Apa yang di katakan Diandra seolah adalah benar. Kyarra tidak mampu berkata-kata.
"Baiklah Kyarra saya memberikan waktu kamu untuk memikirkan semuanya. Kamu bisa datang kepada saya dan kita bicarakan semuanya," ucap Diandra mengambil sesuatu dari dalam tasnya yang berupa kertas yang berada di dalam map.
"Ini adalah kontrak kerja kamu. Kamu pikirkan kontrak ini dan kamu baca baik-baik. Apa yang terjadi tadi tidak sesuai dengan pikiran kamu. Kamu bukan saya jadikan pelacur. Kamu hanya cukup tidur 1 kali dengan Alvano dan melahirkan anaknya. Jadi kamu harus berpikir baik-baik. Hubungi saya jika kamu berubah pikiran," tegas Diandra yang memberikan kontrak tersebut kepada Kyarra dengan sedikit penjelasan.
"Saya permisi!" Diandra langsung pergi. Kyarra melihat kontrak tersebut di tangannya dengan matanya terpejam dan terlihat kebingungan di wajahnya. Pikirannya yang buntu yang bingung harus melakukan apa. Sebagai tulang punggung keluarga. Kyarra mempunyai banyak tanggung jawab yang tidak bisa di anggap remeh.
"Saya yakin kamu akan datang secepatnya ke pada saya Kyarra!" batin Diandra dengan menyunggingkan senyumnya sembari berjalan meninggalkan rumah sakit.
"Apa yang harus aku lakukan. Aku tidak mungkin mendapatkan uang sebanyak itu dalam waktu singkat. Tapi jika Ibu tidak dioperasi itu artinya aku hanya menunggu ibu untuk pergi. Aku akan menjadi anak yang begitu jahat yang tidak mengusahakan segala sesuatu untuk kesembuhan Ibu," batin Kyarra dengan air matanya yang jatuh.
*********
Perusahaan Lefuc.
Kyarra berdiri di depan Perusahaan itu. Pagi ini entah mengapa Kyarra datang untuk yang kedua kalinya ke Perusahaan tersebut.
"Aku memang tidak punya pilihan lain. Aku harus menyelamatkan Ibu. Hanya aku yang bisa melakukannya," batin Kyarra dengan matanya terpejam
Di saat yang bersamaan tiba-tiba mobil mewah berhenti di depannya dan terlihat beberapa orang yang berdiri di depan pintu lobby membuka pintu mobil. Kyarra kaget dengan matanya yang terbuka lebar saat melihat yang keluar dari mobil tersebut adalah Alvano.
Kyarra dengan cepat membalikan tubuhnya yang takut terlihat oleh Alvano.
"Aisss, itu laki-laki kemarin yang aku maki-maki dan aku tampar. Aku lupa dia adalah pemilik Perusahaan ini. Jika dia melihatku. Aku akan akan selesai," Kyarra sekarang takut bertemu Alvano. Alvano baru keluar dari mobilnya merapikan jasnya dan menoleh ke arah Kyarra hanya terlihat bagian punggungnya saja.
Alvano hanya melihat sebentar seperti merasa ada yang aneh. Lalu kemudian Alvano memasuki Perusahan dan tidak peduli apa-apa.
"Ayo pergilah. Bukan waktu yang tepat untuk kita bertemu," batin Kyarra dengan panik. Kyarra membalikkan tubuhnya perlahan dan merasa lega dengan Alvano yang sudah pergi dari tempat tersebut.
*********
Tok-tok-tok-tok.
Pintu ruangan Diandra di ketuk.
"Masuk!" sahut Diandra
"Permisi Bu ada yang ingin bertemu dengan ibu!" ucap karyawan yang berdiri di depan pintu.
"Siapa?" tanya Diandra yang melihat ke arah pintu dan tidak lama muncullah Kyarra di samping karyawan tersebut.
"Ternyata tidak perlu menunggu 24 jam. Akhirnya dia datang, sudah ku duga," batin Diandra dengan menyunggingkan senyumnya.
"Kyarra ayo masuk!" ajak Diandra dengan ramah. Kyarra menganggukkan kepalanya dan akhirnya masuk.
"Saya permisi Bu!" karyawan tersebut pamit, Diandra menganggukkan kepalanya.
"Ayo duduk Kyarra!" ucap. Kyarra menganggukkan kepalanya dan akhirnya duduk di depan Diandra.
"Saya senang sekali bisa bertemu dengan kamu kembali. Bagaimana dengan ibu kamu. Apa keadaannya baik-baik saja?" tanya Diandra basa-basi.
"Masih sama Bu," jawab Kyarra.
"Saya turut prihatin atas apa yang terjadi," ucap Diandra.
"Makasih Bu," sahut Kyarra.
"Lalu kamu ngapain di sini?" tanya Kyarra.
"Saya datang kemari untuk menerima tawaran Ibu," jawab Kyarra dengan gugup. Diandra langsung tersenyum mendengarnya.
"Kamu menerima tawaran saya?" tanya Diandra memastikan sekali lagi
"Iya," jawab Kyarra dengan menunduk.
"Saya tahu Kyarra kamu pasti membicarakan untuk kamu dan makanya kamu menerima tawaran saya. Pilihan kamu sudah yang paling tepat dan itu membuktikan bakti kamu kepada orang tua kamu," ucap Diandra yang pasti senang.
"Tapi saya minta saran syarat lagi," ucap Kyarra.
"Syarat!"
"Iya. Saya sudah membaca kontrak itu dan saya hanya dikontrak satu tahun untuk melahirkan anak tuan Alvano. Tetapi saya meminta syarat untuk hal itu," ucap Kyarra.
"Baiklah syarat apa yang kamu inginkan?" tanya Diandra yang penasaran.
********
"Apah kamu bilang aku harus menikah dengannya!" pekik Alvano dengan wajah kagetnya setelah mendengar perkataan kekasihnya.
"Iya sayang. Kyarra meminta syarat itu. Dia tidak ingin hanya melahirkan anak kamu saja tanpa kamu menikahinya. Katanya dosanya akan semakin banyak jika berhubungan tanpa adanya pernikahan," jelas Diandra.
"Wanita seperti itu masih memikirkan dosa. Sudah sukur aku mau menanamkan benihku di rahimnya," sahut Alvano dengan memegang kepalanya yang terasa berat.
"Sayang tapi aku pikir-pikir ada benar juga yang dikatakan Kyarra. Sayang memangnya kamu pikir memiliki anak dari wanita yang tidak kamu nikahi akan di setujui Eyang begitu saja. Bisa saja Eyang akan mengatakan anak itu dan tidak jelas dan memang kamu mau keturunan kamu juga lahir di luar nikah," ucap Diandra yang memberi pencerahan kepada kekasihnya atas permintaan syarat dari Kyarra yang tampaknya Diandra tidak keberatan.
"Tapi aku tidak mungkin menikah dengan wanita seperti itu dan bukankah jika adapun pernikahan. Hanya kita berdua yang akan menikah dan bukan dengan wanita lain. Dengan kamu yang memiliki ide menyuruhku untuk mendapatkan anak darinya itu saja sudah tidak masuk akal dan sekarang menikah dengan nya tambah tidak masuk akal lagi," tegas Alvano.
"Hanya satu tahun saja sayang. Kamu juga tidak perlu memakainya atau tinggal serumah dengannya. Kamu cukup menikah dengannya, setelah sah kamu langsung tancap gas dan buat dia sampai hamil dan setelah dia hamil. Kamu juga tidak perlu melakukan apa-apa, harus ini, itu dan apalagi seperti suami istri. Kamu bisa melakukan seperti biasa dan menunggu anak itu lahir sudah selesai. Sayang persyaratan yang diberikan Kyarra tidak akan membuat beban bagi kamu. Jadi percayalah kepadaku sayang," ucap Diandra yang meyakinkan kekasihnya.
Namun Alvano yang adanya semakin frustasi dengan pendapat yang semakin banyak yang membuatnya benar-benar bingung.
"Sayang kamu harus setuju dengan pernikahan ini sayang," ucap Diandra.
*********
Kyarra berada di dalam mobil bersama dengan Diandra. Kyarra hari ini kembali tampil dengan cantik yang sepertinya baru selesai dari salon.
"Kita mau ke mana lagi Bu?" tanya Kyarra.
"Kita harus menemui Eyang dari Alvano. Kamu calon istri Alvano. Jadi harus bertemu dengan orang yang di segani Alvano," jawab Diandra.
"Lalu saya harus mengatakan apa nanti?" tanya Kyarra bingung.
"Kamu tidak perlu banyak bicara dan hanya memperkenalkan siapa nama kamu dan kamu juga tidak perlu memperkenalkan keluarga kamu dengan teliti. Biar Alvano yang akan berbicara," jawab Diandra.
"Tapi saya dek-dekan dan takut salah ngomong," ucap Kyarra.
"Seperti apa saya katakan kepada kamu. Kamu tidak perlu berbicara banyak. Jadi turuti saja apa yang saya katakan. Ibu kamu juga akan di operasi besok," tegas Diandra. Kyarra hanya diam saja dan mengikuti apa yang dikatakan Diandra.
Alvano memang akhirnya setuju dengan persyaratan yang diminta oleh Kyarra. Alvano memang tidak punya pilihan lain. Dia harus melakukan semuanya. Karena takut akan kalah dari Darren sepupunya.
Bersambung
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 82 Episodes
Comments