Bab 7 Buah Jatuh Tak Jauh dari pohon

Di ruang keluarga yang hangat, Devina duduk di antara ibu dan ayahnya, ekspresinya tegar namun penuh harap. Mereka bertiga dikelilingi oleh kehangatan dari perapian di sisi ruangan, namun ketegangan terasa dalam udara.

"Mama, Papa," ucap Devina dengan suara lembut namun mantap.

"Aku ingin bicara tentang hubunganku dengan Arkana."

Mata mereka bertiga bertemu, mencerminkan campuran perasaan penasaran dan kekhawatiran. Mama dari Devina meletakkan tangannya di atas tangan putrinya, memberikan dukungan yang halus tapi kokoh.

"Apa yang ingin kamu bicarakan tentang Arkana, sayang?" tanya Mamanya dengan nada hangat.

Devina menarik napas dalam-dalam sebelum menjawab, "Aku telah berbicara tentang masa depanku dengan Arkana."

"Dia sedang dalam proses perceraian dengan Flora, dan kami telah memutuskan untuk bertunangan setelah itu."

Mama dan papa Devina saling bertukar pandang sebentar sebelum ayahnya meletakkan tangannya di pundak Devina dengan penuh kasih.

"Sayang, kami mendukungmu sepenuhnya. "

"Lagipula dalam hubungan kalian, papa mendapat keuntungan. "

Senyum lega melintas di wajah Devina saat ia merasa beban berat telah sedikit terangkat. "Terima kasih, Mama, Papa. Itu sangat berarti bagi aku karena kalian mendukungku."

Mereka berdua kemudian merangkul Devina dalam kehangatan keluarga, menandakan persetujuan dan dukungan mereka yang tak tergoyahkan terhadap keputusan putri mereka.

"Tak lama lagi aku akan memiliki Arkana sepenuhnya." batin Devina licik.

Devina melepaskan pelukan dari tubuh sang mama. Gadis itu mengambil ponselnya lalu mengirim pesan pada sang kekasih hati.

"Ma, Pa aku mau ke luar bertemu dengan Brie dan Felicya."jawab Devina.Dia lekas bangkit, pergi ke Kamarnya untuk bersiap.

Devina tiba di depan kafe yang telah disepakati sebagai tempat pertemuan dengan Brie dan Felicya. Dengan senyum cerah, dia memasuki kafe yang hangat dan ramai. Melihat Brie dan Felicya sudah duduk di sudut kafe, dia melambaikan tangan sambil tersenyum lebar.

"Brie! Felicya!" serunya sambil melangkah mendekati meja mereka.

Brie dan Felicya bersorak gembira melihat kedatangan Devina. Mereka bertiga saling berpelukan sebelum duduk bersama.

"Kamu terlihat begitu cantik hari ini, Dev!" puji Brie sambil tersenyum.

"Terima kasih, Brie. Kamu juga terlihat luar biasa," balas Devina sambil tersenyum.

Felicya menambahkan,"Aku sangat senang kita bisa berkumpul lagi. Sudah lama sekali kita tidak melakukannya."

Devina mengangguk setuju, "Ya, benar sekali. Jadi, apa rencananya untuk liburan musim panas ini?"

Ketiganya mulai berdiskusi tentang ide-ide liburan yang menarik. Mereka membicarakan destinasi yang ingin mereka kunjungi, aktivitas yang ingin mereka lakukan, dan semua detail lainnya. Semua ide-ide tersebut membuat mereka semakin bersemangat.

"Btw lu berhubungan dengan Arkana?"tanya Brie setelah selesai pesan minuman pada pelayan.

"Iya." jawab Devina dengan senyuman miring nya.

"Lu gila kali, bukankah pria itu sudah punya istri.Kamu mau dianggap pelakor oleh orang orang, Dev?"protes Felicya.

"Apa sih kamu Fel, tak asyik sama sekali.Lagipula Arkana dan istri pria itu dalam proses perceraian." sahut Devina santai.

Devina merasa kesal dengan sikap Felicya yang banyak bicara.dia merasa teman nya yang satu itu terlalu banyak menasehati nya.

"Lu diam saja dah, tak perlu ribet dan terus mengurusi 'ku Fel."

Sementara Devina, Brie, dan Felicya sedang dalam pembicaraan yang semakin intens tentang hubungan Devina dan Arkana, seorang pelayan muda mendekati meja mereka dengan setumpuk cangkir kopi yang mengeluarkan aroma harum. Dengan senyuman ramah, pelayan tersebut menata cangkir-cangkir kopi di atas meja mereka dengan hati-hati.

"Dua Americano dan satu Cappuccino, seperti yang Anda pesan," ucap pelayan tersebut dengan ramah sambil menunjukkan senyum.

Devina, Brie, dan Felicya tersenyum penuh apresiasi pada pelayan. "Terima kasih banyak!" ucap Felicya sambil mengangguk.

Pelayan itu kemudian mengucapkan selamat menikmati minuman mereka sebelum bergerak pergi untuk melayani pelanggan lain.

Devina mengambil cangkir kopi Americano-nya dan menghirup aroma kopi yang segar. "Ah, ini sempurna," ucapnya sambil tersenyum.

Brie mengangkat cangkirnya dan menyentuh cangkir Devina dengan lembut. "Kepada persahabatan kita yang tak tergantikan dan ucapkan selamat atas hubungan Devina dengan Arkana yang akan menjadi tunangan tak lama lagi," ucapnya dengan penuh semangat.

Felicya mengangguk setuju sambil mengangkat cangkirnya. "Benar sekali! Ayo kita toast untuk kebahagiaan kita hari ini," tambahnya dengan antusiasme yang sama.

Ketiganya bersama-sama mengecup cangkir mereka dan tersenyum satu sama lain. Mereka bisa merasakan kegembiraan, sambil menikmati setiap tegukan kopi mereka.

Sambil menikmati minuman mereka, mereka kembali ke pembicaraan tentang rencana liburan mereka, semakin antusias dan penuh semangat untuk menjalani petualangan bersama.

Suasana di sekitar meja mereka dipenuhi dengan tawa, cerita, dan impian tentang apa yang akan mereka lakukan selama liburan musim panas yang akan datang.

"Lebih baik kau diam saja ya Fel, jika kamu masih ingin berteman denganku."ancam Devina dengan senyuman miring.

Felicya menghela napas panjang, dia sangat sulit menasehati sahabatnya yang keras kepala.Dia hanya tak ingin Devina dalam jalur yang salah dengan merebut suami orang.

"Terserah kamu, kalau ada apa apa jangan libatkan aku." sahutnya.

Selesai bicara ketiganya beranjak, Devina langsung membayar pesanan mereka lalu ke luar. Perempuan itu mengajak kedua sahabat menuju ke mall.Hari ini mereka akan bersenang senang dengan shopping.

Devina, Brie, dan Felicya berjalan dengan riang di dalam mal yang ramai. Mereka berjalan melewati berbagai toko dengan jendela yang dihiasi dengan barang-barang menarik. Suasana mal dipenuhi dengan tawa dan kegembiraan dari pengunjung yang berbelanja atau sekadar bersantai.

"Wow, malam ini ada diskon besar-besaran di toko pakaian favoritku," ujar Felicya, matanya berbinar-binar melihat poster diskon di depan toko.

"Benarkah? Aku juga butuh beberapa baju baru," kata Devina dengan antusias. "Kita harus mampir ke sana nanti."

Brie mengangguk setuju sambil tersenyum. "Tentu saja! Tapi sebelumnya, kita bisa mampir ke toko buku sebentar? Aku ingin melihat-lihat koleksi terbaru."

Mereka pun berjalan menuju toko buku, di mana mereka menghabiskan waktu berjam-jam untuk menjelajahi rak-rak yang penuh dengan buku-buku menarik. Mereka saling merekomendasikan buku-buku favorit mereka satu sama lain, tertawa dan berbagi cerita tentang buku-buku yang pernah mereka baca.

Setelah puas berbelanja di toko buku, mereka melanjutkan perjalanan mereka ke toko pakaian favorit Felicya. Di sana, mereka menghabiskan waktu mencari-cari baju yang sesuai dengan selera masing-masing, berusaha memilih yang terbaik dari berbagai koleksi yang ditawarkan.

Tak lupa, mereka juga menyempatkan diri mampir ke restoran untuk menyantap camilan ringan dan minuman segar. Di sana, mereka duduk bersama sambil berbagi cerita dan tawa, menikmati momen kebersamaan mereka.

Saat matahari mulai tenggelam, mereka memutuskan untuk pulang setelah hari yang menyenangkan di mal. Mereka berjalan keluar dari mal dengan senyuman di wajah mereka, membawa pulang barang-barang yang mereka beli dan kenangan yang tak terlupakan dari hari itu.

Terpopuler

Comments

Miss Apple 🍎

Miss Apple 🍎

keren

2024-05-08

1

Fitria Syafei

Fitria Syafei

KK kereeen 😘😘😘

2024-05-08

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 Istri Tak dianggap
2 Bab 2 Kekecewaan yang terulang
3 Bab 3 Kekasih Arkana
4 Bab 4 Menyerah
5 Bab 5 Kebersamaan Ibu dan Anak
6 Bab 6 Kehampaan
7 Bab 7 Buah Jatuh Tak Jauh dari pohon
8 Bab 8 Teman Baru
9 Bab 9 Pernyataan Kejam Arkana
10 Bab 10 Rasa Syukur Flora
11 Bab 11 Gengsi dan Ego
12 Bab 12 Surat Perceraian
13 Bab 13 Bertemu Rival
14 Bab 14 Pesta Jonathan
15 Bab 15 Istri Sah Vs Selingkuhan
16 Bab 16 Resmi Bercerai
17 Bab 17 Move On Versi Flora
18 Bab 18 Kejutan dari Jonathan
19 Bab 19 Keinginan Keyra
20 Bab 20 Kekesalan Arkana
21 Bab 21 Kecemburuan Arkana
22 Bab 22 Duda Jatuh Cinta
23 Bab 23 Keputusan Besar Arkana
24 Bab 24 Arkana vs Jonathan
25 Bab 25 Flora vs Devina
26 Bab 26 Kelicikan Devina
27 Bab 27 Kegilaan Arkana
28 Bab 28 Pernyataan Cinta
29 Bab 29 Mantan menantu vs mantan Mertua
30 Bab 30 Rencana Flora dan Jonathan
31 Bab 31 Persiapan
32 Bab 32 Keputusasaan Arkana
33 Bab 33 Cincin
34 Bab 34 Bersaing
35 Bab 35 Hanya Penyesalan
36 Bab 36 Rahasia Arkana
37 Bab 37 Video Panas
38 Bab 38 Berpihak pada Flora
39 Bab 39 Felicya & Evan
40 bab 40 Momen Manis
41 Bab 41 Pernikahan Flora & Jonathan
42 Bab 42 Diluar ekspetasi
43 Bab 43 Rencana Honeymoon
44 Bab 44 Menjemput Keyra
45 Bab 45 Benalu Kecil Bagi Devina
46 Bab 46 Kejadian tak terduga
47 Bab 47 Kembalinya Jonathan & Flora
48 Bab 48 Keresahan Flora
49 Bab 49 Rencana Kejutan
50 Bab 50 Kehamilan Flora
51 Bab 51 Perseteruan Felicya dan Brie
52 Bab 52 Berdusta
53 Bab 53 Kemarahan Devina
54 Bab 54 Nasehat Flora
55 Bab 55 Salah paham?
56 Bab 56 Pembuktian
57 Bab 57
58 Bab 58
59 Bab 59 Tak Sesuai Harapan
60 Bab 60 Ulang Tahun Flora
61 Bab 61 Kecemburuan Jonathan
62 Bab 62 Mengembalikan Barang
63 Bab 63 Sebuah Karma
64 Bab 64 Rencana Perceraian
65 Bab 65 Devina dan Felicya
66 Bab 66
67 Bab 67 Kebahagiaan yang Berbeda
68 Bab 68 Nasehat Orang Tua
69 Bab 69 Perceraian
70 Bab 70 Penyesalan Arkana
71 Bab 71 Penolakan Devina
72 Bab 72 Kehangatan Keluarga
73 Bab 73 Pertengkaran Ayah & Anak
74 Bab 74 Berdamai
75 Bab 75 Keputusan Devina
76 Bab 76 Akhir Keputusan Devina
77 Bab 77 Pertunangan Evan dan Felicya
78 Bab 78 Side Story Awal Kehidupan Baru ( Tentang Arkana)
79 Ban 79 Side Story Arkana- Wanita Galak
80 Bab 80 Side Story Arkana Flashback Masa lalu
81 Bab 81 SSA- Pergi Ke Makam
82 Bab 82 SSA- Keputusan Tania
83 Bab 83 SSA-Keluarga Bahagia Jonathan
84 Bab 84 Keputusan Tania
85 Bab 85 Side Story Arkana-Ending
86 Bab 86 Happy Ending
87 Season 2 Part 1 Perjodohan untuk Keyra
88 Bab 88 Season 2 Part 2
89 Bab 89 Season 2 - Kedatangan Acha
90 Bab 90 Season 2 Part 4
91 Bab 91 Season 2 Part 5
92 Bab 92 Season 2 Part 6
93 Bab 93 Season 2 Part 7
94 Bab 94 Season 2 Part 8
95 Bab 95 Season 2 Part 9
96 Bab 96 Season 2 Part 10
97 Bab 97 Season 2 Part 11
98 Bab 98 Seakan 2 Part 12
99 Bab 99 Season 2 Part 13
100 Bab 100 Season 2 Part 14 Mengadu Pada Mama
101 Bab 101 Jebakan Acha
102 Bab 102 Ditahan di kantor polisi
103 Bab 103 Acah Tak Menyerah
104 Bab 104 Keputusan Paling Gila
105 Bab 105 Kekecewaan Keyra
Episodes

Updated 105 Episodes

1
Bab 1 Istri Tak dianggap
2
Bab 2 Kekecewaan yang terulang
3
Bab 3 Kekasih Arkana
4
Bab 4 Menyerah
5
Bab 5 Kebersamaan Ibu dan Anak
6
Bab 6 Kehampaan
7
Bab 7 Buah Jatuh Tak Jauh dari pohon
8
Bab 8 Teman Baru
9
Bab 9 Pernyataan Kejam Arkana
10
Bab 10 Rasa Syukur Flora
11
Bab 11 Gengsi dan Ego
12
Bab 12 Surat Perceraian
13
Bab 13 Bertemu Rival
14
Bab 14 Pesta Jonathan
15
Bab 15 Istri Sah Vs Selingkuhan
16
Bab 16 Resmi Bercerai
17
Bab 17 Move On Versi Flora
18
Bab 18 Kejutan dari Jonathan
19
Bab 19 Keinginan Keyra
20
Bab 20 Kekesalan Arkana
21
Bab 21 Kecemburuan Arkana
22
Bab 22 Duda Jatuh Cinta
23
Bab 23 Keputusan Besar Arkana
24
Bab 24 Arkana vs Jonathan
25
Bab 25 Flora vs Devina
26
Bab 26 Kelicikan Devina
27
Bab 27 Kegilaan Arkana
28
Bab 28 Pernyataan Cinta
29
Bab 29 Mantan menantu vs mantan Mertua
30
Bab 30 Rencana Flora dan Jonathan
31
Bab 31 Persiapan
32
Bab 32 Keputusasaan Arkana
33
Bab 33 Cincin
34
Bab 34 Bersaing
35
Bab 35 Hanya Penyesalan
36
Bab 36 Rahasia Arkana
37
Bab 37 Video Panas
38
Bab 38 Berpihak pada Flora
39
Bab 39 Felicya & Evan
40
bab 40 Momen Manis
41
Bab 41 Pernikahan Flora & Jonathan
42
Bab 42 Diluar ekspetasi
43
Bab 43 Rencana Honeymoon
44
Bab 44 Menjemput Keyra
45
Bab 45 Benalu Kecil Bagi Devina
46
Bab 46 Kejadian tak terduga
47
Bab 47 Kembalinya Jonathan & Flora
48
Bab 48 Keresahan Flora
49
Bab 49 Rencana Kejutan
50
Bab 50 Kehamilan Flora
51
Bab 51 Perseteruan Felicya dan Brie
52
Bab 52 Berdusta
53
Bab 53 Kemarahan Devina
54
Bab 54 Nasehat Flora
55
Bab 55 Salah paham?
56
Bab 56 Pembuktian
57
Bab 57
58
Bab 58
59
Bab 59 Tak Sesuai Harapan
60
Bab 60 Ulang Tahun Flora
61
Bab 61 Kecemburuan Jonathan
62
Bab 62 Mengembalikan Barang
63
Bab 63 Sebuah Karma
64
Bab 64 Rencana Perceraian
65
Bab 65 Devina dan Felicya
66
Bab 66
67
Bab 67 Kebahagiaan yang Berbeda
68
Bab 68 Nasehat Orang Tua
69
Bab 69 Perceraian
70
Bab 70 Penyesalan Arkana
71
Bab 71 Penolakan Devina
72
Bab 72 Kehangatan Keluarga
73
Bab 73 Pertengkaran Ayah & Anak
74
Bab 74 Berdamai
75
Bab 75 Keputusan Devina
76
Bab 76 Akhir Keputusan Devina
77
Bab 77 Pertunangan Evan dan Felicya
78
Bab 78 Side Story Awal Kehidupan Baru ( Tentang Arkana)
79
Ban 79 Side Story Arkana- Wanita Galak
80
Bab 80 Side Story Arkana Flashback Masa lalu
81
Bab 81 SSA- Pergi Ke Makam
82
Bab 82 SSA- Keputusan Tania
83
Bab 83 SSA-Keluarga Bahagia Jonathan
84
Bab 84 Keputusan Tania
85
Bab 85 Side Story Arkana-Ending
86
Bab 86 Happy Ending
87
Season 2 Part 1 Perjodohan untuk Keyra
88
Bab 88 Season 2 Part 2
89
Bab 89 Season 2 - Kedatangan Acha
90
Bab 90 Season 2 Part 4
91
Bab 91 Season 2 Part 5
92
Bab 92 Season 2 Part 6
93
Bab 93 Season 2 Part 7
94
Bab 94 Season 2 Part 8
95
Bab 95 Season 2 Part 9
96
Bab 96 Season 2 Part 10
97
Bab 97 Season 2 Part 11
98
Bab 98 Seakan 2 Part 12
99
Bab 99 Season 2 Part 13
100
Bab 100 Season 2 Part 14 Mengadu Pada Mama
101
Bab 101 Jebakan Acha
102
Bab 102 Ditahan di kantor polisi
103
Bab 103 Acah Tak Menyerah
104
Bab 104 Keputusan Paling Gila
105
Bab 105 Kekecewaan Keyra

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!