Kyarra di dampingi kedua adiknya menuju tempat pernikahan. Semua mata tertuju pada Kyarra yang tampil begitu cantik dan mencuri perhatian para tamu undangan. Tak lain adalah Alvano yang menggunakan setelan jas putih yang sejak tadi menunggu Kyarra.
Mata Alvano bahkan tidak berkedip sama sekali melihat calon istrinya yang semakin lama semakin mendekatinya. Ada Amanda yang juga hadir di hari pernikahan itu dan melihat tatapan Alvano yang berbeda. Pasti ada juga Diandra di sana yang harus menyaksikan pernikahan itu sampai selesai.
"Apa kamu benar-benar sangat mencintai wanita itu Alvano sampai kamu tidak mengedipkan mata saat melihatnya," batin Amanda dengan rasa cemburu.
Meski mempunyai seorang kekasih yang berdiri di sampingnya. Tetapi Amanda masih saja sempat cemburu pada mantan kekasihnya dan untung saja Darren tidak memperhatikan Amanda.
"Wau. Ternyata pilihan ku sangat tepat. Kyarra sama sekali tidak malu-maluin. Dia cantik dan lihatlah semua mata tertuju padanya," batun Diandra yang juga takjub dengan Kyarra.
"Lalu bagaimana jika Alvano akan kepincut benaran dengannya," batin Diandra yang ternyata juga memperhatikan kekasihnya sampai Diandra memikirkan hal sejauh itu.
"Tidak Diandra. Hal itu tidak mungkin. Alvano tidak akan mungkin kepincut dengan Kyarra. Dia bahkan sangat menolak mentah-mentah, untuk menikah dengan Kyarra. Lagi pula seperti apa yang aku pikirkan. Jika Kyarra wanita polos dan tidak akan macam-macam. Dia akan menjalankan kontraknya secara profesional yang tidak akan meminta hal aneh," Diandra berusaha untuk berpikiran positif. Sebenarnya wajar saja jika dia takut akan hal itu. Karena tidak ada yang tahu bagaimana perasaan orang lain.
Mata Diandra yang melihat ke arah Amanda dan bisa melihat ekspresi Amanda yang cemburu dengan pernikahan Alvano dan Kyarra.
"Apa dia tidak menganggap kekasihnya di sampingnya. Sayang sekali harus di anggurin. Aku lihat-lihat sepupu Alvano tampan juga. Badannya kekar dan 11 12 dengan Alvano," batin Diandra dengan menyunggingkan senyumnya yang tidak tahu apa yang dibayangkannya saat melihat sepupu dari kekasihnya itu. Diandra memang pecinta tubuh laki-laki.
Ketikan Kyarra sudah berada di depan Alvano. Alvano mengeluarkan tangannya dan disambut oleh Kyarra. Lalu Alvano membawa Kyarra ke depan penghulu untuk secepatnya melakukan proses ijab kabul.
Akhirnya proses ijab kabul selesai dan pasangan itu sudah sah menjadi pasangan suami istri. Keduanya yang sekarang saling bertukar cincin pengantin.
"Bagaimana aku akan menjalani kehidupanku dengan pria ini selama satu tahun. Tapi tidak juga. Kata Bu Diandra. Aku hanya cukup melakukan tugasku sebagai seorang istri satu kali dan setelah itu kami tidak akan tinggal serumah dan hidup masing-masing. Ketika aku sudah melahirkan anaknya maka semuanya akan selesai. Jadi Kyarra tidak ada yang perlu di khawatirkan tidak akan ada yang berbeda dari kehidupanmu sebelumnya," batin Kyarra yang berusaha untuk senang.
"Kau sudah berani menolakku mentah-mentah dan bahkan menghina aku dan tanganmu berani menamparku. Wanita sok jual mahal. Kau lihat saja apa yang akan aku lakukan kepadamu," batin Alvano ternyata mempunyai dendam terselubung kepada Kyarra. Pantas saja Alvano tidak banyak bicara selama proses menuju pernikahan.
"Alvano, Kyarra!" sapa Eyang yang menghampiri mereka berdua.
"Eyang!" sapa Alvano.
"Kalian sudah sah menjadi pasangan suami istri. Eyang harap kalian berdua bisa menjaga pernikahan kalian dan sama-sama bisa menurunkan ego kalian," ucap Eyang dengan singkat yang memberikan sedikit masukan untuk pasangan baru itu.
"Makasih Eyang," sahut Alvano datar.
"Kyarra selamat datang di kehidupan kami. Semoga kamu betah tinggal bersama kami dan semoga saja kamu betah menjadi bagian dari kehidupan kami," ucap Eyang.
"Iya Eyang," sahut Kyarra dengan menganggukkan kepalanya.
"Baiklah kalau begitu. Saya menyapa para tamu yang lain dulu," ucap Eyang. Kyarra menganggukkan kepalanya.
Eyang meninggalkan Alvano dan Kyarra. Kyarra menoleh ke arah Alvano dan Alvano juga melihat kearahnya yang membuat Kyarra langsung mengalihkan pandangannya dengan cepat. Mendadak Kyarra sangat takut dengan Alvano yang sebenarnya lebih tidak banyak bicara sejak pertama kali ditemuinya. Tetapi tatapan mata dari suaminya itu membuatnya begitu takut.
Bagaimana tidak takut. Mata Alvano yang benar-benar sangat menyeramkan dan sejak tadi selalu menatapnya dengan sinis yang seperti monster yang ingin melahapnya.
******
Acara pernikahan selesai. Kyarra berbicara berdua dengan Diandra secara intens dan tidak ada siapa-siapa di sekitar mereka. Mereka memang jauh dari tempat keramaian.
"Aku sama Alvano sudah memenuhi syarat yang kamu inginkan. Kamu sudah menjadi istri Alvano dan kamu harus menjalankan kewajiban kamu sebagai istri. Ingat Kyarra aku dan Alvano hanya membutuhkan anak dari kamu dan setelah itu urusan kita selesai. Kamu mendapatkan sisa bayaran kamu," ucap Diandra mengingatkan dengan penuh penekanan dan penegasan.
"Iya Bu saya tahu. Saya akan melakukan apa yang Ibu inginkan. Ibu sudah banyak membantu saya. Ibu saya bisa di operasi dan Bu Diandra juga membantu biaya sekolah adik saya dan juga memberikan kehidupan yang lain bagi kami. Terima kasih Ibu memenuhi syarat yang saya berikan. Karena saya tidak mungkin melakukan hubungan suami istri tanpa ada pernikahan. Karena saya masih menjaga kehormatan saya seperti janji saya kepada almarhum ayah saya. Jadi makanya saya memberikan syarat itu," sahut Kyarra.
"Hari gini masih ada perawan. Tetapi itu yang diinginkan Alvano. Dia juga pikir aku masih wanita suci yang belum disentuh oleh siapapun. Alvano tidak tahu saja jika hanya dia pria yang belum menyentuhku. Ya syukurlah aku mendapatkan wanita ini yang memang cocok untuk mengandung anak Alvano. Jadi tidak ada yang harus di ragukan," batin Diandra.
"Saya juga akan melahirkan keturunan yang Ibu inginkan dan saya akan pergi setelah menyelesaikan tugas saya," ucap Kyarra dengan janjinya.
"Baguslah kalau begitu memang itu yang saya inginkan dan saya berharap kamu tidak mengingkari janji kamu dan kamu juga tidak macam-macam selama menjadi istri Alvano," tegas Diandra mengingatkan.
"Iya Bu," sahut Kyarra.
"Kamu dan Alvano malam ini akan tidur bersama. Kamu jangan banyak tingkah dan tidur dengan laki-laki seperti Alvano adalah impian semua wanita, jadi lakukan tugas kamu dengan baik dan bersyukur bisa tidur dengannya," ucap Diandra.
"Bagaimana ceritanya aku bisa bersyukur yang ada aku takut tidur dengannya," batin Kyarra.
"Ya sudahlah. Kamu jalankan semua tugas kamu dengan baik. Saya permisi!" ucap Diandra yang akhirnya meninggalkan Kyarra.
Huhhhhh
"Menjalankan tugas dengan baik. Baiklah! ini memang harus aku lakukan," ucap Kyarra menghela nafas yang berusaha untuk tenang.
************
Alvano dan Kyarra disiapkan kamar pengantin yang mewah di hotel tempat pesta pernikahan mereka. Kamar pengantin pada umumnya yang penuh dengan bunga-bunga dan juga lampu yang tidak terlalu terang dan tidak terlalu gelap.
Kyarra yang masih menggunakan gaun pengantinnya sudah berada dalam kamar tersebut. Kepala Kyarra berkeliling melihat di sekitarnya yang terlihat sangat gugup sampai tangannya memegang dadanya dan merasakan debaran jantung yang tidak biasanya.
"Apa malam ini aku akan berakhir," batin Kyarra dengan wajahnya yang panik. Kyarra membuang nafasnya perlahan ke depan dan membalikkan tubuhnya.
"Aaaaaaa!" seketika dengan cepat Kyarra berteriak.
Kyarra kaget saat melihat sosok pria yang tak lain adalah suaminya sudah berdiri di depannya. Teriakan Kyarra membuat telinga Alvano sakit yang langsung menutup mulut Kyarra dengan tangannya.
Bersambung
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 82 Episodes
Comments