Silsilah Keluarga

"Bibi, lagi ngapain?" tanya Gelya saat melihat kamar bibinya berantakan. Semua barang yang ada di lemari sang bibi dikeluarkan.

"Mau beres lemari saja. Karena kesibukan kerja, bibi jadi jarang merapikan lemari."

Gelya masuk dan langsung duduk di atas kasur. Ia melihat ada foto-foto tua bergambar hitam putih.

"Ini foto siapa, bi?" tanya Gelya.

"Foto keluarga papamu. Kalau tidak salah itu kakak beradik dari opa dan omamu."

Gelya memperhatikan foto itu. "Kayak orang bule ya?"

"Yang mama mu pernah cerita kalau buyut papamu memang dari luar negeri. Rumania kalau tidak salah. Lihat saja rambutmu yang warna coklat dan kulitmu yang putih pucat itu."

"Memang sih teman-teman sering bertanya apakah aku ada turunan bulenya."

Mila menatap ponakannya. "Usiamu sudah 20 tahun. Bibi lupa memberikan ini." Mila menyerahkan sebuah kotak yang terbuat dari kayu. Di atas kotak itu ada sebuah ukiran dengan lambang seperti burung merpati.

"Apa ini, bi?"

"Bibi tak pernah membukanya karena kuncinya tak ada. Bibi tak mau merusaknya. Toh ini diberikan oleh mamamu sebelum meninggal. Katanya jika kamu berusia 20 tahun berikan saja padamu. Bibi menyimpannya selama 6 tahun ini di bawa tempat tidur bibi sebab menurut mamamu ini benda keramat milik keluarga papa mu yang akan melindungi kamu."

"Oh ya?"

Gelya bingung. Namun ia menerimanya juga. Ia membawa kotak kayu itu ke kamarnya. Penutupnya tak bisa dibuka. Mengapa mamanya meninggalkan kotak ini dalam keadaan terkunci?

Gadis itu mencoba membukanya dengan obeng. Namun tetap saja tak bisa. Akhirnya ia pun memilih untuk menyimpannya. Awalnya Gelya menyimpan benda itu di lemari pakaiannya. Namun ia ingat kalau ini benda keramat. Akhirnya ia membuka karpet yang menutupi lantai kamarnya. Di dekat ranjangnya, ada sebuah lubang yang sengaja dibuat dan ditutupi dengan balok. Gelya tak tahu untuk apa lubang itu. Di sanalah ia menyimpan balok kayunya.

Tak lama kemudian ponselnya berbunyi. Gelya tersenyum saat tahu kalau itu dari Zoran.

"Hi baby!" sapa Zoran dari seberang.

"Kamu sudah bangun?"

"Ya. Aku akan mandi dan sebentar lagi ke rumahmu. Besok kan hari Sabtu. Apakah aku boleh mengajakmu pergi ke suatu tempat?"

"Mau menginap?"

"Ya."

"Aku nggak tahu apakah bibiku bisa mengijinkannya."

"Aku akan mencoba meminta ijin."

"Baiklah."

Sambil menunggu kedatangan Zoran, Gelya menggantung foto buyutnya di ruang tengah. Ia tak tahu kenapa mamanya menyembunyikan foto ini.

Mila pun akhirnya selesai merapikan kamarnya dan ia segera mandi.

"Apakah Zoran akan datang?" tanya Mila yang sudah selesai ganti pakaian. Nampaknya ia akan keluar.

"Iya. Bibi mau kemana?"

"Aku mau kumpul arisan dengan teman-teman kantor. Pulangnya mungkin sekitar jam 10 malam. Zoran temani kamu sampai bibi pulang ya?"

"Baik, bi."

Mila menatap ponakannya sambil tersenyum. "Gelya, kamu sama Zoran hubungannya sudah sampai mana?"

"Maksud bibi?"

"Dia kan bule. Mereka itu terbiasa pacaran bebas. Apakah Zoran sudah itu sama kamu?"

Wajah Gelya langsung berubah merah. "Bibi, kami baru ciuman bibir. Nggak lebih. Soalnya Zoran bilang kalau dia nggak akan mengambil sesuatu yang belum menjadi hak nya." Gelya tak mungkin mengatakan kalau Zoran sudah membuatnya melayang ke langit ketujuh tanpa merusak kesuciannya.

"Wah ..wah...., hebat dong. Bibi salut sama Zoran."

Pintu depan diketuk. Gelya yakin kalau Zoran yang datang. Ia pun segera membukanya dan wajah tampan vampire bule itu sudah menyambutnya.

"Bibi Mila, saya mau minta ijin. Besok, bolehkah saya mengajak Gelya keluar kota? Kami pulangnya hari minggu." Zoran langsung minta ijin.

Mila berpikir sejenak. Lalu ia mengangguk. "Asalkan jangan macam-macam dengan Gelya ya?"

Zoran mengangguk sedangkan Gelya hanya tertawa kecil. Mila adalah perempuan yang berpikiran modern. Makanya ia tak terlalu mengekang Gelya. Ia tahu ponakannya itu sudah dewasa dan pasti hormon-hormon dalam tubuhnya sudah menginginkan sesuatu yang berhubungan dengan hubungan intim.

Mila pun pergi dan meninggalkan Gelya dan Zoran sendiri di rumah.

"Zo, memangnya kita akan kemana?" tanya Gelya.

"Rahasia."

"Kok main rahasia sih?"

Zoran menatap Gelya sambil tersenyum. Ia memeluk Gelya dari belakang. Keduanya memang sedang berdiri di dekat jendela sambil menatap kepergian Mila. "Aku ingin 2 hari ini ada sesuatu yang istimewa."

"Memangnya ada yang spesial?" tanya Gelya sambil memegang tangan Zoran yang melingkar di pinggangnya.

"Ada. Tapi nanti saja di sana."

Gelya menyandarkan kepalanya di dada Zoran. "Aku jadi penasaran. Kita perginya besok malam?"

"Nggak, sayang. Kita perginya besok sore. Sekitar jam 3 pak Tarno akan menjemputmu di sini."

Gelya membalikan badannya. "Tapi kan itu masih siang. Matahari masih bersinar."

"Aku akan menggunakan mobilku yang anti cahaya. Aku juga akan memakai baju tebal dan penutup kepala. Besok cuaca akan hujan mulai siang."

"Kok kamu tahu?"

"Itulah gunanya prakiraan cuaca." Zoran mencolek hidung Gelya. "Bagaimana tanganmu?"

Gelya menunjukan tangannya yang sudah sembuh. Bahkan bekasnya pun tak ada. "Hanya 3 hari saja dan sudah sembuh."

"Saat racun dracula itu dikeluarkan dari lukamu, maka secara otomatis luka itu akan sembuh sendiri." Zoran mengusap lengan Gelya.

"Geli sayang....!" Gelya menarik tangannya. Zoran jadi tertawa. Ia langsung memegang tengkuk Gelya dan mencium bibir gadis itu dengan sangat lembut.

Untuk sesaat keduanya larut dalam kemesraan. Saat Zoran melepaskan ciumannya , untuk memberikan ruang bagi Gelya menarik napas, mata lelaki itu menatap foto yang digantung oleh Gelya.

"Sayang, ini foto siapa?" tanya Zoran lalu mendekat ke arah dinding tempat foto itu digantung.

"Oh, ini foto kakek dan nenek buyutku. Aku menemukan tadi di kamar bibi Mila."

Zoran menatap pasangan suami istri yang duduk dan dikelilingi oleh anak-anaknya. "Mereka orang Rumania?"

"Ya. Orang Rumania. Kok kamu bisa tahu? Kata bibi, ini adalah kakak beradik dari opa ku. Yang duduk di tengah itu adalah orang tua mereka."

"Kakek buyutmu pernah menolong aku."

"Ha?" Gelya terkejut.

"Waktu itu aku terluka karena terkena pecahan perak. Untungnya hanya mengenai kakiku. Kakek buyutmu itu membuka pintu rumahnya untuk aku walaupun dia tahu kalau aku adalah seorang vampire. Dia menyembunyikan aku di gudang anggur yang gelap dan merawat lukaku."

"Benarkah?"

"Berarti nama belakang keluargamu adalah Boldan?"

"Ya. Nama lengkap ku adalah Gelya Faradina Boldan. Faradina itu adalah nama nenekku. Ibu dari ayahku. Aku tak tahu kalau nama belakangku itu asalnya dari Rumania."

Zoran mengajak Gelya untuk duduk. "Di zaman itu, keluarga Boldan adalah keluarga suci. Kaum Dracula entah kenapa sangat menghormati mereka."

"Oh ya?"

"Aku tinggal di Rumania selama 30 tahun. Makanya aku tahu." Zoran memegang kedua tangan Gelya. "Siapa yang sangka, aku sekarang bersama dengan generasi keempat keluarga Boldan?"

"Apakah mungkin kita telah ditakdirkan bersama?"

Zoran hanya tersenyum. Senyum yang penuh misteri. Ia mengecup kedua tangan Gelya secara bergantian. "Aku berjanji akan menjaga kamu, sayang."

"Aku tahu."

"Kalau kamu adalah keturunan Boldan kenapa namamu justru dari Rusia?"

"Aku dilahirkan di Rusia."

"Oh...?"

"Kata mamaku, aku dilahirkan pada saat mama dan papa dalam perjalanan ke rumah sakit. Aku lahir dalam mobil. Tepat di saat itu ada meteor yang jatuh tak jauh dari mobil mereka. Papa ku berpikir kalau aku sudah mati saat itu karena aku tak menangis. Namun saat mereka tiba di rumah sakit, dinyatakan masih hidup. Walaupun saat lahir aku sama sekali tak menangis."

Zoran terkejut mendengar kisah kelahiran Gelya. Kini ia tahu kenapa Gelya diinginkan oleh semua vampire. Dan itu yang membuat Zoran takut kalau Gelya akan tahu kebenaran yang sebenarnya. Tentang siapa dirinya dan yang mampu dilakukannya.

"Ada apa? Kok melamun sih?" tanya Gelya sambil meremas tangan Zoran.

Zoran kembali mencium Gelya. Kali ini dengan ciuman yang panas dan penuh gairah. Keduanya begitu karut dalam balutan gairah yang membara. Kali ini Zoran membiarkan Gelya menyentuh miliknya yang paling sensitif.

Dari balik jendela kaca yang tirainya terbuka sedikit, ada sepasang mata yang tajam melihat mereka. Seorang perempuan dengan dandanan yang seksi. Kukunya dicat berwarna ungu. Ada taring yang keluar dari mulutnya. "Aku akan menghabisi mu, Gelya." katanya pelan lalu segera terbang meninggalkan tempat itu.

**********

Makin penasaran aja kan dengan masa lalu keluarga Gelya ?

Terpopuler

Comments

neng ade

neng ade

seharus nya Gelya juga bilang tentang kotak itu yg dari mama nya siapa tau Zoran bisa membuka nya.. semoga Zoran juga yg akan memberitahu jati diri Gelya yang sebenar nya

2024-06-13

1

🦋bläckwìdöw🦋

🦋bläckwìdöw🦋

mimpi ajalah kau..huh..Gelya tu pemeran utama..gak mungkinlah bisa kau bunuh

2024-04-23

1

Eka elisa

Eka elisa

waduh... spa tuh... musuh mu pada muncul smnjak knl zoo.... glya pdhl tdi nya... adem ayem aja....

2024-04-21

2

lihat semua
Episodes
1 Sesuatu yang Aneh
2 Tatapan Matanya
3 Pernyataan Cinta
4 Lelaki Misterius
5 Kencan Pertama
6 Seperti Dejavu
7 Cinta atau Bukan?
8 Menjauh
9 Rindu
10 Darah Perawan
11 Manisnya Cinta
12 Serangan
13 Kerja sama Zoran dan Zein
14 Silsilah Keluarga
15 Kejutan di Awal Bahagia
16 Patah Hati
17 Keras Hati Gelya
18 Cinta Itu Gila
19 Semakin Menjauh
20 Belum Saatnya Berpisah
21 Siapa Gelya yang sebenarnya?
22 Siap Melepaskan
23 Miliki Aku Seutuhnya
24 Bulan Madu Yang Romantis
25 Indahnya Kebersamaan
26 Saat Bulan Purnama
27 Status Berubah
28 Musuh Yang Dekat
29 Milik Zoran
30 Ada Yang Berubah
31 Mencari Tahu
32 Hampir Saja.
33 Pergi Ke Rumania
34 Satu Rahasia Terkuak
35 Membingungkan.
36 Death or love
37 Sepi Tanpamu
38 Hari Wisuda
39 Kita Harus Pergi
40 Keinginan Untuk Hamil
41 Bahaya yang Mengintip
42 Kegelapan Menerpa
43 Ada Yang Berkhianat
44 Terjebak
45 Sebuah Pengorbanan
46 Akhirnya Damai
47 Mungkin Ini Jalan Terbaik
48 Apapun Juga Keinginanmu
49 Tak Bisa Di Hadapanmu
50 Maukah Kau Menikah Denganku?
51 Menjadi Suami dan Istri
52 2 Minggu vs 6 minggu
53 Hamil 2 Anak
54 Ada Yang Baru
55 Anak Ketiga
56 Apakah Benar?
57 Cinta Itu Tetap Ada
58 Darahku Untukmu
59 Menghabiskan Waktu
60 Pemberitahuan
61 Pergi Dalam Damai
62 Demi Hidupmu
63 Perasaan Tak Pernah Salah
64 Sebelum Kematian Zoran
65 2 Lelaki Yang Saling Berkorban
66 Cinta Yang Tak Pernah Mati
67 Sentuhan Manis
68 Penghuni Ruang Bawah Tanah
69 Aku Tahu Siapa Kamu
70 Anneth
71 Sama-Sama Ingin
72 Ini Bukan Napsu tapi tentang Perasaan.
73 Kalian Harus Berpisah
74 Pilihan Mami
75 Hati Seorang Ibu
76 Menua Ditemani Olehmu
77 Jika Kau tak ada Aku pun tak ada
Episodes

Updated 77 Episodes

1
Sesuatu yang Aneh
2
Tatapan Matanya
3
Pernyataan Cinta
4
Lelaki Misterius
5
Kencan Pertama
6
Seperti Dejavu
7
Cinta atau Bukan?
8
Menjauh
9
Rindu
10
Darah Perawan
11
Manisnya Cinta
12
Serangan
13
Kerja sama Zoran dan Zein
14
Silsilah Keluarga
15
Kejutan di Awal Bahagia
16
Patah Hati
17
Keras Hati Gelya
18
Cinta Itu Gila
19
Semakin Menjauh
20
Belum Saatnya Berpisah
21
Siapa Gelya yang sebenarnya?
22
Siap Melepaskan
23
Miliki Aku Seutuhnya
24
Bulan Madu Yang Romantis
25
Indahnya Kebersamaan
26
Saat Bulan Purnama
27
Status Berubah
28
Musuh Yang Dekat
29
Milik Zoran
30
Ada Yang Berubah
31
Mencari Tahu
32
Hampir Saja.
33
Pergi Ke Rumania
34
Satu Rahasia Terkuak
35
Membingungkan.
36
Death or love
37
Sepi Tanpamu
38
Hari Wisuda
39
Kita Harus Pergi
40
Keinginan Untuk Hamil
41
Bahaya yang Mengintip
42
Kegelapan Menerpa
43
Ada Yang Berkhianat
44
Terjebak
45
Sebuah Pengorbanan
46
Akhirnya Damai
47
Mungkin Ini Jalan Terbaik
48
Apapun Juga Keinginanmu
49
Tak Bisa Di Hadapanmu
50
Maukah Kau Menikah Denganku?
51
Menjadi Suami dan Istri
52
2 Minggu vs 6 minggu
53
Hamil 2 Anak
54
Ada Yang Baru
55
Anak Ketiga
56
Apakah Benar?
57
Cinta Itu Tetap Ada
58
Darahku Untukmu
59
Menghabiskan Waktu
60
Pemberitahuan
61
Pergi Dalam Damai
62
Demi Hidupmu
63
Perasaan Tak Pernah Salah
64
Sebelum Kematian Zoran
65
2 Lelaki Yang Saling Berkorban
66
Cinta Yang Tak Pernah Mati
67
Sentuhan Manis
68
Penghuni Ruang Bawah Tanah
69
Aku Tahu Siapa Kamu
70
Anneth
71
Sama-Sama Ingin
72
Ini Bukan Napsu tapi tentang Perasaan.
73
Kalian Harus Berpisah
74
Pilihan Mami
75
Hati Seorang Ibu
76
Menua Ditemani Olehmu
77
Jika Kau tak ada Aku pun tak ada

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!