Episode 20 Malam panas untuk keduanya.

Kyarra langsung batuk-batuk yang tersedak makanan mendengar pernyataan dari Alvano yang membuat jantungnya berdebar kencang.

"Apa yang kau katakan!" sahut Kyarra dengan gugup dan langsung buru-buru mengambil air putih untuk meredakan tenggorokannya yang gatal.

"Kau bilang apa?" tanya Kyarra kembali setelah merasa cukup lega dengan meneguk air putih.

"Aku pikir kau tidak tuli. Aku mengatakan kau harus melaksanakan kewajiban mu. Sesuai kontrak yang sudah kau tandatangani," tegas Alvano yang mengulang kembali dengan sejelas-jelasnya.

Kyarra menelan salivanya yang benar-benar sangat gugup dari wajahnya tidak bisa bohong. Jika dia sangat cemas jika hal itu akan terjadi.

"Ada apa?" tanya Kyarra dengan menaikkan 1 alisnya.

"Oh Jangan-jangan dugaanku benar. Jika kau tidak pulang-pulang dan betah di sini bukan karena ibumu. Tetapi karena kau ingin mengelak! Kau ingin alasan apa lagi hah! Kau ingin mengatakan apa lagi, datang bulan ini dan itu," sinis Alvano yang sudah menduga semua alasan Kyarra.

"Tidak. Jangan menuduh sembarangan," bantah Kyarra yang berusaha tenang.

"Kalau begitu. Kau akan melakukan tugasmu nanti malam. Jangan banyak alasan," tegas Alvano.

"Oke," sahut Kyarra yang sok yakin.

Padahal dari wajahnya sudah mulai pucat dan mencemaskan hal itu akan terjadi. Namun Alvano menatap Kyarra dengan penuh selidik sangat tidak percaya dengan keyakinan Kyarra.

"Jangan kecewakan aku. Ini adalah kontrak dan kau sudah menerima uang. Jangan membuat ulah dan lakukan yang terbaik," tegas Alvano yang kembali mengingatkan.

"Iya!" jawab Kyarra dengan tatapan matanya yang ke sana kemari yang tidak berani menatap Alvano yang menutupi ke kegugupannya.

"Jangan iya-iya saja. Tapi nanti malam ada saja yang kau lakukan," sahut Alvano.

"Kenapa sih tidak percaya padaku hah! Aku akan melakukan apa yang kamu mau. Sudah deh, sebaiknya kamu itu berpikir positif padaku dan jangan malah curiga padaku," tegas Kyarra sok tenang.

"Kita lihat saja nanti dan jika kau berulah, aku akan memaksamu," ancam Alvano membuat Kyarra yang merasa ngeri.

"Tidak apa-apa Kyarra ini memang adalah tugasmu. Kau juga adalah istrinya yang dinikahi secara sah dan tidak ada yang salah dengan apa yang akan kau lakukan, mau harus tenang dan santai Kyarra," batin Kyarra yang berusaha tenang. Walau dia ingin sekali waktu berjalan lama.

**********

Kyarra berada di kamar mandi yang berdiri di depan cermin. Dengan menggunakan dress panjang lengan satu jari. Dress berwarna hitam yang membuat tubuhnya terlihat profesional layaknya seperti seorang model. Apa yang dikenakannya sudah cocok untuk malam pertamanya.

Rambutnya di biarkan di gerai dan Kyarra juga tidak lupa memakai make up dan juga lipstik merah merona. Menyemprotkan parfum pada tubuhnya. Aroma khas yang bisa membuat seseorang menjadi klepek-klepek.

Kyarra memang terlihat begitu cantik. Namun tidak bisa dipungkiri dia sangat begitu gugup malam ini. Terlihat dari wajahnya.

"Kamu harus tenang Kyarra ini sudah takdir kamu dan kamu juga menginginkan hal ini," batin Kyarra dengan menarik nafas panjang dan membuangnya perlahan ke depan yang mencoba untuk tenang.

Setelah merasa sudah siap. Kyarra menekan Kenopi pintu kamar mandi dan membukanya dengan debaran jantungnya yang semakin kencang.

Ceklek.

Suara pintu yang terdengar membuat Alvano yang duduk di pinggir ranjang menoleh ke belakang. Kyarra sudah berdiri dengan sangat cantik dengan menunduk. Tiupan angin dari luar membuat rambut panjangnya menari-nari yang memperlihatkan jenjang lehernya yang putih mulus.

Mata Alvano tidak berkedip melihat penampilan istrinya dari bawah sampai ke atas yang memang benar-benar sangat sempurna. Alvano memang harus menyadari jika Kyarra emang secantik itu dengan tubuh yang seperti model. Bahkan Alvano kesulitan menelan salivanya melihat pemandangan indah di depannya.

Alvano perlahan berdiri dari tempat duduknya yang melangkah mendekati Kyarra sembari membuka jasnya dan di letakkan sembarang di atas tempat tidur.

Alvano yang semakin dekat membuat Kyarra semakin panik dan refleks mundur kebelakang. Mata Kyarra sejak tadi hanya melihat ke lantai saja yang tidak berani menatap Alvano.

Saking gugupnya membuat Kyarra hampir saja jatuh ke belakang dan untung saja Alvano sigap yang menahan pinggang Kyarra dengan satu tangannya sehingga posisi Kyarra kayang dengan wajahnya yang berdekatan dengan Alvano yang menatapnya begitu dalam.

Dag-dig-dug.

Suara jantung Kyarra semakin berdebar kencang saat wajah keduanya yang semakin dekat dengan tatapan mata Alvano yang sangat dingin.

"Kau masih ingin lari?" tanya Alvano dengan suara seraknya. Kyarra menggelengkan pelan kepalanya.

Tatapan Alvano semakin dalam. Tatapan yang mengartikan sudah tidak sabar lagi ingin melakukannya. Lalu Alvano semakin mendekatkan wajahnya dan mendekatkan bibirnya pada bibir Kyarra sampai menempel yang membuat mata Kyarra terpejam perlahan. Alvano mengigit pelan. Agar bibir itu terbuka dan melanjutkan dengan memasukkan lidahnya yang mulai bermain di mulut Kyarra.

Tidak ada penolakan dari Kyarra. Tangan Kyarra yang memegang lengan Alvano, meremas begitu kuat yang merasakan sensasi yang sebelumnya sudah di dapatkannya. Hampir 3 menit Alvano memainkan lidahnya di dalam mulut Kyarra dan sampai Alvano melepaskan ciuman itu yang memberikan ruang bernafas untuk Kyarra dengan Kyarra yang membuka matanya perlahan setelah merasa ada yang hilang darinya.

"Bibir mu sangat menggoda Kyarra! Aku menyukainya! Kau sudah menjadi canduku. Katakan kepadaku. Apa aku laki-laki yang pertama kali melakukannya?" tanya Alvano dengan suara seraknya yang tiba-tiba ingin mendapatkan jawaban dari Kyarra.

Kyarra dengan matanya yang sayu menganggukkan pelan kepalanya. Alvano tersenyum seolah bangga dengan jawaban itu. Siapa yang tidak bangga yang menjadi pertama kali mendapatkan bibir Kyarra.

"Sangat manis dan membuatku ingin melakukannya lagi!" lanjut Alvano. Wajah Kyarra memerah mendapatkan pujian yang singkat dari seorang pria yang sangat dingin yang sudah menjadi suaminya.

Alvano akhirnya menggendong tubuh mungil Kyarra ala bridal style berjalan perlahan menuju ranjang dan membaringkan Kyarra perlahan dengan sangat hati-hati.

Perlakuan Alvano emang sangat manis dan terkesan tidak buru-buru. Dia seperti berusaha membuat pasangannya nyaman. Alvano yang berdiri tegak melonggarkan dasinya. Lalu membuangnya ke sembarang tempat.

Kyarra masih tetap sama yang tidak berani menatap Alvano. Pandangan mata Kyarra yang sudah beralih ke samping saat melihat Alvano yang memulai membuka satu persatu kancing kemejanya yang dimulai dari atas.

Tanpa Kyarra sadari Alvano sudah menindih tubuhnya. Alvano yang kembali meraih bibir yang sudah menjadi candunya. Tidak ada sama sekali penolakan dari Kyarra. Karena memang Kyarra sadar. Jika itu sudah harus di lakukannya.

Puas dengan bibir Kyarra. Alvano melanjutkan dengan menjilat dan menggigit daun telinga Kyarra dengan pelan. Dia juga menyusuri leher jenjang Kyarra yang putih dan mulus meninggalkan beberapa jejak kemerahan tanda kepemilikan di sana.

Kyarra merasakan aliran darahnya seperti tersengat listrik karena kecupan-kecupan yang diberikan Alvano padanyanya.

"Hhhhhhhhhh!"

Suara desahan lolos dari mulut Kyarra yang sejak tadi tidak bisa ditahannya. Mendengar suara itu membuat Alvano menyunggingkan senyumnya yang merasa berhasil dan semakin bersemangat.

Alvano semakin agresif meraba seluruh meraba seluruh tubuh Kyarra. Alvano juga menciumi bahu Kyarra dan mengigit tali dress yang di kenakan Kyarra.

...Lanjut episode berikutnya. Jangan lupa like, koment dan vote yang banyak bantu share supaya author semakin semangat untuk menulis ceritanya....

Bersambung

Episodes
1 Episode 1 Hasrat Pasangan kekasih
2 Episode 2 Ternyata bermain Api.
3 Episode 3 Lahirkan anakku.
4 Episode 4 Rahim Wanita itu.
5 Episode 5 Kehidupan Kyarra.
6 Episode 6. 5 Miliyar lahirkan anakku
7 Episode 7 Butuh uang
8 Episode 8 Tidak punya pilihan.
9 Episode 9 Perkenalan dengan Eyang.
10 Episode 10 Pernikahan.
11 Episode 11 Sah.
12 Episode 12 Malam untuk Alvano dan Kyarra.
13 Episode 13 Suami penuh kesabaran.
14 Episode 14 Harus tinggal bersama.
15 Episode 15 Melihatnya diam-diam.
16 Episode 16 Simpatik
17 Episode 17 Ciuman yang menagih.
18 Episode 18 Tidak tahan LDR dan akhirnya menyusul.
19 Episode 19 Permintaan Alvano.
20 Episode 20 Malam panas untuk keduanya.
21 Episode 21 Permainan panas
22 Episode 22 keributan manis suami istri.
23 Episode 23 Hasrat Alvano
24 Episode 24 Hubungan Panas di lift
25 Episode 25 ciuman romantis.
26 Episode 26 Cantik dan elegan
27 Episode 27 Pembicaraan menegangkan.
28 Episode 28 Pemaksaan Alvano.
29 Episode 29 suami istri lagi marahan.
30 Episode 30 Perjuangan Kyarra.
31 Episode 31 Malam untuk pasangan suami istri.
32 Episode 32 semakin panas.
33 Episode 33 Hubungan panas Diandra dan Darren.
34 Episode 34 Pernyataan Darren.
35 Episode 35 Pasangan manis.
36 Episode 36 Cemburu pada suami itu wajar
37 Episode 37 Amanda vs Kyarra.
38 Episode 38 Hampir Ketahuan.
39 Episode 39 Lawannya bukan Kyarra.
40 Episode 40 Akhirnya.
41 Episode 41 Mual.
42 Episode 42 Menuruti istri hamil.
43 Episode 43 mendapatkan pelecehan.
44 Episode 44 Istri mode manja
45 Episode 45 Tiba-tiba cemburu
46 Episode 46 Perasaan yang aneh.
47 Episode 47 Panas
48 Episode 48 Musibah.
49 Episode 49 Ruangan menjadi panas.
50 Episode 50 Hampir Saja
51 Episode 51 Istri mulai aneh.
52 Bab 52 Alvano sweet.
53 Episode 53 Ada Rahasia.
54 Episode 54 Kemarahan Darren
55 Bab 55 Hampir saja.
56 Episode 56 Detik-detik ketahuanm
57 Episode 57 kualat.
58 Episode 58 ketakutan Alvano.
59 Episode 59 Yang terjadi.
60 Episode 60 Keanehan.
61 Episode 61 Jadi Ribut
62 Episode 62 Maaf.
63 Episode 63 kabar bahagia atau kabar buruk.
64 Episode 64 Apa itu peringatan.
65 Episode 65 Ribut.
66 Episode 66 Menyelidiki.
67 Episode 67 Berbaikan.
68 Episode 68 Rencana Amanda.
69 Episode 69 Keputusan berat
70 Episode 70 Dalam bahaya.
71 Episode 71 Situasi menegangkan.
72 Episode 73 Pilihan.
73 Episode 73 Perpisahan jauh lebih baik
74 Episode 74 Mengetahui m
75 Episode 75 Jebakan Amanda.
76 Episode 76 Amanda dan Ramon.
77 Episode 77 Ketulusan Diandra.
78 Episode 78 Hancur.
79 Episode 79 Karma Amanda.
80 Episode 80 Rahasia terbongkar.
81 Episode 81 Akhirnya seperti itu.
82 Untuk Pembaca
Episodes

Updated 82 Episodes

1
Episode 1 Hasrat Pasangan kekasih
2
Episode 2 Ternyata bermain Api.
3
Episode 3 Lahirkan anakku.
4
Episode 4 Rahim Wanita itu.
5
Episode 5 Kehidupan Kyarra.
6
Episode 6. 5 Miliyar lahirkan anakku
7
Episode 7 Butuh uang
8
Episode 8 Tidak punya pilihan.
9
Episode 9 Perkenalan dengan Eyang.
10
Episode 10 Pernikahan.
11
Episode 11 Sah.
12
Episode 12 Malam untuk Alvano dan Kyarra.
13
Episode 13 Suami penuh kesabaran.
14
Episode 14 Harus tinggal bersama.
15
Episode 15 Melihatnya diam-diam.
16
Episode 16 Simpatik
17
Episode 17 Ciuman yang menagih.
18
Episode 18 Tidak tahan LDR dan akhirnya menyusul.
19
Episode 19 Permintaan Alvano.
20
Episode 20 Malam panas untuk keduanya.
21
Episode 21 Permainan panas
22
Episode 22 keributan manis suami istri.
23
Episode 23 Hasrat Alvano
24
Episode 24 Hubungan Panas di lift
25
Episode 25 ciuman romantis.
26
Episode 26 Cantik dan elegan
27
Episode 27 Pembicaraan menegangkan.
28
Episode 28 Pemaksaan Alvano.
29
Episode 29 suami istri lagi marahan.
30
Episode 30 Perjuangan Kyarra.
31
Episode 31 Malam untuk pasangan suami istri.
32
Episode 32 semakin panas.
33
Episode 33 Hubungan panas Diandra dan Darren.
34
Episode 34 Pernyataan Darren.
35
Episode 35 Pasangan manis.
36
Episode 36 Cemburu pada suami itu wajar
37
Episode 37 Amanda vs Kyarra.
38
Episode 38 Hampir Ketahuan.
39
Episode 39 Lawannya bukan Kyarra.
40
Episode 40 Akhirnya.
41
Episode 41 Mual.
42
Episode 42 Menuruti istri hamil.
43
Episode 43 mendapatkan pelecehan.
44
Episode 44 Istri mode manja
45
Episode 45 Tiba-tiba cemburu
46
Episode 46 Perasaan yang aneh.
47
Episode 47 Panas
48
Episode 48 Musibah.
49
Episode 49 Ruangan menjadi panas.
50
Episode 50 Hampir Saja
51
Episode 51 Istri mulai aneh.
52
Bab 52 Alvano sweet.
53
Episode 53 Ada Rahasia.
54
Episode 54 Kemarahan Darren
55
Bab 55 Hampir saja.
56
Episode 56 Detik-detik ketahuanm
57
Episode 57 kualat.
58
Episode 58 ketakutan Alvano.
59
Episode 59 Yang terjadi.
60
Episode 60 Keanehan.
61
Episode 61 Jadi Ribut
62
Episode 62 Maaf.
63
Episode 63 kabar bahagia atau kabar buruk.
64
Episode 64 Apa itu peringatan.
65
Episode 65 Ribut.
66
Episode 66 Menyelidiki.
67
Episode 67 Berbaikan.
68
Episode 68 Rencana Amanda.
69
Episode 69 Keputusan berat
70
Episode 70 Dalam bahaya.
71
Episode 71 Situasi menegangkan.
72
Episode 73 Pilihan.
73
Episode 73 Perpisahan jauh lebih baik
74
Episode 74 Mengetahui m
75
Episode 75 Jebakan Amanda.
76
Episode 76 Amanda dan Ramon.
77
Episode 77 Ketulusan Diandra.
78
Episode 78 Hancur.
79
Episode 79 Karma Amanda.
80
Episode 80 Rahasia terbongkar.
81
Episode 81 Akhirnya seperti itu.
82
Untuk Pembaca

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!