Episode 4 Rahim Wanita itu.

Diandra yang berada di dalam mobil yang sekarang sedang menyetir.

"Akhhh!" Diandra memukul stir mobil dengan Diandra yang memijat kepalanya.

"Kenapa coba Eyangnya harus banget apa ingin punya cucu dan sekarang aku yang repot. Aku tidak mungkin menikah dengan Alvano. Jika aku menikah sama saja aku pelan-pelan hancur. Bagaimana. Jika Alvano tahu. Jika aku tidak perawan. Yang adanya aku akan di tendang. Karirku juga bisa menjadi korban. Apalagi aku sebentar lagi akan menjadikan model Internasional. Jadi aku tidak mungkin mengorbankan semuanya begitu saja,"

"Oke. Menjadi istri Alvano adalah keinginan semua orang dan aku yakin hidupku akan sangat bahagia dengan kekayaan dengan kemewahan yang tidak akan habis sampai 7 turunan. Tetapi jika aku tidak menipu Alvano dan ini aku menipunya sama saja aku bunuh diri dan aku tidak bisa menikah dengan Alvano. Jadi lebih baik hubunganku dengan Alvano tetap seperti ini pacaran dan aku tetap bisa royal yang mendapatkan uang darinya dari pada dia tahu apa yang terjadi padaku," gerutu Diandra yang sejak tadi mengoceh terus yang frustasi dengan masalah kekasihnya.

"Lalu sekarang bagaimana coba. Di mana aku harus mendapatkan wanita yang bisa melahirkan keturunannya. Aku harus mencari bibit pewaris yang unggul," tegas Diandra yang dengan semangat untuk mencarikan wanita yang bisa melahirkan anak untuk kekasihnya.

Perusahaan Lefuc

Mobil Diandra yang berhenti di depan Perusahaan Lefuc dengan Diandra yang langsung buru-buru keluar dari mobilnya yang masuk kedalam Perusahaan kekasihnya itu.

"Pak saya mohon. Kasih saya kesempatan pak. Saya harus mengikuti interview kali ini pak," langkah Diandra terhenti ketika mendengar suara wanita yang tampak memohon pada seorang pria berjas.

"Tidak bisa Nona. Jadwal interview sudah di mulai dan anda terlambat. Jadi yang anda harus menerima resikonya," tegas pria itu yang tidak memberikan kesempatan sama sekali.

"Tapi pak!" wanita dengan memakai blouse putih di paduka dengan rok span di bawah lututnya dengan rambutnya yang di biarkan di gerai terlihat memohon untuk di belas kasihani.

"Saya sudah bilang tidak bisa maka tidak bisa. Jadi tidak ada kesempatan. Makanya gunakan waktu dengan tepat," tegas pria itu.

"Ada apa ini?" tiba-tiba Diandra sudah ada di sana saja.

"Nona Diandra!" sahut pria itu dengan menundukkan kepalanya.

"Maaf Nona. Gadis ini memaksa untuk mengikuti interview. Padahal jadwal interview sudah dimulai sejak tadi dan Nona ini terlambat. Sesuai dengan peraturan terlambat 1 menit saja maka interview tidak akan di perbolehkan untuk interview," ucap pria itu.

Diandra menoleh ke arah gadis yang sejak tadi memohon. Diandra yang mengamati penampilan gadis cantik tersebut dari bawah sampai atas. Penampilannya yang cukup sederhana.

"Pak lagi pula saya hanya terlambat 1 menit saja dan itu juga tadi gara-gara saya itu turun dari ojek dan meminta kembalian ongkos ojeknya. Supir ojek yang lama memberikannya. Jadi itu bukan kesalahan saya pak," wanita tersebut melakukan pembelaan diri.

"Perusahaan ini tidak menerima alasan apapun," tegas pria itu.

"Tapi pak...."

"Suruh dia masuk!" tegas Diandra tiba-tiba yang membuat pria itu kaget.

"Maksud Ibu?" tanya pria itu.

"Saya salah satu yang akan mewawancarai orang-orang yang datang interview hari ini dan saya belum ada di ruangan tersebut. Jadi dia masih punya kesempatan untuk mengikuti interview," tegas Diandra.

"Tapi Bu....."

Diandra mengangkat tangannya menyuruh stop untuk berbicara yang tidak menerima bantahan.

"Saya statusnya lebih tinggi di perusahaan ini dan masalah kegiatan interview untuk mencari karyawan baru, saya yang termasuk menjadi bagian itu. Jadi kamu jangan membantah apa yang saya katakan dan sekarang antarkan dia menuju ruangan interview," lanjut Diandra yang membuat pria itu tidak bisa mengatakan apa-apa.

"Baiklah! Ayo ikut saya," ucap pria itu.

Wanita cantik itu langsung memegang tangan Diandra dengan mencium-ciumnya yang membuat Diandra merasa risih.

"Makasih Bu sudah membantu saya. Makasih Bu, saya akan balas kebaikan ibu. Ibu adalah penolong saya terima kasih Bu. Untuk Malaikat seperti ibu," wanita itu terus mengucapkan terima kasih dengan mencium punggung tangan Diandra yang membuat Diandra geli.

"Sudah-sudah!" Diandra langsung menarik tangannya.

"Kamu sekarang buruan masuk sebelum saya berubah pikiran," tegas Diandra.

"Baik buk,"

Diandra menghela nafas dan melihat kepergian wanita itu ekspresi sesuatu. Tetapi hanya Diandra yang tahu apa yang di pikirkannya

********

Ruangan interview

Gadis yang tadi hampir tidak di perbolehkan untuk mengikuti interview akhirnya bisa gabung dengan yang lainnya juga melakukan interview.

"Kyarra kamu harus tenang. Kamu tidak boleh gugup dan jangan sampai karena kamu gugup di depan orang-orang penting itu dan kamu tidak mendapatkan kesempatan untuk bekerja. Ingat Kyarra kamu butuh uang yang banyak. Jadi kamu harus tenang," batinnya ya berusaha menenangkan dirinya sendiri.

"Untuk peserta berikutnya silahkan masuk!" seorang wanita yang memberikan arahan yang ternyata adalah giliran Kyarra yang masuk.

Kyarra berdiri dari tempat duduknya dengan mengatur nafasnya. Kyarra begitu dek-dekan. Namun berusaha untuk tenang dan Kyarra yang langsung memasuki ruangan interview.

"Permisi!" sapa Kyarra dengan gugup dan menundukkan kepalanya menghadapi 3 orang yang akan mewawancarainya. Salah satu orang yang ada di sana adalah Diandra.

"Mari silahkan duduk!" sahut salah seorang pria. Kyarra mengangguk. Lalu duduk dengan menghela nafasnya.

"Baiklah kita mulai," sahut pria yang satunya mulai bertanya ini dan itu pada Kyarra

"Kyarra Kalisa Ambar sari, baru 20 tahun," batin Diandra yang ternyata sibuk melihat data-data pribadi Kyarra di tengah dua rekan yang sedang mewawancarai dengan serius.

"Gadis ini sangat membutuhkan pekerjaan dan begitu polos. Dia juga cantik dan tidak cacat sama sekali. Dia pasti butuh banyak uang. Bagaimana jika dia saja yang akan mengandung anak dari Alvano," batin Diandra dengan menyunggingkan senyumnya yang terus melihat Kyarra.

Tidak tahu dari mana.pemikiran itu, tiba-tiba saja Diandra harus kepikiran dengan hal tersebut. Begitu melihat Kyarra dia sudah merasa sangat cocok.

********

Restaurant.

Diandra bertemu dengan kekasihnya Alvano di salah satu tempat favorit mereka dengan makan malam bersama.

"Apa kamu bilang. Kamu sudah menemukan wanita yang akan mengandung anakku?" tanya Alvano dengan menaikkan 1 alisnya.

"Benar sekali sayang. Aku sudah menemukannya dan aku rasa dia akan sangat cocok dengan kamu. Kamu tahu tidak sayang dia cantik, lugu dan aku yakin dia akan mau dan tidak akan macam-macam setelah itu. Dia akan melahirkan anak kamu dengan sempurna," jelas Diandra dengan yakin.

"Siapa dia?" tanya Alvano.

Diandra mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya dan langsung memberikan selembar foto Kyarra pada Alvano dengan Alvano yang melihat wanita cantik dan mungil yang berada di dalam foto tersebut.

"Bagaimana cantik bukan?" tanya Diandra.

"Terlihat sangat kampungan," ucap Alvano yang memberikan penilaian buruk.

"Apa dia wanita biasa!" Diandra mengangguk.

"Kamu menyuruhku menjadikan wanita itu yang melahirkan anakku dengan wanita biasa. Apa kamu ingin merusak keturunanku," ucap Alvano yang kelihatan kurang setuju dengan calon yang dipilihkan Diandra.

"Sayang justru karena dia wanita biasa yang cocok dengan kamu. Aku sudah menyelidiki wanita ini. Dia itu sangat butuh pekerjaan. Kamu tahu tidak kalau ibunya juga sedang koma di rumah sakit dan dia juga anak pertama yang membiayai kedua adiknya yang masih sekolah. Dia tinggal di tempat yang mayoritas kurang mampu alias miskin," jelas Diandra yang sebelumnya memang sudah menyelidiki tentang kehidupan pribadi Kyarra.

Bersambung

Episodes
1 Episode 1 Hasrat Pasangan kekasih
2 Episode 2 Ternyata bermain Api.
3 Episode 3 Lahirkan anakku.
4 Episode 4 Rahim Wanita itu.
5 Episode 5 Kehidupan Kyarra.
6 Episode 6. 5 Miliyar lahirkan anakku
7 Episode 7 Butuh uang
8 Episode 8 Tidak punya pilihan.
9 Episode 9 Perkenalan dengan Eyang.
10 Episode 10 Pernikahan.
11 Episode 11 Sah.
12 Episode 12 Malam untuk Alvano dan Kyarra.
13 Episode 13 Suami penuh kesabaran.
14 Episode 14 Harus tinggal bersama.
15 Episode 15 Melihatnya diam-diam.
16 Episode 16 Simpatik
17 Episode 17 Ciuman yang menagih.
18 Episode 18 Tidak tahan LDR dan akhirnya menyusul.
19 Episode 19 Permintaan Alvano.
20 Episode 20 Malam panas untuk keduanya.
21 Episode 21 Permainan panas
22 Episode 22 keributan manis suami istri.
23 Episode 23 Hasrat Alvano
24 Episode 24 Hubungan Panas di lift
25 Episode 25 ciuman romantis.
26 Episode 26 Cantik dan elegan
27 Episode 27 Pembicaraan menegangkan.
28 Episode 28 Pemaksaan Alvano.
29 Episode 29 suami istri lagi marahan.
30 Episode 30 Perjuangan Kyarra.
31 Episode 31 Malam untuk pasangan suami istri.
32 Episode 32 semakin panas.
33 Episode 33 Hubungan panas Diandra dan Darren.
34 Episode 34 Pernyataan Darren.
35 Episode 35 Pasangan manis.
36 Episode 36 Cemburu pada suami itu wajar
37 Episode 37 Amanda vs Kyarra.
38 Episode 38 Hampir Ketahuan.
39 Episode 39 Lawannya bukan Kyarra.
40 Episode 40 Akhirnya.
41 Episode 41 Mual.
42 Episode 42 Menuruti istri hamil.
43 Episode 43 mendapatkan pelecehan.
44 Episode 44 Istri mode manja
45 Episode 45 Tiba-tiba cemburu
46 Episode 46 Perasaan yang aneh.
47 Episode 47 Panas
48 Episode 48 Musibah.
49 Episode 49 Ruangan menjadi panas.
50 Episode 50 Hampir Saja
51 Episode 51 Istri mulai aneh.
52 Bab 52 Alvano sweet.
53 Episode 53 Ada Rahasia.
54 Episode 54 Kemarahan Darren
55 Bab 55 Hampir saja.
56 Episode 56 Detik-detik ketahuanm
57 Episode 57 kualat.
58 Episode 58 ketakutan Alvano.
59 Episode 59 Yang terjadi.
60 Episode 60 Keanehan.
61 Episode 61 Jadi Ribut
62 Episode 62 Maaf.
63 Episode 63 kabar bahagia atau kabar buruk.
64 Episode 64 Apa itu peringatan.
65 Episode 65 Ribut.
66 Episode 66 Menyelidiki.
67 Episode 67 Berbaikan.
68 Episode 68 Rencana Amanda.
69 Episode 69 Keputusan berat
70 Episode 70 Dalam bahaya.
71 Episode 71 Situasi menegangkan.
72 Episode 73 Pilihan.
73 Episode 73 Perpisahan jauh lebih baik
74 Episode 74 Mengetahui m
75 Episode 75 Jebakan Amanda.
76 Episode 76 Amanda dan Ramon.
77 Episode 77 Ketulusan Diandra.
78 Episode 78 Hancur.
79 Episode 79 Karma Amanda.
80 Episode 80 Rahasia terbongkar.
81 Episode 81 Akhirnya seperti itu.
82 Untuk Pembaca
Episodes

Updated 82 Episodes

1
Episode 1 Hasrat Pasangan kekasih
2
Episode 2 Ternyata bermain Api.
3
Episode 3 Lahirkan anakku.
4
Episode 4 Rahim Wanita itu.
5
Episode 5 Kehidupan Kyarra.
6
Episode 6. 5 Miliyar lahirkan anakku
7
Episode 7 Butuh uang
8
Episode 8 Tidak punya pilihan.
9
Episode 9 Perkenalan dengan Eyang.
10
Episode 10 Pernikahan.
11
Episode 11 Sah.
12
Episode 12 Malam untuk Alvano dan Kyarra.
13
Episode 13 Suami penuh kesabaran.
14
Episode 14 Harus tinggal bersama.
15
Episode 15 Melihatnya diam-diam.
16
Episode 16 Simpatik
17
Episode 17 Ciuman yang menagih.
18
Episode 18 Tidak tahan LDR dan akhirnya menyusul.
19
Episode 19 Permintaan Alvano.
20
Episode 20 Malam panas untuk keduanya.
21
Episode 21 Permainan panas
22
Episode 22 keributan manis suami istri.
23
Episode 23 Hasrat Alvano
24
Episode 24 Hubungan Panas di lift
25
Episode 25 ciuman romantis.
26
Episode 26 Cantik dan elegan
27
Episode 27 Pembicaraan menegangkan.
28
Episode 28 Pemaksaan Alvano.
29
Episode 29 suami istri lagi marahan.
30
Episode 30 Perjuangan Kyarra.
31
Episode 31 Malam untuk pasangan suami istri.
32
Episode 32 semakin panas.
33
Episode 33 Hubungan panas Diandra dan Darren.
34
Episode 34 Pernyataan Darren.
35
Episode 35 Pasangan manis.
36
Episode 36 Cemburu pada suami itu wajar
37
Episode 37 Amanda vs Kyarra.
38
Episode 38 Hampir Ketahuan.
39
Episode 39 Lawannya bukan Kyarra.
40
Episode 40 Akhirnya.
41
Episode 41 Mual.
42
Episode 42 Menuruti istri hamil.
43
Episode 43 mendapatkan pelecehan.
44
Episode 44 Istri mode manja
45
Episode 45 Tiba-tiba cemburu
46
Episode 46 Perasaan yang aneh.
47
Episode 47 Panas
48
Episode 48 Musibah.
49
Episode 49 Ruangan menjadi panas.
50
Episode 50 Hampir Saja
51
Episode 51 Istri mulai aneh.
52
Bab 52 Alvano sweet.
53
Episode 53 Ada Rahasia.
54
Episode 54 Kemarahan Darren
55
Bab 55 Hampir saja.
56
Episode 56 Detik-detik ketahuanm
57
Episode 57 kualat.
58
Episode 58 ketakutan Alvano.
59
Episode 59 Yang terjadi.
60
Episode 60 Keanehan.
61
Episode 61 Jadi Ribut
62
Episode 62 Maaf.
63
Episode 63 kabar bahagia atau kabar buruk.
64
Episode 64 Apa itu peringatan.
65
Episode 65 Ribut.
66
Episode 66 Menyelidiki.
67
Episode 67 Berbaikan.
68
Episode 68 Rencana Amanda.
69
Episode 69 Keputusan berat
70
Episode 70 Dalam bahaya.
71
Episode 71 Situasi menegangkan.
72
Episode 73 Pilihan.
73
Episode 73 Perpisahan jauh lebih baik
74
Episode 74 Mengetahui m
75
Episode 75 Jebakan Amanda.
76
Episode 76 Amanda dan Ramon.
77
Episode 77 Ketulusan Diandra.
78
Episode 78 Hancur.
79
Episode 79 Karma Amanda.
80
Episode 80 Rahasia terbongkar.
81
Episode 81 Akhirnya seperti itu.
82
Untuk Pembaca

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!