"Kau pikir ini hutan yang berteriak membuat telingaku sakit," ucap Alvano menekan suaranya dengan menatap tajam mata Kyarra. Kyarra tidak bisa berbicara sama sekali karena mulutnya yang sudah dibungkam.
"Kau sangat kampungan!" umpat Alvano.
"Pelankan suaramu!" tegas Alvano yang melepaskan tangannya dari mulut Kyarra.
Hah hah hah hah suara nafas Kyarra yang naik turun yang masih ngos-ngosan yang memang seperti baru saja melihat hantu.
"Kau mengagetkanku ku. Aku pikir kau....."
"Hantu maksudmu!" sahut Alvano yang menyambut kalimat Kyarra.
"Kau yang mengatakannya bukan aku," jawab Kyarra menelan salivanya yang masih mengatur nafasnya.
"CK. Baru satu hari sudah membuat gendang telingaku rusak dan bagaimana selanjutnya. Aku tidak tahu wanita apa yang dipilihkan Diandra untukku. Wanita entah dari hutan beranta mana," kesal Alvano yang melonggarkan dasinya dan Kyarra hanya diam saja.
Alvano yang sudah melonggarkan dasinya membuang dasinya ke sembarang tempat lalu membuka kancing lengan kemejanya. Alvano juga langsung membuka kancing kemejanya bagian atas yang terlihat cepat.
Hal tersebut membuat Kyarra panik dengan Kyarra menelan salivanya dan mengalihkan pandangannya.
"K_ kau mau apa?" tanya Kyarra dengan terbata-bata yang sudah mulai merasa ada yang tidak beres.
"Cih! Pertanyaan macam apa itu!" sahut Alvano yang menatap sinis Kyarra.
"Kau jangan lupa dan pura-pura bodoh. Jika malam ini kau akan berada di bawah kekuasaan ku," ucap Alvano dengan suara seraknya yang mampu membuat Kyarra merinding dan panik.
"Apa dia sungguh akan melakukannya malam ini. Apa tidak basa-basi dulu," batin Kyarra yang semakin panik.
Alvano menyunggingkan senyumnya yang melihat kegelisahan Kyarra dan tiba-tiba Alvano mendorong Kyarra yang akhirnya terlentang di tempat tidur dengan kakinya yang menggantung di lantai. Alvano yang langsung berdiri tepat di depannya.
"Kau, kau mau melakukannya langsung?" tanya Kyarra gugup.
"Lalu menurutmu apa. Aku harus menunggu. Aku tidak punya waktu untuk hal itu. Kita sudah menikah sesuai dengan syarat konyol yang kau berikan. Lalu apa lagi jika bukan melakukannya yang aku inginkan hanya cepat-cepat kau memberikan anak kepadaku," jawab Alvano yang membuka satu persatu kancing kemejanya. Kyarra semakin panik yang memang baru pertama kali dia melihat seorang pria sangat dekat dengannya.
"Tapi, tapi aku...." Kyarra benar-benar sangat gugup dan tidak tahu harus mengatakan apa.
Namun Alvano langsung menindih tubuh Kyarra yang membuat Kyarra kaget. Kyarra bahkan tidak bisa bergerak sama sekali dengan dagunya yang di pegang oleh Alvano.
"Bukannya kau sebelumnya saya jual mahal kepadaku. Sekarang aku akan melihat. Apa kau masih bisa jual mahal kepadaku. Malam ini kau akan berakhir dalam genggaman ku. Aku akan mendengarkan suara desahan dalam kungkungan ku, aku akan melihat wajahmu yang naif itu bagaimana menikmati setiap gerakan yang aku berikan kepadamu," ucap Alvano dengan suara seraknya yang membuat Kyarra semakin panik.
Melihat wajah Kyarra yang semakin panik membuat Alvano menyunggingkan senyumnya. Alvano bahkan ingin mencium bibir Kyarra. Namun Kyarra langsung memalingkan wajahnya ke kanan yang menolak ciuman itu.
Alvano mendengus dengan menyunggingkan senyumnya saat melihat penolakan Kyarra. Namun bukannya Alvano malah berhenti atau berbicara. Alvano langsung menyerang leher jenjang Kyarra yang tepat berada di depannya. Kyarra benar-benar sangat terkejut dan langsung merinding saat Alvano yang mencium lehernya. Kyarra mengepal tangannya yang baru merasakan hal seperti itu pertama kalinya.
Tubuhnya mampu merespon dengan bulu kuduknya yang naik dan bahkan memejamkan matanya. Alvano menyadari respon dari tubuh Kyarra membuat Alvano semakin menggilai dengan lidahnya yang menelusuri leher jenjang tersebut.
"Dasar naif. Sok menolakku dan baru saja aku melakukan hal seperti ini kau sudah bertekuk lutut," batin Alvino dengan senyum penuh kemenangan.
Tangan Alvano sekarang meraba raba punggung Kyarra ingin mencari resleting gaun pengantin yang masih dipakai Kyarra. Namun tuba-tiba Kyarra menahan tangan Alvano yang membuat Alvano menghentikan aksinya dan mengangkat kepalanya melihat ke arah Kyarra dengan nafas keduanya yang sama-sama naik turun.
"Tunggu dulu. Aku merasa tidak enak pada tubuhku," ucap Kyarra.
"Jangan alasan. Kau sudah menerima uang 2 miliar dan kau hanya menjalankan tugasnya. Aku bukan laki-laki yang bisa kau tipu dan harus mendengar alasan," ucap Alvano yang ingin kembali mencium leher Kyarra. Namun Kyarra menghentikannya dengan menahan dada Alvano.
"Aku tidak alasan. Tetapi sepertinya aku memang sedang bermasalah," ucap Kyarra.
"Apa maksud mu. Kau sakit?" tanya Alvano dengan dahinya mengkerut dan wajah yang dipenuhi dengan gairah.
Kyarra menggelengkan kepalanya yang membuat Alvano menaikkan satu alisnya.
"Jika aku sakit, maka tidak apa-apa aku melakukan tugasku sesuai dengan perjanjian. Tetapi ini lebih dari sakit dan aku rasa tidak mungkin dilanjutkan," ucap Kyarra
"Lalu apa?" tanya Alvano.
"Aku sepertinya datang bulan," ucap Kyarra dengan pelan yang membuat Alvano terkejut.
"Apa katamu!" pekik Alvano.
"Sungguh, aku tidak bohong. Makanya perutku sakit sejak tadi saat pernikahan," ucap Kyarra dengan dahinya mengkerut yang mengeluhkan keadaannya.
"CK!" Alvano berdecak dengan kesal bangkit dari atas tubuh Kyarra.
"Kyarra juga langsung duduk dan melihat wajah Alvano yang memerah seperti mau menerkam orang yang pasti dirinya yang akan diterkam.
"Kau mempermainkan ku!" ucap Alvano menekan suaranya dengan menunjuk Kyarra.
"Aku tidak mempermainkanmu dan memang benar aku sedang datang bulan," jawab Kyarra membela diri.
"Bohong. Diandra mengatakan ini adalah masa subur dan bukan kau datang bulan," tegas Alvano yang terlihat begitu marah dengan Kyarra.
"Ini memang masa subur ku. Ya makanya aku datang bulan," jawab Kyarra.
"Aissss!" Alvano mengacak rambutnya frustasi dengan wanita yang baru saja dinikahinya yang ternyata tidak bisa melayaninya sesuai dengan apa yang sudah diinginkannya.
"Aku berani bersumpah demi apapun. Aku tidak bohong sama sekali. Aku harus cek ke kamar mandi untuk memastikan," ucap Kyarra yang langsung berdiri dari tempat duduknya dan menuju kamar mandi.
"Arghhh!" Alvano benar-benar emosi sampai mengepal tangannya.
"Jika dia datang bulan. Lalu aku harus menunggu lagi dan mau sampai kapan aku mendapatkan anak darinya. Aku tidak akan mendapatkan anak darinya. Argh, wanita itu benar-benar mencari masalah. Kenapa Diandra harus memberikan wanita seperti itu kepadaku apa tidak ada wanita yang lain yang tidak membuat ulah seperti ini," kesal Alvano yang langsung meninggalkan kamar tersebut.
Dia bisa semakin mengamuk jika melihat wajah Kyarra yang sangat menyebalkan. Kyarra yang membuat moodnya benar-benar berantakan.
********
Sementara Diandra yang sekarang berada di dalam klub yang berpesta pora. Diandra yang bolak-balik meneguk minuman beralkohol dengan tubuhnya yang sembari bergoyang mengikuti alunan musik memenuhi Club mewah tersebut.
"Hari ini kekasihku yang tampan dan kaya raya itu akan malam pertama dengan wanita lain. Huhhhh Seharusnya aku yang malam pertama dengannya. Tapi sayang aku tidak bisa menikah dengannya. Karena aku takut hubungan kami akan berakhir,"
"Aku bukan Virgin lagi dan aku yakin Alvano tidak akan menerima hal tersebut. Karena aku sudah tidur dengan beberapa laki-laki," ucap Diandra dengan menyunggingkan senyumnya yang merasa jijik sendiri dengan dirinya.
"Alvano seharusnya kamu menyentuhku sejak dulu Jadi kita bisa menikah dan mempunyai keturunan. Lalu aku akan terus selamanya menjadi orang kaya sampai 7 turunan," lanjut Diandra yang sudah mabuk berat di luar kendali.
Bersambung
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 82 Episodes
Comments