
92
Bab 92 Season 2 Part 6
93
Bab 93 Season 2 Part 7
94
Bab 94 Season 2 Part 8
95
Bab 95 Season 2 Part 9
96
Bab 96 Season 2 Part 10
97
Bab 97 Season 2 Part 11
98
Bab 98 Seakan 2 Part 12
99
Bab 99 Season 2 Part 13
100
Bab 100 Season 2 Part 14 Mengadu Pada Mama
101
Bab 101 Jebakan Acha
102
Bab 102 Ditahan di kantor polisi
103
Bab 103 Acah Tak Menyerah
104
Bab 104 Keputusan Paling Gila
105
Bab 105 Kekecewaan Keyra

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!