Episode 19 Permintaan Alvano.

"Kenapa sih dia malah datang!" batin Kyarra yang berjalan di belakang Alvano di koridor rumah sakit.

"Seharusnya aku masih memiliki sedikit kebebasan dan tidak seperti ini. Tetapi dia malah datang dan membuat mood ku berantakan," Kyarra terus mengoceh yang tidak melihat jalannya sampai akhirnya Kyarra menabrak punggung Alvano yang tidak tahu kapan berhenti di depannya.

"Auhhhh!" lirih Kayra.

"Makanya jalan pakai mata!" kesal Alvano yang sudah berbalik badan.

"Jalan pakai kaki, bukan mata," jawab Kyarra yang mengusap-usap dahinya.

"Ada saja jawabannya!" kesal Alvano.

"Lagi pula kamu ngapain coba tiba-tiba berhenti?" Kyarra tidak akan puas jika tidak menyalahkan Alvano.

"Lihatlah. Hanya ini yang bisa kau lakukan, menyalahkan orang,"

"Di mana ruangan ibumu?" tanya Alvano ketus yang malas berdebat dengan istrinya itu.

"3 kamar lagi," sahut Kyarra.

Alvano menghela nafas dan melanjutkan langkahnya.

"Isss dasar membuat dahi ku sakit saja," oceh Kyarra yang melanjutkan langkahnya menyusul Alvano.

Alvano dan Kyarra yang sudah berada di depan ruangan Ibu mertuanya itu.

"Kau ingin melihat ibu ku?" tanya Kyarra.

"Tidak. Tapi hanya ingin bertemu dengan Dokter," jawab Alvano.

"Kalau bertemu Dokter bukan di ruangan Ibu ku. Tapi di ruangan Dokter," ucap Kyarra.

"Kau tidak perlu mengajariku. Aku tahu itu," sahut Alvano.

"Ya sudah kalau begitu sana ketemu Dokter," kesal Kyarra. Alvano hanya diam saja. Dia memang ingin menemui Dokter untuk mengetahui perkembangan kesehatan Ibu Kyarra. Karena mertuanya sudah dirawat lebih dari satu minggu di rumah sakit tersebut

************

Dubai.

Dubai tempat Ibu dari Kyarra di rawat. Dubai kota terpadat yang terletak di Uni Emirat Arab. Kota Dubai yang terlihat di begitu indah di bagian timur tengah. Kota dengan gedung-gedung pencakar langit yang tinggi dan yang menjadi destinasi tempat kunjungan pariwisata paling populer. Yang menjadi salah satu tempat yang sering di kunjungi salah satunya adalah air mancur yang sangat tinggi.

Alvano dan Kyarra yang juga keluar dari rumah sakit untuk berjalan-jalan sebentar. Alvano tadi sudah berbicara dengan Dokter mengenai kondisi Ibu Kayra dan memang Kyarra tidak bisa pulang cepat. Karena Alvano benar apa adanya yang di katakan Dokter padanya barusan.

Kyarra dan Alvano yang yang berjalan-jalan disekitaran kota Dubai yang terlihat keduanya berbicara dengan bersebelahan.

"Bagaimana Ibu kamu?" tanya Alvano.

"Bukannya kamu sudah bertemu dengan Dokter! Lalu kenapa bertanya lagi padaku!" ucap Kyarra.

"Apa salahnya aku ingin tahu jawaban dari kamu, mengingat kamu yang menjaganya dan pasti kamu tahu bagaimana perkembangannya," ucap Alvano.

"Masih sama dengan yang sebelumnya. Ibu masih sakit. Tetapi kata Dokter keadaannya akan membaik," jawab Kyarra.

"Kamu jangan khawatir. Aku akan pulang kok," lanjut Kyarra yang pasti tahu Alvano ingin dia cepat pulang.

"Memang kamu harus pulang. Aku tidak menyuruhmu untuk tetap berada di sini," tegas Alvano.

"Iya-iya!" sahut Kyarra menghela nafas. Kyarra ngambil tempat duduk yang duduk di dekat air mancur dengan menatap air mancur yang indah. Alvano yang juga menyusul duduk di sampingnya.

"Mungkin sakit Ibu membawa berkah dan jika tidak berada di sini. Aku pasti tidak akan pernah melihat keindahan kota ini," ucap Kyarra.

"Kau memanfaatkan Ibu mu yang sakit dengan liburan?" tanya Alvano

"Siapa juga yang memanfaatkan Ibu. Kamu hanya salah paham saja. Aku tidak memanfaatkannya sama sekali. Aku hanya mengatakan membawa berkah," tegas Kyarra.

"Itu sama saja," sahut Alvano. Kyarra terdiam dan menikmati udara di kota tersebut. Tatapan mata Kyarra melihat air mancur yang indah itu. Alvano yang duduk di sampingnya juga tidak mengatakan apa-apa lagi.

"Makasih sudah membawa Ibu ku ke rumah sakit di sini dan Ibu mendapatkan perawatan yang jauh lebih baik," ucap Kyarra yang membuat Alvano menoleh melihatnya.

"Sudah begitu lama ibu di rumah sakit. Jika tidak kecelakaan Ibu pasti tidak koma dan di tambah penyakitnya yang membuatnya tidak pernah bangun," lanjut Kyarra dengan wajah sedihnya.

"Jangan curhat denganku, aku tidak mudah bersimpatik," sahut Alvano membuat Kyarra menoleh dengan ekspresi wajahnya yang langsung berubah dengan kesal.

"Isss kenapa manusia yang satu ini menyebabkan sekali. Apa salahnya merespon ucapanku dengan baik," kesal Kyarra.

"Kenapa matamu melihatku seperti itu?" tanya Alvano.

"Nggak apa-apa," jawab Kyarra yang kembali menoleh ke arah depan dengan wajah kesalnya.

"Isss dasar manusia es kutup Utara menyebalkan dan membuatku naik darah," Kyarra sejak tadi hanya dibuat kesel oleh Alvano.

Alvano melihat di sekitarnya dan matanya melihat salah satu Restaurant.

"Ayo makan. Perutku lapar!" Alvano berdiri dari tempat duduknya.

"Tumben sekali dia mengajakku makan, apa aku salah dengar," batin Kyarra .

"Kenapa masih duduk di sana. Ayo cepat! Kau ingin aku membujukmu" titah Alvano dengan kesal pada Kyarra.

"Mau makan di mana?" tanya Kyarra.

"Aku mengajakmu makan dan kau tidak perlu bertanya ini dan itu. Itu urusanku. Jadi mengikut saja," jawab Alvano kesal.

"Malah masih bengong. Ayo cepat. Atau aku akan meninggalkanmu dan tidak akan memberimu makan," tegas Alvano.

"Iya-iya!" sahut Kyarra dengan mengangguk yang mengikuti saja kemana Alvano. Karena Alvano yang sudah kesal kepadanya. Sama dengan Kyarra yang sejak tadi kesal dengan Alvano.

*******

Akhirnya Alvano dan Kyarra makan bersama di salah satu Restaurant mewah dengan makanan yang sudah penuh di atas meja. Di Restaurant mahal dan pasti makanannya juga mahal dan semua Alvano yang memesannya.

"Kenapa kau melihat makanan seperti itu. Apa tidak pernah melihat makanan seperti ini!" tebak Alvano yang sejak tadi memperhatikan Kyarra.

"Mamang aku tidak pernah melihat makanan seperti ini!" jawan Kyarra jujur apa adanya. Ini hal baru untuknya.

Alvano mendengus, "jangan-jangan benar-benar. Jika kau sebenarnya memang tinggal di hutan. Makanya tidak pernah makan. Makanan seperti ini," ejek Alvano.

"Tidak seperti itu juga, sembarangan bicara. Ini itu makanan mahal. Aku bukan orangnya kaya. Jadi wajar tidak tahu," kesal Kyarra.

"Kalau begitu makanlah! Kapan lagi kau bisa makan seenak ini. Apalagi makan bersama pria seperti aku. Tampan dan menarik," ucap Alvano dengan percaya diri membuat Kayra tampak shock.

"Astaga percaya diri sekali. Kau mengatakan dirimu tampan dan menarik. Cih!" sahut Kyarra dengan mendengus yang justru merasa jijik.

"Kau tidak bisa menyangkal itu," sahut Alvano yang semakin percaya diri dengan tersenyum miring.

"Dasar percaya diri sekali dengan ketampanannya. Tampan dari mana!" kesal Kayra dengan mendengus kasar yang geleng-geleng kepala.

Kyarra dan Alvano sudah mulai makan. Kyarra mencoba untuk makan dengan santai dan elegan. Menyesuaikan dirinya makan dengan siapa dan biasanya Kyarra gak pernah peduli sama sekali dengan cara makan, karena tidak akan kenyang. Tapi kali ini Kyarra harus peduli. Karena Alvano orang yang terpandang dan jangan membuat Alvano marah.

Di tengah makan keduanya yang saling berhadapan. Alvano melihat ke arah Kyarra yang makan dengan santai. Alvano mengambil minuman dan langsung minum dan kembali melihat Kyarra.

"Aku ingin kau malam ini melaksanakan tugasmu dan kewajiban mu yang tertunda," ucap Alvano tiba-tiba.

Sendok yang ingin mengambil makanan itu tuba-tiba berhenti bergerak.

"Ini sudah saatnya, kau harus memberikan hak ku malam ini," lanjut Alvano.

Bersambung

Episodes
1 Episode 1 Hasrat Pasangan kekasih
2 Episode 2 Ternyata bermain Api.
3 Episode 3 Lahirkan anakku.
4 Episode 4 Rahim Wanita itu.
5 Episode 5 Kehidupan Kyarra.
6 Episode 6. 5 Miliyar lahirkan anakku
7 Episode 7 Butuh uang
8 Episode 8 Tidak punya pilihan.
9 Episode 9 Perkenalan dengan Eyang.
10 Episode 10 Pernikahan.
11 Episode 11 Sah.
12 Episode 12 Malam untuk Alvano dan Kyarra.
13 Episode 13 Suami penuh kesabaran.
14 Episode 14 Harus tinggal bersama.
15 Episode 15 Melihatnya diam-diam.
16 Episode 16 Simpatik
17 Episode 17 Ciuman yang menagih.
18 Episode 18 Tidak tahan LDR dan akhirnya menyusul.
19 Episode 19 Permintaan Alvano.
20 Episode 20 Malam panas untuk keduanya.
21 Episode 21 Permainan panas
22 Episode 22 keributan manis suami istri.
23 Episode 23 Hasrat Alvano
24 Episode 24 Hubungan Panas di lift
25 Episode 25 ciuman romantis.
26 Episode 26 Cantik dan elegan
27 Episode 27 Pembicaraan menegangkan.
28 Episode 28 Pemaksaan Alvano.
29 Episode 29 suami istri lagi marahan.
30 Episode 30 Perjuangan Kyarra.
31 Episode 31 Malam untuk pasangan suami istri.
32 Episode 32 semakin panas.
33 Episode 33 Hubungan panas Diandra dan Darren.
34 Episode 34 Pernyataan Darren.
35 Episode 35 Pasangan manis.
36 Episode 36 Cemburu pada suami itu wajar
37 Episode 37 Amanda vs Kyarra.
38 Episode 38 Hampir Ketahuan.
39 Episode 39 Lawannya bukan Kyarra.
40 Episode 40 Akhirnya.
41 Episode 41 Mual.
42 Episode 42 Menuruti istri hamil.
43 Episode 43 mendapatkan pelecehan.
44 Episode 44 Istri mode manja
45 Episode 45 Tiba-tiba cemburu
46 Episode 46 Perasaan yang aneh.
47 Episode 47 Panas
48 Episode 48 Musibah.
49 Episode 49 Ruangan menjadi panas.
50 Episode 50 Hampir Saja
51 Episode 51 Istri mulai aneh.
52 Bab 52 Alvano sweet.
53 Episode 53 Ada Rahasia.
54 Episode 54 Kemarahan Darren
55 Bab 55 Hampir saja.
56 Episode 56 Detik-detik ketahuanm
57 Episode 57 kualat.
58 Episode 58 ketakutan Alvano.
59 Episode 59 Yang terjadi.
60 Episode 60 Keanehan.
61 Episode 61 Jadi Ribut
62 Episode 62 Maaf.
63 Episode 63 kabar bahagia atau kabar buruk.
64 Episode 64 Apa itu peringatan.
65 Episode 65 Ribut.
66 Episode 66 Menyelidiki.
67 Episode 67 Berbaikan.
68 Episode 68 Rencana Amanda.
69 Episode 69 Keputusan berat
70 Episode 70 Dalam bahaya.
71 Episode 71 Situasi menegangkan.
72 Episode 73 Pilihan.
73 Episode 73 Perpisahan jauh lebih baik
74 Episode 74 Mengetahui m
75 Episode 75 Jebakan Amanda.
76 Episode 76 Amanda dan Ramon.
77 Episode 77 Ketulusan Diandra.
78 Episode 78 Hancur.
79 Episode 79 Karma Amanda.
80 Episode 80 Rahasia terbongkar.
81 Episode 81 Akhirnya seperti itu.
82 Untuk Pembaca
Episodes

Updated 82 Episodes

1
Episode 1 Hasrat Pasangan kekasih
2
Episode 2 Ternyata bermain Api.
3
Episode 3 Lahirkan anakku.
4
Episode 4 Rahim Wanita itu.
5
Episode 5 Kehidupan Kyarra.
6
Episode 6. 5 Miliyar lahirkan anakku
7
Episode 7 Butuh uang
8
Episode 8 Tidak punya pilihan.
9
Episode 9 Perkenalan dengan Eyang.
10
Episode 10 Pernikahan.
11
Episode 11 Sah.
12
Episode 12 Malam untuk Alvano dan Kyarra.
13
Episode 13 Suami penuh kesabaran.
14
Episode 14 Harus tinggal bersama.
15
Episode 15 Melihatnya diam-diam.
16
Episode 16 Simpatik
17
Episode 17 Ciuman yang menagih.
18
Episode 18 Tidak tahan LDR dan akhirnya menyusul.
19
Episode 19 Permintaan Alvano.
20
Episode 20 Malam panas untuk keduanya.
21
Episode 21 Permainan panas
22
Episode 22 keributan manis suami istri.
23
Episode 23 Hasrat Alvano
24
Episode 24 Hubungan Panas di lift
25
Episode 25 ciuman romantis.
26
Episode 26 Cantik dan elegan
27
Episode 27 Pembicaraan menegangkan.
28
Episode 28 Pemaksaan Alvano.
29
Episode 29 suami istri lagi marahan.
30
Episode 30 Perjuangan Kyarra.
31
Episode 31 Malam untuk pasangan suami istri.
32
Episode 32 semakin panas.
33
Episode 33 Hubungan panas Diandra dan Darren.
34
Episode 34 Pernyataan Darren.
35
Episode 35 Pasangan manis.
36
Episode 36 Cemburu pada suami itu wajar
37
Episode 37 Amanda vs Kyarra.
38
Episode 38 Hampir Ketahuan.
39
Episode 39 Lawannya bukan Kyarra.
40
Episode 40 Akhirnya.
41
Episode 41 Mual.
42
Episode 42 Menuruti istri hamil.
43
Episode 43 mendapatkan pelecehan.
44
Episode 44 Istri mode manja
45
Episode 45 Tiba-tiba cemburu
46
Episode 46 Perasaan yang aneh.
47
Episode 47 Panas
48
Episode 48 Musibah.
49
Episode 49 Ruangan menjadi panas.
50
Episode 50 Hampir Saja
51
Episode 51 Istri mulai aneh.
52
Bab 52 Alvano sweet.
53
Episode 53 Ada Rahasia.
54
Episode 54 Kemarahan Darren
55
Bab 55 Hampir saja.
56
Episode 56 Detik-detik ketahuanm
57
Episode 57 kualat.
58
Episode 58 ketakutan Alvano.
59
Episode 59 Yang terjadi.
60
Episode 60 Keanehan.
61
Episode 61 Jadi Ribut
62
Episode 62 Maaf.
63
Episode 63 kabar bahagia atau kabar buruk.
64
Episode 64 Apa itu peringatan.
65
Episode 65 Ribut.
66
Episode 66 Menyelidiki.
67
Episode 67 Berbaikan.
68
Episode 68 Rencana Amanda.
69
Episode 69 Keputusan berat
70
Episode 70 Dalam bahaya.
71
Episode 71 Situasi menegangkan.
72
Episode 73 Pilihan.
73
Episode 73 Perpisahan jauh lebih baik
74
Episode 74 Mengetahui m
75
Episode 75 Jebakan Amanda.
76
Episode 76 Amanda dan Ramon.
77
Episode 77 Ketulusan Diandra.
78
Episode 78 Hancur.
79
Episode 79 Karma Amanda.
80
Episode 80 Rahasia terbongkar.
81
Episode 81 Akhirnya seperti itu.
82
Untuk Pembaca

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!