"Begitu rupanya," sahut Eyang.
"Kyarra lalu bagaimana dengan kamu. Apa kamu sudah lama mengenal Alvano?" tanya Eyang.
"Sudah 5 ha....
"5 tahun yang lalu aku mengenalnya," sahut Alvano yang melanjutkan kalimat Kyarra.
"5 tahun. Kenapa dia berbohong, aku baru saja bertemu lima hari yang lalu dengannya," batin Kyarra.
"Jadi Alvano sudah bertemu dengan Kyarra 5 tahun lalu. Artinya saat itu kami masih berhubungan dan dia sudah menemui wanita ini," batin Amanda dengan raut wajah tampak sedih.
"Dia menjadi temanku, pendengar ceritaku yang selalu ada di sisiku saat itu. Jadi sekarang aku serius kepadanya karena aku sudah mengenalnya begitu lama dan sangat dekat dengannya," lanjut Alvano yang pasti mengarang cerita.
"Alvano kamu juga dekat dengan wanita saat kita masih menjalin hubungan. Tetapi kenapa Kamu sangat membenciku seakan aku yang membuat hubungan kita berakhir," batin Amanda.
"Jadi seperti itu," sahut Eyang.
"Lalu kapan kalian berdua akan menikah?" tanya Alvano.
"Kami akan menikah dalam bulan ini. Aku membawanya kemari untuk mengenalkan pada Eyang dan aku juga meminta Eyang untuk mempersiapkan pernikahan kami," ucap Alvano yang tidak ingin bertele-tele.
"Apa ini tidak terlalu terburu-buru Alvano?" tanya Eyang.
"Bagaimana mungkin terburu-buru. Karena kami sudah saling mengenal dan kami juga saling mencintai dan punya komitmen untuk menikah," jawab Alvano dengan meyakinkan Eyangnya
"Baiklah. Jika memang tidak ada yang di buru-buru," sahut Eyang.
"Bukan di buru-buru. Tetapi aku harus secepatnya agar dengan cepat mendapatkan keturunan setelah itu akan menguasai semua ini. Kau tidak akan bisa merebut segala sesuatu lagi dariku. Aku pastikan itu," batin Alvano dengan menatap Darren tajam dan sementara Kyarra hanya diam saja.
********
Perusahaan Lefuc.
Alvano berada dalam ruangannya yang sibuk dengan pekerjaannya.
Krekkk. Pintu ruangan itu terbuka yang membuat Alvano melihat ke arah depan yang ternyata kekasihnya Diandra.
"Sayang!" sahut Alvano.
Diandra langsung menghampiri Alvano dengan duduk di atas meja dan menutup laptop Alvano.
"Ada apa Diandra. Aku sedang sibuk," ucap Alvano dengan dingin.
"Kamu katakan kepadaku. Jika kamu masih mencintai mantan kekasih kamu atau tidak?" tanya Diandra yang menatap kekasihnya itu begitu dalam yang ingin jawaban yang jujur dari Alvano.
"Apa maksud kamu?" tanya Alvano bingung.
"Kamu jawab saja dengan jujur. Kemarin malam saat kamu bertemu dengannya. Kamu terus melihat wanita itu yang seakan melupakan ku yang ada di samping kamu. Kamu lihat aku katakan dengan jujur sekali lagi kepadaku. Kamu masih mencintainya?" tanya Diandra lagi
"Tidak Diandra!" jawab Alvano.
"Lalu kenapa melihatnya seperti itu?" tanya Diandra dengan raut wajahnya yang dipenuhi dengan rasa cemburu.
"Aku hanya tidak menyangka. Jika hubungan mereka ternyata sudah sangat jauh. Bahkan Mereka ingin menikah yang tidak tahu malu setelah mengkhianati," jawab Alvano.
"Jika kamu sudah tidak punya perasaan kepadanya lagi. Lalu kenapa kamu harus memikirkan dia menikah apa tidak?" tanya Diandra yang benar-benar menginterogasi kekasihnya.
"Diandra aku jelas kepikiran tentang pernikahan mereka berdua. Kamu tahu, aku juga melakukan pernikahan dengan terpaksa hanya untuk mendapatkan hak alih dari Perusahaan. Jika mereka berdua juga akan menikah. Sangat banyak kemungkinan dia akan yang pertama mendapatkan keturunan. Jadi makanya aku khawatir dan belum tentu wanita yang kamu berikan kepadaku bisa memberikan keturunan secepatnya," jelas Alvano.
"Sayang. Untuk masalah Kyarra aku sudah periksakan ke Dokter dan dia wanita sehat. Dia subur dan tanggal pernikahan kalian sangat cocok dengan masa suburnya. Jadi aku sangat yakin hanya sekali melakukan saja kamu pasti bisa menghamilinya langsung," ucap Diandra dengan yakin.
"Bagaimana jika tidak dan bagaimana jika Darren dan Amanda akhirnya akan menikah. Lalu mereka yang terlebih dahulu mempunyai keturunan dibandingkan aku?" tanya Alvano ragu.
"Sayang seseorang yang sudah menghancurkan kamu dan mengkhianati kamu tidak akan pernah bisa hidup bahagia. Wanita itu sangat bodoh yang berpaling dari kamu dan berharap apa dari sepupu kamu. Tetapi karena kebodohannya aku bisa bersama kamu. Sayang kamu jangan khawatir. Aku tidak akan membiarkan dia menikah dengan Darren dengan mudah. Jadi kamu serahkan kepadaku," ucap Diandra yang tidak tahu lagi apa Yang direncanakannya untuk membantu kekasihnya.
"Maksud kamu?" tanya Alvano.
"Maksud aku. Ada sebaiknya sekarang kamu temani aku ke mall, aku ingin membeli tas baru. Bukannya kamu harus memberikanku hadiah karena aku sudah melakukan banyak hal untuk meringankan pemikiran kamu," ucap Diandra yang membuat Alvano mendengus tersenyum. Pasti kekasihnya sangat banyak keinginan.
"Jangan hanya tersenyum saja. Jadi sekarang berdirilah dan kita pergi belanja," ucap Diandra.
"Tapi aku sibuk sayang dan kamu juga bukannya harus segera membuat laporan. Jika Eyang tahu kamu kerja selalu malas-malasan. Posisi kamu bisa digantikan," ucap Alvano mengingatkan.
"Selagi masih ada kamu di Perusahaan, aku tidak perlu mengkhawatirkan hal yang tidak penting itu," sahut Diandra dengan santai.
"Tapi tetap saja aku tidak bisa pergi. Bagaimana. Jika kamu saja yang pergi. Aku akan berikan ini untuk kamu," Alvano langsung mengeluarkan kartu kreditnya yang membuat wajah Diandra yang tersenyum sumringah.
"Kalau memang kamu sibuk. Ya sudah tidak apa-apa," ucap Diandra yang mengambil kartu kredit tersebut.
"Ya sudah sayang. Kalau begitu aku pergi dulu. Sampai jumpa sayang!" ucap Diandra mencium lembut pipi kekasihnya dan langsung berdiri dari tempat duduknya.
"Makasih sayang! Bye!" ucap Diandra dengan melambaikan tangannya dan langsung pergi. Diandra memang hanya butuh uang dan tidak masalah jika Albano tidak menemani dirinya.
**********
Beberapa hari kemudian. Ibu Kyarra akhirnya di operasi. Walau kesehatannya belum stabil dan belum sadarkan diri. Ibu Kyarra juga sudah di pindahkan ruangan yang jauh lebih baik. Ruangan VIP.
Kyarra juga sudah menandatangani surat kontrak pernikahan. Kyarra yang setuju untuk melaksanakan pernikahan dengan semua Syarat yang di sepakat bersama.
Hari ini tepat hari pernikahan Kyarra dan Alvano. Adik Kyarra, Amel dan Ilham ikut menghadiri acara pernikahan tersebut. Saat Kyarra menyampaikan kabar pernikahan itu kepada kedua adiknya pasti kedua adiknya sangat kaget. Namun Kyarra menjelaskan dengan baik dengan alasan versi dirinya sendiri.
Kedua adiknya mengerti dan tidak banyak tanya jadi membuat Kyarra merasa tidak terbebani sama sekali.
Kyarra yang berada di dalam kamar pengantin di salah satu hotel yang sekarang sedang di rias dengan secantik mungkin. Dengan gaun pengantin yang lurus memanjang ke bawah dengan mengikuti lekuk tubuhnya. Kyarra yang duduk di depan cermin menatap dirinya di cermin dengan wajah sendu yang pasti tidak bisa dikatakan sangat bahagia di hari pernikahannya.
"Pernikahan ini mungkin salah. Karena bukan pernikahan seperti ini yang aku inginkan. Tetapi aku melakukan semua ini demi ibu dan juga demi keluargaku. Dari pada aku tidur dengan seorang pria tanpa adanya ikatan pernikahan. Jadi jauh lebih baik seperti ini," batin Kyarra dengan matanya berkaca-kaca.
"Kakak kenapa sedih. Apa kakak sedih karena Ibu tidak hadir di hari pernikahan kakak?" tanya Amel.
"Iya Amel. Karena seharusnya di hari bahagia ini. Ada Ibu. Tetapi kamu lihat tidak ada ibu sama sekali. Jadi bagaimana mungkin kakak tidak sedih sama sekali," ucap Kyarra.
"Kak. Ibu juga pasti ingin hadir di hari pernikahan kakak. Tetapi Ibu sedang sakit dan aku yakin ibu sangat bahagia dengan kebahagiaan kakak. Jadi kakak tidak perlu sedih," sahut Ilham.
"Iya!" sahut Kyarra dengan tersenyum ketika berusaha menutupi kesedihannya.
Bersambung
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 82 Episodes
Comments