Tuan Kejam

🌸🌸🌸

Satu Minggu sudah aku tinggal di mension ini, menjadi pelayan seorang tuan kejam. Kata banyak orang kehidupan ini layaknya sebuah roda, roda yang berputar kadang di atas kadang juga di bawah. Kadang aku berfikir akankah ada kebahagiaan untuk ku kelak. Ataukah aku hanya berangan belaka. Dan inilah takdirku sekarang menjadi pelayan yang Tersekap.

"Nanti kamu siapkan makanan untuk tuan, dia ingin menginap di sini" lamunan ku terbuyar saat mendapati tuan Gio menghampiriku di dapur.

"Baik tuan" hanya itu jawabanku seraya menunduk. Tatapan tuan Gio padaku seakan menyiratkan keperdulian. Jujur saja memang dia yang menyuruhku untuk melakukan semua pekerjaan di rumah ini atas perintah tuan kejam itu, tapi kadang- kadang dia juga menyuruhku untuk istirahat jikalau terlihat aku sangatlah lelah. Beruntung tuan kejam itu tidak tinggal di mension ini, itu sedikit membuatku bernafas lega. Tapi saat ini tuan Gio bilang jika tuan kejam itu akan datang kesini, jujur melihat tatapannya saja begitu menusuk membuat hati ini merasa takut.

"Tuan ingin kamu memasak makanan ini semua" Gio memberikan secarik kertas pada ku. Aku menerima dan membacanya.

"Rendang, nasi lemak, sop, kentang goreng, sambal merah" dahi ku berkerut.

"Itu adalah makanan kesukaan tuan jika pulang ke indo" kata Gio seakan tahu kebingungan ku.

'Oh, jadi ini menu makanan daerah asalnya' batin ku.

Tak berselang lama anak buahnya datang membawa sekantong belanjaan di tangannya.

"Tuan ini belanjaannya" katanya pada Gio.

"Hem, taruh di situ" seru Gio mengara pada kitchen set.

"Baik tuan" anak buahnya menaruh sekantong belanjaan di atas kitchen set.

"Ini semua adalah bahannya" ujar Gio padaku.

Tapi bagaimana cara membuatnya, aku pun ragu ingin bertanya, jika saja aku memegang ponsel tidak akan susah tinggal browsing. Tapi ponsel dan tas milik ku di sita sama tuan kejam itu.

"Maaf Tuan! bagaimana cara membikin nya, saya belum pernah memasak semua itu?" ku putuskan untuk bertanya pada Gio. Gio nampak menimang, lalu dia menyodorkan tablet padaku.

"Pakailah ini untuk membantumu, tapi ingat jangan salah gunakan tablet itu, kamu mengerti?" tekan nya. Ya, aku menunduk tahu semua yang ada di sini seakan punya mata yang setia memperhatikan gerakan ku. Aku meraih tablet itu dan mulai membrowsing cara membuat semua makanan yang ada di kertas itu.

Aku mulai mencuci semua bahan, dengan telaten aku mulai membuat satu persatu menu, mulai dari rendang, kentang goreng, Sop, sambal merah dan terakhir tinggal nasi lemak. Aku mulai nenanak nasi dan ku siram pakai adonan santan yang sudah lengkap dengan beberapa macam bumbu penyedap. Satu jam sudah semua menu sudah siap saji. Sekarang aku ingin sholat ashar dulu. Seusai sholat aku lanjut kan lagi tugas ku yaitu membersikan kamar tuan kejam itu.

"Hemm.."

Kamar yang luasnya hampir sama seperti tempat tinggalku di Mesir dulu, di setiap sudut tertata rapi beberapa koleksi buku, ternyata tuan kejam ini suka membaca buku. Ku bersikan semua nya, saat tangan ini merapikan di atas nakas tak sengaja aku jatuhkan buku.

Bruk..

Saat aku hendak mengambil buku itu ternyata ada foto seseorang yang jatuh. Tangan ini mengambil foto itu, terlihat gambar seorang wanita yang tersenyum cantik. Tapi wajah dalam foto itu terasa tidak asing, sepertinya aku pernah ketemu sama wanita ini.

"Apa hubungan wanita ini dan tuan kejam itu?" guman ku sendiri.

"Oh, ini kan wanita yang ada di klub waktu itu"

Ya, dia adalah wanita yang sempat memakiku, aku menghela nafas panjang. Dan ku taruh kembali buku dan foto itu di atas nakas. Ku sapu semua sudut walk in closet ini sempat kagum, berbagai pakaian dari desainer terkenal tertata rapi di dalam. Mata ku mencari rak tempat bad cover ku ambil sala

satu bad cover, selesai mengganti bad cover dengan yang baru aku memutuskan membawa bad cover yang lama ke loundry room untuk mencucinya. Tak terasa sudah waktunya magrib dan ku putuskan untuk sholat terlebih dahulu di kamar yang saat ini aku tempati di sebelah dapur, kamar ini seluas kamar di paviliun milik tuan Samer yang ku tempati tidak begitu sempit juga.

Baru saja aku selesai ganti baju, ada seseorang yang mengetuk pintu kamarku. Aku buru-buru menutup mukaku dengan ujung kerudung yang ku pakai lalu bergegas membuka pintu.

Ceklek..

"Cepat kamu siapkan makanan nya dan sambut tuan mudah!" seru Gio padaku. Aku mengangguk dan mengikuti perintah nya. Setelah selesai menata hidangan di meja makan. Ada bunyi mobil yang berhenti. aku membukakan pintu terlihat Gio membungkuk hormat pada tuan kejam itu ketika dia keluar dari mobil. Aku hanya menunduk di kala tuan kejam itu memasuki rumah. Sejenak dia berhenti di depanku dia menarik nafas dalam.

"Tuan, apa anda ingin makan malam dulu?" tanya Gio menghampiri.

"Aku mau mandi dulu" jawabnya.

"Dan kau siapkan air hangat untuk ku!" pintanya menatap ku tajam.

"Baik tuan" selesai mengangguk, aku bergegas melangkah ke kamar tuan kejam untuk menyiapkan air hangat yang dia pinta, selesai mengisi air aku putuskan untuk keluar dan betapa kagetnya aku saat membuka pintu kamar mandi, ternyata tuan kejam itu ada di depan kamar mandi dengan sorot mata yang penuh dengan amarah.

Takut.

Gemetar, tubuh ini seakan bergetar karena ketakutan yang melanda pikirannku, pikiran negatif terngiang di pelupuk mata ku, ingatan ku terlintas ketika dia menyambar niqab yang ku pakai.

"MINGGIR!" bentak nya membuatku tersentak.

"Ba-baik tuan" segera ku memberi jalan untuk dia.

BRAK

Pintu di tutup dengan keras. aku hanya bisa berucap istighfar. Dan memutuskan untuk pergi dari kamar itu.

Hening, di ruang makan tuan kejam itu menatap satu persatu hidangan yang tertata. "Kau ambilkan aku nasi!" serunya mengarah padaku.

"Baik tuan" dengan sigap aku mulai menyiduk nasi dan ku taruh di di piring.

"Sudah cukup tuan?" diri ini memberanikan bertanya.

"Hem.." dehemnya. Aku menaruh piring di depannya.

"Ambilkan rendang dan sayur Sop" lagi-lagi perintahnya padaku. Aku mengangguk dan mengambil sayur itu ku taruh di depan nya. Aku kembali berdiri di samping tuan kejam itu. Aku sangat was-was ketika dia akan menyuap makanan ke dalam mulutnya.

BYURR..

"Kau mau meracuniku?" bentaknya.

Belum saja selesai menetralkan keterkejutan ku.

"Gio, cepat pergi dari sini!" tekannya pada Gio.

"Baik tuan" Dengan cepat Gio berlalu.

"Pastikan jangan ada yang masuk!" selanya memberi tahu Gio. Gio hanya mengangguk. Sekarang hanya ada kita berdua. Jujur saja aku merasa sangat takut apalagi tatapannya seakan menikam.

"Ma-maaf kan sa-ya!"

Terpopuler

Comments

Ds Phone

Ds Phone

apa lagi tu

2025-03-12

0

Sugiharti Rusli

Sugiharti Rusli

wajar lha kalo mungkin rasanya kurang pas, dia kan bukan orang Indo jadi kalo rasa dia pasti belum paham lidahnya,,,

2024-07-16

0

lihat semua
Episodes
1 Prolog
2 Tawanan
3 Aku Kembali
4 Sebuah Pilihan
5 Bertemu
6 POV Tommy
7 Tuan Kejam
8 POV Author
9 Panik
10 Ikhlas
11 POV Author
12 Menurut
13 POV Tom 2
14 Musim semi
15 Dosakah Bila Membencinya
16 Identitas Asiyah
17 Beradu Pandang
18 Pergi Bersama
19 Ada Apa Dengan Perasaan ku?
20 Kesal
21 Kenapa Harus Peduli
22 Lelah
23 Pergi
24 Status Kita Sama
25 Jauh
26 Asiyah Vs Tom
27 Menebus Kesalahan
28 Kecelakaan
29 Terluka
30 Bertahanlah
31 Hukuman
32 Mimpi
33 Seni seviyorum
34 Bangunlah
35 Berdebar
36 Sengsara
37 Cantik
38 Bukan Mahram
39 Satu Bulan
40 Berlapang Dada
41 Jodoh
42 Dengan Cara ku
43 Ceroboh
44 Makan Malam
45 Menjadi Kekasih Ku
46 Menikahlah Dengan Ku
47 Pengakuan Tom
48 Imam Yang Baik
49 Kedatangan Aslan Dan Khadijah
50 Apa Saya Boleh Memilih?
51 Ingin Memastikan
52 Apa Mungkin Aku Jatuh Cinta
53 Ikhlas Itu Sulit
54 Mawas Diri
55 Pendapat Ku
56 Sah
57 Pengantin Baru
58 Berhasil
59 Mengagumi
60 Bertekuk Lutut
61 Bagian Keluarga
62 Terpenjara Dalam Hidupku
63 Menari-nari
64 Panggil Aku 'Mas'
65 Duduk Berdua
66 Tumbuh Perasaan
67 Berawal Dari Kejahatan
68 Menggenggam Tangan Asiyah
69 Mulai Dari Hal Kecil
70 Kecewa
71 Menemukan Kedamaian
72 Ke Caffe
73 Terobsesi Oleh Wanitamu
74 Kehidupan Masing-masing
75 Sekeras-kerasnya Batu Bila Terkena Hujan Akan Retak
76 Bisa Istiqomah
77 Belum Pantas
78 Mengetahui Kenyataan
79 Cinta Atau Obsesi
80 Awal Yang Baik
81 Menjadi Suami Seutuhnya
82 Bulan Madu
83 Bersalah
84 You're My Life
85 Hadiah Terindah
86 Adam Syamil Dirga
87 Pembawa Rizki
88 Pernikahan Kontrak
89 Ulang Tahun Pernikahan
90 Epilog
Episodes

Updated 90 Episodes

1
Prolog
2
Tawanan
3
Aku Kembali
4
Sebuah Pilihan
5
Bertemu
6
POV Tommy
7
Tuan Kejam
8
POV Author
9
Panik
10
Ikhlas
11
POV Author
12
Menurut
13
POV Tom 2
14
Musim semi
15
Dosakah Bila Membencinya
16
Identitas Asiyah
17
Beradu Pandang
18
Pergi Bersama
19
Ada Apa Dengan Perasaan ku?
20
Kesal
21
Kenapa Harus Peduli
22
Lelah
23
Pergi
24
Status Kita Sama
25
Jauh
26
Asiyah Vs Tom
27
Menebus Kesalahan
28
Kecelakaan
29
Terluka
30
Bertahanlah
31
Hukuman
32
Mimpi
33
Seni seviyorum
34
Bangunlah
35
Berdebar
36
Sengsara
37
Cantik
38
Bukan Mahram
39
Satu Bulan
40
Berlapang Dada
41
Jodoh
42
Dengan Cara ku
43
Ceroboh
44
Makan Malam
45
Menjadi Kekasih Ku
46
Menikahlah Dengan Ku
47
Pengakuan Tom
48
Imam Yang Baik
49
Kedatangan Aslan Dan Khadijah
50
Apa Saya Boleh Memilih?
51
Ingin Memastikan
52
Apa Mungkin Aku Jatuh Cinta
53
Ikhlas Itu Sulit
54
Mawas Diri
55
Pendapat Ku
56
Sah
57
Pengantin Baru
58
Berhasil
59
Mengagumi
60
Bertekuk Lutut
61
Bagian Keluarga
62
Terpenjara Dalam Hidupku
63
Menari-nari
64
Panggil Aku 'Mas'
65
Duduk Berdua
66
Tumbuh Perasaan
67
Berawal Dari Kejahatan
68
Menggenggam Tangan Asiyah
69
Mulai Dari Hal Kecil
70
Kecewa
71
Menemukan Kedamaian
72
Ke Caffe
73
Terobsesi Oleh Wanitamu
74
Kehidupan Masing-masing
75
Sekeras-kerasnya Batu Bila Terkena Hujan Akan Retak
76
Bisa Istiqomah
77
Belum Pantas
78
Mengetahui Kenyataan
79
Cinta Atau Obsesi
80
Awal Yang Baik
81
Menjadi Suami Seutuhnya
82
Bulan Madu
83
Bersalah
84
You're My Life
85
Hadiah Terindah
86
Adam Syamil Dirga
87
Pembawa Rizki
88
Pernikahan Kontrak
89
Ulang Tahun Pernikahan
90
Epilog

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!