Panik

Tom beranjak dari mension, dia memilih pergi ke klub. Tom menuju bar tender dia memesan minuman bersoda, dia menghindari minuman beralkohol untuk saat ini. Mata Tom mengarah pada wanita yang duduk di sudut ruangan, dia terlihat sedang mabuk, di sampingnya ada lelaki yang menggodanya. Tom mengepalkan kedua tangannya, dia bergegas menghampiri wanita itu.

"Hai kau, pergi!" Hardik Tom pada lelaki yang menggoda gadis itu , lelaki itu tersenyum miring.

"Siapa kau berani memerintah ku!" ketus lelaki yang ada di sebelah wanita itu.

"Bukan urusanmu" timpal Tom, seraya menarik tangan wanita itu.

"Lepasin Tom" racau wanita yang di tarik paksa Tom meninggalkan lelaki hidung belang.

"Kau itu mabuk, ayo pulang!" Ajak Tom masih menyeret tangan wanita itu.

"No, aku mau disini" wanita itu menghentikan langkahnya. Seketika Tom ikut berhenti.

"Kau yang pergi Tom"

"Kau mau mereka melecehkan mu!"

"Aku bisa menjaga diriku sendiri" tolak wanita itu.

"Bahkan untuk berjalan saja kau sempoyongan" Tom masih kekeh kembali menyeret tangan wanita itu untuk pergi dari klub.

"Tom, jangan sok peduli kamu padaku, kau itu sama saja seperti Aslan" racau wanita itu. Tom menarik nafas panjang, di banding-bandingkan dengan seseorang adalah hal yang di benci oleh Tom.

"Kita pulang!" putus Tom.

"Tidak" tolak wanita itu.

"Aku bisa pulang sendiri" wanita itu berderap melangkah ke luar ke lobi dahulu dengan sempoyongan terlihat sopir membukakan pintu mobil untuknya, wanita itu masuk ke dalam, sopir itu melihat Tom seraya membungkukkan badan, setelah itu dia masuk dan melajukan mobil meninggalkan klub. Tom menatap nanar kepergian wanita itu.

"Andai saja kau bisa membuka hatimu Afriel" lirihnya. Tom memilih pergi dari klub malam yang dulu milik keluarganya.

"Bagaimana nasib wanita itu" teringat dengan Asiyah yang dia tinggalkan di kamar mandi dan dia melarang anak buahnya untuk masuk ke dalam mension. Segera dia memacu mobil dengan kecepatan di atas rata-rata.

***

Klek...

Pintu kamar mandi terbuka lebar, mata Tom melihat ke segala penjuru arah mencari keberadaan seseorang tapi di dalam kamar mandi kosong, di bathtub pun sudah bersih, hijab yang tadi terombang ambing sudah tidak ada, bahkan air yang ada di bathub sudah terganti. Tom berderap keluar dari kamar mandi dia berganti mencari di kamar, balkon dan terakhir dia mencari di walk in closed.

"DAM!! kemana kamu?" Tom memanggil Gio untuk menanyakan keberadaan seseorang yang dia cari.

"Gio, kau tahu dimana wanita itu?" geram Tom. Gio menarik nafas panjang dengan sopan dia menjawab.

"Maaf tuan, bukannya tadi tuan melarang kami masuk ke dalam dan rumah juga tuan kunci. Setahu saya nona tidak keluar dari mension tuan"

"Tapi dia-"

"Apa tuan sudah mencarinya di kamar nya?" sela Gio. Tom baru ingat kenapa dia tidak mengecek CCTV saja. Karena tadi dia keburu khawatir pada Asiyah.

"Saya akan mencarinya di ka-"

"Biar aku saja, kau kembalilah ke paviliun" ujar Tom berlalu meninggalkan Gio. Gio memilih menuruti perintah Tom. Jujur saja Gio juga merasa cemas pada Asiyah, tapi dia tidak ingin Tom murka padanya dia memilih kembali ke paviliun.

Tom mengusap wajahnya kasar, dia kembali ke kamarnya dan duduk di sofa, dia mengambil ponsel dari saku jas nya. Dengan cepat dia mengecek CCTV.

Terlihat Asiyah keluar dari kamar mandi miliknya dengan baju dan kerudung yang basah. Tom tertegun karena Asiyah nampak tidak menutupi wajahnya. Asiyah keluar dari kamar Tom. Dan Tak lama dia kembali sudah berganti pakaian dan memakai cadar. Asiyah terlihat membersikan lantai dan dia kembali ke kamar mandi selang beberapa menit dia keluar dari kamar mandi. Dia juga merapikan kamar Tom. Tak lama dia keluar dari kamar Tom. Tom melihat rekaman CCTV di ruang tengah dan dapur, terlihat Asiyah mengambil minuman lalu dia masuk ke kamarnya. Tom bernafas lega. Dia menyandarkan tubuhnya di sofa.

Asiyah menyandarkan tubuhnya di headboard. Badannya terasa sakit dan sepertinya dia agak demam karena tadi di guyur oleh Tom cukup lama. Asiyah merasa bersyukur setidaknya Tom tidak melakukan hal yang sangat dia takuti. Asiyah memilih merebahkan tubuhnya. Besok dia harus kembali mengerjakan tugas yang ada di mension.

Sinar mentari menyinari wajah Tom yang terlelap, dia lupa menutup tirai jendela. Tom mengerjap dia melihat jam yang terpampang di dinding kamarnya sudah menunjukkan pukul 6 pagi. Tom beranjak untuk ke kamar mandi. Beberapa menit kemudian Tom sudah selesai ritual mandinya, dia memilih baju untuk dia pakai ke kantor. Biasanya Asiyah yang akan menyiapkan tapi sekarang Asiyah tidak kunjung datang ke kamarnya, mungkin dia takut. Ya, itulah yang ada di dalam pikiran Tom, dia sadar dia kemarin sudah keterlaluan pada Asiyah.

Pukul tujuh Tom keluar dari kamar, dia menuju meja makan. Tidak ada makanan di meja. Bahkan di dapur juga bersih, sepertinya Asiyah tidak memasak. Tom mengepalkan kedua tangannya dia menuju kamar Asiyah.

Tok.. Tok.. Tok..

Tok.. Tok.. Tok..

Tidak kunjung di buka, Tom kembali mengetuk pintu

Tok.. Tok.. Tok..

"Kau buka pintu atau aku dobrak!" suara lantang Tom.

"Jika dalam hitungan ke tiga tak kau buka maka aku akan mendobrak pintu ini" lanjut Tom, tak ada sautan dari dalam. Tom mencoba memegang hendel pintu ternyata tidak di kunci. Tom membuka pintu itu dan melihat Asiyah yang tergeletak di lantai dan memegang sajadah di tangannya.

"Hai bangun!" seru Tom membangunkan Asiyah tak kunjung bangun. Tom kembali membangunkan Asiyah kali ini dia mencoba menepuk badannya, dan tak kunjung bangun. Sempat khawatir Tom mencoba mengecek keadaan Asiyah ternyata Asiyah tidak memakai cadarnya. Lagi-lagi Tom tertegun melihat wajah cantik Asiyah. Dengan cepat dia menetralkan dirinya.

"Badannya sangat panas, dia demam" guman Tom seraya m membopong Asiyah ke atas ranjang. Tom begitu panik melihat Asiyah yang begitu pucat wajahnya lalu dia menghubungi Gio menyuruh Gio memanggil dokter.

"Gio, cepat hubungi dokter sekarang suruh ke mension!"

"Baik tuan, saya akan menyuruh dokter Jimmy agar segera datang"

"Tunggu, jangan dokter Jimmy, cari dokter wanita" seru Tom. Gio yang mengerutkan keningnya, baru kali ini Tom menyuruhnya memanggil dokter wanita ke mension, biasanya kan dokter Jimmy. Tapi Gio mengiyakan seruan Tom.

"Baik tuan"

Tom merasa aneh dengan dirinya, kenapa juga dia tidak menginjinkan dokter laki-laki yang memeriksa Asiyah padahal Tom kan sangatlah membenci Asiyah yang menurutnya munafik. Tapi wajah pucat Asiyah menunjukkan bahwa begitu tersiksanya dirinya.

'Apa aku keterlaluan dengan nya!' lirih Tom dalam hatinya dia juga merasa bersalah.

Terpopuler

Comments

Ds Phone

Ds Phone

kenapa berasa salah

2025-03-12

0

zhoedjie liem

zhoedjie liem

jgn menyesal kamu tom setelah tau siapa Aisyah dia gag salah apa*

2024-10-19

0

mama ubay

mama ubay

cari dulu kebenarannya baru menuduh

2024-07-31

0

lihat semua
Episodes
1 Prolog
2 Tawanan
3 Aku Kembali
4 Sebuah Pilihan
5 Bertemu
6 POV Tommy
7 Tuan Kejam
8 POV Author
9 Panik
10 Ikhlas
11 POV Author
12 Menurut
13 POV Tom 2
14 Musim semi
15 Dosakah Bila Membencinya
16 Identitas Asiyah
17 Beradu Pandang
18 Pergi Bersama
19 Ada Apa Dengan Perasaan ku?
20 Kesal
21 Kenapa Harus Peduli
22 Lelah
23 Pergi
24 Status Kita Sama
25 Jauh
26 Asiyah Vs Tom
27 Menebus Kesalahan
28 Kecelakaan
29 Terluka
30 Bertahanlah
31 Hukuman
32 Mimpi
33 Seni seviyorum
34 Bangunlah
35 Berdebar
36 Sengsara
37 Cantik
38 Bukan Mahram
39 Satu Bulan
40 Berlapang Dada
41 Jodoh
42 Dengan Cara ku
43 Ceroboh
44 Makan Malam
45 Menjadi Kekasih Ku
46 Menikahlah Dengan Ku
47 Pengakuan Tom
48 Imam Yang Baik
49 Kedatangan Aslan Dan Khadijah
50 Apa Saya Boleh Memilih?
51 Ingin Memastikan
52 Apa Mungkin Aku Jatuh Cinta
53 Ikhlas Itu Sulit
54 Mawas Diri
55 Pendapat Ku
56 Sah
57 Pengantin Baru
58 Berhasil
59 Mengagumi
60 Bertekuk Lutut
61 Bagian Keluarga
62 Terpenjara Dalam Hidupku
63 Menari-nari
64 Panggil Aku 'Mas'
65 Duduk Berdua
66 Tumbuh Perasaan
67 Berawal Dari Kejahatan
68 Menggenggam Tangan Asiyah
69 Mulai Dari Hal Kecil
70 Kecewa
71 Menemukan Kedamaian
72 Ke Caffe
73 Terobsesi Oleh Wanitamu
74 Kehidupan Masing-masing
75 Sekeras-kerasnya Batu Bila Terkena Hujan Akan Retak
76 Bisa Istiqomah
77 Belum Pantas
78 Mengetahui Kenyataan
79 Cinta Atau Obsesi
80 Awal Yang Baik
81 Menjadi Suami Seutuhnya
82 Bulan Madu
83 Bersalah
84 You're My Life
85 Hadiah Terindah
86 Adam Syamil Dirga
87 Pembawa Rizki
88 Pernikahan Kontrak
89 Ulang Tahun Pernikahan
90 Epilog
Episodes

Updated 90 Episodes

1
Prolog
2
Tawanan
3
Aku Kembali
4
Sebuah Pilihan
5
Bertemu
6
POV Tommy
7
Tuan Kejam
8
POV Author
9
Panik
10
Ikhlas
11
POV Author
12
Menurut
13
POV Tom 2
14
Musim semi
15
Dosakah Bila Membencinya
16
Identitas Asiyah
17
Beradu Pandang
18
Pergi Bersama
19
Ada Apa Dengan Perasaan ku?
20
Kesal
21
Kenapa Harus Peduli
22
Lelah
23
Pergi
24
Status Kita Sama
25
Jauh
26
Asiyah Vs Tom
27
Menebus Kesalahan
28
Kecelakaan
29
Terluka
30
Bertahanlah
31
Hukuman
32
Mimpi
33
Seni seviyorum
34
Bangunlah
35
Berdebar
36
Sengsara
37
Cantik
38
Bukan Mahram
39
Satu Bulan
40
Berlapang Dada
41
Jodoh
42
Dengan Cara ku
43
Ceroboh
44
Makan Malam
45
Menjadi Kekasih Ku
46
Menikahlah Dengan Ku
47
Pengakuan Tom
48
Imam Yang Baik
49
Kedatangan Aslan Dan Khadijah
50
Apa Saya Boleh Memilih?
51
Ingin Memastikan
52
Apa Mungkin Aku Jatuh Cinta
53
Ikhlas Itu Sulit
54
Mawas Diri
55
Pendapat Ku
56
Sah
57
Pengantin Baru
58
Berhasil
59
Mengagumi
60
Bertekuk Lutut
61
Bagian Keluarga
62
Terpenjara Dalam Hidupku
63
Menari-nari
64
Panggil Aku 'Mas'
65
Duduk Berdua
66
Tumbuh Perasaan
67
Berawal Dari Kejahatan
68
Menggenggam Tangan Asiyah
69
Mulai Dari Hal Kecil
70
Kecewa
71
Menemukan Kedamaian
72
Ke Caffe
73
Terobsesi Oleh Wanitamu
74
Kehidupan Masing-masing
75
Sekeras-kerasnya Batu Bila Terkena Hujan Akan Retak
76
Bisa Istiqomah
77
Belum Pantas
78
Mengetahui Kenyataan
79
Cinta Atau Obsesi
80
Awal Yang Baik
81
Menjadi Suami Seutuhnya
82
Bulan Madu
83
Bersalah
84
You're My Life
85
Hadiah Terindah
86
Adam Syamil Dirga
87
Pembawa Rizki
88
Pernikahan Kontrak
89
Ulang Tahun Pernikahan
90
Epilog

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!