"Apa sebuah kesalahan. Jika aku bertanya tentang hal itu saat aku merasa ada sesuatu yang aneh dengan kekasihku," ucap Diandra.
"Apa maksud kamu Diandra?" tanya Alvano.
"Kamu seharusnya mengerti atau kamu tidak menyadari. Jika kamu sedikit berlebihan pada Kyarra," jawab Diandra.
"Kamu yang membawanya kepadaku. Kamu yang lebih tahu siapa dia. Aku hanya menjalankan sesuai dengan apa yang kamu katakan. Diandra semua ini bertujuan hanya untuk apa yang aku inginkan dan bukan untuk hal yang lain," Alvano menjeda bicaranya.
"Jika aku sudah memiliki kamu dan untuk apa lagi aku harus berpikiran untuk menggantikan kamu. Bukannya kamu yang mengatakan jika kita berdua hanya membutuhkan anak darinya dan setelah itu kita yang akan merawatnya anak itu," ucap Alvano meyakinkan kekasihnya yang mulai ragu kepadanya.
"Diandra jangan ragu padaku," ucap Alvano. Diandra tiba-tiba tersenyum.
"Kamu serius sekali berbicara sayang. Aku sama sekali tidak memikirkan apapun. Kamu benar aku yang sudah memilih Kyarra dan karena itu aku tahu bagaimana Kyarra dan tidak akan macam-macam. Apalagi dengan kamu yang juga tidak mungkin macam-macam," sahut Diandra tersenyum pada Alvano.
"Jadi kamu tidak memikirkan apapun tentang ku?" tanya Alvano Diandra menggelengkan kepalanya.
"Baguslah kalau begitu," sahut Alvano.
"Hmmm, itu artinya Kyarra sekarang berada di Dubai?" tanya Diandra. Alvano mengangguk.
"Hmmm. Lalu kapan dia kembali?"
"Aku hanya memberinya izin beberapa hari saja. Dia juga belum melakukan apa-apa yang sesuai dengan kontrak. Jadi aku tidak akan membiarkannya berulah dan apa lagi sengaja untuk menghindari tugasnya," jawab Alvano.
"Aku akan mendukung apapun itu nanti. Aku juga akan mendesak Kyarra agar dia menjalankan tugas yang seharusnya di lakukannya," ucap Diandra. Alvano menganggukkan kepalanya.
**********
1 Minggu kemudian.
Alvano menghentikan mobilnya di rumah mewahnya. Lalu keluar dari mobil yang langsung memasuki rumah. Alvano harus berpapasan dengan Darren sepupunya.
"Pengantin baru. Tapi kok hidup terpisah! Yang satu di mana dan yang satu lagi entah di mana," langkah Alvano harus terhenti ketika mendengar cuitan dari Darren.
"Apa maksud mu?" tanya Alvano dengan kedua tangannya berada di sakunya yang berhadapan dengan sepupunya yang julit itu.
"Jika begini. Bagaimana mungkin kau akan bisa memiliki anak. Kau dan istrimu saja tidak bisa bersama. Dia di mana dan kau juga di mana. Apa jangan-jangan hubungan kalian sedang tidak baik-baik saja," sinis Darren yang membuat Alvano menatap tajam yang pasti marah dengan Darren ikut campur dengan pernikahannya.
"Katanya hanya 2 hari pergi. Tetapi 1 Minggu sudah tidak kembali. Atau jangan-jangan dia melarikan diri. Karena menyesal menikah denganmu," tebak Darren yang sengaja membuat Alvano marah.
"CK. Kenapa kau sekarang berubah menjadi tukang gosip. Mulutmu seperti ibu-ibu yang ada di komplek yang sangat suka mengurusi rumah tangga orang lain. Aku tidak harus bercerita kepadamu bagaimana pernikahanku dengan Kyarra. Terserah bagaimana kami menjalani pernikahan kami dan itu bukan urusanmu," tegas Alvano yang ternyata bisa mengendalikan diri dan menghadapi dengan santai kata-kata julit Darren.
"Sebaiknya kau menikah saja. Agar kau berhenti mengusik rumah tangga orang lain," tegas Alvano dengan menunjuk di dada Darren. Lalu Alvano tidak banyak bicara lagi langsung berlalu dari hadapan Darren.
"Aku merencanakan pernikahan bulan ini dengan Amanda," langkah Alvano terhenti kembali.
"Jika hubunganmu dengan istrimu seperti itu. Aku pastikan aku dan Amanda akan memiliki keturunan terlebih dahulu dan akan menjadi pewaris utama untuk Perusahaan," tegas Darren dengan yakin. Lalu Darren pergi yang membuat Alvano mengepal tangannya.
"Kurang ajar," umpat Alvano dengan kesal.
**********
Brukk
Alvano yang memasuki kamar dengan membuka pintu kamar begitu keras.
"Akhh sial!" umpat Alvano dengan melonggarkan dasinya dengan kasar dan melemparnya ke sembarang tempat.
"Wanita itu benar-benar sangat menyusahkan. Atau jangan-jangan benar ini hanya akal-akalannya saja. Dengan banyak alasan agar tidak pulang dan dia sengaja menghindar untuk tidak melakukan kewajibannya. Wanita ini hanya sok polos saja. Ternyata dia bermain taktik dan membodohi ku," Alvano yang tidak henti-hentinya marah-marah dengan apa yang di lakukan Kyarra.
"Sudah satu minggu dan tidak pulang-pulang. Apa yang dilakukannya di sana apa menunggu ibunya sampai sembuh. Kalau begitu kenapa menikah denganku!" Alvano mengoceh terus tidak berhenti-henti.
"Dia lagi. Apa dia ingin pamer yang akan menikah dengan Amanda terus memiliki anak. Apa dia pikir dia bisa mengalahkan ku," umpat Alvano yang tidak akan mau kalah dari Darren.
**********
Dubai.
Kyarra yang berada dalam kamar mandi rumah sakit yang berdiri di depan wastafel yang begitu panjang. Kyarra mencuci tangannya dengan beberapa kali membuang nafasnya perlahan ke depan. Kyarra melihat kearah cermin dan kaget melihat Alvano yang ada di sana.
"Astaga!" lirih Kyarra dengan cepat memukul kepalanya.
"Ya ampun apa sekarang otakku sedang bermasalah bisa-bisanya aku melihat bayangannya. Dia memang sangat menyeramkan yang di mana saja pasti akan ada. Aduh Kyarra stop. Kamu sekarang berada sangat jauh darinya. Jadi jangan takut dan anggap saja ini adalah hari kebebasan kamu," gerutu Kyarra yang mengatur nafasnya dan Kyarra kembali melihat ke cermin. Kyarra kembali terkejut yang ternyata bayangan Alvano masih ada.
"Tidak mungkin!" Kyarra memejamkan matanya dan mengucek-nguceknya lalu melihat kembali ke depan cermin dan ternyata masih ada lagi bayangan dari Alvano.
Kyarra langsung membalikan tubuhnya dengan cepat dan ternyata benar. Alvano yang berdiri di depan pintu dengan kedua tangannya di sakunya yang kakinya menyilang dan tubuh bersandar.
"Kau!" pekik Kyarra yang masih berharap jika dia hanya mimpi buruk sampai menepuk-nepuk pipinya dan ternyata terasa sangat sakit.
"Ini sungguh dirimu!" sahut Kyarra yang menghampiri Alvano yang terus menatap Kyarra.
"Kenapa? Kau menganggap aku setan," ucap Alvano.
"Astaga benar. Ternyata dia. Aku sedang tidak berhalusinasi," gumam Kyarra menghela nafasnya dengan wajahnya yang masih terlihat schok.
"Ada orangnya di depan mu. Jadi bicara yang jelas," ucap Alvano.
"Aku hanya terkejut saja dengan kamu yang tiba-tiba saja datang," ucap Kyarra yang mencoba tenang.
"Kamu kenapa bisa ada di sini?" tanya Kyarra ketus.
"Terserahku untuk ada di mana-mana," tegas Alvano yang sejak tadi menekan suaranya dan tampak ingin marah pada Kyarra.
"Lalu untuk apa kamu datang kemari?" tanya Kyarra.
"Untuk menyeretmu pulang," jawab Alvano dengan tegas dan begitu menyeramkan.
Kyarra kesulitan menelan salivanya saat mendengarkan pernyataan tersebut.
"Kenapa, masih betah di sini dengan beribu alasan. Aku harus datang di tengah pekerjaanku yang banyak hanya untuk menjemput mu," oceh Alvano. Kyarra hanya diam saja.
"Selalu saja menyusahkan," desis Alvano.
"Bukan aku yang ingin datang kemari. Kamu yang memberiku izin untuk menemani ibu. Mungkin waktunya tidak sesuai dengan yang kamu berikan. Karena ada masalah," ucap Kyarra memberikan alasannya.
"Bagaimana tidak aku mengizinkanmu dengan melihat wajahmu yang penuh dengan kasihan itu. Aku memberimu waktu dua hari dan bukan menunggu sampai ibumu sembuh," tegas Alvano.
"Iya-iya tuan yang maha benar," sahut Kyarra yang mengalah dan tidak membalas semua ucapan Alvano. Karena semua ucapan Alvano pasti benar dan tidak bisa di bantah.
"Isss kenapa sih dia pakai datang segala. Apa salahnya. Jika aku hari ini bermimpi. Benar-benar orang kaya. Menganggap Dubai sangat dekat, seperti menganggap Bandung Jakarta," batin Kyarra dengan kesal yang sudah tidak bersemangat. Karena kehadiran Alvano yang merusak kebebasannya.
Bersambung
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 82 Episodes
Comments