Jujur

"Mas...ada yang belum aku ceritakan sama kamu. Ini soal dokter Firman." ucap Anin memulai pembicaraan ketika mereka sedang santai menikmati acara pertandingan sepak bola di televisi, setelah menyantap makan malam mereka yang disediakan mbok Jum.

"He-hem, kenapa dengan dokter iman?" Balas Bima tanpa memalingkan wajahnya dari layar TV.

"Firman, bukan Iman. Iya... jadi, dia sekarang di rumah sakit yang sama denganku." Keluh Anin pelan.

"Iya, iyaa, Firman, terus kenapa dia di rumah sakit?? Aaduhh...aahh payah!! Bodoh itu kipernya!" Bima memaki kesal pada televisi miliknya.

Melihat kelakuan suaminya, Anin pun mengurungkan niatnya untuk bercerita soal Firman.

 Ah sudahlah, mungkin lain kali saja.

Anin hendak beranjak dari tempat duduknya ketika tiba-tiba tangannya ditahan oleh suaminya. "Duduk dulu, sebentar lagi…."

Anin mendengus kesal. Maunya apa sih ni kingkong satu!! terpaksa Anin pun duduk kembali dan menunggui suaminya dengan memasang muka Bete.

Lima menit,

sepuluh menit,

lima belas menit....

Oke!! aku pergi.

Dengan menghentakkan langkah kakinya Anin meninggalkan ruangan itu dan suaminya yang terkejut -sebentar-, menit berikutnya dia kembali asyik dengan pertandingannya lagi.

Kenapa dia,  Ah. Biarlah nanggung bolanya.

Sementara itu, Pada sebuah coffee shop kenamaan, dua pemuda sedang bersitegang.

"Jadi,, sejak kapan kamu mengencani Lily??"

"Resminya baru-baru ini." Jawab dokter Abi santai sambil meletakan cangkir kopinya diatas meja. Beda dengan lawan bicaranya yang sedari tadi memasang tampang serius.

"Jangan coba-coba mempermainkan Lily seperti kau mencampakkan Anin!”

"Tenang lah...calon kakak ipar."

"Tenang katamu?! dan aku tahu persis siapa seorang Abimanyu!" Sebuah Suara yang penuh emosi berhasil memancing perhatian tamu-tamu lainnya.

"Bukannya dulu kau yang mengajakku untuk mendekati adik perempuanmu!!? Lalu, kenapa sekarang kau meributkan hal ini?! Asal kau tahu, aku pun tahu dengan jelas maksud dan tujuan mu menggunakan adikmu sebagai senjatamu!” Jawab Abi tak kalah emosi. “Dan bukan salahku, kalau kau tidak mendapatkan apa-apa dariku!"

"Kesalahan terbesar ayahku adalah mempercayakan adikku padamu."

"Salahmu!" Abi mengedarkan pandangannya pada sekelilingnya.

"Jangan coba-coba untuk menyakiti Lily atau kau akan terima akibatnya!"

"Silahkan saja. Atau kalau kau mau, bujuk saja Ayahmu. Dengan senang hati aku akan pergi dan keluarga kalian akan jatuh miskin menanggung malu." Ucap Abi di atas kesombongannya. "....Karena kami akan segera bertunangan." tambahnya.

"Kurang ajar!!!" Pria itu berusaha meraih kerah kemeja Abi, namun, gerakan Abi lebih gesit dengan meraih tangan pria itu lalu menepisnya.

"Sudahlah! urusanmu bukan dengan ku, tapi dengan laki-laki itu." Abi kemudian pergi meninggalkan teman ngobrolnya begitu saja.

Abimanyu seorang dokter muda yang ambisius. Dalam usia mudanya dia sudah menginginkan kedudukan dan haus akan pengakuan -barangkali memang sudah keturunan-.

Dengan modal ketampanan serta nama besar orang tuanya dia dapat dengan mudah mendapatkan perempuan manapun yang dia inginkan terkecuali Anindira Pearly Otis. Dengan gadis itu dia harus berjibaku untuk mendapatkan hatinya sampai akhirnya Anin menyerah dan memberikan cintanya.

Namun cinta yang tulus dari Gadis itu saja tidak cukup membuatnya puas. Dan diluaran dia tetap bermain mata bahkan di rumah sakit tempatnya bekerja.

Serapat-rapatnya bangkai dibungkus akhirnya tercium juga busuknya. Selama setahun lebih aksi gilanya tak pernah ketahuan. Selalu mulus, lancar. Namun sial entah dari mana dan dari siapa, Anin tiba-tiba saja menyambangi ruang atas dan mendapatinya sedang berciuman dengan Lily yang waktu itu baru saja pulang dari Singapura setelah menyelesaikan pendidikan manajemen nya.

Just kissing! hello….

Dan bahkan Abi pernah melakukan lebih dari sekedar berciuman dengan salah satu perawat magang tapi itu aman-aman saja, tidak sampai terendus oleh pacarnya. Dan setelah kejadian itu baru diketahuinya bahwa Lily adalah putri dari pemilik rumah sakit dimana dia dan Anin berada.

Melihat peluang ada di depan mata dan sepertinya Lily pun tertarik padanya, dengan segala resikonya Abi memutuskan untuk merubah tujuan. Gadis yang kecantikannya biasa saja. Standard, menurut kacamata Abi dibandingkan dengan keindahan yang dimiliki seorang Anindira. Dan untuk itu, dia memilih melepas cinta sejatinya. Anindira.

Mari kita lihat!!  siapa yang berdiri di garis finish terlebih dulu! Dan kaup! Kau harus membayar mahal atas perbuatanmu itu, Firman!

***

Terpopuler

Comments

santi Kurnia

santi Kurnia

lanjuut thor....

2020-04-16

1

lihat semua
Episodes
1 Malapetaka
2 Wedding Day
3 Hari baru
4 CUMI! Cuma Mimpi
5 Dapur, Kasur, kasur!
6 Praduga yang salah
7 Abimanyu
8 Sopir ya Gais! Bukan Preman Pasar
9 Semuanya baru!
10 Anin & Emosinya yang .... Ng-Nganu!
11 Tamu tak Diundang & Sepenggal kenangan
12 Tak terencana
13 Akhirnya Anin Nganu
14 Jujur
15 Mimpi buruk Anin yang hilang
16 Honeymoon yang Tertunda
17 Siapa Dia?
18 Aku dan Bintang
19 Masa lalu yang mengganggu
20 Sakit, sih! Tapi ya gimana ....
21 Handphone baru
22 Bintang malam yang tak Terkendali
23 Sisi Kelam Anin
24 Sembilu Syahdu
25 Sembilu Syahdu - 2
26 Dosa termanis
27 Kamu kembali
28 Terbawa suasa aja, sih ....
29 CIe, kangen ....
30 Pasir berbisik tentang rahasia dan kebenaran
31 Datang Berkunjung
32 Kesalahan menyapa
33 Perkara Es krim
34 Cemburu tanda Rindu
35 Adakah yang lebih dari ini?
36 Menepi
37 Faktanya, yang terdekatlah yang menoreh paling dalam
38 Mohon Ampun
39 Berunding biar nggak pusing
40 Permintaan dari sana!
41 Yaaah! Istananya jebol juga
42 Naluri dan Kewarasan Diri
43 I gotta love you
44 Papa Tua dan Emosinya
45 Amplop dan rahasianya
46 Madu dan Racun
47 Yang lepas, ikhlaskan
48 Fakta yang terabaikan
49 Lelah, Menyerah belum tentu kalah
50 Kemana?
51 Keliru
52 The last - Nice to see you
53 Till the End
54 Pengumuman
55 Jakarta I'm I Love
56 Kelakar Sahabat
Episodes

Updated 56 Episodes

1
Malapetaka
2
Wedding Day
3
Hari baru
4
CUMI! Cuma Mimpi
5
Dapur, Kasur, kasur!
6
Praduga yang salah
7
Abimanyu
8
Sopir ya Gais! Bukan Preman Pasar
9
Semuanya baru!
10
Anin & Emosinya yang .... Ng-Nganu!
11
Tamu tak Diundang & Sepenggal kenangan
12
Tak terencana
13
Akhirnya Anin Nganu
14
Jujur
15
Mimpi buruk Anin yang hilang
16
Honeymoon yang Tertunda
17
Siapa Dia?
18
Aku dan Bintang
19
Masa lalu yang mengganggu
20
Sakit, sih! Tapi ya gimana ....
21
Handphone baru
22
Bintang malam yang tak Terkendali
23
Sisi Kelam Anin
24
Sembilu Syahdu
25
Sembilu Syahdu - 2
26
Dosa termanis
27
Kamu kembali
28
Terbawa suasa aja, sih ....
29
CIe, kangen ....
30
Pasir berbisik tentang rahasia dan kebenaran
31
Datang Berkunjung
32
Kesalahan menyapa
33
Perkara Es krim
34
Cemburu tanda Rindu
35
Adakah yang lebih dari ini?
36
Menepi
37
Faktanya, yang terdekatlah yang menoreh paling dalam
38
Mohon Ampun
39
Berunding biar nggak pusing
40
Permintaan dari sana!
41
Yaaah! Istananya jebol juga
42
Naluri dan Kewarasan Diri
43
I gotta love you
44
Papa Tua dan Emosinya
45
Amplop dan rahasianya
46
Madu dan Racun
47
Yang lepas, ikhlaskan
48
Fakta yang terabaikan
49
Lelah, Menyerah belum tentu kalah
50
Kemana?
51
Keliru
52
The last - Nice to see you
53
Till the End
54
Pengumuman
55
Jakarta I'm I Love
56
Kelakar Sahabat

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!