Belum Saatnya Berpisah

Zoran menatap Gelya dengan sangat kecewa. Ia tak mau melakukan ini namun gadis itu terlanjur membencinya.

"Gelya, aku melepaskan kamu......" Zoran tak dapat meneruskan lagi kalimatnya. Mulutnya tiba-tiba saja mengeluarkan darah.

"Zoran....! Apa yang terjadi denganmu?" teriak Gelya panik dan segera melompati jendela itu.

Zoran sudah jatuh ke atas tanah dan mulutnya terus mengeluarkan darah.

"Zoran....!" Gelya langsung duduk di samping Zoran sambil menangis.

Zoran membuka matanya. Ia terlihat sangat lemah. "Setidaknya, aku masih bisa melihatmu sebelum aku menghilang. Aku...."

"Gelya....!" Zein keluar dari pintu depan dan terkejut melihat Zoran.

"Ada apa dengan Zoran?" tanya Zein kaget.

Namun sebelum Zein bicara, Jave tiba-tiba saja muncul. "Dia diberikan racun dracula yang dicampur dengan bubuk perak. Laura menjebaknya."

"Apa?" Gelya terlihat panik. "Lalu, apa yang akan terjadi."

"Racun seperti ini akan membunuh seorang vampire secara perlahan-lahan. Aku mengejarnya dengan mengikuti jejak darahnya." Jave ikut berlutut di samping Zoran.

Air mata Gelya mengalir. "Lakukan sesuatu, Jave."

Racun ini tak ada obatnya, Gelya." Jave pun terlihat sedih. Zoran adalah sahabat yang susah berkali-kali menyelamatkannya.

"Sebaiknya bawa Zoran masuk dulu. Sebentar lagi pagi." kata Zein.

Jave mengangkat tubuh Zoran dan Zein memintanya untuk dibawa ke kamar belakang. Kamar itu kalau siang hari akan menjadi gelap saat tirai jendelanya tak dibuka.

"Zoran.....!" panggil Jave.

Zoran membuka matanya. Gelya terkejut melihat mata Zoran yang mengeluarkan darah.

"Aku punya penangkal racun. Namun aku tak tahu apakah itu akan bermanfaat pada seorang vampire." Kata Zein yang sudah masuk dengan sebuah infus di tangannya.

"Coba saja, Zein. Siapa tahu berhasil." kata Gelya.

Zein pun memasang infus di tangan Zoran lalu menyuntikan dua macam obat cair.

"Gelya, berikan darahmu pada Zoran." pinta Jave.

Gelya mengulurkan tangannya. Namun orang menggeleng.

"Minumlah Zoran. Darah Gelya itu sangat sakti. Bukankah kamu belum makan selama beberapa hari ini?" Jave terlihat kesal karena Zoran menolak.

"Ayolah, Zoran!" bujuk Gelya.

"Percuma saja. Kamu tahu kalau racun ini tetap akan membunuhku." kata Zoran. Ia kembali mengeluarkn darah di mata dan mulutnya.

"Zoran, please .....!" Gelya sudah meletakan tangannya di atas bibir Zoran.

"No......!" Zoran kembali menolak.

"Tapi ...."

"Setiap kali aku mengisap darahmu, kekuatan yang ada dalam dirimu akan berkurang." kata Zoran. Ia menyingkirkan tangan Gelya.

"Kekuatan apa? Aku bukan orang sakti." Gelya menatap Zoran yang sepertinya mulai kesakitan.

Gelya menatap Jave. "Jeva, please....!"

"No....Gelya." Zoran menggeleng.

Jave tahu apa yang Gelya inginkan. Ia mengeluarkan taringnya dan segera menancapkan ya di atas tangan Gelya. Kemudian Gelya meneteskan darah itu di atas mulut Zoran. Terpaksa Zoran pun meminumnya.

Jave yang sempat merasakan sedikit darah Zoran sempat terpana. Darah yang sangat lezat dan menggoda.

"Jave, sebaiknya kita keluar!" Zein langsung menarik tangan Jave karena ia tahu kalau Jave mulai tergoda.

"Cukup!" Zoran menjilati tangan Gelya untuk menutup dua lubang bekas taring Jave.

Setelah itu, Gelya pun berdiri. "Kamu harus istirahat, Zoran. Sebentar lagi matahari keluar. Gelya segera keluar kamar. Jave pun kini gantian masuk ke kamar.

"Zein, terima kasih sudah mengijinkan mereka masuk ke rumahmu."

Zein hanya mengangguk. "Adikku, pernah digigit oleh vampire. Namun saat ia kesakitan saat racun vampire mulai bekerja, ia meminta aku membunuhnya. Ia tak mau menjadi vampire. Waktu itu kamu berdua sedang liburan ke Norwegia. Dan aku membunuhnya. Dia mati. Dan aku mengatakan pada ibuku bahwa seorang penjahat sudah merampok kami dan melukai adikku." Zein menarik napas panjang. "Aku sebenarnya membenci kaum vampire. Tapi, sebagai dokter, aku tak bisa membiarkan seseorang terluka."

Gelya tersenyum. "Aku mau pulang ke rumah. Ada sesuatu yang mau aku ambil di sana. Kamu jam berapa ke rumah sakit?"

"Sedikit lagi. Aku ada jadwal operasi jam 7 pagi ini. Aku antar kamu sekalian. Mereka berdua aman di sini."

Gelya mengangguk.

************

Memasuki rumah bibinya membuat Gelya tak bisa menahan air ir matanya. Ia ingat bagaimana mereka berdua dulu sering tertawa bersama saat masak, atau menonton film lucu dan masih banyak lagi.

Gelya ingat dengan kunci mobil bibinya. Kata-kata itu diucapkannya sebelum meninggal. Gelya masuk ke kamar Mila namun tak menemukan benda itu.

Ia kemudian keluar dari rumah dan menuju ke garasi. Garis polisi masih terpasang di sana. Gelya membuka pintu mobil yang masih ada bekas darahnya itu. Ia tak juga menemukan kunci itu. Namun saat ia akan berbalik ke dalam rumah, Gelya melihat ada sesuatu yang jatuh di dekat jendela kamar Mila. Mata Gelya langsung berbinar saat melihat kalau itu adalah kunci mobil bibinya.

Dulu, Mila pernah cerita kalau gantungan kunci itu diberikan oleh kakaknya, yang adalah mama Gelya. Selain kunci mobil, ada juga kunci rumah dan kunci lemari Mila yang ada di sana. Mainan gantungan kunci itu berbentuk gitar kecil. Namun saat Gelya menggoyangkan gitar itu, ia merasakan ada sesuatu di dalam gitar itu. Ia mencari cara membukanya dan ternyata itu bisa di buka. Mata Gelya terbelalak melihat ada sebuah kunci kecil di dalamnya.

"Kunci apa ini?" Gelya bergumam sendiri.

Ia langsung ingat dengan kotak itu. Gelya pun bergegas masuk ke kamarnya dan mengambil kotak yang tersimpan di bawa karpet lantai kamarnya.

Saat Gelya memasukan anak kunci itu, ia terkejut karena pas. Ia memutar kunci itu ke kira dan terdengar bunyi benda yang terbuka.

Saat penutup kotak kayu itu dibuka perlahan, tiba-tiba terdengar guntur yang sangat besar suaranya dan langit perlahan gelap, kilat menyambar dan hujan tiba-tiba turun diikuti angin yang kencang. Gelya melihat ada cahaya yang keluar dari balok kotak kayu itu dan akhirnya gadis itu pingsan.

**********

Gelya terbangun di sebuah rumah kayu. Gelya ingat, itu adalah rumah mereka di Rusia. Ayah Gelya adalah seorang arsitek yang bekerja di sana.

Gelya keluar dari kamar. Ia melihat papa dan mamanya. Namun mereka seperti tak menyadari kehadiran Gelya.

Di tangan mamanya ada kotak kayu yang sama persis dengan yang diberikan oleh bibinya.

"Lihatlah, suamiku." kata mama Gelya sambil membuka kotak itu.

"Ini batu meteor yang jatuh tepat di samping mobil kita saat Gelya lahir. Batu ini disebut sebagai batu kehidupan. Jika darah suci diteteskan di atas batu ini, maka batu ini akan menjadi batu sakti. Para kaum vampire dan dracula sangat menginginkan batu ini karena bisa membuat mereka berjalan di siang hari. Batu ini juga dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit. Bahkan menjadi penawar racun yang paling ganas sekalipun." Papa Gelya menutup penutup kotak itu. "Ini akan melindungi Gelya dari segala marabahaya."

Gelya tersentak bangun. Sepertinya ia bermimpi. Hujan sudah berhenti. Gelya membuka penutup kotak itu. Benar saja, si dalamnya ada sebuah kalung dengan liontin berbentuk bintang. Batu di dalam buah kalung itu berwarna hijau. "Apakah ini batu meteor?" Gelya bertanya pada dirinya sendiri.

Gelya memakai kalung itu. Si bawa kalung itu ternyata ada sebuah surat.

Anakku, pakailah kalung ini untuk melindungi mu. Jangan percaya pada kaum vampire, dracula sangat manusia serigala. Karena mereka penipu yang licik.

Demikianlah isi surat singkat dari mamanya Gelya.

Apa yang akan terjadi selanjutnya ?

Terpopuler

Comments

panty sari

panty sari

ga jadi bersatu dg suaminya

2024-12-25

0

Eka elisa

Eka elisa

mengejutkan apa mnyembuhkn... mak.....?

2024-04-27

2

Eka elisa

Eka elisa

pnisirin apkh yg di dlm kotk kayu itu....

2024-04-27

2

lihat semua
Episodes
1 Sesuatu yang Aneh
2 Tatapan Matanya
3 Pernyataan Cinta
4 Lelaki Misterius
5 Kencan Pertama
6 Seperti Dejavu
7 Cinta atau Bukan?
8 Menjauh
9 Rindu
10 Darah Perawan
11 Manisnya Cinta
12 Serangan
13 Kerja sama Zoran dan Zein
14 Silsilah Keluarga
15 Kejutan di Awal Bahagia
16 Patah Hati
17 Keras Hati Gelya
18 Cinta Itu Gila
19 Semakin Menjauh
20 Belum Saatnya Berpisah
21 Siapa Gelya yang sebenarnya?
22 Siap Melepaskan
23 Miliki Aku Seutuhnya
24 Bulan Madu Yang Romantis
25 Indahnya Kebersamaan
26 Saat Bulan Purnama
27 Status Berubah
28 Musuh Yang Dekat
29 Milik Zoran
30 Ada Yang Berubah
31 Mencari Tahu
32 Hampir Saja.
33 Pergi Ke Rumania
34 Satu Rahasia Terkuak
35 Membingungkan.
36 Death or love
37 Sepi Tanpamu
38 Hari Wisuda
39 Kita Harus Pergi
40 Keinginan Untuk Hamil
41 Bahaya yang Mengintip
42 Kegelapan Menerpa
43 Ada Yang Berkhianat
44 Terjebak
45 Sebuah Pengorbanan
46 Akhirnya Damai
47 Mungkin Ini Jalan Terbaik
48 Apapun Juga Keinginanmu
49 Tak Bisa Di Hadapanmu
50 Maukah Kau Menikah Denganku?
51 Menjadi Suami dan Istri
52 2 Minggu vs 6 minggu
53 Hamil 2 Anak
54 Ada Yang Baru
55 Anak Ketiga
56 Apakah Benar?
57 Cinta Itu Tetap Ada
58 Darahku Untukmu
59 Menghabiskan Waktu
60 Pemberitahuan
61 Pergi Dalam Damai
62 Demi Hidupmu
63 Perasaan Tak Pernah Salah
64 Sebelum Kematian Zoran
65 2 Lelaki Yang Saling Berkorban
66 Cinta Yang Tak Pernah Mati
67 Sentuhan Manis
68 Penghuni Ruang Bawah Tanah
69 Aku Tahu Siapa Kamu
70 Anneth
71 Sama-Sama Ingin
72 Ini Bukan Napsu tapi tentang Perasaan.
73 Kalian Harus Berpisah
74 Pilihan Mami
75 Hati Seorang Ibu
76 Menua Ditemani Olehmu
77 Jika Kau tak ada Aku pun tak ada
Episodes

Updated 77 Episodes

1
Sesuatu yang Aneh
2
Tatapan Matanya
3
Pernyataan Cinta
4
Lelaki Misterius
5
Kencan Pertama
6
Seperti Dejavu
7
Cinta atau Bukan?
8
Menjauh
9
Rindu
10
Darah Perawan
11
Manisnya Cinta
12
Serangan
13
Kerja sama Zoran dan Zein
14
Silsilah Keluarga
15
Kejutan di Awal Bahagia
16
Patah Hati
17
Keras Hati Gelya
18
Cinta Itu Gila
19
Semakin Menjauh
20
Belum Saatnya Berpisah
21
Siapa Gelya yang sebenarnya?
22
Siap Melepaskan
23
Miliki Aku Seutuhnya
24
Bulan Madu Yang Romantis
25
Indahnya Kebersamaan
26
Saat Bulan Purnama
27
Status Berubah
28
Musuh Yang Dekat
29
Milik Zoran
30
Ada Yang Berubah
31
Mencari Tahu
32
Hampir Saja.
33
Pergi Ke Rumania
34
Satu Rahasia Terkuak
35
Membingungkan.
36
Death or love
37
Sepi Tanpamu
38
Hari Wisuda
39
Kita Harus Pergi
40
Keinginan Untuk Hamil
41
Bahaya yang Mengintip
42
Kegelapan Menerpa
43
Ada Yang Berkhianat
44
Terjebak
45
Sebuah Pengorbanan
46
Akhirnya Damai
47
Mungkin Ini Jalan Terbaik
48
Apapun Juga Keinginanmu
49
Tak Bisa Di Hadapanmu
50
Maukah Kau Menikah Denganku?
51
Menjadi Suami dan Istri
52
2 Minggu vs 6 minggu
53
Hamil 2 Anak
54
Ada Yang Baru
55
Anak Ketiga
56
Apakah Benar?
57
Cinta Itu Tetap Ada
58
Darahku Untukmu
59
Menghabiskan Waktu
60
Pemberitahuan
61
Pergi Dalam Damai
62
Demi Hidupmu
63
Perasaan Tak Pernah Salah
64
Sebelum Kematian Zoran
65
2 Lelaki Yang Saling Berkorban
66
Cinta Yang Tak Pernah Mati
67
Sentuhan Manis
68
Penghuni Ruang Bawah Tanah
69
Aku Tahu Siapa Kamu
70
Anneth
71
Sama-Sama Ingin
72
Ini Bukan Napsu tapi tentang Perasaan.
73
Kalian Harus Berpisah
74
Pilihan Mami
75
Hati Seorang Ibu
76
Menua Ditemani Olehmu
77
Jika Kau tak ada Aku pun tak ada

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!