Episode 14 Harus tinggal bersama.

Alvano dan Kyarra sekarang berada di dalam mobil mewah Alvano yang keduanya duduk di belakang yang di setir supir pribadi Alvano.

"Mau kemana dia membawaku dan nanti jika aku bertanya padanya. Pasti aku tidak akan mendapatkan jawaban apa-apa. Aissss kenapa semuanya sangat menyebalkan! kenapa orang-orang kaya ini suka sekali membuatku bingung," umpat Kayra di dalam hatinya yang penasaran. Tetapi tidak bisa mendapatkan jawaban apa-apa.

"Kenapa juga Eyang harus mengajaknya bertemu. Apa yang ingin Eyang katakan pagi-pagi seperti ini? apa ada hal yang penting? Sudahlah aku datang saja!" batin Alvano dengan penasaran yang ternyata ingin bertemu Eyang dan dia juga tidak tahu tujuan Eyang memanggilnya.

Tidak lama akhirnya mobil itu memasuki pekarangan rumah mewah yang pasti tidak asing bagi Kyarra.

"Ini kan rumahnya!" tanya Kyarra yang melihat di sekitarnya yang mengenali tempat tersebut dan memang benar tempat itu adalah istana mewah Eyang yang sekarang mobil itu berhenti di depan rumah. Bodyguard yang ada di depan pintu langsung membukan pintu mobil.

"Ayo turun jangan melamun!" tegas Alvano yang sudah terlebih dahulu turun dan kemudian Kyarra menyusul dengan wajah bingung Kyarra.

Sampai akhirnya Kyarra memasuki rumah mewah dan luas tersebut yang mengekor di belakang Alvano yang menuju meja makan. Di meja makan tersebut ternyata ada Darren dan juga Amanda.

"Kalian baru datang!" sapa Eyang.

"Iya!" sahut Alvano dengan datar.

"Ayo Alvano, Kyarra sarapan bersama kami," sahut Eyang dengan ramah.

"Kami tadi sudah sarapan," jawab Alvano.

"Kenapa dia suka sekali berbohong. Kapan aku sarapan bersamanya, apa dia tidak tahu, perutku lapar," batin Kyarra.

"Tapi tidak ada salahnya. Kamu dan istri kamu sarapan untuk pertama kali di rumah ini," tegas Eyang. Alvano sepertinya tidak suka jika ada dua orang tersebut di meja makan.

"Duduklah!" titah Eyang.

Mau tidak mau Alvano duduk dan Kyarra hanya mengikut saja juga duduk.

Mata Kyarra melihat kemeja makan. Sarapan orang kaya pada umumnya yang penuh dengan jenis roti dan selai dan juga banyak jenis sereal. Tidak seperti Kyarra kalau sarapan nasi goreng ala kadarnya.

"Kyarra kamu mau makan apa?" tanya Eyang.

"Coba roti saja Kyarra. Ini sangat enak, seperti yang aku makan," sahut Amanda yang sedang sarapan dengan roti dan hanya memakai roti saja harus menggunakan garpu dan juga pisau.

"Astaga tinggal dipegang dan dimasukkan ke dalam mulut sudah selesai. Apa harus menyulitkan diri sendiri. Ya namanya juga orang kaya peralatan makannya sangat banyak," batin Kyarra.

"Tolong layani dia!" titah Eyang ada pelayan yang berjejer di dekat meja makan.

"Baik nyonya," sahut salah satu pelayan itu.

"Tidak usah, saya tidak sarapan. Perut saya tidak enak," tolak Kyarra ketika salah satu wanita itu ingin membantu Kyarra.

"Kamu baik-baik saja Kyarra?" tanya Eyang.

"Perut saya nyeri. Karena sedang....." Kyarra tidak melanjutkan kalimatnya ketika kakinya disenggol oleh Alvano. Lalu Kyarra menoleh ke arah Alvano dan melihat kode mata yang di berikan Albania.

"Kyarra kurang enak badan dan tidak selera untuk makan," sahut Alvano lanjutkan kalimat tersebut.

"Bukannya dia barusan mengatakan perutnya yang sakit," sahut Darren.

"Aku tidak harus menjelaskan secara rinci apa yang terjadi padanya" sahut Alvano sinis.

"Baiklah kalau begitu. Jika kamu membutuhkan Dokter. Kamu bisa langsung berbicara pada Eyang," ucap Eyang. Kyarra hanya menganggukkan kepalanya.

"Langsung saja untuk apa Eyang memanggil saya kemari. Saya dan Kyarra baru saja menikah dan tidak seharusnya kami di panggil," ucap Alvano dengan dingin.

"Maaf. Jika Eyang sudah menggangu kalian berdua," sahut Eyang.

"Alvano kamu dan Kyarra sudah menikah dan Eyang ingin kamu dan Kyarra tinggal di rumah ini," tegas Eyang yang membuat Alvano terkejut dengan matanya yang membulat sempurna.

"Apa kata Eyang?" tanya Alvano dengan wajah kagetnya

"Kenapa kamu begitu terkejut ketika disuruh tinggal di rumah ini dan bukannya memang kamu tinggal di rumah ini sebelumnya?" tanya Eyang heran.

"Bukan begitu maksudku. Eyang aku dan Kyarra berencana untuk tinggal di rumah yang berbeda. Kami sudah punya tempat tinggal sendiri dan tidak harus tinggal di rumah ini," ucap Alvano memberikan alasannya.

"Tapi Eyang ingin kalian berdua tinggal di sini dan Eyang tidak ingin ada protes sama sekali," ucap Eyang menegaskan.

"Kyarra kamu sudah menjadi istri dari Alvano. Jadi kamu harus mengikuti suami kamu. Kamu akan tinggal di sini," tegas Eyang. Kyarra bingung sendiri dan tidak berani protes.

"Bukannya kata Bu Diandra setelah menikah aku tetap saja tinggal di rumahku dan tidak akan ada kaitannya dengan Alvano atau seperti suami istri pada umumnya. Kami tidak akan terikat sama sekali. Lalu kenapa sekarang jadi seperti ini," batin Kyarra yang juga bingung dan panik.

"Sial. Bagaimana ini. Aku tidak mungkin selama bersamanya. Belum sampai 24 jam saja aku sudah prustasi. Kenapa justru jalan pernikahan ini malah membuat masalah semakin banyak," umpat Alvano di dalam hatinya.

"Kamu tidak akan keberatan Alvano?" tanya Eyang memastikan. Alvano melihat kearah Darren. Tatapan Darren mengartikan sesuatu.

"Tidak sama sekali. Karena memang Kyarra harus berada di rumah ini karena dia sudah menjadi bagian di rumah ini. Statusnya jauh lebih tinggi dari wanita manapun yang belum memiliki status yang bisa keluar masuk dari rumah ini," tegas Alvano dengan penuh sindiran yang pasti merasa tersindir adalah Amanda.

"Kenapa aku jadi terjebak dalam pernikahan ini," batin Kyarra dengan menghela nafas yang pusing sendiri yang tidak tahu apa yang harus di lakukannya setelah itu.

*********

Alvano dan Kyarra yang memasuki kamar mewah milik Alvano.

"Jadi aku akan tinggal di rumah ini. Bukannya Bu Diandra bilang kita akan pisah rumah dan tidak akan ada tinggal tinggal satu rumah seperti suami istri lainnya. Lalu kenapa aku tinggal di sini?" tanya Kyarra dengan mengoceh.

"Jadi kau pikir aku bahagia, senang, riang, gembira, saat aku harus tinggal satu rumah denganmu dan juga satu kamar denganmu. Aku tidak menginginkan hal itu dan aku juga tidak tahu jika semuanya terjadi seperti ini," tegas Alvano yang tidak kalah mengoceh.

"Ya lalu sekarang bagaimana?" tanya Kyarra.

"Jangan bertanya yang membuat kepalaku sakit. Kau ikuti saja ketentuan yang sudah diatur. Jika Eyang kamu tinggal di rumah ini mah ke tinggal di rumah ini," tegas Alvano.

"Kita satu kamar?" tanya Kyarra.

"Jika kita berpisah kamar. Maka yang ada timbul kecurigaan semua orang-orang di rumah ini dan jangan membuat kepala semakin sakit," tegas Alvano.

"Lalu kita satu ranjang?" tanya Kyarra memerankan suaranya.

Alvano mendengarnya mendengus kasar dengan tersenyum miring.

"Jangan bermimpi. Kita hanya cukup tidur satu kali dan setelah itu tidak akan ada berbagi ranjang. Kau tidur di sofa, di lantai!" tegas Alvano.

"Kenapa bukan kau saja yang tidur di sana," sahut Kyarra dengan berani.

"Ini kamarku dan aku yang mempunyai kuasa. Sementara kau hanyalah parasit di kamar ini," tegas Alvano.

Kyarra diam mendengarnya dengan menaikkan ujung bibirnya ke atas yang kesal dengan Alvano.

"Jadi ikuti apa saja yang aku katakan!" tegas Alvano.

"Terserah!" ucap Kyarra pelan. Alvano tidak mengatakan apa-apa lagi dan langsung keluar dari kamar tersebut.

"Huhhhhh, ada saja," gumam Kyarra dengan menghela nafas.

Bersambung

Episodes
1 Episode 1 Hasrat Pasangan kekasih
2 Episode 2 Ternyata bermain Api.
3 Episode 3 Lahirkan anakku.
4 Episode 4 Rahim Wanita itu.
5 Episode 5 Kehidupan Kyarra.
6 Episode 6. 5 Miliyar lahirkan anakku
7 Episode 7 Butuh uang
8 Episode 8 Tidak punya pilihan.
9 Episode 9 Perkenalan dengan Eyang.
10 Episode 10 Pernikahan.
11 Episode 11 Sah.
12 Episode 12 Malam untuk Alvano dan Kyarra.
13 Episode 13 Suami penuh kesabaran.
14 Episode 14 Harus tinggal bersama.
15 Episode 15 Melihatnya diam-diam.
16 Episode 16 Simpatik
17 Episode 17 Ciuman yang menagih.
18 Episode 18 Tidak tahan LDR dan akhirnya menyusul.
19 Episode 19 Permintaan Alvano.
20 Episode 20 Malam panas untuk keduanya.
21 Episode 21 Permainan panas
22 Episode 22 keributan manis suami istri.
23 Episode 23 Hasrat Alvano
24 Episode 24 Hubungan Panas di lift
25 Episode 25 ciuman romantis.
26 Episode 26 Cantik dan elegan
27 Episode 27 Pembicaraan menegangkan.
28 Episode 28 Pemaksaan Alvano.
29 Episode 29 suami istri lagi marahan.
30 Episode 30 Perjuangan Kyarra.
31 Episode 31 Malam untuk pasangan suami istri.
32 Episode 32 semakin panas.
33 Episode 33 Hubungan panas Diandra dan Darren.
34 Episode 34 Pernyataan Darren.
35 Episode 35 Pasangan manis.
36 Episode 36 Cemburu pada suami itu wajar
37 Episode 37 Amanda vs Kyarra.
38 Episode 38 Hampir Ketahuan.
39 Episode 39 Lawannya bukan Kyarra.
40 Episode 40 Akhirnya.
41 Episode 41 Mual.
42 Episode 42 Menuruti istri hamil.
43 Episode 43 mendapatkan pelecehan.
44 Episode 44 Istri mode manja
45 Episode 45 Tiba-tiba cemburu
46 Episode 46 Perasaan yang aneh.
47 Episode 47 Panas
48 Episode 48 Musibah.
49 Episode 49 Ruangan menjadi panas.
50 Episode 50 Hampir Saja
51 Episode 51 Istri mulai aneh.
52 Bab 52 Alvano sweet.
53 Episode 53 Ada Rahasia.
54 Episode 54 Kemarahan Darren
55 Bab 55 Hampir saja.
56 Episode 56 Detik-detik ketahuanm
57 Episode 57 kualat.
58 Episode 58 ketakutan Alvano.
59 Episode 59 Yang terjadi.
60 Episode 60 Keanehan.
61 Episode 61 Jadi Ribut
62 Episode 62 Maaf.
63 Episode 63 kabar bahagia atau kabar buruk.
64 Episode 64 Apa itu peringatan.
65 Episode 65 Ribut.
66 Episode 66 Menyelidiki.
67 Episode 67 Berbaikan.
68 Episode 68 Rencana Amanda.
69 Episode 69 Keputusan berat
70 Episode 70 Dalam bahaya.
71 Episode 71 Situasi menegangkan.
72 Episode 73 Pilihan.
73 Episode 73 Perpisahan jauh lebih baik
74 Episode 74 Mengetahui m
75 Episode 75 Jebakan Amanda.
76 Episode 76 Amanda dan Ramon.
77 Episode 77 Ketulusan Diandra.
78 Episode 78 Hancur.
79 Episode 79 Karma Amanda.
80 Episode 80 Rahasia terbongkar.
81 Episode 81 Akhirnya seperti itu.
82 Untuk Pembaca
Episodes

Updated 82 Episodes

1
Episode 1 Hasrat Pasangan kekasih
2
Episode 2 Ternyata bermain Api.
3
Episode 3 Lahirkan anakku.
4
Episode 4 Rahim Wanita itu.
5
Episode 5 Kehidupan Kyarra.
6
Episode 6. 5 Miliyar lahirkan anakku
7
Episode 7 Butuh uang
8
Episode 8 Tidak punya pilihan.
9
Episode 9 Perkenalan dengan Eyang.
10
Episode 10 Pernikahan.
11
Episode 11 Sah.
12
Episode 12 Malam untuk Alvano dan Kyarra.
13
Episode 13 Suami penuh kesabaran.
14
Episode 14 Harus tinggal bersama.
15
Episode 15 Melihatnya diam-diam.
16
Episode 16 Simpatik
17
Episode 17 Ciuman yang menagih.
18
Episode 18 Tidak tahan LDR dan akhirnya menyusul.
19
Episode 19 Permintaan Alvano.
20
Episode 20 Malam panas untuk keduanya.
21
Episode 21 Permainan panas
22
Episode 22 keributan manis suami istri.
23
Episode 23 Hasrat Alvano
24
Episode 24 Hubungan Panas di lift
25
Episode 25 ciuman romantis.
26
Episode 26 Cantik dan elegan
27
Episode 27 Pembicaraan menegangkan.
28
Episode 28 Pemaksaan Alvano.
29
Episode 29 suami istri lagi marahan.
30
Episode 30 Perjuangan Kyarra.
31
Episode 31 Malam untuk pasangan suami istri.
32
Episode 32 semakin panas.
33
Episode 33 Hubungan panas Diandra dan Darren.
34
Episode 34 Pernyataan Darren.
35
Episode 35 Pasangan manis.
36
Episode 36 Cemburu pada suami itu wajar
37
Episode 37 Amanda vs Kyarra.
38
Episode 38 Hampir Ketahuan.
39
Episode 39 Lawannya bukan Kyarra.
40
Episode 40 Akhirnya.
41
Episode 41 Mual.
42
Episode 42 Menuruti istri hamil.
43
Episode 43 mendapatkan pelecehan.
44
Episode 44 Istri mode manja
45
Episode 45 Tiba-tiba cemburu
46
Episode 46 Perasaan yang aneh.
47
Episode 47 Panas
48
Episode 48 Musibah.
49
Episode 49 Ruangan menjadi panas.
50
Episode 50 Hampir Saja
51
Episode 51 Istri mulai aneh.
52
Bab 52 Alvano sweet.
53
Episode 53 Ada Rahasia.
54
Episode 54 Kemarahan Darren
55
Bab 55 Hampir saja.
56
Episode 56 Detik-detik ketahuanm
57
Episode 57 kualat.
58
Episode 58 ketakutan Alvano.
59
Episode 59 Yang terjadi.
60
Episode 60 Keanehan.
61
Episode 61 Jadi Ribut
62
Episode 62 Maaf.
63
Episode 63 kabar bahagia atau kabar buruk.
64
Episode 64 Apa itu peringatan.
65
Episode 65 Ribut.
66
Episode 66 Menyelidiki.
67
Episode 67 Berbaikan.
68
Episode 68 Rencana Amanda.
69
Episode 69 Keputusan berat
70
Episode 70 Dalam bahaya.
71
Episode 71 Situasi menegangkan.
72
Episode 73 Pilihan.
73
Episode 73 Perpisahan jauh lebih baik
74
Episode 74 Mengetahui m
75
Episode 75 Jebakan Amanda.
76
Episode 76 Amanda dan Ramon.
77
Episode 77 Ketulusan Diandra.
78
Episode 78 Hancur.
79
Episode 79 Karma Amanda.
80
Episode 80 Rahasia terbongkar.
81
Episode 81 Akhirnya seperti itu.
82
Untuk Pembaca

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!