Ikhlas

🌸🌸🌸

"Rab,, tabah dan ikhlaskan lah hati ini menerima takdir yang engkau garis kan untuk hamba, kuatkan lah diri ini menerima segala cobaan yang engkau beri, hanya padamu hamba memohon" lirihku terisak dalam dinginnya tubuh ini.

Pahit dan manis kehidupan yang ku jalani, mungkin tiada arti lagi, apakah aku tidak boleh bahagia? kadang pertanyaan itulah yang selalu mampir di benak ku, hidup sebatang kara di dunia ini kadang membuatku berfikir ciut, tapi dengan segera ku lafalkan istigfar sesaat aku tersadar hidup dan mati semua ini adalah kuasa Tuhan.

Terpuruk. Kata itu yang pantas untuk ku saat ini, begitu miris jiwa dan tubuh ini, haruskah aku terus bersedih? apa pun kenyataan yang ada inilah hidupku terpenjara atas dendam yang tak pernah ku lakukan. Mungkin ini baru permulaan, dan akan masih banyak lagi siksaan yang akan ku dapatkan esok hari. Untuk apa aku bersedih, toh, itu percuma tidak akan ada rasa simpati yang akan menghampiri. Aku harus kuat untuk menjalani hari esok, berhenti terpuruk, mungkin dengan itu sedikit mengurangi sesak di dada ini.

Rambut yang tergerai basah akan guyuran air membuat diri ini sadar, akan sebuah dosa memperlihatkan aurat yang selama ini selalu ku jaga. Bahkan kerudung yang tadi ku pakai sekarang terombang ambing.

"Ya Allah, ampunilah dosa hamba!"

Saat ini aku tidak boleh terpuruk, aku harus bangkit dan menjalani kehidupan, entah itu pahit atau manis. Ku ambil kerudungku dan ku kenakan di kepala ku kembali, tak perduli tubuh ini basah, kaki ini ku langkahkan untuk keluar dari kamar mandi yang menurutku laknat, apa pantas aku menyebut nama itu? ataukah aku dan dia yang laknat?

"Astagfirullah hal Adzim"

Langkah kakiku begitu lebar agar cepat sampai di kamar yang aku tempati. Badan semua ku guyur dengan air, meski perih tapi tekatku sudah kuat, jika aku tak boleh bersedih. Selesai mandi dan berganti baju, seperti biasa tugas ku masih banyak, membersikan rumah ini, apalagi kamar milik tuan kejam itu masih berantakan. Ku bersikan kamar mandi milik tuan kejam itu dan ku rapikan semua kembali seperti semula. Selesai membersikan kamar badan ini terasa sakit semua dengan cepat aku membereskan semua pekerjaanku dan kembali ke kamar. Inginku mengambil obat di laci P3K yang ada di dapur, tapi tubuh ini sangat lah lemah, dan lebih baik aku rebahkan saja tubuh ini.

Sayup-sayup mata ini terbuka, ku lihat jam Beker yang ada di atas nakas sudah waktu subuh menjelang, tubuh ini terasa seakan remuk, kepala ini juga tersa sangat berat. Sekuat tenaga aku mencoba untuk bangun dan melaksanakan kewajiban ku, aku tak ingin selalu memupuk dosa.

"Ya Latif.." ku lafalkan amalan Asmaul Husnah berharap Allah akan meredahkan rasa sakit ini. Maha besar Allah, sakit ini sedikit mengurang, dengan tertatih tubuh ini ku seret mengambil air wudhu dan melaksanakan kewajiban pada Tuhan ku. Ketika hendak beranjak seusai sholat kepala ini begitu berat hingga aku terjatuh dan entahlah diri ini sudah tak sadarkan diri.

Mataku terbuka ketika merasakan hangat, ternyata terkena sinar mentari yang masuk lewat jendela yang gordennya terbuka. Aku mengerjap berada di mana kah saat ini diriku, seingat ku ini bukan lah kamar yang ku tempati.

"Anda sudah sadar?" suara lembut seorang wanita bertanya padaku.

"Maaf, aku-" kata ku hendak bangun, tapi kepala ini masih begitu sakit.

"Istirahat lah, karena kondisimu masih lemah" pintanya pada ku.

"Tidak, aku harus bangun!" tolak ku, sebisa ku mencoba untuk bangun, aku takut banyak sekali pekerjaan yang harus ku kerjakan termasuk menyiapkan sarapan pagi.

"Apa kamu yakin bisa bangun?"

"Aku, harus menyiapkan sarapan untuk tuan-"

"Bahkan ini sudah jam 12 siang. Kau melewatkan tugasmu!" suara bariton membuat ku seketika meremang takut, akan hal yang berat akan aku lalui. Menunduk hanya itu lah yang dapat ku lakukan saat ini.

"Ma-af tu-an!" lirihku.

"CK"

"Saya akan membuatkan makanan untuk anda" Meski tubuh ini masih sakit, tapi sebisaku mencoba untuk bangun.

"Nona anda mau kemana?" tanya wanita yang sedari tadi ada di kamar ini entah siapa dia aku juga tidak tahu.

"Aku akan menyiapkan makanan untuk tuan" jawab ku lirih ketika bangun dari ranjang hendak melangkah

"Berhenti!" suara tegas itu berhasil menghentikan langkahku.

"Cepat kembali ke ranjang!" serunya. Aku hanya menunduk.

"Oke, jadi kamu mau kembali ku hukum?" lagi-lagi kata yang keluar dari mulutnya membuatku semakin bergetar takut.

"Nona mari, sebaiknya anda istirahat dulu!" ajak wanita itu menuntunku kembali duduk di ranjang. Wanita itu dengan telaten membantu membaringkan tubuhku. Sayup ku dengar langkah kaki seseorang sepertinya mendekat.

"Tuan, ini pesanan yang anda pinta" terdengar sepertinya suara tuan Georgio di balik pintu yang sedikit terbuka.

"Dokter!" panggil tuan kejam itu mengintruksi pada wanita yang ada di sampingku ini. Dengan sigap wanita ini langsung menghampirinya

"Ada yang bisa saya bantu?"

"Berikan ini pada nya!"

"Baik tuan" balas wanita itu.

Wanita yang di panggil dokter itu nampak membawa nampan di tangan nya dia berjalan menghampiri ku.

"Jika kamu ingin sembuh, maka makanlah!" pintanya pada ku seraya menyodorkan nampan yang berisi makanan ke depan ku. Dari kemarin aku belum makan sama sekali, beruntung mag ku tidak kambuh hanya sedikit perih. Nampak tuan kejam itu mendengus lalu berderap pergi dari kamar ini.

"Makanlah, kamu tenang saja, aku akan menemanimu" ujar wanita itu. Sedikit demi sedikit aku mulai menyuap nasi dan sayur Sop juga beberapa stik daging.

"Kamu suka masakan Asia?" tanya wanita itu padaku. Aku melirik nya. Memang beberapa hari ini aku mulai terbiasa dengan resep menu yang harus ku masak, jadi sedikit demi sedikit lidah ini mulai menyukai, dan dengan makan nasi walau sedikit sudah terasa kenyang.

"Aku juga menyukainya, biasanya aku beli di restoran milik keluarga tuan Tommy disana menyediakan beberapa menu khas Asia" tutur wanita itu.

"Lalu kenapa dia menyuruhku memasak sedangkan di restorannya saja sudah ada" batin ku menerka. Aku menghela nafas, mungkin itu karena satu hukuman untuk ku.

"Selesai makan, minumlah obat ini agar kamu cepat sembuh!" wanita itu menaruh beberapa obat di atas nampan. Aku mengangguk, tak butuh waktu lama aku segera minum obat itu. Mataku terasa sangat mengantuk, mungkin ini efek dari obat yang ku minum.

"Sekarang istirahatlah aku permisi dulu" pamit wanita itu padaku. Hanya ku balas dengan anggukan kepala.Mata ini sudah tidak bisa untuk terbuka, akhirnya aku terbawa ke alam mimpi.

Terpopuler

Comments

Ds Phone

Ds Phone

kesian hidup nya

2025-03-12

0

mama ubay

mama ubay

lanjut lagi kk

2024-07-31

0

Sugiharti Rusli

Sugiharti Rusli

masih ada rasa kemanusiaan sih walo mungkin alasannya hanya si Tom yang tahu,,,

2024-07-16

0

lihat semua
Episodes
1 Prolog
2 Tawanan
3 Aku Kembali
4 Sebuah Pilihan
5 Bertemu
6 POV Tommy
7 Tuan Kejam
8 POV Author
9 Panik
10 Ikhlas
11 POV Author
12 Menurut
13 POV Tom 2
14 Musim semi
15 Dosakah Bila Membencinya
16 Identitas Asiyah
17 Beradu Pandang
18 Pergi Bersama
19 Ada Apa Dengan Perasaan ku?
20 Kesal
21 Kenapa Harus Peduli
22 Lelah
23 Pergi
24 Status Kita Sama
25 Jauh
26 Asiyah Vs Tom
27 Menebus Kesalahan
28 Kecelakaan
29 Terluka
30 Bertahanlah
31 Hukuman
32 Mimpi
33 Seni seviyorum
34 Bangunlah
35 Berdebar
36 Sengsara
37 Cantik
38 Bukan Mahram
39 Satu Bulan
40 Berlapang Dada
41 Jodoh
42 Dengan Cara ku
43 Ceroboh
44 Makan Malam
45 Menjadi Kekasih Ku
46 Menikahlah Dengan Ku
47 Pengakuan Tom
48 Imam Yang Baik
49 Kedatangan Aslan Dan Khadijah
50 Apa Saya Boleh Memilih?
51 Ingin Memastikan
52 Apa Mungkin Aku Jatuh Cinta
53 Ikhlas Itu Sulit
54 Mawas Diri
55 Pendapat Ku
56 Sah
57 Pengantin Baru
58 Berhasil
59 Mengagumi
60 Bertekuk Lutut
61 Bagian Keluarga
62 Terpenjara Dalam Hidupku
63 Menari-nari
64 Panggil Aku 'Mas'
65 Duduk Berdua
66 Tumbuh Perasaan
67 Berawal Dari Kejahatan
68 Menggenggam Tangan Asiyah
69 Mulai Dari Hal Kecil
70 Kecewa
71 Menemukan Kedamaian
72 Ke Caffe
73 Terobsesi Oleh Wanitamu
74 Kehidupan Masing-masing
75 Sekeras-kerasnya Batu Bila Terkena Hujan Akan Retak
76 Bisa Istiqomah
77 Belum Pantas
78 Mengetahui Kenyataan
79 Cinta Atau Obsesi
80 Awal Yang Baik
81 Menjadi Suami Seutuhnya
82 Bulan Madu
83 Bersalah
84 You're My Life
85 Hadiah Terindah
86 Adam Syamil Dirga
87 Pembawa Rizki
88 Pernikahan Kontrak
89 Ulang Tahun Pernikahan
90 Epilog
Episodes

Updated 90 Episodes

1
Prolog
2
Tawanan
3
Aku Kembali
4
Sebuah Pilihan
5
Bertemu
6
POV Tommy
7
Tuan Kejam
8
POV Author
9
Panik
10
Ikhlas
11
POV Author
12
Menurut
13
POV Tom 2
14
Musim semi
15
Dosakah Bila Membencinya
16
Identitas Asiyah
17
Beradu Pandang
18
Pergi Bersama
19
Ada Apa Dengan Perasaan ku?
20
Kesal
21
Kenapa Harus Peduli
22
Lelah
23
Pergi
24
Status Kita Sama
25
Jauh
26
Asiyah Vs Tom
27
Menebus Kesalahan
28
Kecelakaan
29
Terluka
30
Bertahanlah
31
Hukuman
32
Mimpi
33
Seni seviyorum
34
Bangunlah
35
Berdebar
36
Sengsara
37
Cantik
38
Bukan Mahram
39
Satu Bulan
40
Berlapang Dada
41
Jodoh
42
Dengan Cara ku
43
Ceroboh
44
Makan Malam
45
Menjadi Kekasih Ku
46
Menikahlah Dengan Ku
47
Pengakuan Tom
48
Imam Yang Baik
49
Kedatangan Aslan Dan Khadijah
50
Apa Saya Boleh Memilih?
51
Ingin Memastikan
52
Apa Mungkin Aku Jatuh Cinta
53
Ikhlas Itu Sulit
54
Mawas Diri
55
Pendapat Ku
56
Sah
57
Pengantin Baru
58
Berhasil
59
Mengagumi
60
Bertekuk Lutut
61
Bagian Keluarga
62
Terpenjara Dalam Hidupku
63
Menari-nari
64
Panggil Aku 'Mas'
65
Duduk Berdua
66
Tumbuh Perasaan
67
Berawal Dari Kejahatan
68
Menggenggam Tangan Asiyah
69
Mulai Dari Hal Kecil
70
Kecewa
71
Menemukan Kedamaian
72
Ke Caffe
73
Terobsesi Oleh Wanitamu
74
Kehidupan Masing-masing
75
Sekeras-kerasnya Batu Bila Terkena Hujan Akan Retak
76
Bisa Istiqomah
77
Belum Pantas
78
Mengetahui Kenyataan
79
Cinta Atau Obsesi
80
Awal Yang Baik
81
Menjadi Suami Seutuhnya
82
Bulan Madu
83
Bersalah
84
You're My Life
85
Hadiah Terindah
86
Adam Syamil Dirga
87
Pembawa Rizki
88
Pernikahan Kontrak
89
Ulang Tahun Pernikahan
90
Epilog

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!