Bertemu

🌸🌸🌸

Pagi ini aku sudah siap dengan tekad ku, sebelum pergi aku melihat ammah yang sedang menungguku di ruang makan. Ammah menghampiriku yang hendak menyusulnya duduk di ruang makan.

"Asi, lebih baik kamu kembali ke Mesir" seru ammah padaku.

"Di Mesir kamu bisa hidup bahagia, sudah cukup selama ini kamu menderita" lanjut ammah menatap ku dalam. Tatapan tulus layaknya ibu pada anaknya. Sebegitu tulusnya kasih sayangnya padaku sampai dia tidak menghiraukan anaknya saat ini yang berada antara hidup dan mati.

"Ammah, kak Faiz bagaimana dengannya?" lirihku.

"Aku akan selalu berdoa semoga Allah melindunginya"

"Ammah, bisakah ammah mendoakan ku seperti itu?" lirihku menatap ammah. Ammah mengangguk.

"Ammah akan selalu mendoakan mu seperti anak ammah"

"Terima kasih ammah" aku memeluk ammah dengan erat.

"Ammah, Asi pamit dulu, ammah jaga diri ammah dengan baik dan salam buat baba" ammah mengantarku sampai di depan pagar besi rumah tuan Samer. Sedangkan baba sudah pergi menengok cucu dan menantunya.

"Hati-hati Asi, untuk sementara jangan hubungi kami dulu. Hiduplah yang bahagia" pesan ammah.

"Assalamualaikum"

"Wa'alaikum salam" jawab ammah, taksi sudah menungguku sejak tadi. Dengan langkah pasti kaki ini masuk ke dalam taksi.

"Pak ke alamat ini!" pinta ku menyodorkan kertas sebuah alamat yang akan ku tuju. Sopir taksi itu melihat alamat yaang ku berikan, lalu dia terlihat melirik lewat spion.

"Anda yakin nona?" tanya nya pada ku.

"Ada nyawa seseorang yang harus ku selamatkan" guman ku, entah sopir itu mendengar atau tidak dengan kataku tapi aku tak begitu peduli yang terpenting saat ini adalah bagaimana cara agar aku bisa membebaskan orang yang tak bersalah.

Satu jam berlalu kini sampailah sudah aku di gedung yang bertuliskan club' sebuah diskotik yang terbesar di kota ini.

"Nona apa perlu saya menunggu?" tanya sopir itu saat aku membayar.

"Tidak, terima kasih, karena anda sudah mengantarku" jawab ku seraya membuka pintu untuk keluar. Jujur saja baru pertama kali bagiku ke tempat laknat seperti ini.

"Bismillah" ku mulai melangkah masuki lobi dan disana ada resepsionis yang berjaga. langsung saja kaki ini melangkah menuju resepsionis untuk bertanya.

"Permisi apa bisa saya bantu?" kata resepsionis itu menyambutku.

"Aku ingin bertemu dengan tuan Tom" jawabku. Resepsionis itu memperhatikan sejenak diri ini.

"Apa anda sudah ada janji?" tanya nya kembali.

"Ya, untuk itu aku datang kemari" balas ku datar.

"Beliau ada di lantai paling atas di ruang VIP" dengan cepat aku menuju tempat VIP. Di sana banyak sekali pasang mata yang memperhatikan ku. Wajar saja, pakaian yang ku gunakan saat ini jubah panjang di padu dengan Khimar apalagi wajahku tertutup dengan niqab. Tapi ku langkahkan terus kaki ini dan tak perduli dengan tatapan orang-orang itu. Sempat ada yang mencibir. Tak ingin mendengar semua cibiran orang lagi lebih baik aku berlari agar sampai tempat tujuan ku tapi.

BRUK..

Tak sengaja aku menabrak seorang wanita cantik dan terlihat anggun tapi sepertinya wanita itu agak mabuk karena tercium bau alkohol dari mulutnya ketika dia mencebik ku.

"Wow nona, apa pakaian dan cadarmu itu hanya sebagai kedok saja, untuk masuk ke tempat seperti ini" kata wanita cantik yang tak sengaja bertabrakan dengan ku.

"Maaf nona, aku tak punya urusan dengan anda" balas ku, dengan cepat aku kembali berlari mencari ruang VIP. Sedangkan wanita cantik itu nampaknya masih memerhatikan ku.

"Dasar munafik" cedak wanita itu kembali melangkah untuk keluar dari klub malam itu. Sedangkan langkahku berhenti ketika melihat beberapa orang menjaga di depan pintu yang bertuliskan VIP. Aku melangkah pasti meski terbesit rasa takut di hati ki, tapi tujuan ku satu yaitu menyelamatkan seseorang yang tak bersalah.

"Maaf nyonya anda di larang masuk!" salah satu penjaga menghalangi ku. Ku melirik tajam pada penjaga yang menghalangi saat ini.

"Aku ingin bertemu dengan bos kalian, karena aku lah orang yang dia cari!" kata tajam ku pada penjaga. Penjaga itu nampak saling melirik dengan temannya.

"Kalian mau bos kalian yang kejam itu memenggal kepala kalian karena tak menginjinkan aku masuk?" lanjut ku lantang membuat para penjaga itu nyalinya menciut. Para penjaga itu akhirnya menginjinkan ku masuk, Jujur saat masuk jantung ini bergetar saat melihat tiga orang itu sudah terkapar tidak berdaya. Jujur saja aku merasa takut tapi aku harus berani.

"STOP!!" dengan lantang suaraku berhasil membuat semua mata yang ada di dalam mengarah menuju pada ku.

"Lepaskan mereka, akulah orang yang kau cari!" lanjut ku.

"Nona.." lirih salah satu orang itu pada ku dia adalah kak Faiz putra ammah dan baba.

"Anda nona Asiyah?" tanya seorang lelaki seumuran dengan baba memincingkan mata. Aku mengangguk. Sedangkan tatapan seorang lelaki yang mungkin usianya kepala empat begitu tajam padaku saat mendengar namaku di sebut.

"Ya aku Asiyah Yildiz Samer" aku ku.

"Gio, bawah wanita itu!" lantang lelaki itu.

"Tunggu tuan!" sela ku. Lelaki itu menatap ku murka.

"Aku bersedia ikut dengan kalian tapi lepaskan mereka!" mohon ku menatap tiga orang yang terkapar di lantai sudah tak berdaya.

"Gio lakukan tugasmu!" Pinta lelaki di angguki lelaki paruh baya itu yang di panggil gio.

"Baik tuan!" kata lelaki paruh baya seraya membungkuk. Sedangkan lelaki itu pergi dari tempat itu seakan menahan amarahnya.

"Kalian lepaskan mereka dan bawah nona ini!" seru lelaki paruh baya pada anak buahnya dengan sigap anak buahnya menggelendeng ku dan meninggalkan tiga orang yang tak berdaya itu di dalam dan salah satunya adalah kak Faiz.

"Lepaskan tangan kalian, aku bisa berjalan sendiri!" tegas ku pada anak buah mereka. Salah satu anak buah itu geram tapi lelaki paruh baya itu menatap tajam pada anak buah itu. Dan mereka membiarkan ku berjalan sendiri menuju mobil yang terparkir di depan klub. Aku tak tahu akan di bawah kemana yang dapat ku lakukan saat ini hanyalah berdoa pada Tuhan ku semoga tuhan selalu melindungi ku. Sampai di suatu tempat yang begitu gelap mobil ini berhenti, tak ada cahaya lampu sedikitpun hanya ada sinar lampu dari mobil itu yang menerangi tempat yang begitu luas.

"Cepat turun!" seru mereka padaku. Saat ini yang ku lakukan hanyalah menurut. Mereka menggiring ku menuju lorong panjang dan di nampak di sudut lorong itu nampak ada sebuah pintu, mereka membukakan pintu dan menyuruhku masuk.

Klik

Mereka mengunci dan mengurungku di ruang yang gelap gulita ini.

🌸🌸🌸

Terpopuler

Comments

Ds Phone

Ds Phone

macam mana nasib nya

2025-03-12

0

mama ubay

mama ubay

lanjut thor

2024-07-31

0

Sugiharti Rusli

Sugiharti Rusli

diadopsi tapi ko hanya dijadikan ART sih yah si Asiyah ini,,,

2024-07-16

0

lihat semua
Episodes
1 Prolog
2 Tawanan
3 Aku Kembali
4 Sebuah Pilihan
5 Bertemu
6 POV Tommy
7 Tuan Kejam
8 POV Author
9 Panik
10 Ikhlas
11 POV Author
12 Menurut
13 POV Tom 2
14 Musim semi
15 Dosakah Bila Membencinya
16 Identitas Asiyah
17 Beradu Pandang
18 Pergi Bersama
19 Ada Apa Dengan Perasaan ku?
20 Kesal
21 Kenapa Harus Peduli
22 Lelah
23 Pergi
24 Status Kita Sama
25 Jauh
26 Asiyah Vs Tom
27 Menebus Kesalahan
28 Kecelakaan
29 Terluka
30 Bertahanlah
31 Hukuman
32 Mimpi
33 Seni seviyorum
34 Bangunlah
35 Berdebar
36 Sengsara
37 Cantik
38 Bukan Mahram
39 Satu Bulan
40 Berlapang Dada
41 Jodoh
42 Dengan Cara ku
43 Ceroboh
44 Makan Malam
45 Menjadi Kekasih Ku
46 Menikahlah Dengan Ku
47 Pengakuan Tom
48 Imam Yang Baik
49 Kedatangan Aslan Dan Khadijah
50 Apa Saya Boleh Memilih?
51 Ingin Memastikan
52 Apa Mungkin Aku Jatuh Cinta
53 Ikhlas Itu Sulit
54 Mawas Diri
55 Pendapat Ku
56 Sah
57 Pengantin Baru
58 Berhasil
59 Mengagumi
60 Bertekuk Lutut
61 Bagian Keluarga
62 Terpenjara Dalam Hidupku
63 Menari-nari
64 Panggil Aku 'Mas'
65 Duduk Berdua
66 Tumbuh Perasaan
67 Berawal Dari Kejahatan
68 Menggenggam Tangan Asiyah
69 Mulai Dari Hal Kecil
70 Kecewa
71 Menemukan Kedamaian
72 Ke Caffe
73 Terobsesi Oleh Wanitamu
74 Kehidupan Masing-masing
75 Sekeras-kerasnya Batu Bila Terkena Hujan Akan Retak
76 Bisa Istiqomah
77 Belum Pantas
78 Mengetahui Kenyataan
79 Cinta Atau Obsesi
80 Awal Yang Baik
81 Menjadi Suami Seutuhnya
82 Bulan Madu
83 Bersalah
84 You're My Life
85 Hadiah Terindah
86 Adam Syamil Dirga
87 Pembawa Rizki
88 Pernikahan Kontrak
89 Ulang Tahun Pernikahan
90 Epilog
Episodes

Updated 90 Episodes

1
Prolog
2
Tawanan
3
Aku Kembali
4
Sebuah Pilihan
5
Bertemu
6
POV Tommy
7
Tuan Kejam
8
POV Author
9
Panik
10
Ikhlas
11
POV Author
12
Menurut
13
POV Tom 2
14
Musim semi
15
Dosakah Bila Membencinya
16
Identitas Asiyah
17
Beradu Pandang
18
Pergi Bersama
19
Ada Apa Dengan Perasaan ku?
20
Kesal
21
Kenapa Harus Peduli
22
Lelah
23
Pergi
24
Status Kita Sama
25
Jauh
26
Asiyah Vs Tom
27
Menebus Kesalahan
28
Kecelakaan
29
Terluka
30
Bertahanlah
31
Hukuman
32
Mimpi
33
Seni seviyorum
34
Bangunlah
35
Berdebar
36
Sengsara
37
Cantik
38
Bukan Mahram
39
Satu Bulan
40
Berlapang Dada
41
Jodoh
42
Dengan Cara ku
43
Ceroboh
44
Makan Malam
45
Menjadi Kekasih Ku
46
Menikahlah Dengan Ku
47
Pengakuan Tom
48
Imam Yang Baik
49
Kedatangan Aslan Dan Khadijah
50
Apa Saya Boleh Memilih?
51
Ingin Memastikan
52
Apa Mungkin Aku Jatuh Cinta
53
Ikhlas Itu Sulit
54
Mawas Diri
55
Pendapat Ku
56
Sah
57
Pengantin Baru
58
Berhasil
59
Mengagumi
60
Bertekuk Lutut
61
Bagian Keluarga
62
Terpenjara Dalam Hidupku
63
Menari-nari
64
Panggil Aku 'Mas'
65
Duduk Berdua
66
Tumbuh Perasaan
67
Berawal Dari Kejahatan
68
Menggenggam Tangan Asiyah
69
Mulai Dari Hal Kecil
70
Kecewa
71
Menemukan Kedamaian
72
Ke Caffe
73
Terobsesi Oleh Wanitamu
74
Kehidupan Masing-masing
75
Sekeras-kerasnya Batu Bila Terkena Hujan Akan Retak
76
Bisa Istiqomah
77
Belum Pantas
78
Mengetahui Kenyataan
79
Cinta Atau Obsesi
80
Awal Yang Baik
81
Menjadi Suami Seutuhnya
82
Bulan Madu
83
Bersalah
84
You're My Life
85
Hadiah Terindah
86
Adam Syamil Dirga
87
Pembawa Rizki
88
Pernikahan Kontrak
89
Ulang Tahun Pernikahan
90
Epilog

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!