Episode 17 Ciuman yang menagih.

Kyarra yang memasuki kamarnya dengan membawa kantung plastik putih yang isinya beberapa keperluan yang di siapkannya.

"Ini pasti sangat di butuhkan saat di negara orang nanti," gumamnya yang meletakkan kantung plastik itu di atas nakas.

"Gerah sekali, aku mandi dulu!" Kyarra yang mengipas-ngipas wajahnya dengan tangannya sembari berjalan memasuki kamar mandi.

Ceklek.

Kyarra terkejut dengan matanya yang membulat sempurna ketika melihat pemandangan di depannya. Alvano yang berada di kamar mandi yang sedang memakai handuk.

"Aaaaaaaaaa!" teriak Kyarra dengan suara tarjan sembari menutup matanya.

"CK!" Alvano berdecak dengan kesal dan langsung menghampiri Kyarra dengan menutup mulut Kyarra dengan tangannya.

"Mmmmmm" Kyarra sekarang tidak bisa berbicara apa-apa. Teriakannya yang hampir membuat satu rumah heboh akhirnya terhenti.

"Aku sudah memperingatkanmu berkali-kali. Berprilaku lah seperti manusia dan bukan hewan yang pekerjaan mu hanya berteriak saja. Ini bukan hutan," tegas Alvano menekan suaranya dan menatap tajam Kyarra.

Gerak mata Kyarra menyuruh Alvano untuk melepaskan bungkam dari mulutnya. Lalu Alvano melepaskan tangannya dengan Alvano mengatur nafas.

"Hah!" Kyarra baru bisa bernafas dan sampai batuk-batuk akibat perbuatan Alvano.

"Batuk, sebentar lagi kau juga akan berhenti bernafas. Makanya jangan berteriak seenaknya di rumahku," kesal Alvano.

"Siapa suruh di dalam kamar mandi tanpa mengunci pintu," Kyarra sekarang menyalahkan Alvano yang mengatur nafas.

"Hey ini rumahku dan terserah aku masuk kamar mandi tanpa mengunci pintu atau mandi di luar sekalian," tegas Alvano yang semakin marah.

"Walau ini rumahmu. Tetap saja itu tidak sopan. Kau seharusnya tahu batasan. Kau sudah mengotori mataku untuk melihat hal yang menjijikan seperti itu," oceh Kyarra membuat dahi Alvano mengkerut.

"Apa katamu. Hal menjijikkan!" pekik Alvano.

"Iya. Itu sangat menjijikan. Aku bisa sial melihatnya," ucap Kyarra geleng-geleng kepala dan langsung pergi yang benar-benar seperti orang yang sangat jijik. Alvano merapatkan giginya yang terlihat geram lalu menarik tangan Kyarra yang membuat Kyarra terkejut dengan tubuhnya yang tiba-tiba dibenturkan ke dinding.

"Auhhhh!" keluh Kyarra yang pasti begitu kesakitan.

Alvano mendekatinya dengan memajukan wajahnya sehingga wajah keduanya yang saling berdekatan dengan tatapan mata Alvano yang begitu tajam.

"Apa katamu barusan. Menjijikan!" ucap Alvano menekan suaranya.

"Me_me_mang iya," jawab Kyarra dengan terbata-bata.

"Hahh, kenapa aku merasa kau selalu saja menantangku. Kau seolah wanita yang bersih. Apa kau tahu. Apa yang kau katakan menjijikan itu yang akan nanti memberikan kenikmatan kepadamu. Dia akan bermain untukmu!" desis Alvano dengan seriangi wajah nakalnya yang membuat Kyarra menelan salivanya yang takut dengan Alvano.

Alvano meraih tangan Kyarra dan ingin mendekatkan pada aset Alvano yang membuat Kyarra melotot dengan ulah Alvano di luar batas.

"Kau mau apa!" tanya Kyarra panik yang benar-benar menahan tangannya agar tidak menyentuh benda itu.

"Aku ingin kamu minta maaf kepadanya," jawab Alvano dengan suara beratnya yang mempermainkan Kyarra.

Namun Kyarra yang benar-benar begitu panik dan terus menahan tangannya agar tidak tersentuh oleh barang berharga itu. Alvano sangat menikmati ketakutan di wajah Kyarra.

"Kenapa kau takut?" tanya Alvano.

"Bukannya nanti kau juga akan melakukannya!" ucap Alvano. Kyarra hanya diam yang semakin takut. Apalagi tatapan mata Alvano begitu tajam kepadanya.

Mata Alvano turun pada bibir berbentuk hati yang merah merona milik Kyarra.

Cup

Alvano tiba-tiba mengecup bibir Kyarra yang membuat Kyarra shock dengan matanya yang terbuka lebar. Alvano sepertinya gemes dengan bibir yang membuatnya ingin mencobanya.

"Kamu harus menjaga mulutmu ini untuk tidak mengeluarkan kata-kata yang membuatku marah," ucap Alvano dengan tersenyum.

"Aku harus memberinya pelajaran agar tidak mengulang lagi," ucap Alvano dengan suara mendesah dan tanpa permisi kembali mengecup bibir Kyarra.

"Apah. Dia menciumku. Ciuman pertama ku," batin Kyarra yang melamun di tengah Alvano yang sudah memasuki lidahnya dan bermain di dalam mulut Kyarra.

Kyarra yang sibuk dengan lamunannya yang masih tidak percaya dengan tindakan suaminya itu. Kyarra akhirnya pasrah dengan memejamkan matanya perlahan. Alvano yang ternyata menikmati hal itu semakin memperdalam ciumannya. Lidahnya mengabsen gigi rata Kyarra.

Alvano juga menelan beberapa kali salivanya yang tampak menikmati ciuman pertama kali yang di lakukannya pada istrinya. Tangan Alvano juga yang memegang kuat lengan Kyarra sebagai pertanda bahwa dia benar-benar sangat menikmati ciuman itu. Baru ciuman sudah mampu membuat Kyarra tidak berdaya sama sekali. Bagaimana jika nanti selanjutnya.

Sampai beberapa menit akhirnya Alvano melepaskan ciuman itu perlahan dengan keduanya yang sama-sama membuka mata mereka perlahan dengan nafas yang tidak stabil yang menerpa wajah keduanya.

Alvano mengusap bibir Kyarra dengan jari jempolnya dan mengecup kembali yang mungkin ketagihan dengan rasa baru itu.

"Ini hukuman untukmu. Kau akan menerima hukuman kembali. Jika membuatku marah dan bukan hanya ini yang akan mendapatkannya, tetapi seluruh tubuhmu," ucap Alvano dengan suara seraknya. Kyarra terdiam yang masih bengong seperti mayat hidup.

Perlahan tangan Alvano melepaskan dari tangan Kyarra. Lalu tidak ada lagi yang dikatakannya dan langsung pergi dari hadapan Kyarra yang masih bengong.

"Gila kenapa aku terlihat ketagihan," batin Alvano mengusap bibirnya menggunakan jempol nya. Namun Alvano tersenyum tipis. Seperti pria yang mendapatkan jatah saja.

"Apa ini. Dia sudah merebut ciuman pertamaku. Tapi bukannya dia suamiku. Jadi tidak ada yang salah atau tidak. Tetapi ini ciuman pertama ku dan apa ini termasuk dalam katagori pemaksaan," Kyarra terus bergerutu di dalam hatinya.

Bruk.

Kyarra dengan cepat menutup pintu kamar mandi yang membuat Alvano kembali menulis ke belakang.

"Ck!" Alvano berdecak dengan tersenyum miring dan geleng-geleng kepala.

**********

Perusahaan Lefuc

"Kamu bilang apa? Kyarra ke Dubai dengan membawa ibunya?" tanya Diandra pas kekasihnya itu.

Saat Diandra mendatangi Alvano ke ruangannya dan langsung mendapatkan informasi dari Alvano mengenai Kyarra.

"Iya," jawab Alvano singkat.

"Ibunya harus mendapatkan perawatan yang jauh lebih baik dan aku memilih rumah sakit Dubai untuk pengobatan ibunya, agar bisa memulihkan keadaannya," jelas Alvano.

"Kamu sendiri yang melakukannya?" tanya Diandra.

"Iya!" jawab Alvano.

"Sayang. Kenapa kamu yang mengurus sendiri tentang permasalahan ibunya. Bukannya Kamu paling anti mengurusi hal seperti itu dan kenapa tidak menyuruhku saja?" tanya Diandra heran dengan hal baru yang di lakukan suaminya.

"Waktunya sangat mendesak. Jadi jika aku tidak melakukannya. Maka akan terjadi hal buruk pada ibunya," jawab Alvano singkat.

"Lalu kamu takut, terjadi sesuatu pada ibunya?" tanya dia Diandra memastikan.

"Tidak juga," jawab Alvano.

"Tapi kamu seperti orang yang khawatir," sahut Diandra yang merasa aneh dengan kekasihnya.

"Aku hanya kasihan saja padanya dan saat itu aku berada di rumah sakit," ucap Alvano.

"Ehmmmm kasihan. Awalnya kamu sangat sebel kepadanya. Kamu bahkan membantah keras untuk menikah dengannya. Kamu menikahinya karena tidak punya pilihan lain. Baru 3 hari menikah, semuanya langsung berubah menjadi kasihan. Apa setelah kasihan ada lagi setelah itu rasa yang lain," ucap Diandra. Pasti bukan tanpa alasan Diandra mengatakan hal seperti itu. Dia memang melihat keanehan Alvano saat sebelum menikah dan sudah menikah.

"Ada apa Diandra. Kamu meragukanku?" Alvano sangat mengerti dengan pernyataan dari kekasihnya yang pasti sudah berpikiran macam-macam padanya.

Bersambung

Episodes
1 Episode 1 Hasrat Pasangan kekasih
2 Episode 2 Ternyata bermain Api.
3 Episode 3 Lahirkan anakku.
4 Episode 4 Rahim Wanita itu.
5 Episode 5 Kehidupan Kyarra.
6 Episode 6. 5 Miliyar lahirkan anakku
7 Episode 7 Butuh uang
8 Episode 8 Tidak punya pilihan.
9 Episode 9 Perkenalan dengan Eyang.
10 Episode 10 Pernikahan.
11 Episode 11 Sah.
12 Episode 12 Malam untuk Alvano dan Kyarra.
13 Episode 13 Suami penuh kesabaran.
14 Episode 14 Harus tinggal bersama.
15 Episode 15 Melihatnya diam-diam.
16 Episode 16 Simpatik
17 Episode 17 Ciuman yang menagih.
18 Episode 18 Tidak tahan LDR dan akhirnya menyusul.
19 Episode 19 Permintaan Alvano.
20 Episode 20 Malam panas untuk keduanya.
21 Episode 21 Permainan panas
22 Episode 22 keributan manis suami istri.
23 Episode 23 Hasrat Alvano
24 Episode 24 Hubungan Panas di lift
25 Episode 25 ciuman romantis.
26 Episode 26 Cantik dan elegan
27 Episode 27 Pembicaraan menegangkan.
28 Episode 28 Pemaksaan Alvano.
29 Episode 29 suami istri lagi marahan.
30 Episode 30 Perjuangan Kyarra.
31 Episode 31 Malam untuk pasangan suami istri.
32 Episode 32 semakin panas.
33 Episode 33 Hubungan panas Diandra dan Darren.
34 Episode 34 Pernyataan Darren.
35 Episode 35 Pasangan manis.
36 Episode 36 Cemburu pada suami itu wajar
37 Episode 37 Amanda vs Kyarra.
38 Episode 38 Hampir Ketahuan.
39 Episode 39 Lawannya bukan Kyarra.
40 Episode 40 Akhirnya.
41 Episode 41 Mual.
42 Episode 42 Menuruti istri hamil.
43 Episode 43 mendapatkan pelecehan.
44 Episode 44 Istri mode manja
45 Episode 45 Tiba-tiba cemburu
46 Episode 46 Perasaan yang aneh.
47 Episode 47 Panas
48 Episode 48 Musibah.
49 Episode 49 Ruangan menjadi panas.
50 Episode 50 Hampir Saja
51 Episode 51 Istri mulai aneh.
52 Bab 52 Alvano sweet.
53 Episode 53 Ada Rahasia.
54 Episode 54 Kemarahan Darren
55 Bab 55 Hampir saja.
56 Episode 56 Detik-detik ketahuanm
57 Episode 57 kualat.
58 Episode 58 ketakutan Alvano.
59 Episode 59 Yang terjadi.
60 Episode 60 Keanehan.
61 Episode 61 Jadi Ribut
62 Episode 62 Maaf.
63 Episode 63 kabar bahagia atau kabar buruk.
64 Episode 64 Apa itu peringatan.
65 Episode 65 Ribut.
66 Episode 66 Menyelidiki.
67 Episode 67 Berbaikan.
68 Episode 68 Rencana Amanda.
69 Episode 69 Keputusan berat
70 Episode 70 Dalam bahaya.
71 Episode 71 Situasi menegangkan.
72 Episode 73 Pilihan.
73 Episode 73 Perpisahan jauh lebih baik
74 Episode 74 Mengetahui m
75 Episode 75 Jebakan Amanda.
76 Episode 76 Amanda dan Ramon.
77 Episode 77 Ketulusan Diandra.
78 Episode 78 Hancur.
79 Episode 79 Karma Amanda.
80 Episode 80 Rahasia terbongkar.
81 Episode 81 Akhirnya seperti itu.
82 Untuk Pembaca
Episodes

Updated 82 Episodes

1
Episode 1 Hasrat Pasangan kekasih
2
Episode 2 Ternyata bermain Api.
3
Episode 3 Lahirkan anakku.
4
Episode 4 Rahim Wanita itu.
5
Episode 5 Kehidupan Kyarra.
6
Episode 6. 5 Miliyar lahirkan anakku
7
Episode 7 Butuh uang
8
Episode 8 Tidak punya pilihan.
9
Episode 9 Perkenalan dengan Eyang.
10
Episode 10 Pernikahan.
11
Episode 11 Sah.
12
Episode 12 Malam untuk Alvano dan Kyarra.
13
Episode 13 Suami penuh kesabaran.
14
Episode 14 Harus tinggal bersama.
15
Episode 15 Melihatnya diam-diam.
16
Episode 16 Simpatik
17
Episode 17 Ciuman yang menagih.
18
Episode 18 Tidak tahan LDR dan akhirnya menyusul.
19
Episode 19 Permintaan Alvano.
20
Episode 20 Malam panas untuk keduanya.
21
Episode 21 Permainan panas
22
Episode 22 keributan manis suami istri.
23
Episode 23 Hasrat Alvano
24
Episode 24 Hubungan Panas di lift
25
Episode 25 ciuman romantis.
26
Episode 26 Cantik dan elegan
27
Episode 27 Pembicaraan menegangkan.
28
Episode 28 Pemaksaan Alvano.
29
Episode 29 suami istri lagi marahan.
30
Episode 30 Perjuangan Kyarra.
31
Episode 31 Malam untuk pasangan suami istri.
32
Episode 32 semakin panas.
33
Episode 33 Hubungan panas Diandra dan Darren.
34
Episode 34 Pernyataan Darren.
35
Episode 35 Pasangan manis.
36
Episode 36 Cemburu pada suami itu wajar
37
Episode 37 Amanda vs Kyarra.
38
Episode 38 Hampir Ketahuan.
39
Episode 39 Lawannya bukan Kyarra.
40
Episode 40 Akhirnya.
41
Episode 41 Mual.
42
Episode 42 Menuruti istri hamil.
43
Episode 43 mendapatkan pelecehan.
44
Episode 44 Istri mode manja
45
Episode 45 Tiba-tiba cemburu
46
Episode 46 Perasaan yang aneh.
47
Episode 47 Panas
48
Episode 48 Musibah.
49
Episode 49 Ruangan menjadi panas.
50
Episode 50 Hampir Saja
51
Episode 51 Istri mulai aneh.
52
Bab 52 Alvano sweet.
53
Episode 53 Ada Rahasia.
54
Episode 54 Kemarahan Darren
55
Bab 55 Hampir saja.
56
Episode 56 Detik-detik ketahuanm
57
Episode 57 kualat.
58
Episode 58 ketakutan Alvano.
59
Episode 59 Yang terjadi.
60
Episode 60 Keanehan.
61
Episode 61 Jadi Ribut
62
Episode 62 Maaf.
63
Episode 63 kabar bahagia atau kabar buruk.
64
Episode 64 Apa itu peringatan.
65
Episode 65 Ribut.
66
Episode 66 Menyelidiki.
67
Episode 67 Berbaikan.
68
Episode 68 Rencana Amanda.
69
Episode 69 Keputusan berat
70
Episode 70 Dalam bahaya.
71
Episode 71 Situasi menegangkan.
72
Episode 73 Pilihan.
73
Episode 73 Perpisahan jauh lebih baik
74
Episode 74 Mengetahui m
75
Episode 75 Jebakan Amanda.
76
Episode 76 Amanda dan Ramon.
77
Episode 77 Ketulusan Diandra.
78
Episode 78 Hancur.
79
Episode 79 Karma Amanda.
80
Episode 80 Rahasia terbongkar.
81
Episode 81 Akhirnya seperti itu.
82
Untuk Pembaca

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!