"Kau!" geram Alvano dengan mata memerah dan wajah yang sangat menyeramkan terlihat marah akibat pukulan yang di terimanya.
"Apa katamu. Kau menyuruhku harus tidur denganmu. Hey apa kau sadar dengan apa yang kau katakan barusan. Kau pikir aku ini wanita murahan hah! Aku bukan pelacur yang kalian bayar untuk tidur dengan laki-laki seperti mu. Kau jangan terlalu percaya diri! Apa kau tidak sadar dengan wajahmu yang sama sekali tidak ada apa-apanya! Kau tidak tampan dan aku tidak tertarik dengan pria sepertimu! Jadi jangan kepedean kalau aku akan tidur denganmu," tegas Kyarra mengoceh tiada henti yang merasa tersinggung dengan pernyataan Alvano. Kyarra juga tidak takut untuk mengeluarkan makiannya.
Sementara Diandra yang masih schok yang malah terlihat bingung dan tidak bisa menghentikan mulut Kyarra yang menghina kekasihnya.
"Kau bicara apa!" sahut Alvano menekan suaranya yang maju satu langkah ingin menutup mulut wanita yang berani menghinanya.
"Sayang sabar," Diandra dengan cepat mencegah kekasihnya itu dengan berdiri di tengah diantara Kyarra dan Diandra.
"Kyarra kamu diamlah! dan sekarang kamu minta maaf pada pak Alvano!" tegas Diandra.
"Tidak! Apa-apaan menyuruhku untuk minta maaf padanya dan ibu juga seenaknya menyuruhku diam. Kalian itu sama saja merendahkan harga diriku. Aku memang miskin. Tapi aku tidak akan menjadi pelacur, apalagi harus tidur dengan orang seperti dia!" tunjuk Kyarra tepat di wajah Alvano.
"Kyarra sudah hentikan!" tegas Diandra.
"Kyarra kamu itu salah paham," sahut Diandra.
"Salah paham bagaimana. Jelas-jelas Ibu ingin menjual saya kepada pria ini dengan harga 5 miliar dan sekarang mengatakan saya salah paham," sahut Kyarra tidak terima.
"Kyarra tidak seperti itu, tidak ada yang ingin menjual kamu. Kamu hanya perlu melahirkan anak Alvano sudah itu saja," jelas Diandra.
"Itu sama saja. Memangnya saya tempat produksi anak yang harus melahirkan anak orang lain. Saya benar-benar sudah dijebak oleh kalian berdua dan saya bisa melaporkan kejadian ini kepada pihak berwajib," ancam Kyarra .
"Apa katamu," sahut Alvano.
"Saya tidak akan mengulang apa yang saya katakan. Kalian menjebak saya dengan semua ini. Saya tidak akan memperpanjang masalah ini. Asal kalian jangan ganggu saya lagi," tegas Kyarra dengan emosi yang langsung pergi.
"Kyarra tunggu!" panggil Diandra. Diandra jadi kebingungan sendiri apakah harus mengejar Kyarra atau menenangkan kekasihnya yang juga masih penuh amarah.
"Sayang kamu tidak apa-apa!" Diandra memegang pipi kekasihnya yang masih memerah dengan wajah Diandra yang tampak sedih.
"Ini yang kamu inginkan? Wanita macam apa yang kamu berikan kepadaku. Wanita gila seperti itu yang akan melahirkan anakku. Lihat berani sekali dia menampar ku dan kamu dengar sendiri kata-kata yang keluar dari mulutnya," Diandra harus jadi pelampiasan kemarahan dari Alvano.
"Sayang ini pasti hanya salah paham dan aku minta maaf. Aku juga tidak tahu kalau kejadiannya seperti ini. Ini semua salahku karena sebelumnya aku tidak mengatakan dulu ke pada Kyarra tentang semuanya,"
"Jangan sebut nama wanita itu di depanku. Aku benar-benar sangat muak," tegas Alvano dengan suara menggelegar.
"Sayang kamu tenanglah. Aku akan menyelesaikan semua masalah ini," ucap Diandra mencoba bicara pelan.
"Kurang ajar wanita itu. Berani sekali dia menghinaku, melayangkan tangannya padaku. Kau wanita miskin yang tidak pantas melakukan semua ini kepadaku. Kau sudah berurusan denganku. Lihatlah apa yang akan aku lakukan kepadamu," batin Alvano dengan wajahnya yang memerah yang penuh dendam.
*********
Kyarra yang berjalan di pinggir jalan dengan mulutnya yang tidak berhenti merocos sejak tadi.
"Apa-apaan semua ini. Jadi aku diterima kerja dan dibayar mahal hanya untuk menjadi seorang pelacur. Isss, memang dengan mereka begitu kaya dan punya kekuasaan bisa seenaknya membayar. Melahirkan anak katanya. Memangnya aku itu pabrik, seenaknya bicara. Sangat percaya diri sekali dengan aku yang harus tidur dengan orang seperti itu," batin Kyarra dengan emosi.
Dratttt Dratttt Dratttt Dratttt.
Ponsel Kyarra berdering membuatnya langsung mengangkatnya.
"Hallo Amel ada apa?" tanya Kyarra.
"Apah, ibu drop!" pekik Kyarra dengan wajah kagetnya.
"Ya sudah kakak akan segera ke rumah sakit," ucap Kyarra dengan panik dan langsung mematikan ponselnya. Kyarra mencari ojek untuk alat transportasinya menuju rumah sakit yang jaraknya cukup jauh dari tempatnya berada.
********
Rumah sakit.
Diandra yang menjadi sasaran dari kekasihnya. Karena wanita yang dibawa Diandra sudah membuat harga dirinya turun dan Diandra yang harus menyelesaikan masalah tersebut. Mengetahui Kyarra berada di rumah sakit membuat Diandra langsung kesana.
"Kenapa sih, Eyang Alvano itu bikin susah. Sudah tahu Alvano yang selama ini memimpin Perusahaan dan sekarang dia harus memberikan persyaratan yang tidak masuk akal. Belum lagi Kyarra sudah tahu butuh uang. Masih aja jual mahal pakai maki-maki Alvano lagi. Sekarang aku yang repot yang akan menuntaskan semua masalah ini. Benar-benar di luar dugaan," umpat Diandra yang mengoceh terus sepanjang jalan di koridor rumah sakit.
"120 juta!" langkah Diandra terhenti ketika mendengar suara yang tidak asing baginya. Suara itu ternyata dari Kyarra yang berhadapan dengan Dokter.
"Itu hanya uang untuk operasi saja dan belum yang lain-lain," jelas Dokter
"Tapi Dokter! di mana saya akan mendapatkan uang sebanyak itu, saya bukan orang kaya Dokter," sahut Kyarra dengan mengeluh.
"Nona Kyarra ini semua demi kebaikan ibu anda. Beliau memang harus menjalankan operasi. Untuk pertanyaan anda. Kami tidak punya jawaban," jawab Dokter dengan wajah yang turut prihatin.
Kyarra terlihat prustasi mendengarkan biaya untuk operasi ibunya yang tidak main-main. Kyarra mengusap wajahnya dengan kedua tangannya dan menghela nafasnya.
"Kami sangat mengerti perasaan kamu dan sangat paham dengan situasi yang kamu hadapi. Kamu bisa memikirkan semua ini dan melakukan yang terbaik untuk ibuku kamu," ucap Dokter menepuk bahu Kyarra yang memberikan semangat.
"Saya permisi!" ucap Dokter tersebut yang akhirnya pergi. Kyarra menganggukan kepalanya.
Hahhhhhhh
Kyarra membuang nafasnya panjang dengan memijat kepalanya dan matanya yang terpejam terlihat bingung dengan kendala biaya yang di dapatkannya.
"Dengan uang yang kamu dapatkan. Bukan hanya bisa membantu untuk menangani kondisi ibu kamu tetapi juga bisa membantu kondisi ekonomi keluarga kamu,"
Kyarra membalikkan tubuhnya ketika mendengar suara itu. Siapa lagi jika bukan Diandra.
"Bu Diandra!" lirih Kyarra.
"Hmmm, saya mendengar semua apa yang dikatakan Dokter. Kyarra saya turut prihatin dengan apa yang terjadi pada kamu. Tetapi kamu jelas bisa membantu ibu kamu dengan kamu menyetujui apa yang kemarin kita bicarakan," ucap Diandra.
Kyarra terdiam yang seperti berpikir keras.
"Kyarra kamu tidak akan punya pilihan lain selain menyetujui keinginan ku. Sudahlah Kyarra jangan berpikir terlalu keras turuti saja apa yang aku katakan," batin Diandra dengan tersenyum tipis.
"Sebaiknya Ibu pergilah dari sini Saya tidak perlu saran atau pendapat dari ibu. Saya juga tidak akan menjual diri saya untuk pengobatan ibu saya," ucap Kyarra yang langsung pergi.
"Kyarra tunggu!" Diandra langsung menahan tangan Kyarra.
"Kyarra kamu hanya punya kesempatan dengan tawaran saya. Kamu lihat ibu kamu yang sedang sekarat. Apa kamu mau diam saja seperti ini hah! Nyawa ibu kamu hanya ada di tangan kamu dan kamu akan menyesal jika sampai terjadi sesuatu pada ibu kamu," ucap Diandra mengingatkan.
Bersambung
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 82 Episodes
Comments