Akhirnya sampai juga di kediaman Alvano. Di istana mewah yang pasti tidak pernah di lihat oleh Kyarra sebelumnya.
Kyarra yang turun dari mobil tampak takjub dengan melihat di sekitarnya. Melihat pekarangan rumahnya yang begitu luas dan juga bangunan rumah yang menjulang tinggi ke atas yang membuatnya benar-benar merasa seperti di istana kerajaan. Baru saja di luar dan belum di dalam yang mungkin akan melihat hal yang lebih lagi.
Sementara Alvano berdiri di depan rumah yang melihat sinis Kyarra. Alvano memang masih mengingat bagaimana tangan wanita kecil itu menampar pipinya dan mulutnya yang mengeluarkan banyak makian kepadanya.
Ternyata Kyarra menjilat ludahnya sendiri. Dia yang tidak punya pilihan lain yang akhirnya setuju dan pasti sangat malu pada Alvano. Kyarra juga takut-takut dengan Alvano yang akan membalasnya.
Kyarra berhenti melihat di sekelilingnya dan melihat ke arah depan yang bertepatan dengan Alvano yang masih melihatnya dengan kesal. Kyarra langsung menundukkan kepalanya yang takut dengan Alvano.
"Sayang!" Diandra langsung menghampiri kekasihnya dan cipika-cipiki dengan kekasihnya.
"Sayang aku tidak telat kan. Aku juga sudah mempersiapkan dirinya. Agar Eyang kamu bisa menyukainya," ucap Diandra dengan tersenyum. Namun wajah Alvano menunjukkan datar.
"Sayang kamu jangan cemberut seperti itu dong. Rencana kita akan berhasil dan seharusnya kamu bahagia," bujuk Diandra.
"Kamu suruh wanita itu minta maaf kepadaku!" tegas Alvano.
"Apa!" sahut Diandra.
"Aku katakan sekali lagi kepada kami. Suruh wanita itu minta maaf kepadaku sekarang juga sebelum dia masuk kerumah ini," tegas Alvano yang menatap tajam Kyarra.
"Kyarra kamu sudah melakukan kesalahan dengan menyinggung perasaan Alvano. Jadi sebaiknya kamu minta maaf agar masalah kalian berdua cepat selesai," ucap Diandra.
"Tapi kenapa saya harus minta maaf," jawab Kyarra mengangkat kepalanya dan takut-takut melihat Alvano.
"Kamu masih berani bertanya kenapa harus minta maaf. Apa kamu tidak sadar jika......"
Kata-kata Alvano terhenti ketika melihat mobil berhenti di belakang mobil Diandra. Orang yang keluar dari mobil itu adalah Darren dan Darren yang berjalan ke pintu sebelah dengan membuka pintu mobil dan keluarlah seorang wanita yang cantik dan anggun dengan dress peach selututnya.
Mata Alvano kaget melihat wanita itu dan membuat Diandra juga melihat wanita yang membuat kekasihnya tidak mengedipkan mata sama sekali.
"Amanda! Bukannya itu mantan dari Alvano dan bukannya itu Darren sepupu Alvano!" batin Diandra yang mengenali wanita yang sekarang tangannya di genggam Darren.
Darren yang sekarang berhadapan dengan Alvano, Diandra dan Kyarra. Diandra yang bahkan menarik tangan Kyarra dan membuatnya berada di sisi Alvano.
"Ternyata ada keramaian di sini!" ucap Darren dengan tersenyum. Namun mata Alvano melihat ke arah tangan Darren dan Amanda yang saling bergenggaman.
"Hai Alvano kamu apa kabar?" tanya Amanda dengan lembut. Alvano terdiam dan sementara Kyarra kebingungan dalam situasi tersebut yang tidak di mengertinya, dia juga tidak tahu siapa pasangan yang baru datang itu.
"Alvano yang mana calon istrimu di sini. Apakah Nona Diandra sebagai manager produksi atau wanita ini?" tanya Darren penuh sindiran. Alvano terdiam.
"Apa-apaan sih nih orang pakai bertanya segala," batin Diandra kesal.
"Kalau begitu biar aku kenalkan. Jika aku membawa Amanda kerumah Eyang sebagai calon istriku," ucap Darren.
"What calon istri," pekik Diandra.
"Iya Nona Diandra. Kenapa anda begitu kaget?" tanya Darren.
"Ya ampun aku jelas kaget sekali. Bagaimana mungkin kamu bisa mengatakan wanita yang disamping mu adalah sebagai calon istri. Padahal wanita itu...." sinis Diandra yang tidak melanjutkan kalimatnya dan melihat Amanda dengan tatapan yang sangat sinis.
"Aku dan Alvano hanya masa lalu dan sekarang aku datang bersama dengan masa depanku," sahut Amanda dengan bijak.
"CK," Diandra yang mendengarnya langsung berdecak yang terlihat meremehkan ucapan Amanda.
"Ternyata benar kata Alvano sepupunya itu tidak bisa dianggap remeh. Dia bahkan bisa dengan mudah merebut kekasih Alvano dan sekarang pasti juga akan merebut Perusahaan. Sekarang lihatlah sudah membawa calon istri yang artinya ingin bersaing dengan Alvano siapa yang akan menikah di luar dan mempunyai keturunan terlebih dahulu," batin Diandra dengan geleng-geleng kepala.
"Aduh sebenarnya aku berada di situasi yang seperti apa. Kenapa kepalaku jadi sakit seperti ini," batin Kyarra jadi bingung.
"Kami permisi masuk dulu!" ucap Darren yang langsung pergi membawa calon istrinya yang melewati Alvano yang sejak tadi tidak mengeluarkan suara apapun.
"Sayang dia bener-bener ingin mendahului kamu. Dasar tidak tahu diri," kesal Diandra.
"Aku tidak akan membiarkan dia yang menang untuk kali ini," ucap Alvano mengepal tangannya.
"Aku setuju pada kamu. Sayang walau dia punya rencana akan menikahi dengan wanita itu. Tapi itu tidak akan terjadi. Aku tidak akan membiarkan dia mendahului kamu. Kamu harus percaya padaku," ucap Diandra yang selalu membantu kekasihnya dalam hal apapun.
"Iya," sahut Alvano.
"Ya sudah sebaiknya kamu masuk saja. Aku pulang dulu dan good luck untuk semuanya. Kyarra kamu dengarkan apa yang saya katakan di mobil tadi dan awas saja. Jika kamu membuat kesalahan yang mengacaukan semuanya," tegas Diandra penuh dengan penekanan yang memberikan ingat kepada Kyarra.
"Baik Bu," sahut Kyarra.
"Bye sayang aku pulang dulu!"
Diandra langsung mengecup bibir Alvano dan membuat Kyarra mengalihkan pandangannya. Diandra langsung buru-buru masuk ke dalam mobilnya yang sekarang menyerahkan semua kepada Alvano untuk melanjutkan misi keduanya.
"Ayo masuk!" ajak Alvano yang juga memegang tangan Kyarra yang membuat Kyarra kaget. Namun tidak bisa memberontak.
Kyarra juga tidak jadi minta maaf kepada Alvano karena kedatangan Darren tiba-tiba yang mengubah situasi tersebut.
*******
Kyarra, Alvano, Amanda, Darren dan Eyang besar sedang makan malam bersama di meja makan yang mewah dan berjejer pelayan yang menemani mereka makan.
"Saya tidak tahu ini hari ada apa. Kenapa kedua cucu saya yang tampan ini membawa calon istri mereka masing-masing ke rumah ini. Apa ada pernikahan dalam waktu dekat ini?" tanya Eyang dengan heran yang makan dengan anggun.
"Saya akan menikah dengan Kyarra," sahut Alvano dengan lantang.
"Alvano banyak desas-desus di perusahaan, Jika kamu menjalin hubungan dengan manager produksi. Lalu kenapa sekarang membawa wanita yang sama sekali yang tidak pernah Eyang lihat dan tidak pernah kamu kenalkan pada Eyang dan sekarang kamu sudah mengatakan jika kamu akan menikah dengan wanita ini," ucap Eyang.
"Jika yang aku bawa ke rumah ini dan menemui Eyang bukan manager tim produksi. Artinya semuanya hanya gosip saja dan sekarang yang aku bawa yang akan aku nikahi dan aku juga sudah mengenalkannya kepada Eyang," tegas Alvano dengan singkat.
."Begitu rupanya," sahut Eyang yang melihat ke arah Kyarra yang sejak tadi hanya tunduk saja.
"Lalu bagaimana dengan kamu Darren. Apa kamu juga membawa Amanda ke rumah ini untuk menikahinya?" tanya Eyang.
"Saya pasti akan menikahi Amanda. Tetapi jika Alvano ingin terlebih dahulu menikah dan sangat buru-buru untuk menikah maka silahkan. Saya dan Amanda menjalin hubungan tanpa buru-buru dan tidak memaksakan sesuatu atau terlihat tergesa-gesa," sahut Darren dengan santai. Namun terbesit sindiran pada Alvano.
"Cih!" Alvano mendengus kasar mendengar perkataan Darren yang membuatnya jijik.
Bersambung
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 82 Episodes
Comments