Identitas Asiyah

Gedung yang menjulang tinggi bertuliskan Dirgantara Crop, seorang Lelaki matang turun dengan elegannya di susul oleh lelaki paruh baya yang tak kala gagah, mereka berjalan melewati beribu karyawan yang memandang dengan pandangan yang beragam, ada yang mengagumi, bahkan ada pula yang mencibir. Tapi mereka semua tunduk dan patuh itulah yang harus di taati jika ingin bekerja di gedung ini.

"Selamat siang tuan" sapa sang sekretaris wanita berumur 30 tahun dengan wajah khas timur tengahnya menyambut dengan hormat pada sang atasan. Seperti biasa tak ada balasan atau pertanyaan yang di lontarkan sang atasan acuh dan memilih masuk ke ruang yang bertuliskan direktur. Menghela nafas lesu, itulah yang selalu di lakukan wanita itu sesaat. Dengan cepat dia mengambil beberapa dokumen dan dibawahnya masuk ke dalam ruang sang direktur.

"Permisi tuan,,!" dengan tutur lembut wanita itu masuk ke dalam dengan membawa tumpukan map di tangannya.

"Ini adalah dokumen yang harus di tandatangani tuan" tutur lembut wanita itu seraya menyodorkan tumpukan map itu pada lelaki paruh baya yang merupakan asisten dan orang kepercayaan sang CEO perusahaan tersebut. Lelaki paruh baya itu mengambil dan menaruhnya di meja sang direktur.

"Kau boleh pergi" seru lelaki paruh baya itu. Dengan membungkuk hormat wanita itu pamit. Tapi sebelum wanita itu pergi dia bilang jika beberapa kali Afriel menanyakan keberadaan sang direktur tersebut.

"Maaf tuan!" wanita itu menjedah.

"Apa?" tanya lelaki paruh baya itu.

"Tadi pagi nona Afriel datang kemari, menanyakan anda tuan Tom" jawab wanita itu menunduk takut. Lelaki paruh baya itu menghela nafas panjang.

"Lalu apa yang kau katakan?"

"Aku bilang tuan belum kembali dari luar kota" jawab jujur wanita itu. Tom menarik nafas panjang, jujur saja dia masih enggan bertemu dengan Afriel, tapi bagaimanapun dia perasaannya masih terpatri pada Afriel.

"Keluarlah, jika nanti dia kembali katakan tuan sibuk!" pinta lelaki paruh baya itu mewakili isi hati dari sang majikan.

"Baik tuan Gio, saya permisi!" pamit wanita itu lalu melangkah keluar dari ruangan direktur kembali ke tempatnya. Sesaat setelah perginya sekretaris nya Gio memberanikan diri melangkah mendekat pada Tom.

"Tuan, silahkan anda tanda tangani!" ujar Gio meletakkan dokumen yang di tadi di berikan oleh sekretarisnya. Terlihat Tom masih melamun. Gio mencoba memanggil lagi, tidak ada tanggapan sampai panggilan ke enam Gio memberanikan mengguncang lengan Tom.

"Tuan, anda baik-baik saja?" tanya Gio saat Tom menatapnya.

"Hem,, ada apa?" alihnya. Gio tak menjawab dia hanya mengarahkan matanya pada tumpukan dokumen. Tom mengikuti arah pandang Gio, Tom segera meraih dan membumbui tanda tangan satu persatu file tersebut.

"Tuan, sampai kapan anda menghindar?" lirih Gio memberanikan diri ketika Tom selesai menandatangani semua dokumen. Tom melirik Gio sejenak lalu dia membuang nafas kasar.

"Menurutmu?" alih-alih menjawab Tom malah bertanya balik seolah meminta pendapat sang kaki tangan keluarganya ini. menarik nafas sejenak Gio memberi saran dengan penuh pertimbangan.

"Tuan hadapi lah mereka"

Tom gegas menatap Gio seolah bertanya bagaimana cara nya?

"Maaf tuan, tapi itu menurut saya, setidak nya bisa mengurangi beban di hati anda tuan Tom" terang Gio penuh dengan hati-hati karena tidak ingin membuat sang tuan marah. Tom nampak berfikir.

"Ya, kamu benar, aku akan menghadapi Afriel" putus Tom.

"Lalu bagaimana dengan Nona Asiyah?" tanya Gio. Tom menunduk entah apa yang dia pikirkan.

"Jujur, untuk saat ini aku belum siap bertemu dengan nya" lirih dalam Tom. Tom mengingat apa yang di katakan Gio beberapa hari lalu.

Flash back

Selesai meeting beberapa hari lalu, Tom pulang ke mension dan memilih langsung ke ruang kerja dia ingin kembali berkutat dengan laptopnya menyelesaikan proyek pembangunan pabrik nya. Selesai berkutat dengan pekerjaannya Tom menyimpan laptopnya ke laci meja kerja. Mata Tom tertuju pada tas yang ada di dalam laci meja kerjanya saat membuka laci itu. Di ambilnya tas itu, ingatan Tom kembali tertuju pada saat pertama kali dia bertemu Asiyah, tas itu milik Asiyah Tom mengambilnya sebagai sandraan Tom juga menyita ponsel Asiyah agar wanita itu tidak bisa menghubungi siapapun. Tom membuka resleting tas milik Asiyah, di dalamnya ada beberapa surat seperti pasport dan masih banyak, mata Tom tertuju pada ponsel Asiyah di nyalakan ponsel tersebut. Terlihat gambar universitas ternama di Mesir sebagai wallpaper. Deretan notifikasi masuk, ratusan panggilan dan pesan masuk dari beberapa nomor. Sayangnya ponselnya ke kunci. Bukan nya tidak bisa untuk membobol tapi Tom tidak terlalu perduli. Dia beralih pada pasport dan kartu identitas Asiyah. Tom mengernyit mendapati jika Asiyah mempunyai gelar di salah satu universitas ternama di Mesir.

"Jadi dia lulusan Al Azhar" guman Tom ketika melihat kartu identitas milik Asiyah.

"Tapi, dia tinggal di Mesir. Dan jika dia di Mesir lalu yang-" Tom menjedah katanya. Dia mencari sesuatu di dalam tas Asiyah. Di dompet Asiyah nampak beberapa ATM dan kartu asuransi dan beberapa lembar uang pound Mesir dan hanya selembar uang 50 Lira. Tom mengambil ponselnya dan menghubungi Gio yang ada di paviliun.

"Gio cepat cari informasi lengkap tentang Asiyah!"

'Baik tuan'

Semalaman Tom memikirkan tentang Asiyah, beruntung tak butuh waktu lama Gio memberikan data lengkap Asiyah.

"Nona Asiyah adalah anak angkat dari tuan Samer, selama ini dia tinggal di Mesir studi dan menjadi dosen di salah satu fakultas ternama di Mesir" terang Gio pada Tom.

"Tuan Samer punya putri namanya Zena, dia yang selama ini menggantikan ayahnya" lanjut Gio. Tom meremas kertas yang dia baca dengan pandangan tajam.

"Bodoh, kenapa dia mau mempertaruhkan dirinya" geram Tom.

"Karena tuan Samer menuntut nona Asiyah dengan berlandaskan sebuah kata bakti" jawab Gio.

"Dan aku menghukum seorang yang tak bersalah" cicit Tom merasa bersalah mengingat perlakuannya pada Asiyah.

"Kau tahu kemana pergi nya keluarga itu?"

"Kita akan mencari tahu tuan, mereka pergi jauh dari negara ini"

"Temukan keberadaan mereka"

"Baik tuan"

Rasa bersalah Tom begitu besar pada Asiyah, kejam, memang itulah yang selalu tersemat pada nya. Sejak dia mengetahui semua, dia lebih memilih menghindari Asiyah. Perlakuannya itulah yang selalu mengingatkan betapa kejam dan sadisnya dirinya pada wanita, ingin sekali dia meminta maaf tapi dia malu. Bahkan melihat wajahnya saja mungkin Asiyah sangat enggan. Dia memilih tinggal di apartemen.

"Aku akan membalas kepedihan mu, sebagai ganti apa yang kau rasakan selama ini Asiyah" lirih Tom saat menatap layar ponsel Asiyah. Tom teringat tangisan pilu wanita yang dia siksa sebagai tawanan atas nama dendam.

Terpopuler

Comments

Ds Phone

Ds Phone

kau orang besar kenapa tak selidik dengan cepat kau bolih dapat

2025-03-12

0

mama ubay

mama ubay

nah gitu dong tom

2024-07-31

0

Sugiharti Rusli

Sugiharti Rusli

oh rupanya si Tom uda tahu siapa Asiyah sebenarnya,,,

2024-07-17

0

lihat semua
Episodes
1 Prolog
2 Tawanan
3 Aku Kembali
4 Sebuah Pilihan
5 Bertemu
6 POV Tommy
7 Tuan Kejam
8 POV Author
9 Panik
10 Ikhlas
11 POV Author
12 Menurut
13 POV Tom 2
14 Musim semi
15 Dosakah Bila Membencinya
16 Identitas Asiyah
17 Beradu Pandang
18 Pergi Bersama
19 Ada Apa Dengan Perasaan ku?
20 Kesal
21 Kenapa Harus Peduli
22 Lelah
23 Pergi
24 Status Kita Sama
25 Jauh
26 Asiyah Vs Tom
27 Menebus Kesalahan
28 Kecelakaan
29 Terluka
30 Bertahanlah
31 Hukuman
32 Mimpi
33 Seni seviyorum
34 Bangunlah
35 Berdebar
36 Sengsara
37 Cantik
38 Bukan Mahram
39 Satu Bulan
40 Berlapang Dada
41 Jodoh
42 Dengan Cara ku
43 Ceroboh
44 Makan Malam
45 Menjadi Kekasih Ku
46 Menikahlah Dengan Ku
47 Pengakuan Tom
48 Imam Yang Baik
49 Kedatangan Aslan Dan Khadijah
50 Apa Saya Boleh Memilih?
51 Ingin Memastikan
52 Apa Mungkin Aku Jatuh Cinta
53 Ikhlas Itu Sulit
54 Mawas Diri
55 Pendapat Ku
56 Sah
57 Pengantin Baru
58 Berhasil
59 Mengagumi
60 Bertekuk Lutut
61 Bagian Keluarga
62 Terpenjara Dalam Hidupku
63 Menari-nari
64 Panggil Aku 'Mas'
65 Duduk Berdua
66 Tumbuh Perasaan
67 Berawal Dari Kejahatan
68 Menggenggam Tangan Asiyah
69 Mulai Dari Hal Kecil
70 Kecewa
71 Menemukan Kedamaian
72 Ke Caffe
73 Terobsesi Oleh Wanitamu
74 Kehidupan Masing-masing
75 Sekeras-kerasnya Batu Bila Terkena Hujan Akan Retak
76 Bisa Istiqomah
77 Belum Pantas
78 Mengetahui Kenyataan
79 Cinta Atau Obsesi
80 Awal Yang Baik
81 Menjadi Suami Seutuhnya
82 Bulan Madu
83 Bersalah
84 You're My Life
85 Hadiah Terindah
86 Adam Syamil Dirga
87 Pembawa Rizki
88 Pernikahan Kontrak
89 Ulang Tahun Pernikahan
90 Epilog
Episodes

Updated 90 Episodes

1
Prolog
2
Tawanan
3
Aku Kembali
4
Sebuah Pilihan
5
Bertemu
6
POV Tommy
7
Tuan Kejam
8
POV Author
9
Panik
10
Ikhlas
11
POV Author
12
Menurut
13
POV Tom 2
14
Musim semi
15
Dosakah Bila Membencinya
16
Identitas Asiyah
17
Beradu Pandang
18
Pergi Bersama
19
Ada Apa Dengan Perasaan ku?
20
Kesal
21
Kenapa Harus Peduli
22
Lelah
23
Pergi
24
Status Kita Sama
25
Jauh
26
Asiyah Vs Tom
27
Menebus Kesalahan
28
Kecelakaan
29
Terluka
30
Bertahanlah
31
Hukuman
32
Mimpi
33
Seni seviyorum
34
Bangunlah
35
Berdebar
36
Sengsara
37
Cantik
38
Bukan Mahram
39
Satu Bulan
40
Berlapang Dada
41
Jodoh
42
Dengan Cara ku
43
Ceroboh
44
Makan Malam
45
Menjadi Kekasih Ku
46
Menikahlah Dengan Ku
47
Pengakuan Tom
48
Imam Yang Baik
49
Kedatangan Aslan Dan Khadijah
50
Apa Saya Boleh Memilih?
51
Ingin Memastikan
52
Apa Mungkin Aku Jatuh Cinta
53
Ikhlas Itu Sulit
54
Mawas Diri
55
Pendapat Ku
56
Sah
57
Pengantin Baru
58
Berhasil
59
Mengagumi
60
Bertekuk Lutut
61
Bagian Keluarga
62
Terpenjara Dalam Hidupku
63
Menari-nari
64
Panggil Aku 'Mas'
65
Duduk Berdua
66
Tumbuh Perasaan
67
Berawal Dari Kejahatan
68
Menggenggam Tangan Asiyah
69
Mulai Dari Hal Kecil
70
Kecewa
71
Menemukan Kedamaian
72
Ke Caffe
73
Terobsesi Oleh Wanitamu
74
Kehidupan Masing-masing
75
Sekeras-kerasnya Batu Bila Terkena Hujan Akan Retak
76
Bisa Istiqomah
77
Belum Pantas
78
Mengetahui Kenyataan
79
Cinta Atau Obsesi
80
Awal Yang Baik
81
Menjadi Suami Seutuhnya
82
Bulan Madu
83
Bersalah
84
You're My Life
85
Hadiah Terindah
86
Adam Syamil Dirga
87
Pembawa Rizki
88
Pernikahan Kontrak
89
Ulang Tahun Pernikahan
90
Epilog

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!