Ada Apa Dengan Perasaan ku?

Asiyah bergeming, pikirannya masih menelaah apa yang di katakan oleh Tom.

"Kau tak dengar?" sarkas Tom, merasa jengkel melihat Asiyah yang masih diam. Bukannya Asiyah kaget dia malah menatap Tom.

"Maaf tuan, tapi-"

"Tidak ada tapi, cepat bersiap dan ganti bajumu!" perintah Tom. Asiyah hanya mengangguk dengan menarik nafas dalam, dia melenggang menuju kamar untuk ganti baju.

"Tuan, apa benar anda akan pergi bersama dengan nona Asiyah?" tanya Gio memberanikan diri. Tom melirik Gio tajam.

"Maafkan saya tuan, kalau begitu saya akan menyuruh Nura untuk menemani"

"Tak usah, biar kita pergi sendiri, kau siapkan mobil!" seru Tom. Gio mencoba menelaah kata Tom barusan, apakah benar Tom akan pergi bersama dengan Asiyah berdua, ataukah ada masalah dengan pendengarannya.

"Kenapa masih di situ?" sarkas Tom membubarkan lamunan Gio.

"Oh, ba-ik tuan!" cepat-cepat Gio beranjak untuk menyuruh anak buahnya menyiapkan mobil. Sepeninggal Gio tak Tom masih menunggu di ruang makan sambil melihat beberapa file yang di kirim oleh Nura.

Sedangkan di dalam kamar Asiyah nampak berpikir.

"Apakah benar dia ingin aku berbelanja" guman Asiyah.

"Apa dia tidak takut kalau aku akan kabur?" lanjut Asiyah bermonolog sendiri. Asiyah menghela nafas dia mengambil baju untuk ganti. Asiyah sudah selesai berganti baju, di pasangnya niqab warna senada dengan kerudung yang dia pakai, Asiyah memakai baju yang pertama kali dia gunakan untuk menemui Tom baju itu dia beli di Mesir dan brand salah satu desainer terkenal dengan inisial Z, Asiyah tersenyum getir teringat perlakuan yang dia dapatkan. Meski dia berharap untuk ikhlas, tapi semua itu tidak lah mudah.

"Kau sudah siap?" tanya Bu Lena saat berpapasan dengan Asiyah di lorong kamar. Asiyah mengangguk.

"Pergilah, dan jangan memancing emosi tuan Tom!" ujar Bu Lena. Asiyah kembali melangkah dia menemui Tom yang masih menunggunya di ruang makan.

"Tuan mobilnya sudah siap!" bersamaan dengan kedatangan Asiyah. Tom memasukkan ponselnya ke dalam saku. Dia melihat Asiyah yang sudah berdiri di samping meja. Tanpa berkata apa pun Tom berdiri dan langsung melangka di ikuti dengan Gio.

"Tuan, apa anda tidak ganti baju?" tanya Gio yang melihat Tom masih menggunakan pakaian santainya saat mau berpergian. Alih-alih menjawab Tom malah bersikap datar. Asiyah hanya mengikuti langkah Gio dan Tom keluar dari mension megah milik keluarga Dirgantara. Asiyah menarik nafas dalam begitu dia menginjakkan kakinya keluar dari pintu, terlihat di setiap sudut nampak penjaga yang berpakaian serba hitam dengan wajah yang sangar dan badan serta badan yang atletis seperti. Di lobi sudah ada pengawal yang membukakan pintu mobil untuk Tom.

"Berikan kunci mobil pada ku!" seru Tom pada sopir yang hendak mengantar. Sedangkan Asiyah fokus memperhatikan area sekitar mension, bangunan ini memang bukanlah bangunan moderen tapi begitu klasik dan sangat menenangkan melihat luasnya hamparan taman dan di lengkapi dengan kursi di bawah pohon cemara yang terlihat begitu teduh. Membuat hati seakan damai melihat beberapa bunga yang bermekaran begitu indah. Tom menerima kunci yang di sodorkan oleh sopir dengan gegas dia masuk ke dalam, sedangkan Asiyah masih terpaku melihat keindahan taman yang begitu luas.

"Kau, cepat masuk!" sarkas Tom menatap tajam Asiyah. Mendengar perintah Tom dia bergegas untuk masuk.

"Kau kira aku sopir mu!" kata tajam Tom berhasil menghentikan langkah Asiyah yang hendak masuk di jok belakang.

"Tapi-"

"Nona, sebaiknya anda duduk di samping tuan" lirih Gio memberi tahu Asiyah. Asiyah menatap Gio penuh dengan pertanyaan. Gio seakan memohon Asiyah bersedia duduk di sebelah Tom.

"Apakah saya pantas untuk-"

"Cepat masuk!" tekan Tom. Asiyah menatap Gio seakan bertanya, mengerti dengan apa yang di maksud Asiyah Gio mengangguk. Asiyah jujur saja perasaannya tak karuan, entah grogi atau rasa enggan, yang dia rasakan tapi yang pasti jantungnya saat ini merasa tak baik baik saja. Teringat dengan pesan Bu Lena jika dia tidak boleh memancing emosi Tom Asiyah menurut dan duduk di bangku depan di samping Tom.

"Lelet sekali, pasang sabuk pengaman mu!" seru Tom sambil menggerutu. Selesai memasang sabuk pengaman, Tom segera melajukan mobilnya menuju super market. Gio masuk ke dalam mobil yang terparkir di halaman dengan segera dua mobil itu mengikuti mobil Tom. Sedangkan di depan gerbang ada sebuah taksi yang berhenti dan menurunkan penumpang.

"Terima kasih pak!" ujar penumpang yang turun. Dengan cepat taksi itu melenggang pergi dari rumah besar itu meninggalkan penumpang wanita.

"Permisi!" ucap sopan wanita itu pada scurity yang hendak menutup gerbang nya.

"Nona, ada perlu apa?" tanya sang scurity.

"Apa Tom nya ada?" tanya wanita itu.

"Maaf nona, tuan Tom baru saja keluar" timpal scurity. Wanita itu menghela nafas dalam.

"Katakan pada Tom nanti kalau aku berkunjung"

"Baik nona" jawab scurity seraya mengangguk. Sedangkan wanita itu melenggang pergi meninggalkan mension itu.

Tom melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang dia membelai jalanan kota. Mata Asiyah terus memandang ke luar jendela, sedangkan Tom fokus menyetir dan memperhatikan jalanan di depannya. Hening, di dalam tidak ada yang bercakap, baik Tom maupun Asiyah. Lima puluh menit sudah mereka sampai di supermarket, Tom menaruh mobilnya di basemen, di belakang mobil Tom sudah berjejer dua mobil yang sama yaitu mobil yang di naiki Gio dan satu lagi mobil para bodyguard nya. Tom turun dari mobil di susul dengan Asiyah. Asiyah terus mengikuti langkah Tom menuju lift sampai di lantai dasar lift berhenti dengan cepat Tom keluar di susul dengan Asiyah. Canggung, sebenarnya Tom baru pertama kali belanja di supermarket, begitu juga dengan Asiyah, dia tidak pernah belanja di supermarket, walaupun dulu sering di ajak ammah belanja itu pun di pasar. Apalagi beberapa tahun ini dia menetap di Mesir.

"Ehem.." dehem Tom mencairkan suasana. Asiyah melirik Tom yang menghentikan langkahnya.

"Kau pilih apa saja yang di perlukan!" ujar Tom.

"Baik tuan" Asiyah hendak mengambil keranjang.

"Kau mau apa?" cegah Tom saat Asiyah hendak mengambil keranjang.

"Mau ambil keranjang tuan" jawab Asiyah. Tom melarang Asiyah.

"Siapa yang menyuruhmu ambil keranjang" Asiyah mengernyit.

"Maaf, bukannya tuan tadi menyuruhku memilih barang yang di perlukan?"

"Hem, kau tinggal tunjuk barang itu" Tom melirik ke belakang sudah ada beberapa orang yang sepertinya pegawai dari supermarket itu beserta menejer dari mall tersebut.

"Selamat siang tuan" sapa sopan menejer pada Tom seraya membungkuk memberi hormat di ikuti dengan beberapa pegawai yang ada di belakangnya. Tom bersikap datar.

"Dan biar mereka nanti yang mengurus!" Tom lanjut Tom pada Asiyah. Tom kini beralih mengarah pada meneger.

"Kau temani dia memilih!" seru Tom, Asiyah di temani menejer itu untuk keliling, sedang kan Tom memilih duduk menunggu di salah satu restoran. Tom menarik nafas dalam, jujur saja dia agak meredahkan perasaan nya yang tiba-tiba berdebar saat berdua dengan Asiyah.

'Ada apa dengan perasaan ku?'

Terpopuler

Comments

Endang Sulistia

Endang Sulistia

sakit jantung kau tom...

2025-03-18

0

Ds Phone

Ds Phone

jatuh cinta

2025-03-13

0

Sugiharti Rusli

Sugiharti Rusli

itu sih bisa jadi menurut istilah Jawa, witing tresno soko kulino sih Tom🤭

2024-07-17

0

lihat semua
Episodes
1 Prolog
2 Tawanan
3 Aku Kembali
4 Sebuah Pilihan
5 Bertemu
6 POV Tommy
7 Tuan Kejam
8 POV Author
9 Panik
10 Ikhlas
11 POV Author
12 Menurut
13 POV Tom 2
14 Musim semi
15 Dosakah Bila Membencinya
16 Identitas Asiyah
17 Beradu Pandang
18 Pergi Bersama
19 Ada Apa Dengan Perasaan ku?
20 Kesal
21 Kenapa Harus Peduli
22 Lelah
23 Pergi
24 Status Kita Sama
25 Jauh
26 Asiyah Vs Tom
27 Menebus Kesalahan
28 Kecelakaan
29 Terluka
30 Bertahanlah
31 Hukuman
32 Mimpi
33 Seni seviyorum
34 Bangunlah
35 Berdebar
36 Sengsara
37 Cantik
38 Bukan Mahram
39 Satu Bulan
40 Berlapang Dada
41 Jodoh
42 Dengan Cara ku
43 Ceroboh
44 Makan Malam
45 Menjadi Kekasih Ku
46 Menikahlah Dengan Ku
47 Pengakuan Tom
48 Imam Yang Baik
49 Kedatangan Aslan Dan Khadijah
50 Apa Saya Boleh Memilih?
51 Ingin Memastikan
52 Apa Mungkin Aku Jatuh Cinta
53 Ikhlas Itu Sulit
54 Mawas Diri
55 Pendapat Ku
56 Sah
57 Pengantin Baru
58 Berhasil
59 Mengagumi
60 Bertekuk Lutut
61 Bagian Keluarga
62 Terpenjara Dalam Hidupku
63 Menari-nari
64 Panggil Aku 'Mas'
65 Duduk Berdua
66 Tumbuh Perasaan
67 Berawal Dari Kejahatan
68 Menggenggam Tangan Asiyah
69 Mulai Dari Hal Kecil
70 Kecewa
71 Menemukan Kedamaian
72 Ke Caffe
73 Terobsesi Oleh Wanitamu
74 Kehidupan Masing-masing
75 Sekeras-kerasnya Batu Bila Terkena Hujan Akan Retak
76 Bisa Istiqomah
77 Belum Pantas
78 Mengetahui Kenyataan
79 Cinta Atau Obsesi
80 Awal Yang Baik
81 Menjadi Suami Seutuhnya
82 Bulan Madu
83 Bersalah
84 You're My Life
85 Hadiah Terindah
86 Adam Syamil Dirga
87 Pembawa Rizki
88 Pernikahan Kontrak
89 Ulang Tahun Pernikahan
90 Epilog
Episodes

Updated 90 Episodes

1
Prolog
2
Tawanan
3
Aku Kembali
4
Sebuah Pilihan
5
Bertemu
6
POV Tommy
7
Tuan Kejam
8
POV Author
9
Panik
10
Ikhlas
11
POV Author
12
Menurut
13
POV Tom 2
14
Musim semi
15
Dosakah Bila Membencinya
16
Identitas Asiyah
17
Beradu Pandang
18
Pergi Bersama
19
Ada Apa Dengan Perasaan ku?
20
Kesal
21
Kenapa Harus Peduli
22
Lelah
23
Pergi
24
Status Kita Sama
25
Jauh
26
Asiyah Vs Tom
27
Menebus Kesalahan
28
Kecelakaan
29
Terluka
30
Bertahanlah
31
Hukuman
32
Mimpi
33
Seni seviyorum
34
Bangunlah
35
Berdebar
36
Sengsara
37
Cantik
38
Bukan Mahram
39
Satu Bulan
40
Berlapang Dada
41
Jodoh
42
Dengan Cara ku
43
Ceroboh
44
Makan Malam
45
Menjadi Kekasih Ku
46
Menikahlah Dengan Ku
47
Pengakuan Tom
48
Imam Yang Baik
49
Kedatangan Aslan Dan Khadijah
50
Apa Saya Boleh Memilih?
51
Ingin Memastikan
52
Apa Mungkin Aku Jatuh Cinta
53
Ikhlas Itu Sulit
54
Mawas Diri
55
Pendapat Ku
56
Sah
57
Pengantin Baru
58
Berhasil
59
Mengagumi
60
Bertekuk Lutut
61
Bagian Keluarga
62
Terpenjara Dalam Hidupku
63
Menari-nari
64
Panggil Aku 'Mas'
65
Duduk Berdua
66
Tumbuh Perasaan
67
Berawal Dari Kejahatan
68
Menggenggam Tangan Asiyah
69
Mulai Dari Hal Kecil
70
Kecewa
71
Menemukan Kedamaian
72
Ke Caffe
73
Terobsesi Oleh Wanitamu
74
Kehidupan Masing-masing
75
Sekeras-kerasnya Batu Bila Terkena Hujan Akan Retak
76
Bisa Istiqomah
77
Belum Pantas
78
Mengetahui Kenyataan
79
Cinta Atau Obsesi
80
Awal Yang Baik
81
Menjadi Suami Seutuhnya
82
Bulan Madu
83
Bersalah
84
You're My Life
85
Hadiah Terindah
86
Adam Syamil Dirga
87
Pembawa Rizki
88
Pernikahan Kontrak
89
Ulang Tahun Pernikahan
90
Epilog

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!