Keras Hati Gelya

Tiara benar-benar dapat menghibur Gelya hari ini. Keduanya jalan-jalan ke mall dan nonton bioskop. Makan bakso di tempat langganan mereka sampai harus membuang ingus karena kepedisan.

"Kita sudah jarang jalan-jalan seperti ini ya? Kamu sibuk dengan skripsimu dan aku sibuk dengan Emil." kata Tiara saat keduanya sedang duduk di taman dekat tempat makan bakso. Hari sudah menjelang sore.

"Iya. Aku rindu waktu kita bertiga sering jalan bareng pas off nya sama. Siti sekarang yang giliran jaga ya? Kita ke toko, yuk!"

"Ayo!"

Keduanya langsung naik angkot menuju ke toko tempat mereka kerja. Ternyata Sitti dan Jerry yang giliran jaga.

"Lho, katanya ijin hari ini nggak masuk." Siti kaget melihat Gelya.

"Urusannya sudah selesai."

"Kalau begitu gantian jaga toko sampai jam 10." ujar Siti.

"Aku tetap ijin ya? Badanku sakit semua nih!" Gelya pura-pura mengusap lengannya. Mata Siti langsung berbinar melihat cincin di tangan Gelya.

"Eh....ada yang baru nih!" Siti menahan tangan sahabatnya itu. "Jangan katakan kalau ini adalah cincin pernikahan."

Wajah Gelya menjadi tegang namun ia dengan cepat pura-pura tertawa. "Ini cincin pernikahan milik ibuku yang aku temukan di lemarinya."

"Kok nggak kayak cincin klasik. Perasaan aku pernah melihat model cincin ini." Siti membuka ponselnya dan melihat salah satu merk perhiasan ternama. "Nah kan, apa aku bilang modelnya sama persis. Berlian yang ada ditengah cincin ini nilainya 2 miliar."

"Masa sih?" Gelya pura-pura bego.

Tiara ikutan melihat gambar di ponsel Siti. "Astaga, kok sama persis ya?" Ia menatap Gelya. "Kamu nggak menyembunyikan apapun dari kami kan?"

"Apa yang harus aku sembunyikan? Kalian pikir aku sudah menikah? Gila kali menikah. Pacar aja nggak punya."

"Terus yang mengirim bunga dengan inisial Z itu siapa?" tanya Siti.

Gelya menatap kedua temannya. "Dia bukan orang penting yang....."

"Selamat malam!"

Gelya menelan salivanya saat mendengar suara itu. Ia lupa kalau sekarang hari sudah malam dan Zoran dengan mudah bisa menemukannya.

"Eh, bule tampan. Mau belanja?" sapa Tiara dengan senyumnya yang dibuat semanis mungkin.

Zoran mendekat. "Aku ada perlu dengan Gelya."

Siti dan Tiara saling berpandangan. "Maksudnya? Kamu siapanya Gelya?"

"Aku Zoran. Pacarnya Gelya."

"Zoran? Si Z yang mengirimkan bunga?" Siti langsung bisa menebak. Zoran tersenyum sambil mengangguk.

"Astaga, Gelya, diam-diam punya simpanan setampan ini. Bule yang bisa bahasa Indonesia." Tiara langsung menggoda Gelya. Gadis itu pun membalikan badannya. Ia menatap Zoran dengan kesal.

"Aku tak mau bicara dengan mu. Pergilah!"

"Eh Gelya, kalian lagi marahan ya? Jangan gitu dong. Selesaikan dengan baik-baik." Tiara mendorong Gelya agar mendekat pada Zoran.

"Terima kasih atas pengertiannya." Zoran segera menarik tangan Gelya keluar dari toko. Siti dan Tiara mengikuti langkah mereka.

"Astaga, Tiara. Lihat mobilnya. Itu Lamborghini! Si bule tajir rupanya." Siti jadi gemes sendiri melihat mobil yang Zoran bawah.

"Ayo masuk!" Zoran membukakan pintu mobilnya bagi Gelya.

"Aku nggak mau pergi!"

"Please, Gel. Kita harus bicara."

"Untuk apa aku bicara dengan kamu, psikopat!"

Zoran menahan diri agar emosinya tak naik dan taringnya bisa muncul. "Kita sudah menikah, sayang. Jangan kau lupa itu."

"Aku mau bercerai!"

Tangan Zoran terkepal. Ia sebenarnya marah saat Gelya mengucapkan kata "cerai"

"Gelya, please! Jangan buat aku marah."

Gelya melihat mata Zoran berubah menjadi merah. Ia tak mau mengambil resiko teman-temannya celaka. Gelya pun langsung masuk ke dalam mobil.

Zoran lalu masuk ke dalam mobil dan menjalankan mobilnya meninggalkan toko itu.

"Aku tak mau ke rumahmu." kata Gelya saat ia melihat kalau Zoran mengarahkan mobilnya ke arah rumah cowok itu.

"Kalau begitu kita akan ke rumahmu?" tanya Zoran.

"Kamu jangan lagi ke rumahku karena kamu sudah membunuh mamaku. Kita bicara di tempat yang ramai karena aku tak mau kamu menggunakan segala tipu dayamu untuk membujuk aku."

Zoran pun mengikuti keinginan Gelya. Keduanya mampir di sebuah cafe dan memilih duduk di sudut ruangan.

"Gelya, aku akui kalau aku sudah jahat karena...."

"Lepaskan cincin ini dariku!" Gelya memotong ucapan Zoran.

"Gelya, i love you!" Zoran berusaha memegang tangan Gelya namun Gelya menarik tangannya.

"Aku benci kamu, Zoran! Seandainya kamu bisa melakukannya, hapuslah kenangan yang ada diantara kita agar hatiku tak sakit setiap kali melihat kamu."

Zoran memejamkan matanya sejenak. Ia kemudian ia kembali menatap Gelya. "Aku tak mau menghapus kamu dari hatiku."

Gelya membuang muka ke arah lain. Tepat di saat itu ponselnya berdering. Gelya langsung menerimanya.

"Hallo dokter Zein."

Mengetahui Zein yang menelpon Gelya, Zoran nampak cemburu.

"Gelya, aku ke rumahmu. Namun nampaknya kamu belum pulang. Aku hanya ingin memastikan bahwa kamu baik-baik saja."

"Aku sedang ada di luar rumah, dok. Namun jika tidak merepotkan, bolehkah dokter menjemput aku di cafe ..." Gelya menyebutkan nama cafe tempat dia Zoran berada saat ini.

"Tentu saja aku tahu tempat itu. Sampai ketemu di sana ya, bye...!"

Zoran menatap Gelya dengan wajah tersinggung. "Aku ada di sini dan kamu ingin lelaki lain yang menjemputmu? Apa-apaan kamu?"

"Aku jatuh cinta seperti orang buta denganmu sehingga tak menyadari siapa dirimu yang sebenarnya. Maaf Zoran, apapun alasanmu, pembunuhan tetaplah kejahatan. Dan aku merasa bahwa caramu mendekati aku memang karena kamu ingin mendapatkan sesuatu dariku. Maaf Zoran, aku tak mau lagi dekat dengan kamu. Lepaskan cincin ini!"

Zoran menggeleng. "Kamu adalah istriku"

"Kamu bukan suami!" kata Gelya. Suara Gelya agak keras dan membuat beberapa orang yang ada di sana melihat ke arah mereka.

"Gelya please....!" Zoran kini melihat sifat asli Gelya yang ternyata keras kepala.

"Kamu nggak tahu bagaimana menderitanya aku ketika mamaku akhirnya menyusul papa hanya berbeda 1 bulan saja? Kamu nggak tahu bagaimana takutnya aku melihat mayat mamaku yang pucat tanpa darah? Aku pikir mama mengalami kecelakaan dengan mobilnya. Orang bilang dadanya tertusuk benda tajam sehingga dia kehabisan darah. Bibiku sampai harus membawa aku berobat selama berbulan-bulan kepada seorang psikiater karena begitu traumanya aku atas kematian mamaku." Air mata Gelya mengalir namun dia menghapusnya secara cepat. Gadis itu kemudian berdiri dan segera berlari keluar cafe. Dia melihat mobil Zein yang baru saja sampai lalu ia segera mendekati mobil itu.

"Ayo kita pergi, Zein!"

Zein segera menjalankan mobilnya. Namun ia sempat melihat Zoran yang berdiri di depan pintu cafe.

"Kita ke mana?" tanya Zein.

"Ke mana saja asal tak bertemu dengan Zoran."

"Aku tahu suatu tempat yang tidak akan pernah vampire datangi."

"Apa?"

"Di tempat pengrajin perak. Kebetulan itu milikku."

"Ayo!"

1 jam kemudian....

Zein meletakan segelas teh hangat di depan Gelya.

"Minumlah selagi hangat. Siapa tahu dapat menghangatkan lagi hatimu."

Gelya hanya tersenyum kecut. seluruh ruangan ini hampir dipenuhi oleh berbagai barang yang terbuat dari perak.

"Dokter Zein, menurutmu, mengapa darah perawan dan darah bayi sangat enak bagi seorang vampire?"

"Darah bayi adalah darah baru. terasa lebih fresh. Sedangkan darah perawan hampir sama juga. Belum tercampur dengan cairan bening milik lelaki. Cairan bening itu mengandung zat asam yang tidak vampire sukai. Konon darah perawan juga dapat membuat vampire lebih kuat jika diambil langsung dari letak darah perawan itu akan keluar."

Gelya menarik napas panjang lalu menatap Zein.

"Dokter mau nggak merengut kesucian ku? Agar Zoran dan vampire yang lain tidak mengejar aku lagi."

"Apa?"

"Aku rela melakukannya dengan mu." Gelya mulai membuka kancing kemejanya. Zein terbelalak. Apakah dia sanggup menolaknya?

.

Terpopuler

Comments

keke global

keke global

zoran mana peduli, dia mmg cinta sm kamu gel...

2024-04-25

1

Rinny Santoso

Rinny Santoso

aq baru koment mami....

plissss jangan dong.... tahan dan tolak zein.... darah perawan gelya hanya milik zoran...

aduhhhh mami.... sumpah bikin gregetan dech udah gagal MPnya zoran gelya muncul vampir2 yg suka sm zoran...

eh ini gelya ikut2an mo minta di unboxing zein... plisss jangan mami...

2024-04-25

1

qurro thul

qurro thul

hayooo lo Zein godaan Looo 😈😈

2024-04-24

1

lihat semua
Episodes
1 Sesuatu yang Aneh
2 Tatapan Matanya
3 Pernyataan Cinta
4 Lelaki Misterius
5 Kencan Pertama
6 Seperti Dejavu
7 Cinta atau Bukan?
8 Menjauh
9 Rindu
10 Darah Perawan
11 Manisnya Cinta
12 Serangan
13 Kerja sama Zoran dan Zein
14 Silsilah Keluarga
15 Kejutan di Awal Bahagia
16 Patah Hati
17 Keras Hati Gelya
18 Cinta Itu Gila
19 Semakin Menjauh
20 Belum Saatnya Berpisah
21 Siapa Gelya yang sebenarnya?
22 Siap Melepaskan
23 Miliki Aku Seutuhnya
24 Bulan Madu Yang Romantis
25 Indahnya Kebersamaan
26 Saat Bulan Purnama
27 Status Berubah
28 Musuh Yang Dekat
29 Milik Zoran
30 Ada Yang Berubah
31 Mencari Tahu
32 Hampir Saja.
33 Pergi Ke Rumania
34 Satu Rahasia Terkuak
35 Membingungkan.
36 Death or love
37 Sepi Tanpamu
38 Hari Wisuda
39 Kita Harus Pergi
40 Keinginan Untuk Hamil
41 Bahaya yang Mengintip
42 Kegelapan Menerpa
43 Ada Yang Berkhianat
44 Terjebak
45 Sebuah Pengorbanan
46 Akhirnya Damai
47 Mungkin Ini Jalan Terbaik
48 Apapun Juga Keinginanmu
49 Tak Bisa Di Hadapanmu
50 Maukah Kau Menikah Denganku?
51 Menjadi Suami dan Istri
52 2 Minggu vs 6 minggu
53 Hamil 2 Anak
54 Ada Yang Baru
55 Anak Ketiga
56 Apakah Benar?
57 Cinta Itu Tetap Ada
58 Darahku Untukmu
59 Menghabiskan Waktu
60 Pemberitahuan
61 Pergi Dalam Damai
62 Demi Hidupmu
63 Perasaan Tak Pernah Salah
64 Sebelum Kematian Zoran
65 2 Lelaki Yang Saling Berkorban
66 Cinta Yang Tak Pernah Mati
67 Sentuhan Manis
68 Penghuni Ruang Bawah Tanah
69 Aku Tahu Siapa Kamu
70 Anneth
71 Sama-Sama Ingin
72 Ini Bukan Napsu tapi tentang Perasaan.
73 Kalian Harus Berpisah
74 Pilihan Mami
75 Hati Seorang Ibu
76 Menua Ditemani Olehmu
77 Jika Kau tak ada Aku pun tak ada
Episodes

Updated 77 Episodes

1
Sesuatu yang Aneh
2
Tatapan Matanya
3
Pernyataan Cinta
4
Lelaki Misterius
5
Kencan Pertama
6
Seperti Dejavu
7
Cinta atau Bukan?
8
Menjauh
9
Rindu
10
Darah Perawan
11
Manisnya Cinta
12
Serangan
13
Kerja sama Zoran dan Zein
14
Silsilah Keluarga
15
Kejutan di Awal Bahagia
16
Patah Hati
17
Keras Hati Gelya
18
Cinta Itu Gila
19
Semakin Menjauh
20
Belum Saatnya Berpisah
21
Siapa Gelya yang sebenarnya?
22
Siap Melepaskan
23
Miliki Aku Seutuhnya
24
Bulan Madu Yang Romantis
25
Indahnya Kebersamaan
26
Saat Bulan Purnama
27
Status Berubah
28
Musuh Yang Dekat
29
Milik Zoran
30
Ada Yang Berubah
31
Mencari Tahu
32
Hampir Saja.
33
Pergi Ke Rumania
34
Satu Rahasia Terkuak
35
Membingungkan.
36
Death or love
37
Sepi Tanpamu
38
Hari Wisuda
39
Kita Harus Pergi
40
Keinginan Untuk Hamil
41
Bahaya yang Mengintip
42
Kegelapan Menerpa
43
Ada Yang Berkhianat
44
Terjebak
45
Sebuah Pengorbanan
46
Akhirnya Damai
47
Mungkin Ini Jalan Terbaik
48
Apapun Juga Keinginanmu
49
Tak Bisa Di Hadapanmu
50
Maukah Kau Menikah Denganku?
51
Menjadi Suami dan Istri
52
2 Minggu vs 6 minggu
53
Hamil 2 Anak
54
Ada Yang Baru
55
Anak Ketiga
56
Apakah Benar?
57
Cinta Itu Tetap Ada
58
Darahku Untukmu
59
Menghabiskan Waktu
60
Pemberitahuan
61
Pergi Dalam Damai
62
Demi Hidupmu
63
Perasaan Tak Pernah Salah
64
Sebelum Kematian Zoran
65
2 Lelaki Yang Saling Berkorban
66
Cinta Yang Tak Pernah Mati
67
Sentuhan Manis
68
Penghuni Ruang Bawah Tanah
69
Aku Tahu Siapa Kamu
70
Anneth
71
Sama-Sama Ingin
72
Ini Bukan Napsu tapi tentang Perasaan.
73
Kalian Harus Berpisah
74
Pilihan Mami
75
Hati Seorang Ibu
76
Menua Ditemani Olehmu
77
Jika Kau tak ada Aku pun tak ada

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!