Menurut

🌸🌸🌸

Aku memilih duduk di sofa dengan perasaan bercampur aduk, bagaimana tidak, tubuh ringkih ku saja masih sakit, meski tadi dokter memberikan ku obat, tapi masih sangat lemah dan sekarang harus merawat tuan kejam itu. Jujur saja aku begitu takut, karena di kamar ini hanya ada aku dan dia, apalagi tadi dia terlihat mabuk berat, aku takut dia melakukan hal-hal yang paling aku takuti akibat efek minuman keras yang dia konsumsi tadi. Meski melihatnya sekarang tak berdaya tapi diri ini masih begitu takut. Haruskah aku keluar saja dari kamar ini? tapi di luar ada tuan gio dia tidak akan menginjinkan aku keluar sebelum tuan kejam ini tersadar. Aku rebahkan punggungku di sandaran sofa karena kepalaku begitu berat, sampai-sampai mataku begitu berat untuk terjaga dan aku pun ikut terlelap.

Sayup-sayup ku dengar suara seseorang berbincang. Ku coba membuka mata, aku tersentak ketika mendapati diriku ada di atas tempat tidur, bukankah tadi aku duduk di sofa. Tapi kenapa sekarang berpindah di atas tempat tidur. Ku raba hijab ku, aku bersyukur setidaknya pakaian dan hijab ku masih utuh tersemat di tubuhku. Hanya saja niqab ku, ya, sekarang aku tidak memakai niqab, dimana niqab ku. Aku hendak turun dan mencari niqab ku.

"Pulas juga tidur mu?" suara bariton seseorang membuatku menatapnya.

"Tu-an" lirih ku saat melihat tuan kejam itu melangkah di ikuti seorang wanita paruh baya di belakangnya, mereka kini menghampiriku.

"Ma-af!!" lirih ku menunduk.

"CK, kau begitu menyusahkan" keluhnya. Dia melenggang pergi masuk ke kamar mandi. Sementara wanita paruh baya itu masih berdiri di tempatnya seraya memindai ku.

"Perkenalkan nama saya Lena, saya disini sebagai kepala pelayan" tutur wanita baya itu pada ku.

"Saya-"

"Saya sudah tahu, saya permisi!"

"Eh,, tunggu nyonya!" panggilku menghentikannya. Dia pun berbalik menatap ku.

"Ada apa?"

"Saya juga akan kembali ke-"

"Jangan kemana-mana tetaplah disini, nanti tuan akan marah" selanya.

"Tapi-"

"Menurutlah setidaknya ini untuk kebaikan mu" wanita paruh baya itu melenggang pergi dari kamar ini. Aku menarik nafas panjang. Mata ku tak sengaja melihat jam dinding.

"Astagfirullah hal Adzim,, jam setengah empat" segera ku langkahkan kaki ku untuk keluar.

"Siapa yang menyuruhmu pergi" suara lantang itu membuat langkah ku terhenti.

"Maaf tuan, saya harus melaksanakan sholat isya' waktunya hampir habis" dengan penuh tekat ku ungkapkan keinginan ku.

"Aku sudah melewatkan waktu magrib"

"Lakukan di sini!" aku mendongak dan menatapnya penuh dengan kebingungan.

"Bukannya kau sering melakukan disini" lanjutnya datar seraya berjalan menuju walk in closed

"Keburu habis waktunya" aku mengerjap, ya, dia benar waktunya hanya tinggal 20 menit lagi subuh. Buru-buru ku masuk ke dalam kamar mandi dan mengambil wudhu. Setelahnya ku lakukan kewajibanku dan mengqadha sholat magrib.

"Tuan, apa saya sudah boleh keluar?" tanya ku. Saat ku lihat jam menunjukkan pukul 6. Selesai sholat tadi tidak ada aktifitas yang ku lakukan, sedangkan tuan kejam itu nampak berkutat dengan i-pad nya di balkon. Dan selesai ku rapikan kamar ini aku mencoba menghampirinya.

"Jam berapa ini?" tanyanya masih menatap i-padnya.

"Enam tuan" lirih ku.

"Siapkan sarapan, bubur ayam saja, buat dua porsi!" pintanya yang masih fokus dengan i-pad di pangkuannya. Apa itu bubur ayam? itu nama yang asing lagi bagiku.

"Saya akan mencoba membuatnya" putusku meski tak tahu menahu tentang bubur ayam, nanti lebih baik aku tanya pak Gio saja untuk search ing. Dari pada nanti tuan kejam ini marah padaku.

"Permisi!" pamit ku

"Kamu bisa minta tolong Bu Lena cara membuatnya!" serunya padaku. Aku mengangguk dan kembali melangkah meninggalkannya.

Sampai di dapur, ternyata sudah ada Bu Lena disana.

"Apa tuan menyuruhmu kesini?" tanya nya tanpa mengalihkan pandangannya pada tumpukan piring yang dia cuci di wastafel.

"Sebenarnya tuan ingin saya membuat bubur ayam" jawabku.

"Maaf Bu, apa Bu Lena bersedia mengajari cara membuatnya?" Tanyaku dengan hati-hati.

"Baiklah"

"Alhamdulillah" ternyata Bu Lena bersedia mengajari ku. Dengan telaten Bu Lena mengajari dan tidak begitu sulit ternyata membuat nya.

"Terima kasih Bu" kata ku pada Bu Lena. dia hanya tersenyum samar menanggapi. Aku segera menata bubur ini di meja makan, jam dinding menunjukkan pukul tujuh.

"Panggil tuan untuk sarapan!" tiba-tiba Bu Lena datang dan menyuruhku memanggil tuan kejam itu.

"Tapi biasanya dia akan-"

"Mulai sekarang biasakan setiap waktu sarapan atau makan malam untuk memberitahunya. Mengerti!" tekan Bu Lena dengan sarat. Aku hanya mengangguk lalu berjalan menuju kamar tuan kejam itu.

Tok Tok Tok

Klik..

"Ada apa?" sarkasnya membuka pintu dengan setelan kemeja dan dasi yang belum sempurna dia pakai. Sempat terpaku sejenak, tapi buru-buru ku melempar pandanganku ke arah lain.

"Ada apa?" kembali lagi dia mengulang pertanyaannya.

"Sarapannya sudah siap"

"Em,, dimana Gio?" tanya nya lagi pada ku.

"Maaf, saya tidak tahu tuan" jawabku.

"CK, padahal ini sudah siang, kemana dia, aku belum selesai membereskan file-file juga" gerutunya. Seraya membenarkan dasinya. Dan aku mengernyit dengan kelakuannya yang nampak keburu membereskan berkas yang ada di meja juga memakai sepatu.

"Kenapa kau masih diam di situ" aku mengerjap.

"Kalau begitu saya permisi tu-"

"Mau kemana kau, cepat masuk bantu aku membereskan semua dokumen ini!" pintanya. Dengan menarik nafas dalam ku langkahkan kaki ku masuk ke dalam kamar dan membantu menata dokumen yang berserakan di lantai tadi ke dalam tas kerjanya.

"Saya sudah selesai, ini tuan tas nya, dokumennya sudah saya tata di dalam" aku menyerahkan tas kerjanya. Dia tidak menerima malah berjalan melenggang keluar kamar terlebih dahulu.

"Bawah tas ku ke bawah, aku tunggu di meja makan!" katanya seraya menutup pintu kamar.

"Huh... sabar..." Ku bawah tas ini dan mengikuti langkah nya sampai di meja makan ku taruh tas ini di atas meja. Terlihat dia memindai bubur yang ku masak tadi. entah bagaimana rasanya, jujur saja aku merasa ketar ketir.

"Kau duduk lah! dan makan bubur itu jangan sampai kau sakit dan merepotkan ku" aku masih mematung tak berani ku lancang dengan makan bersamanya.

"Kenapa diam, cepat duduk dan makan!" tekannya. Mau tak mau aku harus menurut seperti yang di katakan Bu Lena aku harus menurut supaya tidak memancing nya marah kembali. Badan ku sudah cukup lelah untuk mendapatkan siksaan nya lagi.

"Cepat makan!" tekannya kembali, aku mengangguk dan mulai menyuap bubur ini, rasanya gurih dan nikmat. Tanpa terasa aku menghabiskannya dengan tanpa sisa.

"CK, kenapa gak kau telan saja sekalian tu mangkok" ungkapnya mencemooh, jujur sih kesal, tapi aku harus lebih legowo. Orang yang sabar akan di sayang Tuhan. Itulah sekarang yang menjadi pedomanku.

Terpopuler

Comments

Ds Phone

Ds Phone

kena sabar selalu

2025-03-12

0

Sugiharti Rusli

Sugiharti Rusli

jangan terlalu membenci, nanti kamu malah jatuh cinta Tom, apa uda😉😉😉

2024-07-16

0

lihat semua
Episodes
1 Prolog
2 Tawanan
3 Aku Kembali
4 Sebuah Pilihan
5 Bertemu
6 POV Tommy
7 Tuan Kejam
8 POV Author
9 Panik
10 Ikhlas
11 POV Author
12 Menurut
13 POV Tom 2
14 Musim semi
15 Dosakah Bila Membencinya
16 Identitas Asiyah
17 Beradu Pandang
18 Pergi Bersama
19 Ada Apa Dengan Perasaan ku?
20 Kesal
21 Kenapa Harus Peduli
22 Lelah
23 Pergi
24 Status Kita Sama
25 Jauh
26 Asiyah Vs Tom
27 Menebus Kesalahan
28 Kecelakaan
29 Terluka
30 Bertahanlah
31 Hukuman
32 Mimpi
33 Seni seviyorum
34 Bangunlah
35 Berdebar
36 Sengsara
37 Cantik
38 Bukan Mahram
39 Satu Bulan
40 Berlapang Dada
41 Jodoh
42 Dengan Cara ku
43 Ceroboh
44 Makan Malam
45 Menjadi Kekasih Ku
46 Menikahlah Dengan Ku
47 Pengakuan Tom
48 Imam Yang Baik
49 Kedatangan Aslan Dan Khadijah
50 Apa Saya Boleh Memilih?
51 Ingin Memastikan
52 Apa Mungkin Aku Jatuh Cinta
53 Ikhlas Itu Sulit
54 Mawas Diri
55 Pendapat Ku
56 Sah
57 Pengantin Baru
58 Berhasil
59 Mengagumi
60 Bertekuk Lutut
61 Bagian Keluarga
62 Terpenjara Dalam Hidupku
63 Menari-nari
64 Panggil Aku 'Mas'
65 Duduk Berdua
66 Tumbuh Perasaan
67 Berawal Dari Kejahatan
68 Menggenggam Tangan Asiyah
69 Mulai Dari Hal Kecil
70 Kecewa
71 Menemukan Kedamaian
72 Ke Caffe
73 Terobsesi Oleh Wanitamu
74 Kehidupan Masing-masing
75 Sekeras-kerasnya Batu Bila Terkena Hujan Akan Retak
76 Bisa Istiqomah
77 Belum Pantas
78 Mengetahui Kenyataan
79 Cinta Atau Obsesi
80 Awal Yang Baik
81 Menjadi Suami Seutuhnya
82 Bulan Madu
83 Bersalah
84 You're My Life
85 Hadiah Terindah
86 Adam Syamil Dirga
87 Pembawa Rizki
88 Pernikahan Kontrak
89 Ulang Tahun Pernikahan
90 Epilog
Episodes

Updated 90 Episodes

1
Prolog
2
Tawanan
3
Aku Kembali
4
Sebuah Pilihan
5
Bertemu
6
POV Tommy
7
Tuan Kejam
8
POV Author
9
Panik
10
Ikhlas
11
POV Author
12
Menurut
13
POV Tom 2
14
Musim semi
15
Dosakah Bila Membencinya
16
Identitas Asiyah
17
Beradu Pandang
18
Pergi Bersama
19
Ada Apa Dengan Perasaan ku?
20
Kesal
21
Kenapa Harus Peduli
22
Lelah
23
Pergi
24
Status Kita Sama
25
Jauh
26
Asiyah Vs Tom
27
Menebus Kesalahan
28
Kecelakaan
29
Terluka
30
Bertahanlah
31
Hukuman
32
Mimpi
33
Seni seviyorum
34
Bangunlah
35
Berdebar
36
Sengsara
37
Cantik
38
Bukan Mahram
39
Satu Bulan
40
Berlapang Dada
41
Jodoh
42
Dengan Cara ku
43
Ceroboh
44
Makan Malam
45
Menjadi Kekasih Ku
46
Menikahlah Dengan Ku
47
Pengakuan Tom
48
Imam Yang Baik
49
Kedatangan Aslan Dan Khadijah
50
Apa Saya Boleh Memilih?
51
Ingin Memastikan
52
Apa Mungkin Aku Jatuh Cinta
53
Ikhlas Itu Sulit
54
Mawas Diri
55
Pendapat Ku
56
Sah
57
Pengantin Baru
58
Berhasil
59
Mengagumi
60
Bertekuk Lutut
61
Bagian Keluarga
62
Terpenjara Dalam Hidupku
63
Menari-nari
64
Panggil Aku 'Mas'
65
Duduk Berdua
66
Tumbuh Perasaan
67
Berawal Dari Kejahatan
68
Menggenggam Tangan Asiyah
69
Mulai Dari Hal Kecil
70
Kecewa
71
Menemukan Kedamaian
72
Ke Caffe
73
Terobsesi Oleh Wanitamu
74
Kehidupan Masing-masing
75
Sekeras-kerasnya Batu Bila Terkena Hujan Akan Retak
76
Bisa Istiqomah
77
Belum Pantas
78
Mengetahui Kenyataan
79
Cinta Atau Obsesi
80
Awal Yang Baik
81
Menjadi Suami Seutuhnya
82
Bulan Madu
83
Bersalah
84
You're My Life
85
Hadiah Terindah
86
Adam Syamil Dirga
87
Pembawa Rizki
88
Pernikahan Kontrak
89
Ulang Tahun Pernikahan
90
Epilog

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!