POV Author

Brug..

Tubuh Asiyah di dorong keras oleh Tom, dia tersungkur di lantai. Aisyah meringis menahan nyeri.

Srekk..

Tom menarik hijab yang menutupi wajah Asiyah, seketika Asiyah menunduk menyembunyikan wajahnya.

"Ma-maafkan sa-ya!" lirih Asiyah menunduk. Tom makin geram karena Asiyah tidak mau menatap ke arahnya, dia selalu menunduk. Padahal Tom sengaja menarik hijab Asiyah dia ingin melihat wajah Asiyah.

"Maaf katamu!" sulut Tom membungkuk di depan muka Asiyah. Asiyah terlihat gemetar. Dia hanya mengangguk, tidak berani menatap Tom karena dia wajahnya yang tidak tertutup.

"Auw.. Sa-kit tuan" pekik Asiyah seraya memegang erat hijabnya ketika Tom menariknya.

"Kau. Adalah wanita munafik!" hardik Tom. Dia begitu benci pada Asiyah entah kenapa.

"Tatap aku!" tekan Tom. Asiyah menggeleng.

"Oh, kau mau ku hukum?" berang Tom. Asiyah hanya bisa menangis pasrah. Tom yang melihat Asiyah menangis hati Tom bergetar dia memilih beranjak meninggalkan Asiyah. Beberapa saat Asiyah merasa lega karena Tom pergi. Asiyah menarik nafas dalam, dia kembali merapikan kerudungnya dan menutup kembali wajahnya.

Bug.

Asiyah tersentak saat Tom kembali dan melemparkan sesuatu tepat di wajah Asiyah.

"Astagfirullah hal Adzim" Asiyah memegang sesuatu yang di lempar oleh Tom.

"Pakai baju itu, itu adalah hukuman untukmu!" titah nya. Asiyah melihat ternyata itu adalah sebuah baju seperti seragam para ART. Dress pendek selutut bermotif kotak hitam putih. Asiyah menggeleng.

"Tidak tuan, lebih baik anda menghukum ku dengan cara lain" ungkap Asiyah memberanikan diri. Tom tercengang, berani-beraninya dia menolak.

"Kau pikir siapa? berani menolak perintah ku" geram Tom.

"Bunuh saja aku tuan!" lirih Asiyah dalam.

"Kau.." Tom begitu geram, bagaimana tidak dia tadi sudah berusaha agar tidak tersulut emosi dengan hanya menyuruh memakai seragam ART, tapi lagi-lagi Asiyah kembali mematik emosinya.

"Aku tak Sudi mengotori tangan ku dengan membunuhmu"

"Bukankah Anda sudah terkenal pembunuh?"

"DIAM!!"

Asiyah tersentak, sebisanya dia hanya memejamkan mata.

"Kau ikut aku!!" Tom menyeret Asiyah dengan paksa. Asiyah hanya meringis menahan sakit di pergelangan tangannya yang di cekal oleh Tom.

BRAKK...

Tom menutup pintu kamarnya dengan keras.

Bug..

"Auw.." pekik Asiyah di lempar Tom ke dalam kamar mandi.

"Tu-an" lirih Asiyah takut melihat sorot mata Tom dan seringainya.

"Kau mau aku membunuhmu? Hahaha.. itu terlalu muda nona" Tom semakin mendekat pada Asiyah. Asiyah mencoba mundur, meski badannya terasa remuk.

"Kau tahu, aku sudah berbaik hati menyuruhmu berganti baju. Tapi kau malah menyulut amarah ku. Mungkin inilah yang kau inginkan nona" tatapan licik Tom. Entah kerasukan setan apa Tom menjambak kerudung Asiyah dengan keras sampai terlepas.

"Tuan, jangan!!!".

***

PRANK..

"Umi, kenapa?" tanya Safa menghampiri Rabiah yang ada di dapur. Rabiah sekarang tinggal di rumah Faiz bersama suaminya. Karena rumah tuan Samer sudah di jual sedangkan tuan Samer dan keluarganya pergi

dari negara ini.

"Umi gak tahu nak, mungkin tangan umi licin" jawab Rabiah menenangkan Safa.

"Umi istirahat saja, biar Safa yang beresin" seru Safa.

"Baik nak, terima kasih" Rabiah memilih kembali ke kamarnya. Jujur saja perasaan Rabiah tidak enak, dia memikirkan keadaan Asiyah.

flash back

Rabiah sedang membersihkan taman di depan rumah tuan Samer. Samar-samar dia mendengar seseorang memanggilnya. Rabiah menengok ke sumber arah, ternyata ada suaminya dan anaknya menghampirinya.

"Umi,," lirih Faiz. Rabiah menelisik keadaan Faiz yang sangat memperihatinkan.

"Faiz, Alhamdulillah" Rabiah memeluk Faiz. Sedangkan suaminya menyela mereka berdua mengajak mereka masuk ke paviliun dulu.

"Sebaiknya kita masuk saja dulu!"

"Baik" Rabiah menurut lalu mengajak masuk Faiz.

Di dalam rumah Rabiah mengambilkan air minum untuk Faiz dan mengobati luka lebam yang ada di muka Faiz.

"Minumlah!" seru Rabiah. Faiz mengangguk lalu mengambil air minum dan meminumnya.

"Syukurlah tuan itu bersedia membebaskan mu nak" kata Rabiah.

"Nona Asiyah yang membebaskan kami" lirih Faiz.

"Maksudmu?"

"Nona Asiyah sekarang yang menggantikan kami umi" terang Faiz. Rabiah menggeleng, bukannya tadi Asiyah berpamitan dengannya kembali ke Mesir.

"Asiyah tadi pagi berpamitan pada umi untuk pergi, bukanya dia kembali ke Mesir?" lirih Rabiah menatap penuh tanya pada Faiz. Faiz menggeleng lemah.

"Dia pergi menemui tuan Tom dan membebaskan kami bertiga umi" jelas lesu Faiz.

"Maksudmu Asiyah-"

"Benar umi, dia sekarang yang di sekap oleh tuan Tom" cicit Faiz. Seketika kaki Rabiah bergetar. Bersamaan itu baba datang menghampiri mereka.

"Kenapa dia melakukan nya? dia tidak salah?" tanya Rabiah menatap baba.

"Aku juga tidak tahu" baba menghela nafas dalam.

"Kita di suruh tuan Samer membereskan barang-barang kita sekarang juga" lanjut baba. Rabiah menatap penuh tanya.

"Rumah ini sudah di jual, mereka akan pergi dari negara ini" terang baba.

"Mereka begitu kejam" cicit Rabiah. Dan selesai berkemas mereka meninggalkan paviliun itu lalu tinggal di rumah Faiz.

***

"Asi, bagaimana keadaan mu? ammah akan selalu berdoa semoga Allah melindungi mu" lirih Rabiah memegang foto Asiyah yang dia bawah. Rabiah membawa turut serta barang milik Asiyah yang ada di paviliun.

Safa sedang membersikan pecahan piring yang tadi jatuh, bertepatan itu Faiz datang bersama dengan anak kecil berumur 3 tahun.

"Anne,," anak itu menghampiri Safa.

"Sayang, kamu jangan mendekat kesini, biar ane bersihin pecahan kaca nya dulu ya!" tutur lembut Safa.

"Baik anne" anak itu terdiam bersama dengan Faiz.

"Kenapa?" tanya Faiz.

"Ini tadi umi yang menjatuhkan, mungkin tangannya licin" terang Safa seraya menyapu.

"Sekarang umi dimana?"

"Aku suruh istirahat" jawab Safa. Sedangkan Faiz berjongkok di depan anaknya dia menyuru anaknya untuk menghampiri ibunya yang mungkin lagi sedih.

"Wardah, kamu temui jiddah dulu ya dikamar!"

"Baik baba" anak kecil itu langsung masuk ke dalam kamar Rabiah. Faiz menghela nafas berat, lalu dia berderap membantu Safa membersikan sisa-sisa pecahan piring yang terjatuh.

"Apa ada informasi mengenai nona?" tanya Safa pada Faiz saat mereka duduk di meja makan. Faiz menggeleng.

"Kita doakan saja semoga nona di lindungi Allah!" ucap Faiz menatap Safa.

"Amin, Dia orang baik, semoga Allah akan melindunginya" doa tulus Safa.

***

"Hiks.. Hiks.." tangisan yang begitu menyayat, mahkota yang selama ini dia tutup rapat-rapat kini tergerai tak beraturan menutupi wajah ayu milik Asiyah. Kerudung yang di pakai kini tak lagi tersemat di atas kepala melainkan terombang ambing di dalam bathtub. Satu jam sudah Asiyah terduduk pilu di bawah shower, tubuhnya begitu terasa sakit, atas perlakuan Tom padanya. Asiyah bersyukur karena Tom hanya menyiksanya dengan melepas paksa kerudung yang dia pakai, Asiyah sempat mempertahankan kerudungnya tapi Tom semakin menjadi karena Asiyah terus memberontak, Tom begitu geram sehingga dia merobek kerudung Asiyah dan melemparnya ke bathtub. Jujur saja melihat Asiyah meringkuk menyembunyikan wajahnya di bawah shower membuatnya geram sehingga dia menyalahkan shower, tubuh Asiyah basah tapi Asiyah tetap menyembunyikan wajahnya. Suara tangis Asiyah menyadarkan Tom, dia teringat dengan kakaknya. Tom menarik nafas dalam. lalu meninggalkan Asiyah yang masih meringkuk di bawah shower. Tom mematikan shower itu sebelum dia meninggalkan Asiyah di dalam.

Terpopuler

Comments

Ds Phone

Ds Phone

mukin tusedar nya

2025-03-12

0

Sugiharti Rusli

Sugiharti Rusli

yang kejam memang keluarga angkat Asiyah sih,,,

2024-07-16

0

lihat semua
Episodes
1 Prolog
2 Tawanan
3 Aku Kembali
4 Sebuah Pilihan
5 Bertemu
6 POV Tommy
7 Tuan Kejam
8 POV Author
9 Panik
10 Ikhlas
11 POV Author
12 Menurut
13 POV Tom 2
14 Musim semi
15 Dosakah Bila Membencinya
16 Identitas Asiyah
17 Beradu Pandang
18 Pergi Bersama
19 Ada Apa Dengan Perasaan ku?
20 Kesal
21 Kenapa Harus Peduli
22 Lelah
23 Pergi
24 Status Kita Sama
25 Jauh
26 Asiyah Vs Tom
27 Menebus Kesalahan
28 Kecelakaan
29 Terluka
30 Bertahanlah
31 Hukuman
32 Mimpi
33 Seni seviyorum
34 Bangunlah
35 Berdebar
36 Sengsara
37 Cantik
38 Bukan Mahram
39 Satu Bulan
40 Berlapang Dada
41 Jodoh
42 Dengan Cara ku
43 Ceroboh
44 Makan Malam
45 Menjadi Kekasih Ku
46 Menikahlah Dengan Ku
47 Pengakuan Tom
48 Imam Yang Baik
49 Kedatangan Aslan Dan Khadijah
50 Apa Saya Boleh Memilih?
51 Ingin Memastikan
52 Apa Mungkin Aku Jatuh Cinta
53 Ikhlas Itu Sulit
54 Mawas Diri
55 Pendapat Ku
56 Sah
57 Pengantin Baru
58 Berhasil
59 Mengagumi
60 Bertekuk Lutut
61 Bagian Keluarga
62 Terpenjara Dalam Hidupku
63 Menari-nari
64 Panggil Aku 'Mas'
65 Duduk Berdua
66 Tumbuh Perasaan
67 Berawal Dari Kejahatan
68 Menggenggam Tangan Asiyah
69 Mulai Dari Hal Kecil
70 Kecewa
71 Menemukan Kedamaian
72 Ke Caffe
73 Terobsesi Oleh Wanitamu
74 Kehidupan Masing-masing
75 Sekeras-kerasnya Batu Bila Terkena Hujan Akan Retak
76 Bisa Istiqomah
77 Belum Pantas
78 Mengetahui Kenyataan
79 Cinta Atau Obsesi
80 Awal Yang Baik
81 Menjadi Suami Seutuhnya
82 Bulan Madu
83 Bersalah
84 You're My Life
85 Hadiah Terindah
86 Adam Syamil Dirga
87 Pembawa Rizki
88 Pernikahan Kontrak
89 Ulang Tahun Pernikahan
90 Epilog
Episodes

Updated 90 Episodes

1
Prolog
2
Tawanan
3
Aku Kembali
4
Sebuah Pilihan
5
Bertemu
6
POV Tommy
7
Tuan Kejam
8
POV Author
9
Panik
10
Ikhlas
11
POV Author
12
Menurut
13
POV Tom 2
14
Musim semi
15
Dosakah Bila Membencinya
16
Identitas Asiyah
17
Beradu Pandang
18
Pergi Bersama
19
Ada Apa Dengan Perasaan ku?
20
Kesal
21
Kenapa Harus Peduli
22
Lelah
23
Pergi
24
Status Kita Sama
25
Jauh
26
Asiyah Vs Tom
27
Menebus Kesalahan
28
Kecelakaan
29
Terluka
30
Bertahanlah
31
Hukuman
32
Mimpi
33
Seni seviyorum
34
Bangunlah
35
Berdebar
36
Sengsara
37
Cantik
38
Bukan Mahram
39
Satu Bulan
40
Berlapang Dada
41
Jodoh
42
Dengan Cara ku
43
Ceroboh
44
Makan Malam
45
Menjadi Kekasih Ku
46
Menikahlah Dengan Ku
47
Pengakuan Tom
48
Imam Yang Baik
49
Kedatangan Aslan Dan Khadijah
50
Apa Saya Boleh Memilih?
51
Ingin Memastikan
52
Apa Mungkin Aku Jatuh Cinta
53
Ikhlas Itu Sulit
54
Mawas Diri
55
Pendapat Ku
56
Sah
57
Pengantin Baru
58
Berhasil
59
Mengagumi
60
Bertekuk Lutut
61
Bagian Keluarga
62
Terpenjara Dalam Hidupku
63
Menari-nari
64
Panggil Aku 'Mas'
65
Duduk Berdua
66
Tumbuh Perasaan
67
Berawal Dari Kejahatan
68
Menggenggam Tangan Asiyah
69
Mulai Dari Hal Kecil
70
Kecewa
71
Menemukan Kedamaian
72
Ke Caffe
73
Terobsesi Oleh Wanitamu
74
Kehidupan Masing-masing
75
Sekeras-kerasnya Batu Bila Terkena Hujan Akan Retak
76
Bisa Istiqomah
77
Belum Pantas
78
Mengetahui Kenyataan
79
Cinta Atau Obsesi
80
Awal Yang Baik
81
Menjadi Suami Seutuhnya
82
Bulan Madu
83
Bersalah
84
You're My Life
85
Hadiah Terindah
86
Adam Syamil Dirga
87
Pembawa Rizki
88
Pernikahan Kontrak
89
Ulang Tahun Pernikahan
90
Epilog

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!