Diandra yang berada di dalam mobil yang sekarang sedang menyetir.
"Akhhh!" Diandra memukul stir mobil dengan Diandra yang memijat kepalanya.
"Kenapa coba Eyangnya harus banget apa ingin punya cucu dan sekarang aku yang repot. Aku tidak mungkin menikah dengan Alvano. Jika aku menikah sama saja aku pelan-pelan hancur. Bagaimana. Jika Alvano tahu. Jika aku tidak perawan. Yang adanya aku akan di tendang. Karirku juga bisa menjadi korban. Apalagi aku sebentar lagi akan menjadikan model Internasional. Jadi aku tidak mungkin mengorbankan semuanya begitu saja,"
"Oke. Menjadi istri Alvano adalah keinginan semua orang dan aku yakin hidupku akan sangat bahagia dengan kekayaan dengan kemewahan yang tidak akan habis sampai 7 turunan. Tetapi jika aku tidak menipu Alvano dan ini aku menipunya sama saja aku bunuh diri dan aku tidak bisa menikah dengan Alvano. Jadi lebih baik hubunganku dengan Alvano tetap seperti ini pacaran dan aku tetap bisa royal yang mendapatkan uang darinya dari pada dia tahu apa yang terjadi padaku," gerutu Diandra yang sejak tadi mengoceh terus yang frustasi dengan masalah kekasihnya.
"Lalu sekarang bagaimana coba. Di mana aku harus mendapatkan wanita yang bisa melahirkan keturunannya. Aku harus mencari bibit pewaris yang unggul," tegas Diandra yang dengan semangat untuk mencarikan wanita yang bisa melahirkan anak untuk kekasihnya.
Perusahaan Lefuc
Mobil Diandra yang berhenti di depan Perusahaan Lefuc dengan Diandra yang langsung buru-buru keluar dari mobilnya yang masuk kedalam Perusahaan kekasihnya itu.
"Pak saya mohon. Kasih saya kesempatan pak. Saya harus mengikuti interview kali ini pak," langkah Diandra terhenti ketika mendengar suara wanita yang tampak memohon pada seorang pria berjas.
"Tidak bisa Nona. Jadwal interview sudah di mulai dan anda terlambat. Jadi yang anda harus menerima resikonya," tegas pria itu yang tidak memberikan kesempatan sama sekali.
"Tapi pak!" wanita dengan memakai blouse putih di paduka dengan rok span di bawah lututnya dengan rambutnya yang di biarkan di gerai terlihat memohon untuk di belas kasihani.
"Saya sudah bilang tidak bisa maka tidak bisa. Jadi tidak ada kesempatan. Makanya gunakan waktu dengan tepat," tegas pria itu.
"Ada apa ini?" tiba-tiba Diandra sudah ada di sana saja.
"Nona Diandra!" sahut pria itu dengan menundukkan kepalanya.
"Maaf Nona. Gadis ini memaksa untuk mengikuti interview. Padahal jadwal interview sudah dimulai sejak tadi dan Nona ini terlambat. Sesuai dengan peraturan terlambat 1 menit saja maka interview tidak akan di perbolehkan untuk interview," ucap pria itu.
Diandra menoleh ke arah gadis yang sejak tadi memohon. Diandra yang mengamati penampilan gadis cantik tersebut dari bawah sampai atas. Penampilannya yang cukup sederhana.
"Pak lagi pula saya hanya terlambat 1 menit saja dan itu juga tadi gara-gara saya itu turun dari ojek dan meminta kembalian ongkos ojeknya. Supir ojek yang lama memberikannya. Jadi itu bukan kesalahan saya pak," wanita tersebut melakukan pembelaan diri.
"Perusahaan ini tidak menerima alasan apapun," tegas pria itu.
"Tapi pak...."
"Suruh dia masuk!" tegas Diandra tiba-tiba yang membuat pria itu kaget.
"Maksud Ibu?" tanya pria itu.
"Saya salah satu yang akan mewawancarai orang-orang yang datang interview hari ini dan saya belum ada di ruangan tersebut. Jadi dia masih punya kesempatan untuk mengikuti interview," tegas Diandra.
"Tapi Bu....."
Diandra mengangkat tangannya menyuruh stop untuk berbicara yang tidak menerima bantahan.
"Saya statusnya lebih tinggi di perusahaan ini dan masalah kegiatan interview untuk mencari karyawan baru, saya yang termasuk menjadi bagian itu. Jadi kamu jangan membantah apa yang saya katakan dan sekarang antarkan dia menuju ruangan interview," lanjut Diandra yang membuat pria itu tidak bisa mengatakan apa-apa.
"Baiklah! Ayo ikut saya," ucap pria itu.
Wanita cantik itu langsung memegang tangan Diandra dengan mencium-ciumnya yang membuat Diandra merasa risih.
"Makasih Bu sudah membantu saya. Makasih Bu, saya akan balas kebaikan ibu. Ibu adalah penolong saya terima kasih Bu. Untuk Malaikat seperti ibu," wanita itu terus mengucapkan terima kasih dengan mencium punggung tangan Diandra yang membuat Diandra geli.
"Sudah-sudah!" Diandra langsung menarik tangannya.
"Kamu sekarang buruan masuk sebelum saya berubah pikiran," tegas Diandra.
"Baik buk,"
Diandra menghela nafas dan melihat kepergian wanita itu ekspresi sesuatu. Tetapi hanya Diandra yang tahu apa yang di pikirkannya
********
Ruangan interview
Gadis yang tadi hampir tidak di perbolehkan untuk mengikuti interview akhirnya bisa gabung dengan yang lainnya juga melakukan interview.
"Kyarra kamu harus tenang. Kamu tidak boleh gugup dan jangan sampai karena kamu gugup di depan orang-orang penting itu dan kamu tidak mendapatkan kesempatan untuk bekerja. Ingat Kyarra kamu butuh uang yang banyak. Jadi kamu harus tenang," batinnya ya berusaha menenangkan dirinya sendiri.
"Untuk peserta berikutnya silahkan masuk!" seorang wanita yang memberikan arahan yang ternyata adalah giliran Kyarra yang masuk.
Kyarra berdiri dari tempat duduknya dengan mengatur nafasnya. Kyarra begitu dek-dekan. Namun berusaha untuk tenang dan Kyarra yang langsung memasuki ruangan interview.
"Permisi!" sapa Kyarra dengan gugup dan menundukkan kepalanya menghadapi 3 orang yang akan mewawancarainya. Salah satu orang yang ada di sana adalah Diandra.
"Mari silahkan duduk!" sahut salah seorang pria. Kyarra mengangguk. Lalu duduk dengan menghela nafasnya.
"Baiklah kita mulai," sahut pria yang satunya mulai bertanya ini dan itu pada Kyarra
"Kyarra Kalisa Ambar sari, baru 20 tahun," batin Diandra yang ternyata sibuk melihat data-data pribadi Kyarra di tengah dua rekan yang sedang mewawancarai dengan serius.
"Gadis ini sangat membutuhkan pekerjaan dan begitu polos. Dia juga cantik dan tidak cacat sama sekali. Dia pasti butuh banyak uang. Bagaimana jika dia saja yang akan mengandung anak dari Alvano," batin Diandra dengan menyunggingkan senyumnya yang terus melihat Kyarra.
Tidak tahu dari mana.pemikiran itu, tiba-tiba saja Diandra harus kepikiran dengan hal tersebut. Begitu melihat Kyarra dia sudah merasa sangat cocok.
********
Restaurant.
Diandra bertemu dengan kekasihnya Alvano di salah satu tempat favorit mereka dengan makan malam bersama.
"Apa kamu bilang. Kamu sudah menemukan wanita yang akan mengandung anakku?" tanya Alvano dengan menaikkan 1 alisnya.
"Benar sekali sayang. Aku sudah menemukannya dan aku rasa dia akan sangat cocok dengan kamu. Kamu tahu tidak sayang dia cantik, lugu dan aku yakin dia akan mau dan tidak akan macam-macam setelah itu. Dia akan melahirkan anak kamu dengan sempurna," jelas Diandra dengan yakin.
"Siapa dia?" tanya Alvano.
Diandra mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya dan langsung memberikan selembar foto Kyarra pada Alvano dengan Alvano yang melihat wanita cantik dan mungil yang berada di dalam foto tersebut.
"Bagaimana cantik bukan?" tanya Diandra.
"Terlihat sangat kampungan," ucap Alvano yang memberikan penilaian buruk.
"Apa dia wanita biasa!" Diandra mengangguk.
"Kamu menyuruhku menjadikan wanita itu yang melahirkan anakku dengan wanita biasa. Apa kamu ingin merusak keturunanku," ucap Alvano yang kelihatan kurang setuju dengan calon yang dipilihkan Diandra.
"Sayang justru karena dia wanita biasa yang cocok dengan kamu. Aku sudah menyelidiki wanita ini. Dia itu sangat butuh pekerjaan. Kamu tahu tidak kalau ibunya juga sedang koma di rumah sakit dan dia juga anak pertama yang membiayai kedua adiknya yang masih sekolah. Dia tinggal di tempat yang mayoritas kurang mampu alias miskin," jelas Diandra yang sebelumnya memang sudah menyelidiki tentang kehidupan pribadi Kyarra.
Bersambung
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 82 Episodes
Comments