Sebuah Pilihan

🌸🌸🌸

Ba'da magrib ammah mengajak ku ke rumah utama untuk bertemu nyonya Luci dan tuan Samer juga Zena adik angkat ku. Walaupun dia tidak pernah menganggap ku kakak tapi aku selalu menganggapnya adik yang harus ku lindungi.

Sampai di ruang makan mereka semua nampak sudah berkumpul di meja makan untuk makan malam. Aku begitu tak sabar untuk bertemu dengan mereka. Tapi saat aku ingin menghampiri mereka terlihat wajah ammah nampak sedih, entah kenapa. Saat aku menghampiri mereka terlihat baba berdiri ada di dekat tuan Samer. Tatapan kami beradu, baba tersenyum lembut padaku, ku balas dengan anggukan.

"Assalamualaikum" salam ku ketika sampai di hadapan mereka. Sontak mereka semua menatap ke arah ku.

"Kamu sudah datang" ketus Bu Luci bukan menjawab salam.

"Wa'alaikum salam" terdengar baba yang hanya menjawab salam.

"Ya nyonya, saya menepati janji saya akan datang" jawab ku. Terlihat tuan Samer menarik nafas berat.

"Baguslah" timpal Zena dengan wajah berbinar.

"Kami makan malam dulu, kamu tunggu di ruang keluarga!" seru nyonya Luci padaku.

"Saya permisi dulu" pamit ku pada mereka lalu berjalan menuju ruang keluarga.

"Asiyah" panggil tuan Samer berhasil menghentikan langkahku. Dengan cepat aku berbalik arah, jujur hati ini begitu bahagia saat tuan Samer memanggil namaku.

"Ya tuan"

" Kamu sudah makan?" tanya nya. Dua pasang mata menatap tajam ke arahku yang nampak tak begitu suka. Aku mengangguk ya ammah tadi kan sudah memberikan makanan untuk ku. Lagian kalaupun belum makan jawabanku juga pasti sudah, karena aku sadar diri aku bukan siapa-siapa di rumah mereka.

"Kami akan segera menemui mu, tunggulah di ruang keluarga" seru tuan Samer pada ku. Aku melanjutkan langkahku menuju ruang keluarga yang ada di rumah tuan Samer.

Ruang keluarga ini juga masih sama seperti lima tahun lalu, tidak ada yang berubah aku duduk di karpet beralaskan permadani. Terdengar bunyi langkah seseorang yang berjalan menghampiriku. Saat ku tatap ternyata baba yang telah menghampiriku.

"Baba..." panggilku seraya menyalaminya. Aku sudah menganggap baba seperti ayah ku sendiri.

"Apa kabarmu Asiyah?" lembut baba membelai kepalaku yang tertutup Khimar.

"Alhamdulillah baba" Baba mengajak duduk kembali dan dia menceritakan apa yang terjadi dalam keluarga tuan Samer saat ini. Baba di suru tuan Samer untuk menceritakan semua kepadaku.

"Satu tahun lalu tuan Samer menyerahkan perusahaannya pada nona Zena, semenjak nona Zena yang memegang dia berhasil bekerja sama dengan perusahaan besar disini yaitu Dirgantara Crop. Tapi nona Zena salah jalan dia memanipulasi keuangan dan menjadikan pemilik perusahaan itu marah besar. Dan tidak butuh waktu lama perusahaan milik tuan Samer di tutup karena terbukti korupsi, saat ini tuan Samer menjadi tahanan luar. Sebenarnya kasus ini bisa di tutup dengan mudah" tutur baba.

"Lalu apa masalahnya baba?"

"Tuan muda Tommy Dirga meminta pertanggung jawaban anak dari tuan Samer menemuinya" lirih baba menatapku.

"Lalu apa Zena sudah menemui nya untuk meminta maaf?" tanya ku pada baba. Baba menggeleng.

"Kenapa? dia kan bersalah baba, kenapa dia tidak meminta maaf dan kasusnya selesai" lanjut ku.

"Semua ini tidak mudah seperti yang kau bayangkan Asi" terang baba lagi yang membuatku semakin bingung.

"Karena mereka tidak akan dengan mudah memaafkan kesalahan yang telah di buat, mereka akan menghukum orang yang bersalah dengan cara mereka sendiri" terang baba. Mendengar semua itu entah kenapa perasaan ini menjadi gelisah.

"Maaf kan aku dan ammah karena tidak membalas surat mu waktu itu" lanjut baba menatap ku dalam, ada raut wajah kesedihan di mata baba. Mendengar suara keluarga tuan Samer mendekat baba mulai berdiri.

"Baba pergi dulu Asi" pamit baba, meninggalkan ku. Kini aku masih berfikir keras apa yang harus ku lakukan untuk membantu keluarga tuan Samer. Zena dan nyonya Luci menghampiri ku yang sedang termenung. Mereka duduk di sofa di depan ku. Lalu tak lama di susul tuan Samer duduk di samping mereka. Sedangkan aku masih duduk di karpet di bawah mereka. Ya, seperti inilah dari dulu aku memang selalu di bawah mereka.

Suasana saat ini begitu hening, dimana sekarang aku berada di sebuah ruang keluarga yang ada di rumah tuan Samer. Berbanding terbalik dengan keadaan di luar, hujan turun dengan deras di ikuti dengan suara Guntur yang menggelegar.

"Saat ini tunjukkan baktimu Asiyah pada kami yang mengangkut mu dari panti asuhan" Kata itu yang terlontar dari mulut nyonya Luci. Sedangkan tuan Samer hanya diam tidak menimpali.

"Kamu temui mereka dan katakan pada mereka kamu anak dari tuan Samer" seru Zena menatap tajam pada ku.

"Dan akui setiap apa yang mereka tuduhkan padamu" lanjut Zena begitu mudah mengatakan. Jujur saja hati kecil ku merasa tak terima.

"Apakah mereka akan percaya begitu saja nyonya?" alih ku menatap mereka satu persatu. Dan pertanyaan itu berhasil membuat mereka saling lempar pandang seakan takut dengan apa yang aku ungkapkan.

"Baba sudah mengakui jika kamu anak pertamanya dan mereka akan percaya karena marga Samer tersemat dalam namamu" ternyata Zena sangat begitu licik, aku tersenyum kecut. Ternyata balas Budi yang mereka minta adalah menjadikan ku sebagai seorang tersangka. Miris sekali nasib ini.

"Kembalilah, besok kau temui tuan Tommy, karena jika tidak kau temui dia nasib ketiga orang ini lah yang menjadi taruhannya" nyonya Luci memberikan gambar seseorang di depan ku. Zena dan nyonya Luci meninggalkan ku. Terlihat tuan Samer mendekati ku dia menatap dengan wajah bersalah.

"Maaf!" lirihnya sebelum pergi.

Langkah kaki ku terasa begitu berat saat memasuki paviliun. Pintu terbuka dan ammah langsung memeluk ku. Ku rasakan pelukan ammah bergetar.

"Ammah kenapa menangis?"

"Maafkan ammah dan baba Asi, jujur ammah dan baba waktu itu sangat bahagia menerima surat dari mu, ingin sekali ammah dan baba membalas tapi baba bilang jika kamu sepertinya sudah bahagia disana dan kebahagiaan itu tidak kamu dapatkan disini. Jujur aku sangat rindu padamu Asi. apalagi saat mendengar dari baba mu jika nyonya Luci dan Zena berencana kamu yang akan mengakui kesalahan mereka. Dan kamu tahu betapa sedihnya hati ini saat kamu kembali kesini, itu artinya-"

"Ammah, salah satu dari mereka bukankah putra ammah dan baba kak Faiz?" tanya ku pada ammah.

"Ya Asi, mereka bertiga sekarang yang di sekap oleh tuan Tom, tuan Tom begitu geram pada Faiz karena Faiz di anggap sebagai dalang semua ini, Faiz bekerja di perusahan Dirgantara selama 5 tahun ini, berkat Faiz perusahaan tuan Samer bisa bekerja sama dengan Dirgantara, tapi nona Zena malah melakukan kesalahan yang sangat besar dan membuat murka pemimpin perusahaan itu. Mereka terkenal dengan tegas dan kejam. Aku tak tahu hukuman apa yang akan di dapat kan Faiz. Semoga Allah melindunginya, hiks!" cicit ammah. Kenapa nasib banyak orang menjadi taruhan. Apa yang harus ku lakukan?. Ketika menatap begitu rapuhnya ammah dan baba saat ini membuat hati ini seakan teriris, merekalah orang yang sangat peduli di saat orang lain menjauhi ku. Ketiga orang yang disekap itu mempunyai seorang anak dan istri, bagaimana nasib keluarga mereka jika mereka di sekap.

'Kirim lokasi tempat yang akan ku datangi?' pesan terkirim.

"Bismillah, semoga ini pilihan yang benar"

🌸🌸🌸

Terpopuler

Comments

Wandi Fajar Ekoprasetyo

Wandi Fajar Ekoprasetyo

di mana hati mu sbg seorang ayah ....jgn mentang² cuma ayah angkat masa iya anaknya kandung yg bersalah malah d limpahkan ke anak anak angkat,

2025-03-14

0

Tiur Lina

Tiur Lina

lucu ya.. ngangkat jadi anak tapi minta balas budi.bagus dia tinggal di panti.

2025-03-15

0

Ds Phone

Ds Phone

kalau macam tu jangan jau ambik dia jadi anak angkat

2025-03-12

0

lihat semua
Episodes
1 Prolog
2 Tawanan
3 Aku Kembali
4 Sebuah Pilihan
5 Bertemu
6 POV Tommy
7 Tuan Kejam
8 POV Author
9 Panik
10 Ikhlas
11 POV Author
12 Menurut
13 POV Tom 2
14 Musim semi
15 Dosakah Bila Membencinya
16 Identitas Asiyah
17 Beradu Pandang
18 Pergi Bersama
19 Ada Apa Dengan Perasaan ku?
20 Kesal
21 Kenapa Harus Peduli
22 Lelah
23 Pergi
24 Status Kita Sama
25 Jauh
26 Asiyah Vs Tom
27 Menebus Kesalahan
28 Kecelakaan
29 Terluka
30 Bertahanlah
31 Hukuman
32 Mimpi
33 Seni seviyorum
34 Bangunlah
35 Berdebar
36 Sengsara
37 Cantik
38 Bukan Mahram
39 Satu Bulan
40 Berlapang Dada
41 Jodoh
42 Dengan Cara ku
43 Ceroboh
44 Makan Malam
45 Menjadi Kekasih Ku
46 Menikahlah Dengan Ku
47 Pengakuan Tom
48 Imam Yang Baik
49 Kedatangan Aslan Dan Khadijah
50 Apa Saya Boleh Memilih?
51 Ingin Memastikan
52 Apa Mungkin Aku Jatuh Cinta
53 Ikhlas Itu Sulit
54 Mawas Diri
55 Pendapat Ku
56 Sah
57 Pengantin Baru
58 Berhasil
59 Mengagumi
60 Bertekuk Lutut
61 Bagian Keluarga
62 Terpenjara Dalam Hidupku
63 Menari-nari
64 Panggil Aku 'Mas'
65 Duduk Berdua
66 Tumbuh Perasaan
67 Berawal Dari Kejahatan
68 Menggenggam Tangan Asiyah
69 Mulai Dari Hal Kecil
70 Kecewa
71 Menemukan Kedamaian
72 Ke Caffe
73 Terobsesi Oleh Wanitamu
74 Kehidupan Masing-masing
75 Sekeras-kerasnya Batu Bila Terkena Hujan Akan Retak
76 Bisa Istiqomah
77 Belum Pantas
78 Mengetahui Kenyataan
79 Cinta Atau Obsesi
80 Awal Yang Baik
81 Menjadi Suami Seutuhnya
82 Bulan Madu
83 Bersalah
84 You're My Life
85 Hadiah Terindah
86 Adam Syamil Dirga
87 Pembawa Rizki
88 Pernikahan Kontrak
89 Ulang Tahun Pernikahan
90 Epilog
Episodes

Updated 90 Episodes

1
Prolog
2
Tawanan
3
Aku Kembali
4
Sebuah Pilihan
5
Bertemu
6
POV Tommy
7
Tuan Kejam
8
POV Author
9
Panik
10
Ikhlas
11
POV Author
12
Menurut
13
POV Tom 2
14
Musim semi
15
Dosakah Bila Membencinya
16
Identitas Asiyah
17
Beradu Pandang
18
Pergi Bersama
19
Ada Apa Dengan Perasaan ku?
20
Kesal
21
Kenapa Harus Peduli
22
Lelah
23
Pergi
24
Status Kita Sama
25
Jauh
26
Asiyah Vs Tom
27
Menebus Kesalahan
28
Kecelakaan
29
Terluka
30
Bertahanlah
31
Hukuman
32
Mimpi
33
Seni seviyorum
34
Bangunlah
35
Berdebar
36
Sengsara
37
Cantik
38
Bukan Mahram
39
Satu Bulan
40
Berlapang Dada
41
Jodoh
42
Dengan Cara ku
43
Ceroboh
44
Makan Malam
45
Menjadi Kekasih Ku
46
Menikahlah Dengan Ku
47
Pengakuan Tom
48
Imam Yang Baik
49
Kedatangan Aslan Dan Khadijah
50
Apa Saya Boleh Memilih?
51
Ingin Memastikan
52
Apa Mungkin Aku Jatuh Cinta
53
Ikhlas Itu Sulit
54
Mawas Diri
55
Pendapat Ku
56
Sah
57
Pengantin Baru
58
Berhasil
59
Mengagumi
60
Bertekuk Lutut
61
Bagian Keluarga
62
Terpenjara Dalam Hidupku
63
Menari-nari
64
Panggil Aku 'Mas'
65
Duduk Berdua
66
Tumbuh Perasaan
67
Berawal Dari Kejahatan
68
Menggenggam Tangan Asiyah
69
Mulai Dari Hal Kecil
70
Kecewa
71
Menemukan Kedamaian
72
Ke Caffe
73
Terobsesi Oleh Wanitamu
74
Kehidupan Masing-masing
75
Sekeras-kerasnya Batu Bila Terkena Hujan Akan Retak
76
Bisa Istiqomah
77
Belum Pantas
78
Mengetahui Kenyataan
79
Cinta Atau Obsesi
80
Awal Yang Baik
81
Menjadi Suami Seutuhnya
82
Bulan Madu
83
Bersalah
84
You're My Life
85
Hadiah Terindah
86
Adam Syamil Dirga
87
Pembawa Rizki
88
Pernikahan Kontrak
89
Ulang Tahun Pernikahan
90
Epilog

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!