Episode 2 Ternyata bermain Api.

"Benar sekali Alvano. Darren sudah kembali dari Amerika dan Darren akan menetap di Indonesia yang akan membantu kamu untuk mengembangkan Perusahaan," ucap Eyang. Mata Alvano terbelalak kaget mendengar pernyataan Eyang yang membuatnya shock.

"Maaf Eyang. Tapi aku rasa itu tidak perlu. Karena selama ini aku yang menangani Perusahaan sendiri dan tidak perlu ada yang membantu. Apa lagi dia baru kembali dari Luar Negri dan tidak tahu apa-apa tentang Perusahaan," ucap Alvano yang berterus terang berbicara sangat pedas.

"Kamu meragukan ku Alvano," sahut Darren.

"Aku hanya mengatakan apa yang ingin yang sebenarnya. Kau tidak perlu ikut membantuku. Aku bisa melakukannya sendiri," tegas Alvano.

"Alvano. Tetapi bagaimana pun Darren akan tetap ikut andil dalam Perusahan," tegas Eyang yang memutuskan secara sepihak.

"Kenapa Eyang. Bukannya aku sudah mengatakan. Jika aku tidak membutuhkan siapa-siapa untuk membantuku. Dan dia pasti tidak tahu apa-apa dan hanya akan menyusahkan saja," tegas Alvano yang tetap tidak setuju.

"Jika tidak tahu apa-apa. Kamu punya kewajiban untuk mengajarinya. Tetapi Eyang rasa kamu tidak perlu mengajarinya. Karena Darren juga punya pengalaman bisnis yang sangat bagus," jawab Eyang.

"Tapi dia tidak harus berada di Perusahaan ku," tegas Alvano dengan menekankan.

"Apa maksud kamu dengan Perusahaan kamu Alvano?" tanya Eyang dengan alisnya terangkat.

"Alvano Perusahaan itu masih atas nama Eyang dan belum di alihkan kepada kamu atau juga Darren," tegas Eyang.

"Apa maksud Eyang membawa nama Darren dalam peralihan Perusahaan?" Alvano bertanya kembali.

"Kalian berdua adalah cucuku dan mempunyai kemampuan masing-masing. Perusahaan utama akan jatuh ketangan salah satu di antara kalian berdua. Jika salah satu dari kalian sudah memiliki keturunan," tegas Eyang yang membuat Alvano kaget.

"Apa maksud Eyang?" tanya Alvano dengan nafasnya hampir putus.

"Eyang tidak harus mengulangi kembali," sahut Eyang besar.

"Tidak Eyang. Apa-apaan itu. Apa itu artinya Eyang menyuruhku mempunyai anak, baru Perusahaan menjadi hak milikku dan itu sangat tidak mungkin!" tegas Alvano yang merasa apa yang di katakan sang Eyang tidak masuk akal.

"Jika kamu merasa tidak mungkin. Mungkin tidak dengan Darren yang mungkin sudah siap untuk memiliki keturunan dan Eyang tidak pernah memaksa kamu harus melakukannya," tegas Eyang membuat Alvano kaget dan melihat ke arah Darren.

"Eyang saya belum ada rencana untuk menikah dalam waktu dekat. Tetapi saya pasti ada tujuan kearah sana. Tetapi saya tidak tahu kapan," sahut Darren berpendapat.

"Intinya Eyang tidak pernah memaksa kalian berdua. Siapapun yang memiliki keturunan. Maka dialah yang mendapatkan Perusahaan utama," tegas Eyang penuh dengan penekanan.

"Sangat tidak masuk akal. Ini semua karena kehadirannya kembali," umpat Alvano dengan emosi.

********

Alvano yang menyetir mobil dengan kecepatan tinggi dengan wajahnya yang kelihatan sangat marah. Rahang kokoh yang mengeras dengan aura dingin yang semakin terpancar di wajahnya.

"Arggg!" umpat Alvano memukul stir mobil.

"Apa-apaan Eyang. Aku selama ini yang mengembangkan Perusahaan dan sekarang Darren muncul dan memberikan syarat yang tidak masuk akal untuk kepemilikan Perusahaan. Benar-benar sangat tidak bisa di terima," Alvano yang marah-marah penuh dengan emosi atas apa yang terjadi beberapa jam yang lalu.

"Aku tidak akan membiarkan Darren menguasai Perusahaan. Aku yang mati-matian selama ini," batin Alvano yang langsung mengambil ponselnya dan Alvano yang menelepon kekasihnya.

"Kemana Diandra. Kenapa dia tidak mengangkat teleponku," umpat Alvano yang semakin kesal dengan kekasihnya yang tidak tahu di mana keberadaannya yang tidak mengangkat panggilannya sama sekali. Padahal Darren membutuhkan dirinya untuk saat seperti ini.

Alvano yang terus menghubungi Diandra sang kekasih.

Ponsel Diandra yang berdering di atas nakas yang berada di dalam kamar yang terdengar suara desahan.

Diandra yang tanpa busana yang sekarang bersama dengan Gilbert yang berada di atas ranjang.Yang mana Gilbert yang berada di bawahnya yang menjilati liang surga kenikmatan dengan sangat lihai yang membuat Diandra terus mendesah dengan meremas seprai.

"Kamu nikmat sekali sayang!" puji Gilbert yang mengangkat kepalanya dan melihat wajah Diandra yang memejamkan matanya dengan mengigit bawah bibirnya.

"Kamu sangat pintar bermain, aku juga menikmatinya," sahut Diandra.

"Ahhhhhhh!"

Sampai Gilbert yang akhirnya memasukkan senjatanya kedalam liang Diandra dan memompa Diandra dengan tempo cepat yang semakin membuat Diandra kenikmatan dengan suara desahan yang semakin kuat yang membuat Gilbert semakin semangat.

"Aahhh! Sayang!"

"Ahhhhhhh!"

Suara desahan itu semakin membuat Gilbert semakin semangat dan Gilbert yang terus memompa Diandra. Permainan ranjang keduanya yang sama-sama panas. Tidak tahu sudah berapa lama Diandra dan Gilbert yang berhubungan intim yang sekarang posisinya sudah berbeda. Diandra sudah berada di atas tubuh Gilbert yang bergantian memberikan kepuasan.

Sepertinya hal ini bukan sekali di lakukan Diandra dan mungkin saja Diandra sering melakukannya terlihat dari caranya yang sudah tidak kaku dan seperti banyak pengalaman masalah ranjang.

Apalagi Gilbert. Pria kaya dan sudah berumur. Jadi jangan di tanya. Pengalamannya masalah ranjang sudah sangat biasa dan makanya Diandra terbawa suasana.

"Sayang apa aku bisa menjadi model di Amerika nanti?" tanya Diandra yang berada di atas tubuh Gilbert yang menggoyangkan pinggulnya.

"Hal itu sangat mudah sayang. Kamu bisa menjadi model terkenal dan bahkan menjadi model Internasional yang setara dengan model-model Internasional lainnya," jawab Gilbert yang memegang pinggang Diandra yang memberi janji manis kepada Diandra.

Diandra tersenyum dan semakin memberikannya pelayanan yang terbaik untuk pria yang baru dikenalnya tadi siang. Permainan ranjang di antara keduanya semakin memanas dengan gaya yang berbeda-beda dan mengabaikan bunyi telpon yang tidak berhenti berdering sejak tadi.

**********

Masih di Apartemen Diandra dan sudah jam 2 pagi. Diandra yang baru keluar dari kamar mandi yang menggunakan bathrobe putih. Kamarnya masih berantakan bekas percintaan dia dan juga Gilbert. Namun Gilbert sudah tidak ada lagi di kamarnya dan mungkin saja Gilbert yang sudah pulang.

Diandra menuju nakas dan menuang alkohol sedikit.

"Ternyata dia sangat kaya raya dan baru saja mengenalku tadi siang sudah memberikanku kalung berlian dan tadi dia juga memberikan ku kartu kreditnya. Huhhhh sepertinya dia lebih royal daripada Alvano," gumam Diandra yang hendak minum.

Tinnong.

Belum sempat Diandra minum. Pintu Apartemennya sudah berbunyi yang membuatnya bingung.

"Siapa yang datang malam-malam seperti ini. Oh jangan-jangan tuan Gilbert kembali datang menemuiku dan mungkin saja masih ada yang ingin diberikannya. Sebaiknya aku cepat-cepat membuka pintu," ucap Diandra yang langsung buru-buru keluar dari kamarnya dan juga langsung buru-buru membuka.

"Tu...."

Diandra tidak melanjutkan kalimatnya dan malah kaget melihat yang bertamu ke rumahnya adalah kekasihnya Alvano dan Alvano.

"S_sayang," sahut Diandra dengan kesulitan menelan salivanya yang tampak terkejut.

"Kamu ngapain da.....mpt!" belum sempat Diandra berbicara panjang lebar Alvano langsung membungkam mulutnya dengan sebuah ciuman dan mendorong Diandra masuk kedalam Apartemen dan Alvano menutup pintu dengan menggunakan kakinya.

Diandra tidak tahu setan apa yang merasuki kekasihnya itu sampai-sampai Alvano yang menyosornya begitu saja yang membuatnya tidak siap menghadapi ciuman brutal dari Alvano.

Bahkan Diandra sampai mundur-mundur dan akhirnya terjatuh di sofa dan Alvano juga ikut akhirnya jatuh di atas tubuh Diandra dan semakin menciumi Diandra dengan berutal.

Bersambung

Terpopuler

Comments

pena_sf:)

pena_sf:)

iw jijik

2024-09-28

0

lihat semua
Episodes
1 Episode 1 Hasrat Pasangan kekasih
2 Episode 2 Ternyata bermain Api.
3 Episode 3 Lahirkan anakku.
4 Episode 4 Rahim Wanita itu.
5 Episode 5 Kehidupan Kyarra.
6 Episode 6. 5 Miliyar lahirkan anakku
7 Episode 7 Butuh uang
8 Episode 8 Tidak punya pilihan.
9 Episode 9 Perkenalan dengan Eyang.
10 Episode 10 Pernikahan.
11 Episode 11 Sah.
12 Episode 12 Malam untuk Alvano dan Kyarra.
13 Episode 13 Suami penuh kesabaran.
14 Episode 14 Harus tinggal bersama.
15 Episode 15 Melihatnya diam-diam.
16 Episode 16 Simpatik
17 Episode 17 Ciuman yang menagih.
18 Episode 18 Tidak tahan LDR dan akhirnya menyusul.
19 Episode 19 Permintaan Alvano.
20 Episode 20 Malam panas untuk keduanya.
21 Episode 21 Permainan panas
22 Episode 22 keributan manis suami istri.
23 Episode 23 Hasrat Alvano
24 Episode 24 Hubungan Panas di lift
25 Episode 25 ciuman romantis.
26 Episode 26 Cantik dan elegan
27 Episode 27 Pembicaraan menegangkan.
28 Episode 28 Pemaksaan Alvano.
29 Episode 29 suami istri lagi marahan.
30 Episode 30 Perjuangan Kyarra.
31 Episode 31 Malam untuk pasangan suami istri.
32 Episode 32 semakin panas.
33 Episode 33 Hubungan panas Diandra dan Darren.
34 Episode 34 Pernyataan Darren.
35 Episode 35 Pasangan manis.
36 Episode 36 Cemburu pada suami itu wajar
37 Episode 37 Amanda vs Kyarra.
38 Episode 38 Hampir Ketahuan.
39 Episode 39 Lawannya bukan Kyarra.
40 Episode 40 Akhirnya.
41 Episode 41 Mual.
42 Episode 42 Menuruti istri hamil.
43 Episode 43 mendapatkan pelecehan.
44 Episode 44 Istri mode manja
45 Episode 45 Tiba-tiba cemburu
46 Episode 46 Perasaan yang aneh.
47 Episode 47 Panas
48 Episode 48 Musibah.
49 Episode 49 Ruangan menjadi panas.
50 Episode 50 Hampir Saja
51 Episode 51 Istri mulai aneh.
52 Bab 52 Alvano sweet.
53 Episode 53 Ada Rahasia.
54 Episode 54 Kemarahan Darren
55 Bab 55 Hampir saja.
56 Episode 56 Detik-detik ketahuanm
57 Episode 57 kualat.
58 Episode 58 ketakutan Alvano.
59 Episode 59 Yang terjadi.
60 Episode 60 Keanehan.
61 Episode 61 Jadi Ribut
62 Episode 62 Maaf.
63 Episode 63 kabar bahagia atau kabar buruk.
64 Episode 64 Apa itu peringatan.
65 Episode 65 Ribut.
66 Episode 66 Menyelidiki.
67 Episode 67 Berbaikan.
68 Episode 68 Rencana Amanda.
69 Episode 69 Keputusan berat
70 Episode 70 Dalam bahaya.
71 Episode 71 Situasi menegangkan.
72 Episode 73 Pilihan.
73 Episode 73 Perpisahan jauh lebih baik
74 Episode 74 Mengetahui m
75 Episode 75 Jebakan Amanda.
76 Episode 76 Amanda dan Ramon.
77 Episode 77 Ketulusan Diandra.
78 Episode 78 Hancur.
79 Episode 79 Karma Amanda.
80 Episode 80 Rahasia terbongkar.
81 Episode 81 Akhirnya seperti itu.
82 Untuk Pembaca
Episodes

Updated 82 Episodes

1
Episode 1 Hasrat Pasangan kekasih
2
Episode 2 Ternyata bermain Api.
3
Episode 3 Lahirkan anakku.
4
Episode 4 Rahim Wanita itu.
5
Episode 5 Kehidupan Kyarra.
6
Episode 6. 5 Miliyar lahirkan anakku
7
Episode 7 Butuh uang
8
Episode 8 Tidak punya pilihan.
9
Episode 9 Perkenalan dengan Eyang.
10
Episode 10 Pernikahan.
11
Episode 11 Sah.
12
Episode 12 Malam untuk Alvano dan Kyarra.
13
Episode 13 Suami penuh kesabaran.
14
Episode 14 Harus tinggal bersama.
15
Episode 15 Melihatnya diam-diam.
16
Episode 16 Simpatik
17
Episode 17 Ciuman yang menagih.
18
Episode 18 Tidak tahan LDR dan akhirnya menyusul.
19
Episode 19 Permintaan Alvano.
20
Episode 20 Malam panas untuk keduanya.
21
Episode 21 Permainan panas
22
Episode 22 keributan manis suami istri.
23
Episode 23 Hasrat Alvano
24
Episode 24 Hubungan Panas di lift
25
Episode 25 ciuman romantis.
26
Episode 26 Cantik dan elegan
27
Episode 27 Pembicaraan menegangkan.
28
Episode 28 Pemaksaan Alvano.
29
Episode 29 suami istri lagi marahan.
30
Episode 30 Perjuangan Kyarra.
31
Episode 31 Malam untuk pasangan suami istri.
32
Episode 32 semakin panas.
33
Episode 33 Hubungan panas Diandra dan Darren.
34
Episode 34 Pernyataan Darren.
35
Episode 35 Pasangan manis.
36
Episode 36 Cemburu pada suami itu wajar
37
Episode 37 Amanda vs Kyarra.
38
Episode 38 Hampir Ketahuan.
39
Episode 39 Lawannya bukan Kyarra.
40
Episode 40 Akhirnya.
41
Episode 41 Mual.
42
Episode 42 Menuruti istri hamil.
43
Episode 43 mendapatkan pelecehan.
44
Episode 44 Istri mode manja
45
Episode 45 Tiba-tiba cemburu
46
Episode 46 Perasaan yang aneh.
47
Episode 47 Panas
48
Episode 48 Musibah.
49
Episode 49 Ruangan menjadi panas.
50
Episode 50 Hampir Saja
51
Episode 51 Istri mulai aneh.
52
Bab 52 Alvano sweet.
53
Episode 53 Ada Rahasia.
54
Episode 54 Kemarahan Darren
55
Bab 55 Hampir saja.
56
Episode 56 Detik-detik ketahuanm
57
Episode 57 kualat.
58
Episode 58 ketakutan Alvano.
59
Episode 59 Yang terjadi.
60
Episode 60 Keanehan.
61
Episode 61 Jadi Ribut
62
Episode 62 Maaf.
63
Episode 63 kabar bahagia atau kabar buruk.
64
Episode 64 Apa itu peringatan.
65
Episode 65 Ribut.
66
Episode 66 Menyelidiki.
67
Episode 67 Berbaikan.
68
Episode 68 Rencana Amanda.
69
Episode 69 Keputusan berat
70
Episode 70 Dalam bahaya.
71
Episode 71 Situasi menegangkan.
72
Episode 73 Pilihan.
73
Episode 73 Perpisahan jauh lebih baik
74
Episode 74 Mengetahui m
75
Episode 75 Jebakan Amanda.
76
Episode 76 Amanda dan Ramon.
77
Episode 77 Ketulusan Diandra.
78
Episode 78 Hancur.
79
Episode 79 Karma Amanda.
80
Episode 80 Rahasia terbongkar.
81
Episode 81 Akhirnya seperti itu.
82
Untuk Pembaca

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!