Episode 16 Simpatik

Dratttt Dratttt Dratttt Dratttt Dratttt Dratttt

Ponsel Kyarra berdering begitu kencang sampai membuat Kyarra yang tersentak kaget dan langsung terbangun yang mengambil ponselnya yang berada di atas meja dan Alvano mengalihkan pandangannya kembali fokus pada pekerjaan yang pura-pura tetap bekerja.

"Hallo ada apa Ilham?" tanya Kyarra.

"Apah!" sahut Kyarra yang terlihat sangat terkejut.

"Baiklah kalau begitu. Kakak akan segera ke sana," ucap Kyarra panik yang langsung mematikan panggilan teleponnya dan langsung berdiri.

Kyarra melihat kearah Alvano. Kyarra yang seperti sangat ragu ingin berbicara sampai Kyarra menekan jari-jarinya.

"Aku harus kerumah sakit," ucap Kyarra dengan gugup yang membuat Alvano menoleh ke arahnya.

"Untuk apa kamu kerumah sakit malam-malam seperti ini?" tanya Alvano.

"Tiba-tiba kondisi Ibu drop! Adikku baru saja mengunjungi ku," jawab Kyarra dengan rasa khawatirnya yang takut terjadi pada ibunya.

Alvano terdiam yang tidak mengeluarkan pendapat apa-apa.

"Aku harus pergi!" ucap Kyarra kembali meminta izin dengan wajahnya yang semakin panik dan tidak menunggu izin atau persetujuan dari Alvano.

"Tunggulah sampai besok pagi ini sudah larut malam dan di luar sedang hujan. Para sopir di rumah ini sudah tidak bekerja malam-malam seperti ini," ucap Alvano yang memberikan saran.

"Aku tidak bisa menunggu sampai besok pagi aku sangat mengkhawatirkan keadaan ibu. Aku akan pergi sendiri!" ucap Kyarra yang langsung keluar dari kamar yang memang tidak peduli dengan apapun.

"CK!" Alvano berdecak kesal. Lalu mematikan laptopnya dan turun dari ranjang mengambil kunci mobil yang keluar dari kamar menyusul Kyarra.

Kyarra yang menuruni anak tangga dan langsung ditahan Alvano dengan Alvano yang memegang pergelangan tangannya.

"Ada apa?" tanya Alvano dengan wajahnya yang tampak sangat khawatir.

"Aku akan mengantarmu!" ucap Alvano yang membawa Kyarra pergi. Kayra tidak sempat mengatakan apa-apa lagi dan pasti cukup kaget dengan Alvano yang mengantarnya dan sudah membawanya pergi begitu saja menuruni anak tangga dengan memegang pergelangan tangannya.

Alvano sepertinya tidak tega melihat Kyarra yang pergi sendirian dan tidak ada siapa-siapa yang mengantarnya. Makanya Alvano mengantarkan Kyarra untuk kerumah sakit. Mungkin saja Alvano juga sedang kesambet setan yang tiba-tiba berbaik hati.

*********

Rumah sakit

Akhirnya Kyarra sampai juga ke rumah sakit bersama dengan Alvano. Tadinya Kyarra berpikiran jika Alvano hanya sekedar mengantarkannya saja dan langsung pulang. Ternyata tidak. Alvano justru ikut masuk rumah sakit dan menunggunya. Tidak tahu juga kenapa Alvano harus masuk.

"Kak!" sahut Amel melihat kakaknya dari kejauhan dan Kyarra langsung berlari menghampiri kedua adiknya yang juga sedang kepanikan.

"Bagaimana dengan ibu?" tanya Kyarra panik.

"Kata Dokter kondisi Ibu melemah," jawab Ilham.

"Kenapa bisa sampai seperti itu apa yang terjadi?" tanya Kyarra panik

Tidak lama Dokter keluar dari ruangan pasien.

"Dokter. bagaimana keadaan ibu saya. Apa yang terjadi dengan ibu saya. Bukannya Ibu saya sudah dioperasi dan seharusnya kondisinya membaik. Lalu ada apa lagi?" tanya Kyarra dengan wajah paniknya.

"Kyarra kamu tolong tenang sebentar. Operasi Ibu kamu bukan menjadi patokan untuk kesembuhannya dan tidak akan mengalami drop lagi. Penyakit yang diderita ibu kamu sudah menyebar dan sangat membutuhkan pengobatan yang lebih serius dan bukan hanya sekedar operasi pengangkatan tumor saja," jelas Dokter.

"Lalu apa yang harus saya lakukan. Dokter tolong ibu saya. Saya masih mempunyai banyak uang, tolong lakukan yang yang terbaik untuk ibu saya," ucap Kyarra dengan meneteskan air matanya yang benar-benar sangat takut kehilangan ibunya dan apalagi pernyataan dokter yang membuatnya begitu khawatir.

"Kami akan berusaha dengan semampu kami," sahut Dokter.

"Dokter apa ada jalan yang lebih cepat yang bisa mengurangi rasa sakit ibu saya?" tanya Kyarra.

"Untuk penyakit yang diderita ibu kamu sudah waktunya melakukan pengobatan sampai ke ke Luar Negri. Namun Saya tidak ada gunanya mengatakan ini kepada kamu karena biayanya tidak murah," jawab Dokter tersebut yang memang memahami sejak awal bagaimana kondisi dari keluarga pasiennya yang mengalami keterbatasan dalam keuangan.

"Maksud Dokter apa?" tanya Kyarra

"Saya hanya menyarankan. Ibu kamu di tangani lebih serius dan di rumah sakit yang lebih baik dengan Fasilitas yang lebih memadai di bandingkan rumah sakit ini. Dan lebih baik di pindahkan ke rumah sakit yang ada di Luar Negeri," ucap Dokter memberikan saran

Kyarra mendengarnya pasti terkejut. Kyarra melihat ke arah Alvano yang ada di sana yang pasti Alvano mendengar pernyataan dari Dokter. Kayra menyeka air matanya sembari berjalan menuju Alvano dan berdiri di hadapan Alvano.

"Aku masih mempunyai uang sisa yang diberikan Bu Diandra. Tapi aku tidak paham apa yang dikatakan Dokter, aku tidak bisa begitu saja membawa Ibu pergi ke Luar Negeri. Aku tidak tahu caranya. Tapi aku ingin Ibu mendapatkan pengobatan yang lebih baik. Tujuanku juga menikah dengan kamu karena hal itu. Jadi apa gunanya uang yang aku dapatkan jika tidak bisa dimanfaatkan," ucap Kyarra yang seperti meminta pertolongan kepada Alvano.

Meski memiliki banyak uang. Tetapi jika Kyarra tidak paham maka sama saja. Apalagi pikiran Kyarra yang seperti saat ini pasti sedang kacau dan pasti membuat dirinya tidak bisa berpikir dengan baik.

"Aku takut ibu kenapa-kenapa. Aku tidak ingin semuanya sia-sia!" lanjut Kyarra dengan wajahnya yang terlihat kasihan.

"Aku akan yang akan mengurusnya!" sahut Alvano yang tiba-tiba mengambil keputusan dengan cepat. Mungkin merasa simpatik dengan apa yang di alami Kyarra dan tidak berpikir apa harus membantu wanita sudah menjadi istrinya itu atau tidak.

"Makasih!" sahut Kyarra yang kembali menangis terisak-isak dengan kedua tangannya menutup wajahnya. Kyarra yang menangis di depan Alvano membuat Alvano menghela nafas yang seolah iba pada Kyarra. Alvano bahkan hanya diam saja di depan Kyarra.

************

Amel dan Ilham berada di dalam ruang perawatan Hariyati ibu mereka. Sementara Kyarra yang menunggu di luar yang duduk terlihat gelisah dan pasti sangat lelah. Matanya sudah sembab yang sejak tadi menangis saja.

Tiba-tiba ada sebuah botol minuman di depannya dan yang membuat Kyarra mengangkat kepalanya. Ternyata dia adalah Alvano.

"Minumlah!" ucap Alvano menggerakkan matanya pada botol minuman tersebut. Kyarra mengambilnya. Lalu Alvano duduk di samping Kyarra.

"Aku sudah mengurus semuanya. Ibu akan di bawa ke Dubai," ucap Alvano.

"Dubai," sahut Kyarra

"Iya," jawab Alvano.

"Mungkin lusa dia akan di bawa. Karena proses yang tidak mudah. Jadi keputusan rumah sakit akan di bawa paling lambat besok," ucap Alvano.

Kyarra seharusnya bahagia mendengar sang ibu akan mendapatkan pengobatan yang lebih baik sesuai dengan apa yang disarankan Dokter. Tetapi wajahnya terlihat sangat datar yang seperti ada sesuatu di hatinya yang tidak bisa diucapkan.

"Jika kamu mau ikut maka pergilah!" sahut Alvano yang membuat Kyarra kaget. Alvano seolah tahu apa yang di pikirkan Kyarra.

"Aku boleh ikut?" tanya Kyarra dengan wajahnya tidak percaya. Mungkin Kyarra memang ingin ikut. Tetapi sadar dengan kontraknya dan tidak berani mengatakan nya.

"Hanya beberapa hari saja dan bukan sampai ibu kamu sembuh. Mungkin kamu bisa mengetahui tempatnya dan menemaninya beberapa hari. Karena kondisi Ibu kamu tidak tahu kapan akan stabil," ucap Alvano yang memberikan syarat.

Kyarra mengangguk-anggukkan kepalanya yang tidak protes. Karena diberi kesempatan untuk ikut saja sudah hal yang tidak pernah diduganya.

"Belum juga aku mendapatkan apa yang aku mau. Aku sudah direpotkan oleh wanita ini dan kenapa juga aku harus simpatik padanya," batin Alvano membuang nafasnya perlahan ke depan. Dia juga tidak tahu kenapa harus membantu Kyarra secara pribadi dan seharusnya itu urusan Diandra.

Bersambung.

Terpopuler

Comments

اختی وحی

اختی وحی

typo nya bnyak bnget

2024-05-19

0

lihat semua
Episodes
1 Episode 1 Hasrat Pasangan kekasih
2 Episode 2 Ternyata bermain Api.
3 Episode 3 Lahirkan anakku.
4 Episode 4 Rahim Wanita itu.
5 Episode 5 Kehidupan Kyarra.
6 Episode 6. 5 Miliyar lahirkan anakku
7 Episode 7 Butuh uang
8 Episode 8 Tidak punya pilihan.
9 Episode 9 Perkenalan dengan Eyang.
10 Episode 10 Pernikahan.
11 Episode 11 Sah.
12 Episode 12 Malam untuk Alvano dan Kyarra.
13 Episode 13 Suami penuh kesabaran.
14 Episode 14 Harus tinggal bersama.
15 Episode 15 Melihatnya diam-diam.
16 Episode 16 Simpatik
17 Episode 17 Ciuman yang menagih.
18 Episode 18 Tidak tahan LDR dan akhirnya menyusul.
19 Episode 19 Permintaan Alvano.
20 Episode 20 Malam panas untuk keduanya.
21 Episode 21 Permainan panas
22 Episode 22 keributan manis suami istri.
23 Episode 23 Hasrat Alvano
24 Episode 24 Hubungan Panas di lift
25 Episode 25 ciuman romantis.
26 Episode 26 Cantik dan elegan
27 Episode 27 Pembicaraan menegangkan.
28 Episode 28 Pemaksaan Alvano.
29 Episode 29 suami istri lagi marahan.
30 Episode 30 Perjuangan Kyarra.
31 Episode 31 Malam untuk pasangan suami istri.
32 Episode 32 semakin panas.
33 Episode 33 Hubungan panas Diandra dan Darren.
34 Episode 34 Pernyataan Darren.
35 Episode 35 Pasangan manis.
36 Episode 36 Cemburu pada suami itu wajar
37 Episode 37 Amanda vs Kyarra.
38 Episode 38 Hampir Ketahuan.
39 Episode 39 Lawannya bukan Kyarra.
40 Episode 40 Akhirnya.
41 Episode 41 Mual.
42 Episode 42 Menuruti istri hamil.
43 Episode 43 mendapatkan pelecehan.
44 Episode 44 Istri mode manja
45 Episode 45 Tiba-tiba cemburu
46 Episode 46 Perasaan yang aneh.
47 Episode 47 Panas
48 Episode 48 Musibah.
49 Episode 49 Ruangan menjadi panas.
50 Episode 50 Hampir Saja
51 Episode 51 Istri mulai aneh.
52 Bab 52 Alvano sweet.
53 Episode 53 Ada Rahasia.
54 Episode 54 Kemarahan Darren
55 Bab 55 Hampir saja.
56 Episode 56 Detik-detik ketahuanm
57 Episode 57 kualat.
58 Episode 58 ketakutan Alvano.
59 Episode 59 Yang terjadi.
60 Episode 60 Keanehan.
61 Episode 61 Jadi Ribut
62 Episode 62 Maaf.
63 Episode 63 kabar bahagia atau kabar buruk.
64 Episode 64 Apa itu peringatan.
65 Episode 65 Ribut.
66 Episode 66 Menyelidiki.
67 Episode 67 Berbaikan.
68 Episode 68 Rencana Amanda.
69 Episode 69 Keputusan berat
70 Episode 70 Dalam bahaya.
71 Episode 71 Situasi menegangkan.
72 Episode 73 Pilihan.
73 Episode 73 Perpisahan jauh lebih baik
74 Episode 74 Mengetahui m
75 Episode 75 Jebakan Amanda.
76 Episode 76 Amanda dan Ramon.
77 Episode 77 Ketulusan Diandra.
78 Episode 78 Hancur.
79 Episode 79 Karma Amanda.
80 Episode 80 Rahasia terbongkar.
81 Episode 81 Akhirnya seperti itu.
82 Untuk Pembaca
Episodes

Updated 82 Episodes

1
Episode 1 Hasrat Pasangan kekasih
2
Episode 2 Ternyata bermain Api.
3
Episode 3 Lahirkan anakku.
4
Episode 4 Rahim Wanita itu.
5
Episode 5 Kehidupan Kyarra.
6
Episode 6. 5 Miliyar lahirkan anakku
7
Episode 7 Butuh uang
8
Episode 8 Tidak punya pilihan.
9
Episode 9 Perkenalan dengan Eyang.
10
Episode 10 Pernikahan.
11
Episode 11 Sah.
12
Episode 12 Malam untuk Alvano dan Kyarra.
13
Episode 13 Suami penuh kesabaran.
14
Episode 14 Harus tinggal bersama.
15
Episode 15 Melihatnya diam-diam.
16
Episode 16 Simpatik
17
Episode 17 Ciuman yang menagih.
18
Episode 18 Tidak tahan LDR dan akhirnya menyusul.
19
Episode 19 Permintaan Alvano.
20
Episode 20 Malam panas untuk keduanya.
21
Episode 21 Permainan panas
22
Episode 22 keributan manis suami istri.
23
Episode 23 Hasrat Alvano
24
Episode 24 Hubungan Panas di lift
25
Episode 25 ciuman romantis.
26
Episode 26 Cantik dan elegan
27
Episode 27 Pembicaraan menegangkan.
28
Episode 28 Pemaksaan Alvano.
29
Episode 29 suami istri lagi marahan.
30
Episode 30 Perjuangan Kyarra.
31
Episode 31 Malam untuk pasangan suami istri.
32
Episode 32 semakin panas.
33
Episode 33 Hubungan panas Diandra dan Darren.
34
Episode 34 Pernyataan Darren.
35
Episode 35 Pasangan manis.
36
Episode 36 Cemburu pada suami itu wajar
37
Episode 37 Amanda vs Kyarra.
38
Episode 38 Hampir Ketahuan.
39
Episode 39 Lawannya bukan Kyarra.
40
Episode 40 Akhirnya.
41
Episode 41 Mual.
42
Episode 42 Menuruti istri hamil.
43
Episode 43 mendapatkan pelecehan.
44
Episode 44 Istri mode manja
45
Episode 45 Tiba-tiba cemburu
46
Episode 46 Perasaan yang aneh.
47
Episode 47 Panas
48
Episode 48 Musibah.
49
Episode 49 Ruangan menjadi panas.
50
Episode 50 Hampir Saja
51
Episode 51 Istri mulai aneh.
52
Bab 52 Alvano sweet.
53
Episode 53 Ada Rahasia.
54
Episode 54 Kemarahan Darren
55
Bab 55 Hampir saja.
56
Episode 56 Detik-detik ketahuanm
57
Episode 57 kualat.
58
Episode 58 ketakutan Alvano.
59
Episode 59 Yang terjadi.
60
Episode 60 Keanehan.
61
Episode 61 Jadi Ribut
62
Episode 62 Maaf.
63
Episode 63 kabar bahagia atau kabar buruk.
64
Episode 64 Apa itu peringatan.
65
Episode 65 Ribut.
66
Episode 66 Menyelidiki.
67
Episode 67 Berbaikan.
68
Episode 68 Rencana Amanda.
69
Episode 69 Keputusan berat
70
Episode 70 Dalam bahaya.
71
Episode 71 Situasi menegangkan.
72
Episode 73 Pilihan.
73
Episode 73 Perpisahan jauh lebih baik
74
Episode 74 Mengetahui m
75
Episode 75 Jebakan Amanda.
76
Episode 76 Amanda dan Ramon.
77
Episode 77 Ketulusan Diandra.
78
Episode 78 Hancur.
79
Episode 79 Karma Amanda.
80
Episode 80 Rahasia terbongkar.
81
Episode 81 Akhirnya seperti itu.
82
Untuk Pembaca

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!