Bab 5 Kebersamaan Ibu dan Anak

Flora dan Keyra tiba di depan rumah baru mereka pada siang hari yang cerah. Rumah itu terlihat indah dengan taman yang terawat di depannya. Tidak terlalu mewah, namun tak terlalu sederhana. Flora memandangi rumah itu dengan harapan baru yang memenuhi hatinya.

Saat mereka mendekati rumah, mata Keyra tertuju pada sebuah ayunan di taman samping. Dengan antusiasme, ia menarik tangan Flora dan berlari ke arahnya. Ayunan itu terlihat begitu menarik dan mengundang mereka untuk meluangkan waktu bersama.

"Mommy, lihatlah! Ada ayunan di taman samping!" seru Keyra, wajahnya berbinar secerah mentari.

Flora tersenyum sambil mengikuti langkah Keyra menuju ayunan. Ia dengan hati yang gembira merasakan harapan dan kebahagiaan putrinya.

Mereka berdua merasakan energi yang positif mengalir di sekitar mereka, mengisyaratkan bahwa rumah ini benar-benar memberikan kesempatan baru yang penuh kebahagiaan.

Keyra segera naik ke ayunan dengan riang gembira."Ayo naik mom!"

Flora tidak bisa menolak ajakan putrinya. Ia duduk di ayunan yang kosong dan membiarkan dirinya tersapu perasaan melayang-layang di udara.

Flora dan Keyra bersama-sama naik ayunan. Saat ayunan meluncur maju-mundur, Flora melambungkan pikirannya. Ia membayangkan masa depan mereka di rumah baru ini.

Suaranya penuh semangat ketika ia berbicara kepada Keyra, "Sayang, bayangkan betapa menyenangkannya kita akan memiliki waktu yang indah bersama di sini. "

Keyra yang masih bergelayut di ayunan, tertawa girang. "Iya, mommy! Aku sangat senang bisa memiliki ayunan ini. Kita bisa bermain setiap hari!"

Flora meyakinkan Keyra dengan penuh kelembutan, "Kamu tahu, Nak, rumah ini adalah tempat di mana kita bisa merasa aman dan nyaman. Kita dapat mengisi setiap sudutnya dengan kebahagiaan dan cinta. Ayunan ini adalah tempat untuk merayakan kehidupan kita dan membuka lembaran baru.

Keyra tersenyum puas, karena ia dapat merasakan cinta dan perhatian yang Flora tuangkan dalam kata-katanya. Mereka berdua duduk di ayunan, menikmati gerakan yang lembut sambil merenungi keberkahan yang mereka temui di sepanjang perjalanan hidup.

Di antara tawa dan kegembiraan mereka, Flora dan Keyra bisa merasakan getaran positif yang memenuhi rumah baru mereka.

Mereka merasakan bahwa setiap bagian dari rumah ini, termasuk ayunan di taman samping, adalah representasi dari kekuatan, ketahanan, dan kebahagiaan baru yang mereka temukan bersama.

Flora memandangi putrinya dengan penuh kasih, meyakinkan Keyra bahwa mereka telah menemukan tempat yang tepat untuk memulai hidup baru.

Ayunan di taman samping adalah simbol kegembiraan, kebebasan, dan kebersamaan yang sudah mereka lupakan sebelumnya.

Dengan hati yang riang, Flora dan Keyra mengayunkan ayunan mereka ke depan dan ke belakang.

Flora dan Keyra menghabiskan waktu bermain di ayunan di samping teras dengan sukacita. Setelah beberapa saat, Flora melihat matahari mulai merunduk di cakrawala, memberi tanda bahwa mereka sebaiknya masuk ke dalam rumah.

"Sayang, sudah waktunya kita masuk ke dalam. Kita bisa melanjutkan petualangan kita di dalam rumah baru kita," ucap Flora dengan penuh kelembutan.

Keyra melihat ibunya dengan wajah yang riang. Meski sedikit kecewa karena harus meninggalkan ayunan, dia tahu bahwa ada banyak hal menarik yang menanti mereka dalam rumah.

"Mom, apa yang akan kita lakukan setelah ini?" Keyra bertanya dengan antusiasme.

Flora tersenyum dan merangkul Keyra. "Kita akan menjelajahi setiap sudut rumah ini, sayang. Kita bisa mengatur kamar tidur kita, melihat dapur yang baru, dan menemukan tempat-tempat spesial yang akan membuat rumah ini terasa seperti tempat yang benar-benar kita miliki."

Dengan hati riang, Flora dan Keyra berjalan menuju pintu depan dan masuk ke dalam rumah baru mereka. Flora dengan lembut membuka pintu dan menarik Keyra masuk.

Saat mereka memasuki ruang tamu, cahaya hangat memenuhi ruangan dan membuatnya terasa nyaman. Perabotan yang indah tersusun rapi di sekitar ruangan itu, mencerminkan kehangatan dan keindahan yang Flora harapkan dari rumah baru mereka.

"Mommy, apa kita bisa membuat ruang tamu ini lebih indah?" tanya Keyra dengan penuh semangat.

Flora tersenyum dan mengangguk. "Ya, tentu kita bisa, sayang. Kita akan menambahkan sedikit furnitur di sini dan membuatnya terasa lebih nyaman dan hangat. Kita bisa menghias dengan gambar-gambar keluarga kita, meletakkan bunga-bunga segar di sini, dan membuat tempat ini benar-benar menjadi rumah kita sendiri."

Keyra berbinar-binar mendengar rencana ibunya. Mereka berdua melanjutkan perjalanan mereka melewati ruang tamu dan melihat-lihat ruangan lainnya. Flora membuka pintu menuju kamar tidur, di mana mereka akan tidur dan bermimpi tentang masa depan yang indah.

"Sayang, lihatlah! Ini adalah kamar tidur kita yang baru. Mari kita membuatnya nyaman untuk kita tidur dan bermimpi indah," kata Flora sambil memandangi kamar tidur yang hangat dan menyenangkan.

Keyra melompat-lompat ke atas tempat tidur, menciptakan kegembiraan di sekitarnya. "Mommy, aku ingin menambahkan bantal dan boneka favoritku di sini sehingga kamar tidur ini akan terasa seperti tempat tidur yang nyaman," kesannya penuh semangat.

Flora tersenyum dan menyetujui. "Tentu, sayang. Kita akan mendekorasinya sesuai dengan kepribadian kita masing-masing, sehingga kita bisa merasa nyaman dan bahagia di kamar ini. Kita juga bisa menjadikannya tempat untuk bercerita dan berbagi cerita sebelum tidur."

Dengan hati yang penuh kebahagiaan, Flora dan Keyra melakukan perjalanan di sepanjang rumah, menemukan semua potensi dan keindahan yang ada di dalamnya.

Mereka saling membantu dan menciptakan ruang yang indah untuk membangun kenangan baru dan memperkuat ikatan mereka sebagai keluarga.

Ketika matahari semakin merunduk dan langit mulai gelap, Flora dan Keyra bangun dari petualangan mereka dan merasa lapar. Mereka berjalan ke dapur untuk menikmati makan malam yang lezat bersama.

Dalam rumah baru mereka yang penuh cinta, mereka merasa bahwa apapun yang mereka lakukan, selama mereka bersama, akan menjadi momen yang istimewa.

Flora dan Keyra memasuki rumah baru mereka dengan hati yang penuh kegembiraan. Bagi mereka, rumah ini lebih dari sekadar tempat tinggal.

Itu adalah tempat di mana mereka akan tumbuh bersama, membangun kenangan tak terlupakan, dan menciptakan masa depan yang indah.

Flora dan putrinya, Keyra, melangkah keluar dari pusat perbelanjaan dengan senyum cerah di wajah mereka. Tangan mereka penuh dengan tas-tas belanjaan yang berisi barang-barang baru yang mereka beli untuk rumah. Cahaya senja menyinari jalanan, memberikan nuansa hangat dan damai.

"Kita berhasil menemukan banyak barang bagus hari ini, ya,sayang?" tanya Flora sambil tersenyum pada Keyra yang berjalan di sisinya.

Keyra mengangguk sambil tersenyum lebar. "Iya, Mama! Aku sangat senang dengan semua yang kita beli."

Mereka berdua berjalan menuju taksi mereka dengan langkah ringan, berbagi obrolan tentang barang-barang baru mereka. Begitu tiba di rumah, Flora segera membawa belanjaan ke dalam rumah.

Sesampainya di dapur, Flora langsung membuka pintu kulkas dan menyusun barang-barang belanjaan yang memerlukan pendinginan di raknya. Sementara itu, Keyra membantunya dengan penuh semangat, membuka kemasan-kemasan dan menyusunnya dengan rapi di meja dapur.

Setelah semua barang sudah tersusun dengan rapi, Flora memutuskan untuk menyiapkan camilan dan minuman untuk mereka berdua di ruang tamu. Dia mengambil beberapa buah dan sayuran dari kulkas, memotongnya menjadi potongan-potongan kecil, dan menyusunnya di atas sebuah piring. Kemudian, dia mengambil beberapa minuman dari lemari es dan menuangkannya ke dalam gelas-gelas yang cantik.

"Sudah siap, Keyra?" ucap Flora sambil memasukkan piring berupa camilan dan gelas berisi minuman jus dan kopi ke dalam sebuah nampan.

"Ayo duduk dan bersantai setelah seharian sibuk."

Keyra mengikuti ibunya ke ruang tamu dan duduk di sofa, tersenyum gembira saat melihat camilan dan minuman yang disiapkan Flora. Mereka berdua duduk bersama, menikmati camilan dan minuman

Flora merasa bersyukur memiliki putri yang begitu berharga seperti Keyra, dan Keyra merasa beruntung memiliki seorang ibu yang begitu peduli dan perhatian seperti Flora.

Mereka berdua merasa bahagia dan bersyukur atas momen indah ini, dan mereka berdua berharap dapat membuat lebih banyak kenangan yang berharga seperti ini di masa depan.

"Sayang maafin mommy ya setelah ini kita akan berhemat!" ucap Flora pada Keyra, putri kecilnya.

"Tidak apa apa mom, Keyra lebih bahagia hidup seperti ini bareng mommy."jawab Keyra.

"Key jadi tak ingin dewasa, karena masalah orang dewasa rumit!"

Flora mampu terdiam setelah mendengar curahan hati putri kecilnya.Dia menghela napas panjang, mengusap kepala sang anak dengan penuh kasih sayang.

"Sayang jangan pikirkan urusan orang dewasa hm, kamu hanya perlu belajar dan bermain dengan teman barumu nanti."

"Iya mommy!"

Terpopuler

Comments

Queen al

Queen al

udh bagus cerita kk cuman saran az jagan muter cerita.. jdi bingung..

2024-05-20

0

Putri Chaniago

Putri Chaniago

aq baru baca tp langsung pengen g sabaran liat kehancuran n penyesalan Arkana n selingkuhannya serta keluarga besar Arkana

2024-05-08

4

Miss Apple 🍎

Miss Apple 🍎

semangat

2024-05-07

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 Istri Tak dianggap
2 Bab 2 Kekecewaan yang terulang
3 Bab 3 Kekasih Arkana
4 Bab 4 Menyerah
5 Bab 5 Kebersamaan Ibu dan Anak
6 Bab 6 Kehampaan
7 Bab 7 Buah Jatuh Tak Jauh dari pohon
8 Bab 8 Teman Baru
9 Bab 9 Pernyataan Kejam Arkana
10 Bab 10 Rasa Syukur Flora
11 Bab 11 Gengsi dan Ego
12 Bab 12 Surat Perceraian
13 Bab 13 Bertemu Rival
14 Bab 14 Pesta Jonathan
15 Bab 15 Istri Sah Vs Selingkuhan
16 Bab 16 Resmi Bercerai
17 Bab 17 Move On Versi Flora
18 Bab 18 Kejutan dari Jonathan
19 Bab 19 Keinginan Keyra
20 Bab 20 Kekesalan Arkana
21 Bab 21 Kecemburuan Arkana
22 Bab 22 Duda Jatuh Cinta
23 Bab 23 Keputusan Besar Arkana
24 Bab 24 Arkana vs Jonathan
25 Bab 25 Flora vs Devina
26 Bab 26 Kelicikan Devina
27 Bab 27 Kegilaan Arkana
28 Bab 28 Pernyataan Cinta
29 Bab 29 Mantan menantu vs mantan Mertua
30 Bab 30 Rencana Flora dan Jonathan
31 Bab 31 Persiapan
32 Bab 32 Keputusasaan Arkana
33 Bab 33 Cincin
34 Bab 34 Bersaing
35 Bab 35 Hanya Penyesalan
36 Bab 36 Rahasia Arkana
37 Bab 37 Video Panas
38 Bab 38 Berpihak pada Flora
39 Bab 39 Felicya & Evan
40 bab 40 Momen Manis
41 Bab 41 Pernikahan Flora & Jonathan
42 Bab 42 Diluar ekspetasi
43 Bab 43 Rencana Honeymoon
44 Bab 44 Menjemput Keyra
45 Bab 45 Benalu Kecil Bagi Devina
46 Bab 46 Kejadian tak terduga
47 Bab 47 Kembalinya Jonathan & Flora
48 Bab 48 Keresahan Flora
49 Bab 49 Rencana Kejutan
50 Bab 50 Kehamilan Flora
51 Bab 51 Perseteruan Felicya dan Brie
52 Bab 52 Berdusta
53 Bab 53 Kemarahan Devina
54 Bab 54 Nasehat Flora
55 Bab 55 Salah paham?
56 Bab 56 Pembuktian
57 Bab 57
58 Bab 58
59 Bab 59 Tak Sesuai Harapan
60 Bab 60 Ulang Tahun Flora
61 Bab 61 Kecemburuan Jonathan
62 Bab 62 Mengembalikan Barang
63 Bab 63 Sebuah Karma
64 Bab 64 Rencana Perceraian
65 Bab 65 Devina dan Felicya
66 Bab 66
67 Bab 67 Kebahagiaan yang Berbeda
68 Bab 68 Nasehat Orang Tua
69 Bab 69 Perceraian
70 Bab 70 Penyesalan Arkana
71 Bab 71 Penolakan Devina
72 Bab 72 Kehangatan Keluarga
73 Bab 73 Pertengkaran Ayah & Anak
74 Bab 74 Berdamai
75 Bab 75 Keputusan Devina
76 Bab 76 Akhir Keputusan Devina
77 Bab 77 Pertunangan Evan dan Felicya
78 Bab 78 Side Story Awal Kehidupan Baru ( Tentang Arkana)
79 Ban 79 Side Story Arkana- Wanita Galak
80 Bab 80 Side Story Arkana Flashback Masa lalu
81 Bab 81 SSA- Pergi Ke Makam
82 Bab 82 SSA- Keputusan Tania
83 Bab 83 SSA-Keluarga Bahagia Jonathan
84 Bab 84 Keputusan Tania
85 Bab 85 Side Story Arkana-Ending
86 Bab 86 Happy Ending
87 Season 2 Part 1 Perjodohan untuk Keyra
88 Bab 88 Season 2 Part 2
89 Bab 89 Season 2 - Kedatangan Acha
90 Bab 90 Season 2 Part 4
91 Bab 91 Season 2 Part 5
92 Bab 92 Season 2 Part 6
93 Bab 93 Season 2 Part 7
94 Bab 94 Season 2 Part 8
95 Bab 95 Season 2 Part 9
96 Bab 96 Season 2 Part 10
97 Bab 97 Season 2 Part 11
98 Bab 98 Seakan 2 Part 12
99 Bab 99 Season 2 Part 13
100 Bab 100 Season 2 Part 14 Mengadu Pada Mama
101 Bab 101 Jebakan Acha
102 Bab 102 Ditahan di kantor polisi
103 Bab 103 Acah Tak Menyerah
104 Bab 104 Keputusan Paling Gila
105 Bab 105 Kekecewaan Keyra
Episodes

Updated 105 Episodes

1
Bab 1 Istri Tak dianggap
2
Bab 2 Kekecewaan yang terulang
3
Bab 3 Kekasih Arkana
4
Bab 4 Menyerah
5
Bab 5 Kebersamaan Ibu dan Anak
6
Bab 6 Kehampaan
7
Bab 7 Buah Jatuh Tak Jauh dari pohon
8
Bab 8 Teman Baru
9
Bab 9 Pernyataan Kejam Arkana
10
Bab 10 Rasa Syukur Flora
11
Bab 11 Gengsi dan Ego
12
Bab 12 Surat Perceraian
13
Bab 13 Bertemu Rival
14
Bab 14 Pesta Jonathan
15
Bab 15 Istri Sah Vs Selingkuhan
16
Bab 16 Resmi Bercerai
17
Bab 17 Move On Versi Flora
18
Bab 18 Kejutan dari Jonathan
19
Bab 19 Keinginan Keyra
20
Bab 20 Kekesalan Arkana
21
Bab 21 Kecemburuan Arkana
22
Bab 22 Duda Jatuh Cinta
23
Bab 23 Keputusan Besar Arkana
24
Bab 24 Arkana vs Jonathan
25
Bab 25 Flora vs Devina
26
Bab 26 Kelicikan Devina
27
Bab 27 Kegilaan Arkana
28
Bab 28 Pernyataan Cinta
29
Bab 29 Mantan menantu vs mantan Mertua
30
Bab 30 Rencana Flora dan Jonathan
31
Bab 31 Persiapan
32
Bab 32 Keputusasaan Arkana
33
Bab 33 Cincin
34
Bab 34 Bersaing
35
Bab 35 Hanya Penyesalan
36
Bab 36 Rahasia Arkana
37
Bab 37 Video Panas
38
Bab 38 Berpihak pada Flora
39
Bab 39 Felicya & Evan
40
bab 40 Momen Manis
41
Bab 41 Pernikahan Flora & Jonathan
42
Bab 42 Diluar ekspetasi
43
Bab 43 Rencana Honeymoon
44
Bab 44 Menjemput Keyra
45
Bab 45 Benalu Kecil Bagi Devina
46
Bab 46 Kejadian tak terduga
47
Bab 47 Kembalinya Jonathan & Flora
48
Bab 48 Keresahan Flora
49
Bab 49 Rencana Kejutan
50
Bab 50 Kehamilan Flora
51
Bab 51 Perseteruan Felicya dan Brie
52
Bab 52 Berdusta
53
Bab 53 Kemarahan Devina
54
Bab 54 Nasehat Flora
55
Bab 55 Salah paham?
56
Bab 56 Pembuktian
57
Bab 57
58
Bab 58
59
Bab 59 Tak Sesuai Harapan
60
Bab 60 Ulang Tahun Flora
61
Bab 61 Kecemburuan Jonathan
62
Bab 62 Mengembalikan Barang
63
Bab 63 Sebuah Karma
64
Bab 64 Rencana Perceraian
65
Bab 65 Devina dan Felicya
66
Bab 66
67
Bab 67 Kebahagiaan yang Berbeda
68
Bab 68 Nasehat Orang Tua
69
Bab 69 Perceraian
70
Bab 70 Penyesalan Arkana
71
Bab 71 Penolakan Devina
72
Bab 72 Kehangatan Keluarga
73
Bab 73 Pertengkaran Ayah & Anak
74
Bab 74 Berdamai
75
Bab 75 Keputusan Devina
76
Bab 76 Akhir Keputusan Devina
77
Bab 77 Pertunangan Evan dan Felicya
78
Bab 78 Side Story Awal Kehidupan Baru ( Tentang Arkana)
79
Ban 79 Side Story Arkana- Wanita Galak
80
Bab 80 Side Story Arkana Flashback Masa lalu
81
Bab 81 SSA- Pergi Ke Makam
82
Bab 82 SSA- Keputusan Tania
83
Bab 83 SSA-Keluarga Bahagia Jonathan
84
Bab 84 Keputusan Tania
85
Bab 85 Side Story Arkana-Ending
86
Bab 86 Happy Ending
87
Season 2 Part 1 Perjodohan untuk Keyra
88
Bab 88 Season 2 Part 2
89
Bab 89 Season 2 - Kedatangan Acha
90
Bab 90 Season 2 Part 4
91
Bab 91 Season 2 Part 5
92
Bab 92 Season 2 Part 6
93
Bab 93 Season 2 Part 7
94
Bab 94 Season 2 Part 8
95
Bab 95 Season 2 Part 9
96
Bab 96 Season 2 Part 10
97
Bab 97 Season 2 Part 11
98
Bab 98 Seakan 2 Part 12
99
Bab 99 Season 2 Part 13
100
Bab 100 Season 2 Part 14 Mengadu Pada Mama
101
Bab 101 Jebakan Acha
102
Bab 102 Ditahan di kantor polisi
103
Bab 103 Acah Tak Menyerah
104
Bab 104 Keputusan Paling Gila
105
Bab 105 Kekecewaan Keyra

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!