POV Tom 2

🍁🍁🍁

Aku memang terkenal kejam dan arogan, memang watak dan sifat itulah yang ku turun dari ayah ku seorang pemimpin mafia besar dulu. Sekarang dunia hitam itu di teruskan oleh kakak ku. Meski sekarang bisnis keluarga kami adalah sepenuhnya legal karena bisnis hitam kami sedikit demi sedikit ibuku mengubah nya menjadi bisnis yang legal di mata hukum dan negara.

Kelemahan ku adalah seorang wanita. Aku bukanlah lelaki hidung belang yang suka bergonta ganti wanita, atau bila di sodorkan wanita cantik langsung memangsanya, tapi jika melihat wanita menangis di depan mata ku atau tersakiti, hati ku tak kuasa. Mungkin karena rasa trauma kakak ku dulu yang membuatku terenyuh melihat nya terus menangis meraung bahkan seperti orang yang tidak waras, membuatku ingin melindungi nya dan tidak ingin menyakiti seorang wanita. Tapi kenapa aku melanggar semua itu saat melihat Asiyah hati ini begitu geram, mungkin karena melihat pakaian dan kelakuannya yang tak sepadan membuatku berfikir pakaiannya hanyalah sebuah kamuflase belaka. Dan baru pertama kali aku menyiksa seorang wanita, meski akal ku selalu menolak untuk menyakiti tapi kendati nafsuku yang begitu mendominasi hingga aku menyiksanya tanpa henti. Aku geram, kenapa seorang yang berpakaian tertutup bahkan dia selalu mengerjakan kewajibannya pada Tuhan kenapa sampai hati dia berbuat yang menyimpang dari ajaran agamanya. Apakah saat itu dia khilaf? memang manusia adalah tempatnya khilaf, tapi entah kenapa aku merasa kecewa. Padahal dia begitu cantik, sopan dan selalu menundukkan pandangannya, mungkin bagi lelaki yang melihat dia adalah wanita impian, bisa di sebut bidadari.

Setiap hari aku selalu menyiksanya, sampai aku tega melepas paksa hijab yang dia pakai dan mengguyurnya dengan air. Saat mendengar tangisan yang memiluhkan aku tersadar akan kesalahan ku. Dan ku putuskan untuk meninggalkannya. Setelah kejadian itu dia sakit, hati ku merasa takut dan perasaan bersalah muncul, apakah yang ku lakukan ini adalah sebuah kesalahan besar. Sadar akan kelakuan yang membuatnya sakit hati ini berjanji tidak akan mengulangnya kembali apalagi dokter bilang jika dia bisa saja mengalami trauma berat, aku takut akan seperti yang di alami oleh kakak ku. Jika itu sampai terjadi aku tak ubah penjahat wanita. Saat hati ku hancur melihat seorang wanita yang ku kagumi sejak dulu memaki ku, hati ini begitu sakit, apalagi di banding-bandingkan atau di samakan dengan orang lain memang sangat lah menyakitkan. Ingin ku buang semua perasaan ku padanya, tapi mengapa selalu tak bisa, ku luapkan semua perasaan kecewa dan sakit ku pada sebuah tonggok minuman yang berjejer di mini bar tender yang ada di mension ini. Beberapa botol ku habiskan dan ku buang begitu saja setiap botol yang kosong. Ku lampiaskan semua lewat minuman yang ada di depan ku kini. Begitu banyak yang ku minum membuat kepalaku sangat sakit, ku senderkan kepalaku di meja mini bar, sesaat ku mendengar bunyi yang memecah keheningan, dan ku lihat wanita yang ku benci itu sedang memunguti pecahan botol.

Apa yang kau lakukan?" sarkas ku. Asiyah terperanjat, dia lebih memilih diam dan terus melakukan pekerjaannya.

"Apa kau tuli?" berang ku, terlihat dia terperanjat lagi.

"Melakukan tugasku" cicitnya.

"Oh, apa kau pikir dengan begitu kau akan segera mati" sarkas ku kala mendengar jawabannya membuat ku sangat kesal.

"Aku tak akan membiarkan itu" Aku menghampiri dan menatap tajam pada dia.

"Ayo ikut dengan ku!" tanganku menyeret tangan nya meski dengan langkah gontai karena kepalaku sangat sakit.

"Tu-an.." lirih nya, Aku menghentikan langkah ku lalu menatap nya tapi pandangan mata ku begitu bunar sayup ku mendengar dia mengatakan sesuatu tapi kepala ku begitu sakit.

"Maafkan saya, ku mohon jangan-"

BRUG..

Dan aku tak sadar kan diri, memang dari dulu alkohol adalah minuman yang sangat di hindari oleh keluarga ku, meski di banyak di mini bar tersedia tapi itu hanya untuk koleksi dan menyajikan jika ada tamu penting dan ingin sekedar minum ala kadarnya, tapi sekarang aku malah menghabiskan beberapa botol, tubuh ini terasa sangat gerah di tambah kepala ini begitu sakit. Biasanya jika sudah mabuk aku memilih berendam di air dingin itu lah satu-satu nya cara efektif yang selama ini aku lakukan, mungkin kebanyakan orang akan bermain wanita atau membayar seorang wanita untuk menyalurkan hasrat nya. Tapi tidak dengan ku, meski jujur saat melihat Asiyah membuat naluri ini terpacu tapi sebisaku menampik rasa itu dengan menyibukkan diri. Aku memang kejam padanya tapi aku tak akan menodai nya. Tubuh ini terasa dingin, membuatku membuka mata, meski kepalaku masih sangatlah sakit tapi ku mencoba untuk berdiri untuk ke kamar mandi, karena perut ku terasa sangat mual. Saat ku langkah kan kaki ku, sempat ku melihat Asiyah tidur di sofa dengan posisi duduk. Tapi perut ini bergejolak dan ku putuskan untuk ke kamar mandi, di dalam kamar mandi ku muntah kan semua yang ada di dalam perut ku, setelah puas, baru membasuh muka ku, dan menatap di cermin, ternyata wajahku begitu kusut, ku putuskan untuk kembali ke kamar. Tapi saat melangkah entah kenapa melihatnya yang tertidur di sofa dengan posisi masih duduk membuatku tak tega, ku lihat di atas nakas ada ember dan lap, mungkin dia telah menkompresku, padahal badannya saja belum fit terbukti sampai dia tertidur dengan posisi duduk. ingin sekali ku tak peduli, tapi naluri ku berkata lain, ku gendong dia dan ku baringkan di ranjang, beruntung dia tidak sadar mungkin karena efek obat yang tadi di berikan oleh dokter Camelia, ya, aku menyuruh menambah dosis obat tidur agar dia bisa istirahat dengan cukup. Sejenak ku tatap bulu matanya yang lentik, dan melihat dia tertidur dengan cadar yang tersemat membuatku bergerak membukanya agar dia lebih leluasa, dan benar saja, dia terlihat lebih rileks. Jujur sekali sempat diri ini mengagumi kecantikannya yang alami, wajah yang putih berseri hidung yang Bangir, mulut yang seksi meski tanpa lipstik, dagu yang terbelah membuatnya begitu sempurna sempat berfikir membedah kan dengan Afriel, Afriel cantik dengan polesan yang tebal tapi wanita ini cantik natural, tapi sayang kenapa kau lakukan kesalahan yang membuatku membencimu, itu lah sebuah kata kecewa ku. Ku memilih meninggalkan dia dan menuju ke ruang kerja, mungkin disana aku dan pikiran ini bisa kembali beristirahat. Tapi apalah daya pikiran ku masih carut marut antara Afriel dan Asiyah. Pilihan yang tepat saat seperti ini adalah pekerjaan dan benar saja ku buka beberapa dokumen yang harus ku selesaikan dan ku tandatangani, tak terasa waktu sudah pukul 3 dini hari, ku memilih kembali ke kamar dan melihatnya ternyata masih tidur dengan pulas. Aku memilih duduk dan membuka i pad ku menyibukkan dengan bekerja. Saat jam menunjukkan pukul setengah empat terlihat dia mengerjap dan membuka matanya. Lucu, melihat dia yang belum sadar sepenuhnya dan ketika mendapati dirinya di ranjang dengan ekspresi yang panik membuatku tersenyum dengan kelakuannya dan terbesit ingin menjahilinya lagi.

Terpopuler

Comments

Ds Phone

Ds Phone

dia takut tidur bilik orang

2025-03-12

0

Sugiharti Rusli

Sugiharti Rusli

aslinya si baik yah si Tom, cuma karena belum tahu kebenarannya dia jadi bersikap kejam ke Asiyah

2024-07-16

0

lihat semua
Episodes
1 Prolog
2 Tawanan
3 Aku Kembali
4 Sebuah Pilihan
5 Bertemu
6 POV Tommy
7 Tuan Kejam
8 POV Author
9 Panik
10 Ikhlas
11 POV Author
12 Menurut
13 POV Tom 2
14 Musim semi
15 Dosakah Bila Membencinya
16 Identitas Asiyah
17 Beradu Pandang
18 Pergi Bersama
19 Ada Apa Dengan Perasaan ku?
20 Kesal
21 Kenapa Harus Peduli
22 Lelah
23 Pergi
24 Status Kita Sama
25 Jauh
26 Asiyah Vs Tom
27 Menebus Kesalahan
28 Kecelakaan
29 Terluka
30 Bertahanlah
31 Hukuman
32 Mimpi
33 Seni seviyorum
34 Bangunlah
35 Berdebar
36 Sengsara
37 Cantik
38 Bukan Mahram
39 Satu Bulan
40 Berlapang Dada
41 Jodoh
42 Dengan Cara ku
43 Ceroboh
44 Makan Malam
45 Menjadi Kekasih Ku
46 Menikahlah Dengan Ku
47 Pengakuan Tom
48 Imam Yang Baik
49 Kedatangan Aslan Dan Khadijah
50 Apa Saya Boleh Memilih?
51 Ingin Memastikan
52 Apa Mungkin Aku Jatuh Cinta
53 Ikhlas Itu Sulit
54 Mawas Diri
55 Pendapat Ku
56 Sah
57 Pengantin Baru
58 Berhasil
59 Mengagumi
60 Bertekuk Lutut
61 Bagian Keluarga
62 Terpenjara Dalam Hidupku
63 Menari-nari
64 Panggil Aku 'Mas'
65 Duduk Berdua
66 Tumbuh Perasaan
67 Berawal Dari Kejahatan
68 Menggenggam Tangan Asiyah
69 Mulai Dari Hal Kecil
70 Kecewa
71 Menemukan Kedamaian
72 Ke Caffe
73 Terobsesi Oleh Wanitamu
74 Kehidupan Masing-masing
75 Sekeras-kerasnya Batu Bila Terkena Hujan Akan Retak
76 Bisa Istiqomah
77 Belum Pantas
78 Mengetahui Kenyataan
79 Cinta Atau Obsesi
80 Awal Yang Baik
81 Menjadi Suami Seutuhnya
82 Bulan Madu
83 Bersalah
84 You're My Life
85 Hadiah Terindah
86 Adam Syamil Dirga
87 Pembawa Rizki
88 Pernikahan Kontrak
89 Ulang Tahun Pernikahan
90 Epilog
Episodes

Updated 90 Episodes

1
Prolog
2
Tawanan
3
Aku Kembali
4
Sebuah Pilihan
5
Bertemu
6
POV Tommy
7
Tuan Kejam
8
POV Author
9
Panik
10
Ikhlas
11
POV Author
12
Menurut
13
POV Tom 2
14
Musim semi
15
Dosakah Bila Membencinya
16
Identitas Asiyah
17
Beradu Pandang
18
Pergi Bersama
19
Ada Apa Dengan Perasaan ku?
20
Kesal
21
Kenapa Harus Peduli
22
Lelah
23
Pergi
24
Status Kita Sama
25
Jauh
26
Asiyah Vs Tom
27
Menebus Kesalahan
28
Kecelakaan
29
Terluka
30
Bertahanlah
31
Hukuman
32
Mimpi
33
Seni seviyorum
34
Bangunlah
35
Berdebar
36
Sengsara
37
Cantik
38
Bukan Mahram
39
Satu Bulan
40
Berlapang Dada
41
Jodoh
42
Dengan Cara ku
43
Ceroboh
44
Makan Malam
45
Menjadi Kekasih Ku
46
Menikahlah Dengan Ku
47
Pengakuan Tom
48
Imam Yang Baik
49
Kedatangan Aslan Dan Khadijah
50
Apa Saya Boleh Memilih?
51
Ingin Memastikan
52
Apa Mungkin Aku Jatuh Cinta
53
Ikhlas Itu Sulit
54
Mawas Diri
55
Pendapat Ku
56
Sah
57
Pengantin Baru
58
Berhasil
59
Mengagumi
60
Bertekuk Lutut
61
Bagian Keluarga
62
Terpenjara Dalam Hidupku
63
Menari-nari
64
Panggil Aku 'Mas'
65
Duduk Berdua
66
Tumbuh Perasaan
67
Berawal Dari Kejahatan
68
Menggenggam Tangan Asiyah
69
Mulai Dari Hal Kecil
70
Kecewa
71
Menemukan Kedamaian
72
Ke Caffe
73
Terobsesi Oleh Wanitamu
74
Kehidupan Masing-masing
75
Sekeras-kerasnya Batu Bila Terkena Hujan Akan Retak
76
Bisa Istiqomah
77
Belum Pantas
78
Mengetahui Kenyataan
79
Cinta Atau Obsesi
80
Awal Yang Baik
81
Menjadi Suami Seutuhnya
82
Bulan Madu
83
Bersalah
84
You're My Life
85
Hadiah Terindah
86
Adam Syamil Dirga
87
Pembawa Rizki
88
Pernikahan Kontrak
89
Ulang Tahun Pernikahan
90
Epilog

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!