Kyarra langsung batuk-batuk yang tersedak makanan mendengar pernyataan dari Alvano yang membuat jantungnya berdebar kencang.
"Apa yang kau katakan!" sahut Kyarra dengan gugup dan langsung buru-buru mengambil air putih untuk meredakan tenggorokannya yang gatal.
"Kau bilang apa?" tanya Kyarra kembali setelah merasa cukup lega dengan meneguk air putih.
"Aku pikir kau tidak tuli. Aku mengatakan kau harus melaksanakan kewajiban mu. Sesuai kontrak yang sudah kau tandatangani," tegas Alvano yang mengulang kembali dengan sejelas-jelasnya.
Kyarra menelan salivanya yang benar-benar sangat gugup dari wajahnya tidak bisa bohong. Jika dia sangat cemas jika hal itu akan terjadi.
"Ada apa?" tanya Kyarra dengan menaikkan 1 alisnya.
"Oh Jangan-jangan dugaanku benar. Jika kau tidak pulang-pulang dan betah di sini bukan karena ibumu. Tetapi karena kau ingin mengelak! Kau ingin alasan apa lagi hah! Kau ingin mengatakan apa lagi, datang bulan ini dan itu," sinis Alvano yang sudah menduga semua alasan Kyarra.
"Tidak. Jangan menuduh sembarangan," bantah Kyarra yang berusaha tenang.
"Kalau begitu. Kau akan melakukan tugasmu nanti malam. Jangan banyak alasan," tegas Alvano.
"Oke," sahut Kyarra yang sok yakin.
Padahal dari wajahnya sudah mulai pucat dan mencemaskan hal itu akan terjadi. Namun Alvano menatap Kyarra dengan penuh selidik sangat tidak percaya dengan keyakinan Kyarra.
"Jangan kecewakan aku. Ini adalah kontrak dan kau sudah menerima uang. Jangan membuat ulah dan lakukan yang terbaik," tegas Alvano yang kembali mengingatkan.
"Iya!" jawab Kyarra dengan tatapan matanya yang ke sana kemari yang tidak berani menatap Alvano yang menutupi ke kegugupannya.
"Jangan iya-iya saja. Tapi nanti malam ada saja yang kau lakukan," sahut Alvano.
"Kenapa sih tidak percaya padaku hah! Aku akan melakukan apa yang kamu mau. Sudah deh, sebaiknya kamu itu berpikir positif padaku dan jangan malah curiga padaku," tegas Kyarra sok tenang.
"Kita lihat saja nanti dan jika kau berulah, aku akan memaksamu," ancam Alvano membuat Kyarra yang merasa ngeri.
"Tidak apa-apa Kyarra ini memang adalah tugasmu. Kau juga adalah istrinya yang dinikahi secara sah dan tidak ada yang salah dengan apa yang akan kau lakukan, mau harus tenang dan santai Kyarra," batin Kyarra yang berusaha tenang. Walau dia ingin sekali waktu berjalan lama.
**********
Kyarra berada di kamar mandi yang berdiri di depan cermin. Dengan menggunakan dress panjang lengan satu jari. Dress berwarna hitam yang membuat tubuhnya terlihat profesional layaknya seperti seorang model. Apa yang dikenakannya sudah cocok untuk malam pertamanya.
Rambutnya di biarkan di gerai dan Kyarra juga tidak lupa memakai make up dan juga lipstik merah merona. Menyemprotkan parfum pada tubuhnya. Aroma khas yang bisa membuat seseorang menjadi klepek-klepek.
Kyarra memang terlihat begitu cantik. Namun tidak bisa dipungkiri dia sangat begitu gugup malam ini. Terlihat dari wajahnya.
"Kamu harus tenang Kyarra ini sudah takdir kamu dan kamu juga menginginkan hal ini," batin Kyarra dengan menarik nafas panjang dan membuangnya perlahan ke depan yang mencoba untuk tenang.
Setelah merasa sudah siap. Kyarra menekan Kenopi pintu kamar mandi dan membukanya dengan debaran jantungnya yang semakin kencang.
Ceklek.
Suara pintu yang terdengar membuat Alvano yang duduk di pinggir ranjang menoleh ke belakang. Kyarra sudah berdiri dengan sangat cantik dengan menunduk. Tiupan angin dari luar membuat rambut panjangnya menari-nari yang memperlihatkan jenjang lehernya yang putih mulus.
Mata Alvano tidak berkedip melihat penampilan istrinya dari bawah sampai ke atas yang memang benar-benar sangat sempurna. Alvano memang harus menyadari jika Kyarra emang secantik itu dengan tubuh yang seperti model. Bahkan Alvano kesulitan menelan salivanya melihat pemandangan indah di depannya.
Alvano perlahan berdiri dari tempat duduknya yang melangkah mendekati Kyarra sembari membuka jasnya dan di letakkan sembarang di atas tempat tidur.
Alvano yang semakin dekat membuat Kyarra semakin panik dan refleks mundur kebelakang. Mata Kyarra sejak tadi hanya melihat ke lantai saja yang tidak berani menatap Alvano.
Saking gugupnya membuat Kyarra hampir saja jatuh ke belakang dan untung saja Alvano sigap yang menahan pinggang Kyarra dengan satu tangannya sehingga posisi Kyarra kayang dengan wajahnya yang berdekatan dengan Alvano yang menatapnya begitu dalam.
Dag-dig-dug.
Suara jantung Kyarra semakin berdebar kencang saat wajah keduanya yang semakin dekat dengan tatapan mata Alvano yang sangat dingin.
"Kau masih ingin lari?" tanya Alvano dengan suara seraknya. Kyarra menggelengkan pelan kepalanya.
Tatapan Alvano semakin dalam. Tatapan yang mengartikan sudah tidak sabar lagi ingin melakukannya. Lalu Alvano semakin mendekatkan wajahnya dan mendekatkan bibirnya pada bibir Kyarra sampai menempel yang membuat mata Kyarra terpejam perlahan. Alvano mengigit pelan. Agar bibir itu terbuka dan melanjutkan dengan memasukkan lidahnya yang mulai bermain di mulut Kyarra.
Tidak ada penolakan dari Kyarra. Tangan Kyarra yang memegang lengan Alvano, meremas begitu kuat yang merasakan sensasi yang sebelumnya sudah di dapatkannya. Hampir 3 menit Alvano memainkan lidahnya di dalam mulut Kyarra dan sampai Alvano melepaskan ciuman itu yang memberikan ruang bernafas untuk Kyarra dengan Kyarra yang membuka matanya perlahan setelah merasa ada yang hilang darinya.
"Bibir mu sangat menggoda Kyarra! Aku menyukainya! Kau sudah menjadi canduku. Katakan kepadaku. Apa aku laki-laki yang pertama kali melakukannya?" tanya Alvano dengan suara seraknya yang tiba-tiba ingin mendapatkan jawaban dari Kyarra.
Kyarra dengan matanya yang sayu menganggukkan pelan kepalanya. Alvano tersenyum seolah bangga dengan jawaban itu. Siapa yang tidak bangga yang menjadi pertama kali mendapatkan bibir Kyarra.
"Sangat manis dan membuatku ingin melakukannya lagi!" lanjut Alvano. Wajah Kyarra memerah mendapatkan pujian yang singkat dari seorang pria yang sangat dingin yang sudah menjadi suaminya.
Alvano akhirnya menggendong tubuh mungil Kyarra ala bridal style berjalan perlahan menuju ranjang dan membaringkan Kyarra perlahan dengan sangat hati-hati.
Perlakuan Alvano emang sangat manis dan terkesan tidak buru-buru. Dia seperti berusaha membuat pasangannya nyaman. Alvano yang berdiri tegak melonggarkan dasinya. Lalu membuangnya ke sembarang tempat.
Kyarra masih tetap sama yang tidak berani menatap Alvano. Pandangan mata Kyarra yang sudah beralih ke samping saat melihat Alvano yang memulai membuka satu persatu kancing kemejanya yang dimulai dari atas.
Tanpa Kyarra sadari Alvano sudah menindih tubuhnya. Alvano yang kembali meraih bibir yang sudah menjadi candunya. Tidak ada sama sekali penolakan dari Kyarra. Karena memang Kyarra sadar. Jika itu sudah harus di lakukannya.
Puas dengan bibir Kyarra. Alvano melanjutkan dengan menjilat dan menggigit daun telinga Kyarra dengan pelan. Dia juga menyusuri leher jenjang Kyarra yang putih dan mulus meninggalkan beberapa jejak kemerahan tanda kepemilikan di sana.
Kyarra merasakan aliran darahnya seperti tersengat listrik karena kecupan-kecupan yang diberikan Alvano padanyanya.
"Hhhhhhhhhh!"
Suara desahan lolos dari mulut Kyarra yang sejak tadi tidak bisa ditahannya. Mendengar suara itu membuat Alvano menyunggingkan senyumnya yang merasa berhasil dan semakin bersemangat.
Alvano semakin agresif meraba seluruh meraba seluruh tubuh Kyarra. Alvano juga menciumi bahu Kyarra dan mengigit tali dress yang di kenakan Kyarra.
...Lanjut episode berikutnya. Jangan lupa like, koment dan vote yang banyak bantu share supaya author semakin semangat untuk menulis ceritanya....
Bersambung
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 82 Episodes
Comments