POV Author

"Permisi tuan!" ucap dokter Camelia pada Georgio. Georgio yang saat ini duduk di sofa ruang tamu sesekali mengecek tablet yang dia bawah segera mengedarkan pandangan pada dokter Camelia.

"Ya dokter, ada yang bisa saya bantu?" tanya Georgio seraya menaruh tablet yang dia bawah di meja.

"Begini tuan, nona Asiyah sekarang sudah istirahat, apa saya boleh pamit?" tutur dokter Camelia dengan hati-hati. Gio mengangguk mengerti.

"Sebentar, saya tanyakan pada tuan Tom"

"Baik tuan" dokter Camelia duduk di sofa, sedangkan Gio melangkah menuju ruang kerja Tom.

"Permisi tuan" ucap Gio setelah membuka pintu pada Tom

"Ada apa?" tanya Tom tanpa mengalihkan pandangannya pada dokumen yang dia baca.

"Dokter Camelia izin pamit pulang?" jawab Gio.

"Hem, suru dia kemari dulu" balas Tom.

"Baik tuan" Gio segera berderap pergi memanggil dokter Camelia

"Bagaimana kondisi nya?" tanya Tom pada dokter Camelia, saat menemui Tom.

"Kondisi fisiknya saat ini sangat lemah tuan, sebaiknya dia harus istirahat dulu, tadi saya sudah memberikan obat padanya, dan luka memar pada tubuhnya sudah saya kasih salep" tutur dokter Camelia.

"apa ada luka yang parah?" tanya Tom merasa bersalah.

"Hanya memar saja" jawab dokter Camelia.

"Ya sudah, kau boleh pergi" ujar Tom.

"Terima kasih tuan, permisi" pamit dokter Camelia. Dokter Camelia berderap meninggalkan ruangan, kini hanya ada Tom sendiri di ruang kerjanya. Dia sempat merasa bersalah pada Asiyah. Tom memilih beranjak dari ruang kerja.

"Tuan" sapa Gio membungkuk hormat pada Tom.

"Ada apa?" tanya Tom tanpa menghentikan langkahnya.

"Nona Afriel,"

"Kenapa dengan Afriel?" seketika Tom menghentikan langkahnya.

"Dia membuat kekacauan di kantor tuan"

"Siapkan mobil kita ke kantor sekarang!" seru Tom.

"Baik tuan"

Sampai di kantor suasana nampak tegang, Afriel marah-marah dan mengamuk tak jelas pada semua pegawai. Mungkin karena efek dia yang masih mabuk.

"Ada apa ini?" suara tegas Tom mengalihkan pandangan semua mata tertuju padanya. Dengan seketika mereka mengangguk hormat.

"Cepat kembali ke tempat kalian!" seru tegas Tom, dengan segera mereka berderap kembali ke tempat masing-masing.

"Ayo ikut aku!" Tom menyeret Afriel pergi.

"Gio bereskan semua" pinta Tom yang langsung di angguki oleh Gio.

"Lepas Tom!" berang Afriel pada Tom.

"Masuk Afriel!" Tom memaksa Afriel masuk ke dalam mobil nya, selesai menutup pintu mobil Tom beranjak masuk ke dalam dan melajukan mobilnya.

"Apa mau mu Tom"

"Sudah cukup!!" cicit Tom menghentikan mobil di res area.

"Sampai kapan kau akan begini?" lirih l menatap Afriel yang ada di sebelahnya.

"Kau bisa merusak kariermu Afriel?"

"Apa peduli mu?" lirih Afriel.

"Bukankah kau dan Aslan sama saja" lanjut Afriel menatap Tom.

"Tidak, kami berbeda" elak Tom.

"CK" cedak Afriel.

"Aslan sudah bahagia bersama istrinya, apa kau mau terpuruk terus"

"Puas kau melihatku begini? dengar, sampai kapan pun aku tidak akan pernah mencintai mu"

Tom mengepalkan tangannya pada setir mobil.

"Aku juga tidak pernah berharap agar kau mencintai ku, tapi setidaknya berpikirlah dengan waras" geram Tom. Tom kembali menjalankan mobilnya, di sepanjang jalan baik dirinya ataupun Afriel tidak ada yang bersuara sampai di apartemen Afriel Tom menghentikan mobil nya.

"Kau tenang saja, mulai saat ini aku tidak akan pernah ikut campur lagi dengan urusan mu" tekan Tom. Afriel membuka pintu mobil dia keluar dengan perasaan yang entahlah. Tim melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.

***

Asiyah membuka mata perlahan, dia melirik mencari keberadaan dokter Camelia tapi tidak ada. Asiyah mencari cadarnya dia ingin pergi dari kamar ini dan kembali ke kamar nya. Sayangnya cadarnya tidak ada di kamar ini.

"Aku tidak memakai niqab saat ini, dan disini juga tidak ada niqab ku, lalu aku harus menutup wajahku menggunakan apa, kerudung yang ku pakai saat ini tidak cukup besar" lirih Asiyah.

"Tapi aku harus keluar dari kamar ini" lanjut Asiyah. Dia dengan langkah gontai mencoba bangun dan melangkah pergi dari kamar ini. Beruntung di dalam mension ini tidak ada seorang pun yang di perkenankan masuk oleh Tom.

"Alhamdulillah,," ucap syukur Asiyah ketika sampai di kamar nya.

PYAAR...

Asiyah terperanjat mendengar bunyi benda jatuh. Tangannya mulai gemetar, dia takut jika Tom kembali mengamuk dan akan menghukumnya kembali, mengingat hari ini dia belum menyelesaikan pekerjaannya.

"Astagfirullah hal Adzim" Asiyah segera mengambil niqab dan berganti dengan hijab yang lebih lebar. Jujur saja Asiyah begitu takut.

"Ya Allah, apa yang harus aku lakukan?"

PYAAR..

Lagi bunyi benda jatuh, membuat Asiyah semakin takut, dia menyangkal jika kemarahan Tom gara-gara dia. Asiyah menghela nafas berat, dia membuka pintu kamarnya melangkah pergi menghampiri Tom.

"Astagfirullah hal Adzim" lirih Asiyah melihat begitu banyak pecahan beling sepertinya Tom membanting botol, terlihat Tom yang duduk di mini bar seraya menuang wiski ke dalam gelas. Asiyah memilih mengambil sapu dan membersikan pecahan beling yang berserakan di lantai dengan hati-hati sekali karena dia takut Tom akan terganggu.

"Apa yang kau lakukan?" sarkas Tom. Asiyah terperanjat, dia lebih memilih diam dan terus melakukan pekerjaannya.

"Apa kau tuli?" berang Tom. Asiyah terperanjat lagi.

"Melakukan tugasku" cicit Asiyah.

"Oh, apa kau pikir dengan begitu kau akan segera mati"

"Aku tak akan membiarkan itu" Tom menghampiri Asiyah dan menatap tajam.

"Ayo ikut dengan ku!" Tom menyeret tangan Asiyah dengan langkah gontai.

"Tu-an.." lirih Asiyah. Tom menghentikan langkahnya lalu menatap Asiyah.

"Maafkan saya, ku mohon jangan-"

BRUG..

Asiyah melotot ketika tubuh Tom luruh di dekapannya.

"Tuan.." lirih Asiyah memegang tubuh Tom.

"Ya Allah bagaimana ini?" guman Asiyah merasa bingung. Beruntung tak lama ada Gio masuk ke dalam dengan dua body guard menghampiri mereka.

"Tuan tolong!"

"Angkat tuan Tom!" seru Gio pada kedua anak buahnya

"Baik tuan" dengan segera mereka membopong tubuh Tom masuk kamar.

"Siapkan air dingin untuk mengompres tuan!" seru Gio pada Asiyah.

"Baik tuan"

Di dalam kamar Tom, Asiyah dengan tangan gemetar mencoba mengompres Tom dengan air dingin. Asiyah mencoba menetralkan perasaan nya, jujur saja dia baru pertama kali sedekat ini dengan lelaki membuat dirinya gugup dan berdebar.

"Kenapa tidak memanggil dokter?" tanya Asiyah pada Gio saat masuk ke dalam.

"Tuan hanya butuh kompres air dingin, agar bisa menetralkan tubuhnya kembali" Balas Gio.

"Saya akan menunggu di depan, jika ada apa-apa tolong panggil saya"lanjut Gio.

"Tapi tuan" sela Asiyah hendak menolak.

"Hanya kamu yang bisa menjaga tuan muda"

"Kau bisa istirahat di sana" kata Gio seraya menunjuk pada sofa panjang milik Tom.

Terpopuler

Comments

Ds Phone

Ds Phone

ada apa sebenar nya

2025-03-12

0

Sugiharti Rusli

Sugiharti Rusli

memang si Aslan nikah sama siapa sih ya

2024-07-16

1

lihat semua
Episodes
1 Prolog
2 Tawanan
3 Aku Kembali
4 Sebuah Pilihan
5 Bertemu
6 POV Tommy
7 Tuan Kejam
8 POV Author
9 Panik
10 Ikhlas
11 POV Author
12 Menurut
13 POV Tom 2
14 Musim semi
15 Dosakah Bila Membencinya
16 Identitas Asiyah
17 Beradu Pandang
18 Pergi Bersama
19 Ada Apa Dengan Perasaan ku?
20 Kesal
21 Kenapa Harus Peduli
22 Lelah
23 Pergi
24 Status Kita Sama
25 Jauh
26 Asiyah Vs Tom
27 Menebus Kesalahan
28 Kecelakaan
29 Terluka
30 Bertahanlah
31 Hukuman
32 Mimpi
33 Seni seviyorum
34 Bangunlah
35 Berdebar
36 Sengsara
37 Cantik
38 Bukan Mahram
39 Satu Bulan
40 Berlapang Dada
41 Jodoh
42 Dengan Cara ku
43 Ceroboh
44 Makan Malam
45 Menjadi Kekasih Ku
46 Menikahlah Dengan Ku
47 Pengakuan Tom
48 Imam Yang Baik
49 Kedatangan Aslan Dan Khadijah
50 Apa Saya Boleh Memilih?
51 Ingin Memastikan
52 Apa Mungkin Aku Jatuh Cinta
53 Ikhlas Itu Sulit
54 Mawas Diri
55 Pendapat Ku
56 Sah
57 Pengantin Baru
58 Berhasil
59 Mengagumi
60 Bertekuk Lutut
61 Bagian Keluarga
62 Terpenjara Dalam Hidupku
63 Menari-nari
64 Panggil Aku 'Mas'
65 Duduk Berdua
66 Tumbuh Perasaan
67 Berawal Dari Kejahatan
68 Menggenggam Tangan Asiyah
69 Mulai Dari Hal Kecil
70 Kecewa
71 Menemukan Kedamaian
72 Ke Caffe
73 Terobsesi Oleh Wanitamu
74 Kehidupan Masing-masing
75 Sekeras-kerasnya Batu Bila Terkena Hujan Akan Retak
76 Bisa Istiqomah
77 Belum Pantas
78 Mengetahui Kenyataan
79 Cinta Atau Obsesi
80 Awal Yang Baik
81 Menjadi Suami Seutuhnya
82 Bulan Madu
83 Bersalah
84 You're My Life
85 Hadiah Terindah
86 Adam Syamil Dirga
87 Pembawa Rizki
88 Pernikahan Kontrak
89 Ulang Tahun Pernikahan
90 Epilog
Episodes

Updated 90 Episodes

1
Prolog
2
Tawanan
3
Aku Kembali
4
Sebuah Pilihan
5
Bertemu
6
POV Tommy
7
Tuan Kejam
8
POV Author
9
Panik
10
Ikhlas
11
POV Author
12
Menurut
13
POV Tom 2
14
Musim semi
15
Dosakah Bila Membencinya
16
Identitas Asiyah
17
Beradu Pandang
18
Pergi Bersama
19
Ada Apa Dengan Perasaan ku?
20
Kesal
21
Kenapa Harus Peduli
22
Lelah
23
Pergi
24
Status Kita Sama
25
Jauh
26
Asiyah Vs Tom
27
Menebus Kesalahan
28
Kecelakaan
29
Terluka
30
Bertahanlah
31
Hukuman
32
Mimpi
33
Seni seviyorum
34
Bangunlah
35
Berdebar
36
Sengsara
37
Cantik
38
Bukan Mahram
39
Satu Bulan
40
Berlapang Dada
41
Jodoh
42
Dengan Cara ku
43
Ceroboh
44
Makan Malam
45
Menjadi Kekasih Ku
46
Menikahlah Dengan Ku
47
Pengakuan Tom
48
Imam Yang Baik
49
Kedatangan Aslan Dan Khadijah
50
Apa Saya Boleh Memilih?
51
Ingin Memastikan
52
Apa Mungkin Aku Jatuh Cinta
53
Ikhlas Itu Sulit
54
Mawas Diri
55
Pendapat Ku
56
Sah
57
Pengantin Baru
58
Berhasil
59
Mengagumi
60
Bertekuk Lutut
61
Bagian Keluarga
62
Terpenjara Dalam Hidupku
63
Menari-nari
64
Panggil Aku 'Mas'
65
Duduk Berdua
66
Tumbuh Perasaan
67
Berawal Dari Kejahatan
68
Menggenggam Tangan Asiyah
69
Mulai Dari Hal Kecil
70
Kecewa
71
Menemukan Kedamaian
72
Ke Caffe
73
Terobsesi Oleh Wanitamu
74
Kehidupan Masing-masing
75
Sekeras-kerasnya Batu Bila Terkena Hujan Akan Retak
76
Bisa Istiqomah
77
Belum Pantas
78
Mengetahui Kenyataan
79
Cinta Atau Obsesi
80
Awal Yang Baik
81
Menjadi Suami Seutuhnya
82
Bulan Madu
83
Bersalah
84
You're My Life
85
Hadiah Terindah
86
Adam Syamil Dirga
87
Pembawa Rizki
88
Pernikahan Kontrak
89
Ulang Tahun Pernikahan
90
Epilog

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!