Musim semi

Hari ini adalah pergantian musim yaitu dari musim dingin ke musim semi, dimana bunga-bunga kembali bermekaran. Hamparan bunga tulip bermekaran dengan indah begitu juga dengan bunga lainnya yang ada di sebuah taman yang letaknya tak jauh dari restoran yang kini di huni oleh Tom dan beberapa kolega bisnis nya. Ya, hati ini Tom ada meeting penting untuk membahas tentang pembangunan pabrik baru.

"Saya percayakan semua pada anda tuan, dan saya yakin dengan menambah pabrik baru maka kita akan mengurangi pengangguran yang ada di daerah tersebut"

"Terima kasih tuan atas kepercayaan anda!" Tom menjabat tangan beberapa orang yang menjadi partner bisnisnya.

"Baik tuan, untuk itu kami permisi dulu" pamit mereka serempak pada Tom dan Gio. Tom hanya mengangguk bersikap ramah pada mereka, bagaimana pun Tom kini harus menghilangkan sisi kearroganannya untuk mempertahankan perusahannya agar tetap stabil, dulu dia begitu angkuh bahkan tak sedikitpun para karyawan dan relasi bisnisnya yang tidak sesuai dengan keinginannya maka akan segera di DO. Tapi semenjak seseorang berhasil menjungkirbalikan keuangan perusahaannya dia mati-matian memperjuangkan setiap orang yang masih bersedia menjalin bekerja sama dengan nya, karena saat itu banyak sekali kolega yang membatalkan kerja sama dengan perusahaan nya.

"Mungkin mereka akan menertawakan aku di belakang sana" ujar Tom menyandarkan punggungnya di kursi. pasalnya Tom yang arogan sekarang bersikap sebaliknya. Gio hanya menanggapi dengan datar.

"Jangan lah berprasangka buruk, siapa tahu mereka malah akan menjunjung anda" timpal Gio. Tom melirik Gio yang nampak membereskan beberapa file di masukkan ke dalam tas milik Tom.

"Ya, semua ini gara-gara wanita itu" geram Tom. Gio menarik nafas dalam, dia melihat wajah Tom tak seperti biasanya dia akan sangat geram, tapi sekarang dia mengatakan dengan wajah datar.

"Anda bisa menjadikan semua sebagai pembelajaran"

"Apa kau mengejek ku?" Tom melirik Gio jengkel.

"Hanya mengingatkan" balas Gio. Tom mencebik dia beranjak dari duduknya.

"Sudahlah ayo kita pulang, aku sangat lelah" ajak nya berlalu meninggalkan Gio. Gio mengikuti langkah Tom dia mengulas senyum yang samar.

"Musim semi ini aku yakin akan memberi warna baru" guman Gio seraya menatap hamparan bunga yang ada di taman.

"Langsung ke mension saja!" seru Tom pada sopir. Gio yang duduk di sebelah sopir mengulas senyum tipis. Sedangkan Tom menyandarkan punggungnya seraya mengendorkan dasi yang dia pakai.

Sedangkan Afriel nampak memperhatikan wajahnya di cermin, wajah yang cerah dan selalu terawat kini nampak kusut, Afriel menarik nafas dalam, dia sekarang cuti untuk beberapa hari tidak masuk kantor, sengaja, dia merasa tidak enak hati pada Tom. Dan juga kepada nyonya Elina karena ulahnya kemarin yang semena-menah. Dia sadar meski Tom tidak akan menceritakan pada nyonya Elina tapi dia tahu pasti nyonya Elina akan tahu dari orang suruhannya.

"Apa aku sebaiknya risent saja?" monolog Afriel.

"Tapi, mama dan papa tidak akan membiarkannya" lirih Afriel lagi. Orang tua Afriel memang sangatlah berambisi agar Afriel mendapatkan salah satu keturunan dari dirgantara, dulu mereka menjodohkan Aslan dengan Afriel, tapi ternyata Aslan sudah menikah diam-diam, apalagi Afriel juga menaruh hati pada Aslan. tapi sekarang mengetahui jika Aslan sudah menikah orang tua Afriel menyuruh Afriel mendekati Tom, apalagi sepertinya nyonya Elina menaruh kepercayaan besar pada Afriel jadi untuk alasan itu mereka mendukung Afriel menikah dengan Tom, agar usaha mereka makin melebar dengan kekuasaan Afriel di group dirgantara.

"Apa aku kembali ke indo saja" Afriel mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang.

##

"Hari ini musim semi telah tiba" Asiyah memperhatikan bunga tulip yang berjejer di taman belakang mension mengelilingi kolam ikan. Asiyah kembali melakukan pekerjaannya saat ini membersikan kolam ikan. Di dalam dapur Bu Lena memperhatikan nya, ada rasa tidak tega, bagaimanapun biasanya pekerjaan itu di lakukan tukang kebun dan itu di lakukan oleh beberapa orang. Tapi kini Asiyah melakukan nya seorang diri.

"Apa salah mu, sehingga tuan menghukum mu sampai seperti ini" lirih Bu Lena seorang diri. Sayup-sayup terdengar bunyi mobil berhenti di bagasi. Bu Lena mengedarkan pandangan dia melihat Tom berjalan masuk dan nampak mencari seseorang. Buru-buru Bu Lena datang menghampiri.

"Selamat siang tuan"

"Dimana Asiyah?" sarkas Tom bertanya pada Bu Lena.

"Dia ada di belakang tuan, sedang-" belum sempat Bu Lena melanjutkan perkataannya Tom sudah melangkah menuju taman belakang. Bu Lena hanya memperhatikan kepergian Tom dengan mengatupkan kembali mulutnya.

"Kamu kenapa?" tanya Gio yang entah sejak kapan ada di dekatnya.

"Tidak, saya permisi" pamit Bu Lena meninggalkan Gio sendiri. Gio mengedarkan pandangan mencari keberadaan Tom, hingga suara lantang Tom menjadi titik temu dari sang empu.

"BERHENTI!!"

Suara Tom menggelegar membuat siapa saja yang mendengar akan segera beringsut. Asiyah yang sedang membersikan sebagian kolam berhenti seketika, betapa angker wajah Tom saat ini membuatnya bergidik ngeri.

"Apa yang kau lakukan?" geram Tom menghampiri.

"Membersikan kolam" jawab Asiyah datar. Tom menahan kesal nya bagaimana bisa Asiyah membersikan kolam ikan yang luas sedangkan badannya saja terlihat masih lemah.

"Siapa yang menyuruhmu?"

"Saya hanya berinisiatif sendiri, karena kolam ini terlihat kotor dan sepertinya ikannya juga tidak nyaman tuan" jawab Asiyah. Tom menarik nafas dalam.

"Sekarang kau buatkan aku makan siang!" putus Tom mengintruksikan pada Asiyah.

"Tapi ini--"

"Lanjutkan nanti, aku lapar!" Tom meninggalkan Asiyah menuju ke kamarnya. Asiyah menarik nafas dalam.

"Sabar Asi..." ungkapnya sendiri menyemangati dirinya, Asiyah segera mengganti baju nya yang basah lalu ke dapur guna menyiapkan makan siang untuk Tom. Lima belas menit sudah, sepiring pilav sudah selesai dia buat, di sajikan nya di meja makan.

"Sudah selesai?" tanya Bu Lena menghampiri Asiyah di meja makan.

"Sudah Bu" angguk Asiyah.

"Saya panggil tuan dulu Bu" pamit Asiyah pada Bu Lena. Bu Lena mengangguk, dia memperhatikan nasi rempah khas Turki yang di buat oleh Asiyah. Tak lama Asiyah kembali dia mengambil nampan dari dapur.

"Apa tuan mau makan di kamar?" tanya Bu Lena yang penasaran saat Asiyah memindahkan piring yang berisi pilav di atas nampan.

"Begitu lah" balas Asiyah seraya menaruh segelas air di nampan.

"Permisi dulu Bu, saya mau antarin ini" pamit Asiyah. Bu Lena mengangguk memberi jalan untuk Asiyah.

"Silahkan tuan!" kata Asiyah setelah menaruh nampan di atas meja. Tom yang duduk di sofa hanya mengangguk. Asiyah pamit untuk keluar. Tom melihat sepiring pilav dan segelas air putih. menu yang sangat sederhana. Tak ambil pusing Tom segera menyantap hidangan tersebut. Ternyata sepiring pilav mampu membuat Tom merasa sangat kenyang.

Terpopuler

Comments

Ds Phone

Ds Phone

dah pandai masak

2025-03-12

0

Sugiharti Rusli

Sugiharti Rusli

kalo bisa sih ungkapan bahasa Inggris nya lihat lagi di dari kamus yah biar ga salah, contohnya kata resign salah penulisannya🙏🙏

2024-07-17

0

lihat semua
Episodes
1 Prolog
2 Tawanan
3 Aku Kembali
4 Sebuah Pilihan
5 Bertemu
6 POV Tommy
7 Tuan Kejam
8 POV Author
9 Panik
10 Ikhlas
11 POV Author
12 Menurut
13 POV Tom 2
14 Musim semi
15 Dosakah Bila Membencinya
16 Identitas Asiyah
17 Beradu Pandang
18 Pergi Bersama
19 Ada Apa Dengan Perasaan ku?
20 Kesal
21 Kenapa Harus Peduli
22 Lelah
23 Pergi
24 Status Kita Sama
25 Jauh
26 Asiyah Vs Tom
27 Menebus Kesalahan
28 Kecelakaan
29 Terluka
30 Bertahanlah
31 Hukuman
32 Mimpi
33 Seni seviyorum
34 Bangunlah
35 Berdebar
36 Sengsara
37 Cantik
38 Bukan Mahram
39 Satu Bulan
40 Berlapang Dada
41 Jodoh
42 Dengan Cara ku
43 Ceroboh
44 Makan Malam
45 Menjadi Kekasih Ku
46 Menikahlah Dengan Ku
47 Pengakuan Tom
48 Imam Yang Baik
49 Kedatangan Aslan Dan Khadijah
50 Apa Saya Boleh Memilih?
51 Ingin Memastikan
52 Apa Mungkin Aku Jatuh Cinta
53 Ikhlas Itu Sulit
54 Mawas Diri
55 Pendapat Ku
56 Sah
57 Pengantin Baru
58 Berhasil
59 Mengagumi
60 Bertekuk Lutut
61 Bagian Keluarga
62 Terpenjara Dalam Hidupku
63 Menari-nari
64 Panggil Aku 'Mas'
65 Duduk Berdua
66 Tumbuh Perasaan
67 Berawal Dari Kejahatan
68 Menggenggam Tangan Asiyah
69 Mulai Dari Hal Kecil
70 Kecewa
71 Menemukan Kedamaian
72 Ke Caffe
73 Terobsesi Oleh Wanitamu
74 Kehidupan Masing-masing
75 Sekeras-kerasnya Batu Bila Terkena Hujan Akan Retak
76 Bisa Istiqomah
77 Belum Pantas
78 Mengetahui Kenyataan
79 Cinta Atau Obsesi
80 Awal Yang Baik
81 Menjadi Suami Seutuhnya
82 Bulan Madu
83 Bersalah
84 You're My Life
85 Hadiah Terindah
86 Adam Syamil Dirga
87 Pembawa Rizki
88 Pernikahan Kontrak
89 Ulang Tahun Pernikahan
90 Epilog
Episodes

Updated 90 Episodes

1
Prolog
2
Tawanan
3
Aku Kembali
4
Sebuah Pilihan
5
Bertemu
6
POV Tommy
7
Tuan Kejam
8
POV Author
9
Panik
10
Ikhlas
11
POV Author
12
Menurut
13
POV Tom 2
14
Musim semi
15
Dosakah Bila Membencinya
16
Identitas Asiyah
17
Beradu Pandang
18
Pergi Bersama
19
Ada Apa Dengan Perasaan ku?
20
Kesal
21
Kenapa Harus Peduli
22
Lelah
23
Pergi
24
Status Kita Sama
25
Jauh
26
Asiyah Vs Tom
27
Menebus Kesalahan
28
Kecelakaan
29
Terluka
30
Bertahanlah
31
Hukuman
32
Mimpi
33
Seni seviyorum
34
Bangunlah
35
Berdebar
36
Sengsara
37
Cantik
38
Bukan Mahram
39
Satu Bulan
40
Berlapang Dada
41
Jodoh
42
Dengan Cara ku
43
Ceroboh
44
Makan Malam
45
Menjadi Kekasih Ku
46
Menikahlah Dengan Ku
47
Pengakuan Tom
48
Imam Yang Baik
49
Kedatangan Aslan Dan Khadijah
50
Apa Saya Boleh Memilih?
51
Ingin Memastikan
52
Apa Mungkin Aku Jatuh Cinta
53
Ikhlas Itu Sulit
54
Mawas Diri
55
Pendapat Ku
56
Sah
57
Pengantin Baru
58
Berhasil
59
Mengagumi
60
Bertekuk Lutut
61
Bagian Keluarga
62
Terpenjara Dalam Hidupku
63
Menari-nari
64
Panggil Aku 'Mas'
65
Duduk Berdua
66
Tumbuh Perasaan
67
Berawal Dari Kejahatan
68
Menggenggam Tangan Asiyah
69
Mulai Dari Hal Kecil
70
Kecewa
71
Menemukan Kedamaian
72
Ke Caffe
73
Terobsesi Oleh Wanitamu
74
Kehidupan Masing-masing
75
Sekeras-kerasnya Batu Bila Terkena Hujan Akan Retak
76
Bisa Istiqomah
77
Belum Pantas
78
Mengetahui Kenyataan
79
Cinta Atau Obsesi
80
Awal Yang Baik
81
Menjadi Suami Seutuhnya
82
Bulan Madu
83
Bersalah
84
You're My Life
85
Hadiah Terindah
86
Adam Syamil Dirga
87
Pembawa Rizki
88
Pernikahan Kontrak
89
Ulang Tahun Pernikahan
90
Epilog

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!