Aku Kembali

🌸🌸🌸

Aku adalah dosen di salah satu kampus ternama di Mesir yaitu kampus Al Ashar. Aku mendapat beasiswa S2 di Mesir lima tahun lalu, berawal dari asisten dosen aku kini menjadi dosen, sedangkan S1 aku studi di Istanbul University itu juga lewat jalur beasiswa S1 aku memilih Jurusan HI (hubungan internasional).

Aku memilih tinggal di Mesir selama lima tahun ini karena selain mengajar kehidupanku disini lebih tenang dan damai, meski tak di pungkiri aku masih berhutang Budi pada keluarga tuan Samer. Semenjak lulus sekolah menengah atas aku mendapat beasiswa, sejak saat itu hubungan ku dengan keluarga tuan Samer renggang. Meski aku selalu menghubungi mereka tapi mereka selalu merijek. Padahal aku rindu pada mereka, dan selama lima tahun ini aku hanya bisa melihat postingan Zena lewat IG. Sempat aku DM tapi tak ada balasan. Getir, itulah yang ku rasakan sehingga satu Minggu lalu aku mendapat DM dari Zena. Betapa kaget juga senangnya hatiku akhirnya Zena mau membalas DM ku, selesai mengajar aku duduk di taman dan mengirim nomorku ke Zena. Dia meminta nomerku. Tak berapa lama dia menghubungiku.

"Assalamualaikum" salam ku saat menjawab telfon dari Zena.

'Wa'alaikum salam' jawab seseorang yang ku kenal suaranya, bukan Zena tapi nyonya Luci.

"Nyonya, apa kabar?" tanya ku agak gugup sekaligus senang.

'Buruk' jawabnya. Aku sempat terdiam sejenak untuk menelaah.

'Kau pasti bahagia disana' lanjutnya bertanya dengan ketus.

"Ada apa nyonya?" mencoba bertanya hanya itu kata yang bisa ku ucap.

'Kau lupa pada kami yang mengangkat mu!' sarkas nya.

"Tidak pernah akan lupa nyonya, karena kalian sudah bersedia mengadopsi ku, aku akan selalu ingat itu nyonya" balas ku.

'Tapi dimana kau saat kami susah?' sarkas nya kembali lebih geram.

"Aku selalu menghubungi kalian tapi kalian tak pernah merespon, maafkan aku" lirihku.

'Pulanglah ada sesuatu yang ingin di sampaikan suamiku padamu!' pinta nya. Begitu bahagianya hatiku mendengar seruan untuk pulang.

"Baik nyonya, sekarang juga aku akan pulang ke Ankara" jawabku pasti. Selesai mematikan sambungan telfon aku langsung menemui rektor untuk izin cuti beberapa hari dan aku menunjuk asistenku untuk menggantikan ku sementara.

~Ankara~

Langkahku pasti dan begitu bahagia saat kaki ini berayun melewati beribu orang lalu lalang di bandara ini dengan menyeret koper dan satu tas yang ku pegang di tanganku.

"Assalamualaikum Ankara, aku kembali" sambut ku pada kota kelahiran ku. Lima tahun sudah aku meninggalkan Ankara dan saat ini aku kembali.

Rindu...

Itulah kata yang cocok saat ini dengan perasaanku. Tak banyak berubah di sepanjang jalan masih tetap sama seperti lima tahun lalu saat aku meninggalkan negara ini untuk studi di negara tetangga. Dan sampai di depan rumah yang agak besar dari rumah tetangga mobil yang membawaku berhenti. Aku menarik nafas dalam lalu keluar dari dalam mobil itu ketika sopir membukakan pintu untuk ku.

"Terima kasih" kataku setelah sopir itu menaruh koperku di sebelahku.

"Sama-sama" sopir itu langsung pergi meninggalkanku di depan pagar besi rumah tuan Samer. Rumah yang masih sama ketika pertama kali aku di ajak kesini saat usiaku 10 tahun. Sekarang musim hujan, langit nampak mendung mungkin sebentar lagi akan hujan. Ku seret koper ku dan ku coba membuka pintu pagar besi itu. Ya, pintu itu tak pernah terkunci dari dulu. Setiap langkah kaki, kenangan masa lalu terputar layaknya film, kenangan saat menjaga Zena bermain dengannya sampai ketika dia beranjak remaja. Entah kenapa Zena tidak begitu suka dengan ku, tapi sadar diri aku disini bukanlah siapa-siapa. Aku selalu mengalah pada Zena. Meski begitu sungguh aku sangat menyayangi keluarga tuan Samer.

Bunyi Guntur menggelegar sepertinya hujan akan turun dengan lebat. Buru-buru tangan ini menekan bel. Tak begitu lama pintu sudah terbuka.

"Maaf, ada yang bisa saya bantu?" tanya ART yang menyambut ku. Sepertinya dia tidak mengenaliku saat ini.

"Ammah" panggilku pada ART itu. ART itu menatapku dalam.

"Asiyah" tanyanya padaku.

"Ya ammah, ini aku Asi" jawabku mengangguk.

Grep..

"Apa kabarmu Asi?" Ammah memelukku.

"Alhamdulillah Ammah. Ammah apa kabar?" tanya ku pada ammah. Ammah adalah ART di rumah tuan Samer, namanya adalah Rabiah, suaminya menjadi sopir pribadi tuan Samer, mereka berdua tinggal di paviliun yang ada di rumah tuan Samer. Ya, dan aku dulu tinggal di paviliun itu bersama mereka. Ammah dan baba merekalah orang yang begitu baik padaku. Sayangnya ammah dan baba tidak memiliki ponsel, sehingga saat aku di Mesir tidak bisa menghubungi mereka, tapi sempat aku mengirim beberapa surat kepada mereka tapi tak ada balasan.

"Alhamdulillah kami sehat Asi" balas ammah melerai pelukannya.

"Apa nyonya menyuruhmu pulang?" tanya ammah padaku. Aku mengulas senyum seraya mengangguk. Tapi sepertinya wajah ammah seakan tersirat sedihan.

"Kenapa ammah? kalau aku pulang kan bisa bersama ammah dan baba" ammah tak menjawab.

"Ayo kita masuk, sepertinya akan turun hujan. kamu pasti capek, sebaiknya kamu istirahat dulu!" ajak ammah menyeret koperku.

"Ammah dimana nyonya Luci dan tuan Samer?" aku mencoba bertanya.

"Tuan Samer masih ada urusan, sedangkan nyonya Luci dan nona Zena ada di atas" jawab ammah masih terus menyeret koperku menuju pintu dapur yang tersambung dengan paviliun.

"Ammah, aku ingin bertemu mereka" kataku berhasil menghentikan langkah ammah.

"Nanti malam saja sekalian ada tuan Samer" kata ammah dan dia kembali melanjutkan langkahnya. Aku hanya menurut dan mengikuti langkah ammah. Sampai di paviliun ammah langsung membawa koperku ke kamar yang dulu ku tempati. Paviliun ini masih sama seperti dulu, dan saat sampai kamar ternyata ammah merawat kamarku dengan baik.

"Istirahatlah, aku akan siapkan makanan untukmu!" titah ammah. Aku mengangguk.

"Terima kasih ammah" ammah mengangguk dia hendak melangkah pergi tapi sebelum itu dia menatapku dalam.

"Asi, kamu bisa melepas cadarmu. Disini kamu bebas memperlihatkan wajah cantikmu!" kata ammah lembut. Aku mengangguk kemudian membuka cadar yang ku pakai. ammah tersenyum lembut dan membelai wajahku.

"Kamu sangat cantik nak, pantas saja nona Zena menyuruhmu menutup wajahmu karena dia merasa tersaingi oleh mu Asi" ungkap ammah mengingat masa lalu ku.

"Ammah, aku lebih nyaman memakai niqab saat ini"

"Ya, dan begitu beruntung kelak lelaki yang mendapat wanita sepertimu Asi" tutur lembut ammah.

"Ammah masak dulu, kamu sebaiknya istirahat nanti aku akan memanggilmu!" seru ammah meninggalkanku sendiri di kamar.

Selesai sholat, aku ketiduran dan ku buka mata saat bunyi ketukan pintu. Dengan cepat aku meraih hijab juga niqab memakainya dengan berjalan menuju pintu.

Klek..

"Asi, makanlah dulu!" pinta ammah seraya menyodorkan nampan yang berisi sepiring kebab dan secangkir teh padaku.

"Terima kasih ammah" aku menerima nampan itu dari ammah.

"Nanti selesai magrib kita ke rumah utama. kata baba tuan sedang perjalanan pulang" tutur ammah. Hanya anggukan yang ku berikan.

Suasana saat ini begitu hening, dimana sekarang aku berada di sebuah ruang keluarga yang ada di rumah tuan Samer. Berbanding terbalik dengan keadaan di luar, hujan turun dengan deras di ikuti dengan suara Guntur yang menggelegar.

"Saat ini tunjukkan baktimu Asiyah pada kami yang mengangkut mu dari panti asuhan" Kata itu yang terlontar dari mulut nyonya Luci. Sedangkan tuan Samer hanya diam tidak menimpali.

"Kamu temui mereka dan katakan pada mereka kamu anak dari tuan Samer" seru Zena menatap tajam pada ku.

"Dan akui setiap apa yang mereka tuduhkan padamu" lanjut Zena.

"Apakah mereka akan percaya begitu saja nyonya?" alih ku menatap mereka satu persatu. Dan pertanyaan itu berhasil membuat mereka saling lempar pandang seakan takut dengan apa yang aku ungkapkan.

Terpopuler

Comments

Adiba Shakila Atmarini

Adiba Shakila Atmarini

jahat bngt sih..ko bisax kesalahx sndiri d timpakn keorang lain yg g tw apa2.

2025-01-12

0

Ds Phone

Ds Phone

ada masut semua nya

2025-03-12

0

Sugiharti Rusli

Sugiharti Rusli

giliran nyuruh bertanggung jawab atas sesuatu yang ga pernah dilakukan baru dianggap anak,,,

2024-07-16

0

lihat semua
Episodes
1 Prolog
2 Tawanan
3 Aku Kembali
4 Sebuah Pilihan
5 Bertemu
6 POV Tommy
7 Tuan Kejam
8 POV Author
9 Panik
10 Ikhlas
11 POV Author
12 Menurut
13 POV Tom 2
14 Musim semi
15 Dosakah Bila Membencinya
16 Identitas Asiyah
17 Beradu Pandang
18 Pergi Bersama
19 Ada Apa Dengan Perasaan ku?
20 Kesal
21 Kenapa Harus Peduli
22 Lelah
23 Pergi
24 Status Kita Sama
25 Jauh
26 Asiyah Vs Tom
27 Menebus Kesalahan
28 Kecelakaan
29 Terluka
30 Bertahanlah
31 Hukuman
32 Mimpi
33 Seni seviyorum
34 Bangunlah
35 Berdebar
36 Sengsara
37 Cantik
38 Bukan Mahram
39 Satu Bulan
40 Berlapang Dada
41 Jodoh
42 Dengan Cara ku
43 Ceroboh
44 Makan Malam
45 Menjadi Kekasih Ku
46 Menikahlah Dengan Ku
47 Pengakuan Tom
48 Imam Yang Baik
49 Kedatangan Aslan Dan Khadijah
50 Apa Saya Boleh Memilih?
51 Ingin Memastikan
52 Apa Mungkin Aku Jatuh Cinta
53 Ikhlas Itu Sulit
54 Mawas Diri
55 Pendapat Ku
56 Sah
57 Pengantin Baru
58 Berhasil
59 Mengagumi
60 Bertekuk Lutut
61 Bagian Keluarga
62 Terpenjara Dalam Hidupku
63 Menari-nari
64 Panggil Aku 'Mas'
65 Duduk Berdua
66 Tumbuh Perasaan
67 Berawal Dari Kejahatan
68 Menggenggam Tangan Asiyah
69 Mulai Dari Hal Kecil
70 Kecewa
71 Menemukan Kedamaian
72 Ke Caffe
73 Terobsesi Oleh Wanitamu
74 Kehidupan Masing-masing
75 Sekeras-kerasnya Batu Bila Terkena Hujan Akan Retak
76 Bisa Istiqomah
77 Belum Pantas
78 Mengetahui Kenyataan
79 Cinta Atau Obsesi
80 Awal Yang Baik
81 Menjadi Suami Seutuhnya
82 Bulan Madu
83 Bersalah
84 You're My Life
85 Hadiah Terindah
86 Adam Syamil Dirga
87 Pembawa Rizki
88 Pernikahan Kontrak
89 Ulang Tahun Pernikahan
90 Epilog
Episodes

Updated 90 Episodes

1
Prolog
2
Tawanan
3
Aku Kembali
4
Sebuah Pilihan
5
Bertemu
6
POV Tommy
7
Tuan Kejam
8
POV Author
9
Panik
10
Ikhlas
11
POV Author
12
Menurut
13
POV Tom 2
14
Musim semi
15
Dosakah Bila Membencinya
16
Identitas Asiyah
17
Beradu Pandang
18
Pergi Bersama
19
Ada Apa Dengan Perasaan ku?
20
Kesal
21
Kenapa Harus Peduli
22
Lelah
23
Pergi
24
Status Kita Sama
25
Jauh
26
Asiyah Vs Tom
27
Menebus Kesalahan
28
Kecelakaan
29
Terluka
30
Bertahanlah
31
Hukuman
32
Mimpi
33
Seni seviyorum
34
Bangunlah
35
Berdebar
36
Sengsara
37
Cantik
38
Bukan Mahram
39
Satu Bulan
40
Berlapang Dada
41
Jodoh
42
Dengan Cara ku
43
Ceroboh
44
Makan Malam
45
Menjadi Kekasih Ku
46
Menikahlah Dengan Ku
47
Pengakuan Tom
48
Imam Yang Baik
49
Kedatangan Aslan Dan Khadijah
50
Apa Saya Boleh Memilih?
51
Ingin Memastikan
52
Apa Mungkin Aku Jatuh Cinta
53
Ikhlas Itu Sulit
54
Mawas Diri
55
Pendapat Ku
56
Sah
57
Pengantin Baru
58
Berhasil
59
Mengagumi
60
Bertekuk Lutut
61
Bagian Keluarga
62
Terpenjara Dalam Hidupku
63
Menari-nari
64
Panggil Aku 'Mas'
65
Duduk Berdua
66
Tumbuh Perasaan
67
Berawal Dari Kejahatan
68
Menggenggam Tangan Asiyah
69
Mulai Dari Hal Kecil
70
Kecewa
71
Menemukan Kedamaian
72
Ke Caffe
73
Terobsesi Oleh Wanitamu
74
Kehidupan Masing-masing
75
Sekeras-kerasnya Batu Bila Terkena Hujan Akan Retak
76
Bisa Istiqomah
77
Belum Pantas
78
Mengetahui Kenyataan
79
Cinta Atau Obsesi
80
Awal Yang Baik
81
Menjadi Suami Seutuhnya
82
Bulan Madu
83
Bersalah
84
You're My Life
85
Hadiah Terindah
86
Adam Syamil Dirga
87
Pembawa Rizki
88
Pernikahan Kontrak
89
Ulang Tahun Pernikahan
90
Epilog

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!