Episode 15 Melihatnya diam-diam.

Diandra dan Alvano bertemu di salah satu Restaurant dengan keduanya yang berjanji untuk makan siang bersama.

"Kamu tinggal 1 rumah dengan Kyarra?" Diandra benar-benar terkejut saat kekasihnya memberikan informasi kepadanya.

"Semua atas perintah Eyang!n aku juga tidak tahu jika Eyang punya pikiran seperti itu," jawab Alvano yang terlihat lelah.

"Lalu kamu setuju?" tanya Diandra.

"Aku mengatakan kepada Eyang jika aku punya rencana untuk tinggal berdua dengan Kyarra. Tetapi Eyang kurang setuju dengan apa yang dikatakan Eyang," ucap Alvano.

"Lalu?"

"Eyang tetap memaksa dan tidak boleh ada yang protes dan aku tidak punya pilihan lain selain menuruti apa kata Eyang dari pada Eyang mencurigaiku," jawab Alvano membuat Diandra membuang nafas beratnya.

"Jika kamu tinggal satu rumah dengan Kayra dan bahkan satu kamar. Kamu akan setiap hari bertemu dengannya dan banyak kemungkinan kamu bisa saja lagi tertarik dengan nya," ucap Diandra mode cemburu dengan mengaduk-aduk minumannya menggunakan sedotan. Hal itu sangat wajar jika sudah muncul di dalam pikirannya.

"Aku tertarik padanya. Apa menurutmu itu mungkin. Diandra kau yang membawa wanita itu kepadaku. Aku saja sangat muak dengannya dan sangat membencinya yang terus saja mencari gara-gara kepadaku dan membuatku kesal. Jadi bagaimana mungkin aku menyukai wanita sepertinya," tegas Alvano menanamkan di hatinya hal itu tidak akan mungkin terjadi dan sangat mustahil terjadi.

"Ya siapa tahu saja, kita tidak akan tahu bagaimana kedepannya," sahut Diandra tiba-tiba mengkhawatirkan sesuatu.

"Kamu jangan berpikiran terlalu berlebihan. Hal itu tidak akan mungkin terjadi. Aku sudah mengatakan berulang kali. Wanita itu sangat jauh dari tipeku," tegas Alvano yang membuat Diandra terdiam yang hanya berharap apa yang dikatakan kekasihnya memang benar.

"Ehmmm, lalu bagaimana dengan tadi malam?" tanya Diandra.

"Tadi malam apanya?" Alvano kembali bertanya.

"Kamu dengan Kyarra. Bukannya tadi malam adalah malam pertama kalian berdua. Kyarra sudah melakukan hal yang akan membuat kamu memiliki keturunan?" tanya dia Diandra yang memang penasaran dengan malam pertama kekasihnya.

"Aku sudah mengatakan wanita yang kau bawa sebagai istriku hanya bisa membuatku marah dan kesal. Seharusnya tadi malam semuanya selesai. Kau tahu wanita itu tidak bisa melakukannya," tegas Alvano yang ketika mengingat malam itu membuatnya malah semakin marah.

"Kenapa?" tanya Diandra dengan dahinya mengkerut.

"Dia beralasan datang bulan!" jawab Alvano.

"Apah!" pekik Diandra dengan wajah kagetnya.

"Sayang itu tidak mungkin. Aku sudah mengecek dan memastikan semuanya," ucap Diandra sangat yakin.

"Kalau begitu kau saja yang mengurusnya dan pastikan apakah dia berbohong kepadaku atau tidak!" tegas Alvano.

"Apalagi sih ini!" umpat Diandra dengan kesal.

"Diandra aku tidak suka pekerjaan yang main-main dan bertele-tele seperti ini. Aku sejak awal sudah meragukan wanita itu. Jadi jangan membuang waktuku untuk semua ini," tegas Alvano.

"Kyarra baru saja satu hari sudah menikah dengan Alvano dan kamu sudah mencari masalah, kamu benar-benar membuatku repot," batin Diandra kesal.

Diandra benar-benar harus bertanggung jawab dengan wanita yang dibawanya kepada sang kekasih. Karena belum apa-apa Kyarra sudah membuat masalah besar.

Alvano sudah semakin terlihat frustasi dengan masalah yang dihadapinya yang tidak henti-hentinya dan malah semakin bertambah.

*********

Kyarra dan Diandra bertemu di rumah Alvano. Diandra pasti punya beribu alasan untuk datang ke rumah tersebut. Namun tujuannya hanya bertemu dengan Kyarra dan sekarang sudah berada di kamar Alvano.

"Ibu nggak percaya. Saya sungguhan jika saya benar-benar datang bulan dan mana mungkin saya berbohong," ucap Kyarra yang meyakinkan Diandra Jika dia benar-benar datang bulan. Itulah tujuan Diandra menemui Kyarra.

"Saya memang tidak percaya dengan kamu. Karena sebelumnya saya sudah memeriksa ke Dokter. Jadi pasti semua ini hanya alasan kamu saja," tegas Diandra.

"Tapi Bu saya benar-benar sungguhan datang bulan dan bukan mau mengelak kewajiban saya dan juga bukan tidak mengikuti apa yang sudah ada di dalam kontrak," tegas Kyarra yang benar-benar berbicara apa adanya.

"Saya tidak percaya!" tegas Diandra lagi.

"Ya sudah kalau Ibu tidak percaya. Ibu masuk saja ke kamar mandi dan lihat tong sampah. Masih ada bekas pembalut saya yang belum saya buang," ucap Kyarra menantang Diandra.

Diandra yang memang tidak percaya langsung masuk ke kamar mandi untuk memastikan semuanya. Diandra dengan cepat langsung keluar setelah melihat di tong sampah.

"Bagaimana? Saya benar kan?" tanya Kyarra. Diandra menghela nafasnya.

"Aissss kenapa jadi seperti ini sih. Kamu pasti minum obat pelancar haid!" tuduh Diandra yang memang pada kenyataannya jika Kyarra tidak berbohong dan memang sedang datang bulan.

"Tidak sama sekali Bu. Mungkin saja Dokter yang salah prediksi dan memang ini adalah jadwal saya datang bulan," jelas Kyarra.

"Ya lalu kenapa kamu tidak bicara sejak awal,"

"Ya saya mana tahu kalau tujuan kita ke Dokter untuk itu," jawab Kyarra.

"Ada saja jawaban kamu," kesal Diandra.

"Kamu dengar Kyarra. Kamu belum 24 jam menikah dengan Alvano. Tetapi kamu sudah membuat Alvano kesal. Jadi sekarang aku minta padamu untuk mencuri hati Alvano. Kamu harus meluluhkan hatinya dan baik-baik kepadanya. Jangan membuat Alvano makin marah kepada kamu dan aku yang disalahkan atas kelakuan kamu," ucap Diandra memberikan saran Kyarra. Karena Diandra yang sudah pusing dengan Kyarra.

"Iya," jawab Kyarra singkat dengan terpaksa. Karena telinganya juga sakit mendengar ocehan Diandra.

"Jangan hanya iya-iya saja. Kami sudah membayar kamu 2 miliar. Tetapi kamu belum melakukan pekerjaan kamu sedikitpun. Jadi jangan sampai kami berubah pikiran," ucap Diandra dengan memberikan peringatan pada Kyarra.

"Orang kaya memang seperti itu. Setelah sudah terjadi saja baru memberikan ancaman. Mereka enak bisa berubah pikiran dan aku sudah menikah. Lalu aku akan menjanda begitu," batin Kyarra kesal.

"Kamu ingat baik-baik pesan saya dan saya tidak harus mengingatkan terus-menerus kepada kamu. Kamu tahu apa yang harus kamu lakukan," tegas Diandra dan Kyarra diam saja yang tidak menanggapi apa-apa lagi.

**********

Malam hari kembali tiba. Di kamar mewah Alvano Kayra yang sudah tertidur lelap di sofa. Tanpa menggunakan selimut dengan pakaian tidur yang minim di gunakannya. Pakaian tidur yang sepahanya.

Sementara Alvano yang berada di atas ranjang yang bersandar pada kepala ranjang dengan kakinya yang lurus dan laptop berada di atas pahanya yang fokus pada laptop. Namun tiba-tiba mata Alvano menoleh kearah Kyarra dan melihat Kyarra yang tertidur pulas yang beralaskan tangannya disatukan yang menjadi bantalnya di bawah pipinya.

Angin kencang yang tiba-tiba datang membuat tirai jendela terbuka dan pakaian tidur Kyarra yang semakin naik. Tubuh Kyarra juga terlihat sangat menggigil yang seperti terasa kedinginan. Mata Alvano tidak hentinya melihat ke arah Kyarra dan tidak tahu apa yang di pikirkannya.

Tar

Tiba-tiba terdengar suara petir yang sangat kuat membuat Alvano kaget dan langsung mengalihkan pandangannya dengan menggoyang-goyangkan kepala.

"Apa yang kau pikirkan Alvano! Kau gila," gumamnya dengan suara seraknya yang pikirannya sudah sempat ke mana-mana dan apalagi melihat tubuh Kyarra yang sangat indah walau berlapiskan pakaian.

Alvano laki-laki normal dan mana mungkin melewatkan pemandangan yang indah itu.

Bersambung

Episodes
1 Episode 1 Hasrat Pasangan kekasih
2 Episode 2 Ternyata bermain Api.
3 Episode 3 Lahirkan anakku.
4 Episode 4 Rahim Wanita itu.
5 Episode 5 Kehidupan Kyarra.
6 Episode 6. 5 Miliyar lahirkan anakku
7 Episode 7 Butuh uang
8 Episode 8 Tidak punya pilihan.
9 Episode 9 Perkenalan dengan Eyang.
10 Episode 10 Pernikahan.
11 Episode 11 Sah.
12 Episode 12 Malam untuk Alvano dan Kyarra.
13 Episode 13 Suami penuh kesabaran.
14 Episode 14 Harus tinggal bersama.
15 Episode 15 Melihatnya diam-diam.
16 Episode 16 Simpatik
17 Episode 17 Ciuman yang menagih.
18 Episode 18 Tidak tahan LDR dan akhirnya menyusul.
19 Episode 19 Permintaan Alvano.
20 Episode 20 Malam panas untuk keduanya.
21 Episode 21 Permainan panas
22 Episode 22 keributan manis suami istri.
23 Episode 23 Hasrat Alvano
24 Episode 24 Hubungan Panas di lift
25 Episode 25 ciuman romantis.
26 Episode 26 Cantik dan elegan
27 Episode 27 Pembicaraan menegangkan.
28 Episode 28 Pemaksaan Alvano.
29 Episode 29 suami istri lagi marahan.
30 Episode 30 Perjuangan Kyarra.
31 Episode 31 Malam untuk pasangan suami istri.
32 Episode 32 semakin panas.
33 Episode 33 Hubungan panas Diandra dan Darren.
34 Episode 34 Pernyataan Darren.
35 Episode 35 Pasangan manis.
36 Episode 36 Cemburu pada suami itu wajar
37 Episode 37 Amanda vs Kyarra.
38 Episode 38 Hampir Ketahuan.
39 Episode 39 Lawannya bukan Kyarra.
40 Episode 40 Akhirnya.
41 Episode 41 Mual.
42 Episode 42 Menuruti istri hamil.
43 Episode 43 mendapatkan pelecehan.
44 Episode 44 Istri mode manja
45 Episode 45 Tiba-tiba cemburu
46 Episode 46 Perasaan yang aneh.
47 Episode 47 Panas
48 Episode 48 Musibah.
49 Episode 49 Ruangan menjadi panas.
50 Episode 50 Hampir Saja
51 Episode 51 Istri mulai aneh.
52 Bab 52 Alvano sweet.
53 Episode 53 Ada Rahasia.
54 Episode 54 Kemarahan Darren
55 Bab 55 Hampir saja.
56 Episode 56 Detik-detik ketahuanm
57 Episode 57 kualat.
58 Episode 58 ketakutan Alvano.
59 Episode 59 Yang terjadi.
60 Episode 60 Keanehan.
61 Episode 61 Jadi Ribut
62 Episode 62 Maaf.
63 Episode 63 kabar bahagia atau kabar buruk.
64 Episode 64 Apa itu peringatan.
65 Episode 65 Ribut.
66 Episode 66 Menyelidiki.
67 Episode 67 Berbaikan.
68 Episode 68 Rencana Amanda.
69 Episode 69 Keputusan berat
70 Episode 70 Dalam bahaya.
71 Episode 71 Situasi menegangkan.
72 Episode 73 Pilihan.
73 Episode 73 Perpisahan jauh lebih baik
74 Episode 74 Mengetahui m
75 Episode 75 Jebakan Amanda.
76 Episode 76 Amanda dan Ramon.
77 Episode 77 Ketulusan Diandra.
78 Episode 78 Hancur.
79 Episode 79 Karma Amanda.
80 Episode 80 Rahasia terbongkar.
81 Episode 81 Akhirnya seperti itu.
82 Untuk Pembaca
Episodes

Updated 82 Episodes

1
Episode 1 Hasrat Pasangan kekasih
2
Episode 2 Ternyata bermain Api.
3
Episode 3 Lahirkan anakku.
4
Episode 4 Rahim Wanita itu.
5
Episode 5 Kehidupan Kyarra.
6
Episode 6. 5 Miliyar lahirkan anakku
7
Episode 7 Butuh uang
8
Episode 8 Tidak punya pilihan.
9
Episode 9 Perkenalan dengan Eyang.
10
Episode 10 Pernikahan.
11
Episode 11 Sah.
12
Episode 12 Malam untuk Alvano dan Kyarra.
13
Episode 13 Suami penuh kesabaran.
14
Episode 14 Harus tinggal bersama.
15
Episode 15 Melihatnya diam-diam.
16
Episode 16 Simpatik
17
Episode 17 Ciuman yang menagih.
18
Episode 18 Tidak tahan LDR dan akhirnya menyusul.
19
Episode 19 Permintaan Alvano.
20
Episode 20 Malam panas untuk keduanya.
21
Episode 21 Permainan panas
22
Episode 22 keributan manis suami istri.
23
Episode 23 Hasrat Alvano
24
Episode 24 Hubungan Panas di lift
25
Episode 25 ciuman romantis.
26
Episode 26 Cantik dan elegan
27
Episode 27 Pembicaraan menegangkan.
28
Episode 28 Pemaksaan Alvano.
29
Episode 29 suami istri lagi marahan.
30
Episode 30 Perjuangan Kyarra.
31
Episode 31 Malam untuk pasangan suami istri.
32
Episode 32 semakin panas.
33
Episode 33 Hubungan panas Diandra dan Darren.
34
Episode 34 Pernyataan Darren.
35
Episode 35 Pasangan manis.
36
Episode 36 Cemburu pada suami itu wajar
37
Episode 37 Amanda vs Kyarra.
38
Episode 38 Hampir Ketahuan.
39
Episode 39 Lawannya bukan Kyarra.
40
Episode 40 Akhirnya.
41
Episode 41 Mual.
42
Episode 42 Menuruti istri hamil.
43
Episode 43 mendapatkan pelecehan.
44
Episode 44 Istri mode manja
45
Episode 45 Tiba-tiba cemburu
46
Episode 46 Perasaan yang aneh.
47
Episode 47 Panas
48
Episode 48 Musibah.
49
Episode 49 Ruangan menjadi panas.
50
Episode 50 Hampir Saja
51
Episode 51 Istri mulai aneh.
52
Bab 52 Alvano sweet.
53
Episode 53 Ada Rahasia.
54
Episode 54 Kemarahan Darren
55
Bab 55 Hampir saja.
56
Episode 56 Detik-detik ketahuanm
57
Episode 57 kualat.
58
Episode 58 ketakutan Alvano.
59
Episode 59 Yang terjadi.
60
Episode 60 Keanehan.
61
Episode 61 Jadi Ribut
62
Episode 62 Maaf.
63
Episode 63 kabar bahagia atau kabar buruk.
64
Episode 64 Apa itu peringatan.
65
Episode 65 Ribut.
66
Episode 66 Menyelidiki.
67
Episode 67 Berbaikan.
68
Episode 68 Rencana Amanda.
69
Episode 69 Keputusan berat
70
Episode 70 Dalam bahaya.
71
Episode 71 Situasi menegangkan.
72
Episode 73 Pilihan.
73
Episode 73 Perpisahan jauh lebih baik
74
Episode 74 Mengetahui m
75
Episode 75 Jebakan Amanda.
76
Episode 76 Amanda dan Ramon.
77
Episode 77 Ketulusan Diandra.
78
Episode 78 Hancur.
79
Episode 79 Karma Amanda.
80
Episode 80 Rahasia terbongkar.
81
Episode 81 Akhirnya seperti itu.
82
Untuk Pembaca

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!