Serangan

"Gelya, besok malam aku nggak akan menemui kamu. Aku ada urusan sedikit di luar kota." kata Zoran saat ia menemui Gelya malam ini. Bibi Mila sedang ada acara makan malam dengan kantornya sehingga Gelya meminta Zoran menemaninya.

Gelya menatap Zoran. "Aku pasti akan merindukanmu."

Zoran terkekeh. Ia menarik tangan Gelya dan gadis itu sudah mengerti. Zoran ingin Gelya duduk di pangkuannya. Seperti biasa, Gelya duduk saling berhadapan dengan Zoran.

"Berapa hari kamu akan ada di luar kota?"

"Dua hari, sayang. Aku akan membuka usaha baru di sana. Namun orang-orang yang akan bekerja harus aku sendiri yang menyeleksi."

"Andai aku bisa ikut."

Zoran membelai wajah Gelya. "Kalau kamu sudah selesai kuliah, maka aku akan membawa mu kemana saja. Aku janji."

Gelya mengangguk. "Aku ingin pergi kemana saja dengan dirimu."

"Kamu milikku. Hanya milikku." Zoran mencium bibir Gelya dengan sangat mesra. Gelya langsung memejamkan matanya menikmati ciuman itu. Gelya seakan sudah candu dengan ciuman Zoran. Benar apa yang Zoran katakan, Gelya adalah perempuan yang cepat terbakar gairahnya.

"Kamu mau?" bisik Zoran.

"Takut bibi keburu datang."

"Aku bisa mendengar suara mobil bibi mu 500 meter sampai 1 km dari sini."

"Oh ya? Apakah semua vampire bisa melakukannya ?"

"Tidak, sayang. Ini butuh juga latihan khusus."

"Pantas saja kamu tahu saat itu bibi ku yang sedang bercinta ya?"

Zoran tersenyum. "Kamu sudah banyak tahu rahasia seorang vampire."

"Apakah itu bahaya?"

Zoran dengan cepat membaringkan Gelya di atas sofa. Ia mencium kekasihnya itu tanpa menjawab apa yang Gelya katakan. Keduanya larut dalam kemesraan yang dalam.

"Apakah kamu tersiksa?" tanya Gelya begitu Zoran kembali berhasil membuatnya mendapatkan puncak kenikmatan.

"Ya."

"Kalau begitu jangan puaskan aku sementara kamu sendiri tersiksa."

Zoran menyentuh wajah Gelya. "Seorang perempuan yang sudah pernah merasakan kenikmatan bercinta pasti ingin mendapatkan lagi dan lagi. Aku tak ingin kamu mendapatkannya dari orang lain."

"Aku bukan wanita seperti itu. Hanya dengan kamu saja aku bisa merasakan seperti ini. Dulu, aku sangat menjaga prinsip hidupku. Aku tak pernah larut dengan teman-teman ku yang merokok, minum alkohol, melakukan seks bebas. Namun denganmu, entah mengapa aku ingin melanggar semuanya."

Zoran menatap Gelya tanpa berkedip. "Mengapa kamu harus mencintai aku sedalam ini? Pada hal denganmu, aku tak pernah menebarkan racun pemikat."

"Memangnya kita punya alasan untuk mencintai orang lain?"

Zoran memeluk Gelya yang tidur di sampingnya. Ada sesuatu yang ingin dia katakan namun tertahan di mulutnya.

"Nampaknya, bibimu akan segera tiba, sayang." Zoran mengecup pipi Gelya sebelum melepaskan gadis itu dari pelukannya. Keduanya sama-sama bangun dari sofa. Gelya mengenakan kembali pakaiannya sedangkan Zoran memperbaiki dandanannya.

Benar saja, tak lama kemudian terkenal suara mobil Mila memasuki halaman. Tak lama kemudian, terdengar suara sepatu Mila yang memasuki ruang tamu.

"Eh Zoran." sapa Mila.

"Selamat malam, bibi." Zoran dengan sopan membungkukkan badannya.

"Selamat malam. Bibi mau langsung tidur." Mila segera berjalan menuju ke kamarnya.

"Bibimu tak memperlakukan jam malam untuk cowok bertamu?" tanya Zoran.

"Nggak. Hanya jika aku keluar malam, paling lambat jam 11 harus sudah berada di rumah."

Zoran duduk kembali. Gelya pun ikut duduk di samping Zoran. "Ini baru jam setengah sebelas. Sedikit lagi baru pulang ya?" Gelya jadi manja.

"Aku akan tidur di sini."

"Apa?" Gelya jadi kaget.

"Aku akan tidur di sini tanpa mengambil apa yang bukan hakku."

"Bagaimana jika bibi terbangun di tengah malam dan memeriksa aku?"

"Aku akan membuatmu bibi mu tertidur sampai pagi tanpa ada gangguan."

Gelya tertawa. Dia tahu ini salah namun dia juga belum ingin melepaskan kekasihnya itu pergi. Dan malam itu untuk yang pertama kali Zoran tidur di kamar Gelya tanpa melakukan apapun. Ia hanya memeluk Gelya sampai gadis itu tertidur dan segera meninggalkan rumah itu saat jam sudah menunjukan pukul setengah lima subuh.

***********

Sebenarnya Gelya tak mau lagi berjaga sampai malam hari. Namun karena anak Bobi sedang sakit, Gelya pun hari ini jaga sampai jam 10 malam.

Jerry dan Dina yang akan menggantikan dia malam ini. Gelya bertugas sendiri malam ini.

Untunglah pembelinya cukup ramai sehingga Gelya tak merasa kesepian.

Jarum jam sudah menunjukan pukul setengah sepuluh malam saat Jerry datang. Sedangkan Dina datang dengan wajah sedikit pucat.

"Ada apa?" tanya Gelya yang sudah bersiap untuk pulang.

"Ada orang meninggal di perempatan jalan sana. Jantungnya hilang dan dia seakan tak ada darah." Dina nampak sok.

"Minum dulu, Dina."

Dina langsung menghabiskan sebotol air mineral yang Gelya berikan. Perempatan jalan itu adalah jalan menuju ke rumah bibinya.

"Apakah kamu melihat mayatnya?" tanya Jerry penasaran.

"Aku adalah orang kedua yang lewat di situ dan melihat mayatnya. Mayat itu sangat pucat dengan dadanya lubang." jawab Dina.

"Jangan pikirkan lagi. Polisi sudah menanganinya kan? Aku mau pulang dulu." Gelya yang sudah berganti pakaian segera memakai jaketnya. Tak lupa ia menyimpan pisau lipatnya dalam saku jaketnya. Rambutnya yang panjang dibiarkannya tergerai. Zoran berpesan bahwa sebaiknya bagian lehernya selalu tertutup agar tak mengundang mahluk lain mengincarnya.

Setelah menarik napas panjang beberapa kali, Gelya akhirnya melangkah menyusuri jalan raya yang masih agak ramai.

Ia melihat di perempatan lampu merah ada beberapa polisi. Ada pagar pembatas yang dilingkari dengan pita kuning. Masih banyak orang yang berkumpul di sana walaupun Gelya yakin kalau mayat itu sudah tak ada.

Ia terus melangkah, mengarahkan kakinya menuju ke rumah bibinya. Dari perempatan itu, Gelya harus berbelok kiri lalu masuk kompleks perumahan. Lampu jalan entah kenapa tak menyala malam ini. Gelya merasa seperti ada yang mengikutinya. Gadis itu mempercepat langkahnya. Namun bayangan yang mengikutinya pun begitu cepat.

Gelya akhirnya sedikit berlari karena rumahnya masih agak jauh. Kompleks perumahan ini nampak sangat sepi.

Langkah Gelya terhenti saat dilihatnya ada sesosok hitam menggunakan jubah dan topi lebar berdiri di depannya. Jarak mereka sekitar 5 meter.

Gelya merasakan detak jantungnya berdetak sangat cepat. Namun ia berusaha tenang, tak mau kehilangan konsentrasi dan kewaspadaan.

Sosok hitam itu perlahan mendekati Gelya. Gadis itu mundur beberapa langkah. Gelya segera membalikan badannya dan berlari. Ia dapat merasakan kalau mahluk itu mengejarnya.

"Tolong......!" teriak Gelya sambil terus berlari. Ia sudah berbelok meninggalkan kompleks perumahan bibinya.

Tiba-tiba Gelya merasakan kalau tangannya di tarik. Gelya terkejut melihat mahluk itu sudah ada di belakangnya. Gelya berusaha melawan saat dilihatnya kuku mahluk itu tajam dan telah berhasil merobek jaketnya.

Gelya merasakan kulit di tangannya menjadi perih. Ada darah yang menetes dan membuat mahluk itu terdengar tertawa saat ia menjilati darah Gelya yang ada di kukunya.

Bau amis tercium dari mahluk hitam itu. Gelya hampir saja dicekiknya saat sebuah cahaya lampu mobil menyilaukan mata mahluk itu dan ia langsung berlari pergi.

Gelya terduduk di atas aspal sambil memegang lehernya yang sakit. Mobil itu berhenti dan penghuninya turun.

"Gelya?"

Gelya mengangkat wajahnya. "Dokter Zein ?" Ia senang melihat siapa yang datang.

"Kamu terluka? Ayo masuk ke mobil." Dokter Zein membantu Gelya berdiri dan segera membawanya ke rumahnya yang ternyata sudah dekat.

"Rumah sakit jaraknya agak jauh. Maaf jika aku harus membawamu ke sini." kata dokter Zein.

"Tak apa, dok."

"Bukalah jaket mu, aku harus memeriksa lukamu."

Gelya membuka jaketnya. Nampak ada luka memang dari bahu samping di lipatan tangannya.

Zein bergegas ke ruangan kerjanya. Mengambil beberapa obat dan perban yang memang tersedia di sana. Ia juga menyiapkan baskom berisi air hangat dan handuk kecil.

Dengan telaten Zein membersihkan luka Gelya. "Lukanya tak lebar tapi cukup dalam. Seperti bekas benda tajam."

"Aku tak tahu apa yang dipakainya untuk membuat luka ini." Gelya berbohong. Sebenarnya ia tahu kalau kuku panjang mahluk itu yang membuatnya luka.

"Tahan sedikit ya Gelya. Ini mungkin agak perih." Kata Zein sambil menunjukan sebuah botol berisi cairan berwarna kuning. Cairan itu ia siram ke luka Gelya membuat Gelya sedikit merintih karena sensasi dingin dan panas yang sekaligus ia rasakan.

"Maaf....!" Kata Zein sedikit menyesal karena ia tahu Gelya kesakitan.

"Tak apa."

Zein melanjutkan pengobatannya di lengan Gelya. Setelah luka itu terbungkus, ia kemudian memeriksa leher Gelya. Ada bekas merah di sana.

"Kamu harus melaporkan kejadian ini pada polisi. Kalau perlu aku akan menemanimu. Supaya polisi bisa lebih intens lagi berpatroli."

"Baiklah. Tapi maukah dokter mengantar saya untuk membuat laporan?"

"Tentu saja. Kesaksian ku pasti dibutuhkan mereka."

Zein ke kamarnya sebentar. Ia ternyata mengambil sebuah jaket berwarna coklat. "Pakailah ini karena kemejamu kotor dengan dengan darah dan kamu tak mungkin memakai jaketmu yang sudah sobek itu."

"Maaf dokter, aku sudah merepotkan mu."

"Tidak ada yang direpotkan, Gelya. Ayo!"

Keduanya pun pergi ke kantor polisi. Selama satu jam lebih Gelya dan juga Zein membuat laporan. Mereka meninggalkan kantor polisi sekitar jam 1 tengah malam.

Zein mengantarkan Gelya ke rumah bibinya. "Besok, aku akan memeriksa lukamu lagi. Tolong datang ke rumah sakit jam 4 sore. Boleh kan?"

"Tentu saja, dok."

"Hati-hati, ya?" ujar Zein sebelum meninggalkan rumah Gelya. Lelaki itu masuk ke dalam mobilnya dan segera pergi. Sedangkan Gelya langsung menuju ke kamarnya. Ia langsung meraih ponselnya dan menelpon Zoran. Tak lama kemudian, cowok bule itu menerima panggilannya.

"Sayang, aku pikir kalau kamu sudah tidur. Tadi aku menelepon mu tapi tak diangkat. Kamu lagi ngapain?"

Gelya mengarahkan kamera ponselnya ke lengannya. "Mahluk yang ada di rumahmu waktu itu, dia menyerang ku dan melukaiku."

"Astaga Gelya, kenapa bisa terluka. Aku kan sudah bilang padamu agar jangan keluar malam." Zoran nampak marah. Ia segera menutup panggilan telepon. Gelya bersandar di kepala ranjang sambil memegang lehernya yang terasa sakit. Perlahan ia memejamkan matanya tanpa bermaksud membaringkan tubuhnya.

Namun baru satu jam saja, Gelya merasakan kalau ada seseorang yang berdiri di hadapannya. Ia membuka matanya.

"Zoran?"

***********

Secepat itukah Zoran kembali dari luar kota?

Terpopuler

Comments

neng ade

neng ade

Zoran pasti akan mencari makhluk itu yg udh melukai Gelya ..

2024-06-13

1

tintiin21

tintiin21

mulai di incar terang" Gelya... 😨😨😨

2024-04-20

1

Rinny Santoso

Rinny Santoso

masih menjd teka teki makhluk apa itu... vampir juga kah....

dokter zein saingan abang vampir kah....
ah jangan sampai abang vampir cemburu buta yg berakibat enak2 🤣🤣🤣

maaf mami aq baru baca karena kemaren sibuk acara halbi keluarga besar

2024-04-20

2

lihat semua
Episodes
1 Sesuatu yang Aneh
2 Tatapan Matanya
3 Pernyataan Cinta
4 Lelaki Misterius
5 Kencan Pertama
6 Seperti Dejavu
7 Cinta atau Bukan?
8 Menjauh
9 Rindu
10 Darah Perawan
11 Manisnya Cinta
12 Serangan
13 Kerja sama Zoran dan Zein
14 Silsilah Keluarga
15 Kejutan di Awal Bahagia
16 Patah Hati
17 Keras Hati Gelya
18 Cinta Itu Gila
19 Semakin Menjauh
20 Belum Saatnya Berpisah
21 Siapa Gelya yang sebenarnya?
22 Siap Melepaskan
23 Miliki Aku Seutuhnya
24 Bulan Madu Yang Romantis
25 Indahnya Kebersamaan
26 Saat Bulan Purnama
27 Status Berubah
28 Musuh Yang Dekat
29 Milik Zoran
30 Ada Yang Berubah
31 Mencari Tahu
32 Hampir Saja.
33 Pergi Ke Rumania
34 Satu Rahasia Terkuak
35 Membingungkan.
36 Death or love
37 Sepi Tanpamu
38 Hari Wisuda
39 Kita Harus Pergi
40 Keinginan Untuk Hamil
41 Bahaya yang Mengintip
42 Kegelapan Menerpa
43 Ada Yang Berkhianat
44 Terjebak
45 Sebuah Pengorbanan
46 Akhirnya Damai
47 Mungkin Ini Jalan Terbaik
48 Apapun Juga Keinginanmu
49 Tak Bisa Di Hadapanmu
50 Maukah Kau Menikah Denganku?
51 Menjadi Suami dan Istri
52 2 Minggu vs 6 minggu
53 Hamil 2 Anak
54 Ada Yang Baru
55 Anak Ketiga
56 Apakah Benar?
57 Cinta Itu Tetap Ada
58 Darahku Untukmu
59 Menghabiskan Waktu
60 Pemberitahuan
61 Pergi Dalam Damai
62 Demi Hidupmu
63 Perasaan Tak Pernah Salah
64 Sebelum Kematian Zoran
65 2 Lelaki Yang Saling Berkorban
66 Cinta Yang Tak Pernah Mati
67 Sentuhan Manis
68 Penghuni Ruang Bawah Tanah
69 Aku Tahu Siapa Kamu
70 Anneth
71 Sama-Sama Ingin
72 Ini Bukan Napsu tapi tentang Perasaan.
73 Kalian Harus Berpisah
74 Pilihan Mami
75 Hati Seorang Ibu
76 Menua Ditemani Olehmu
77 Jika Kau tak ada Aku pun tak ada
Episodes

Updated 77 Episodes

1
Sesuatu yang Aneh
2
Tatapan Matanya
3
Pernyataan Cinta
4
Lelaki Misterius
5
Kencan Pertama
6
Seperti Dejavu
7
Cinta atau Bukan?
8
Menjauh
9
Rindu
10
Darah Perawan
11
Manisnya Cinta
12
Serangan
13
Kerja sama Zoran dan Zein
14
Silsilah Keluarga
15
Kejutan di Awal Bahagia
16
Patah Hati
17
Keras Hati Gelya
18
Cinta Itu Gila
19
Semakin Menjauh
20
Belum Saatnya Berpisah
21
Siapa Gelya yang sebenarnya?
22
Siap Melepaskan
23
Miliki Aku Seutuhnya
24
Bulan Madu Yang Romantis
25
Indahnya Kebersamaan
26
Saat Bulan Purnama
27
Status Berubah
28
Musuh Yang Dekat
29
Milik Zoran
30
Ada Yang Berubah
31
Mencari Tahu
32
Hampir Saja.
33
Pergi Ke Rumania
34
Satu Rahasia Terkuak
35
Membingungkan.
36
Death or love
37
Sepi Tanpamu
38
Hari Wisuda
39
Kita Harus Pergi
40
Keinginan Untuk Hamil
41
Bahaya yang Mengintip
42
Kegelapan Menerpa
43
Ada Yang Berkhianat
44
Terjebak
45
Sebuah Pengorbanan
46
Akhirnya Damai
47
Mungkin Ini Jalan Terbaik
48
Apapun Juga Keinginanmu
49
Tak Bisa Di Hadapanmu
50
Maukah Kau Menikah Denganku?
51
Menjadi Suami dan Istri
52
2 Minggu vs 6 minggu
53
Hamil 2 Anak
54
Ada Yang Baru
55
Anak Ketiga
56
Apakah Benar?
57
Cinta Itu Tetap Ada
58
Darahku Untukmu
59
Menghabiskan Waktu
60
Pemberitahuan
61
Pergi Dalam Damai
62
Demi Hidupmu
63
Perasaan Tak Pernah Salah
64
Sebelum Kematian Zoran
65
2 Lelaki Yang Saling Berkorban
66
Cinta Yang Tak Pernah Mati
67
Sentuhan Manis
68
Penghuni Ruang Bawah Tanah
69
Aku Tahu Siapa Kamu
70
Anneth
71
Sama-Sama Ingin
72
Ini Bukan Napsu tapi tentang Perasaan.
73
Kalian Harus Berpisah
74
Pilihan Mami
75
Hati Seorang Ibu
76
Menua Ditemani Olehmu
77
Jika Kau tak ada Aku pun tak ada

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!