Menjauh

Hari ini Mila pulang. Gelya sudah membereskan barang-barang yang akan mereka bawa pulang bahkan sudah membereskan administrasi nya. Tak ada biaya yang keluar karena semuanya ditanggung oleh asuransi dari pihak bank.

"Aku pesan taxi dulu ya, bi?" kata Gelya lalu segera keluar ruangan. Sebenarnya ia ingin meminta tolong pada Zoran. Namun lagi-lagi ponsel cowok itu tak aktif.

"Gelya?" sapa Zein saat ia berpapasan dengan Gelya di depan lobby rumah sakit.

"Eh dokter Zein."

"Bibi kamu sudah boleh pulang kan?"

"Iya, dok. Ini sedang mencari taxi."

"Sama aku saja. Sekalian aku mau pulang rumah."

"Tapi dokter, aku tidak mau merepotkan."

"Tidak merepotkan. Aku baca alamat kalian, searah denganku." kata Zein lalu menyebutkan alamat rumahnya.

"Apakah tidak merepotkan?"

"Sama sekali tidak."

Gelya sebenarnya merasa tak enak namun dokter Zein meyakinkan dirinya bahwa semua baik-baik saja.

Dokter tampan itu pun mengantarkan mereka ke rumah Mila.

"Jangan lupa kontrol di rumah sakit minggu depan. Nanti SMS aku saja biar ku berikan nomor antrian yang paling pertama." kata Zein sambil memberikan kartu namanya.

"Terima kasih, dokter." kata Mila dan Gelya hampir bersamaan. Keduanya masuk ke dalam rumah setelah mobil sang dokter meninggalkan halaman rumah mereka.

"Sepertinya dokter itu suka padamu, Gelya." ujar Mila saat mereka sudah ada di dalam rumah.

"Bibi bisa saja. Dia dokter tampan dan nampaknya bukan orang sembarang. Lihat saja mobilnya Mustang sport."

Mila menatap ponakannya. "Kamu cantik, Gel. Tatapan mata dokter itu berbinar setiap kali melihatmu. Dia seperti artis Korea."

"Bibi ini ..., buat aku geer saja."

Mila tertawa melihat wajah ponakannya menjadi merah. "Ah, bibi lupa, kamu sudah punya Zoran."

Gelya tak menanggapi ucapan bibinya. Ia bergegas mandi dan akan ke kampus. Sekarang masih jam 10 pagi dan Gelya masih punya waktu untuk ketemu dengan dosennya dan setelah itu dilanjutkan ke mini market tempatnya bekerja.

**********

Hari ini, Gelya akan bekerja sampai jam 10 malam. Ia berharap akan berjumpa dengan Zoran namun sampai jam 10 malam, ponsel lelaki itu belum aktif.

Gelya pun pulang malam itu dengan hati yang sedikit kecewa. Bibinya sendiri sudah tidur saat Gelya tiba. Dan Lelaki bule teman bibinya itu tak datang pula.

Sampai pada hari ketiga, Zoran tak ada kabarnya. Gelya menjadi gelisah karena ponsel lelaki itu tak juga aktif.

Sore ini, selesai dari tempat kerjanya Gelya memutuskan untuk mencari Zoran di rumahnya.

Rumah itu nampak sepi dan pagarnya tertutup rapat. Gelya menekan bel pintu yang ada di samping kanan pilar pagar. Namun tetap tak ada jawaban. Rumah itu nampak sepi.

Gelya melirik jam tangannya. Sekarang sudah jam setengah enam sore. Bukankah Zoran mengatakan kalau ia pulang kerja jam 5 sore? Gelya pun memutuskan agar menunggu Zoran. Lagi pula bibi Mila sedang tugas ke luar daerah. Gelya sendiri selama 2 malam ini.

Di dalam rumah, seorang pria pribumi sudah menyelesaikan pekerjaannya membersihkan rumah. Ia menggunakan seragam pelayanan pada umumnya, kemeja putih dan celana hitam. Di kulkas sudah ada 2 gelas yang berisi darah.

"Ayah, gadis itu masih menunggu." seorang cowok remaja muncul dari ruangan dapur.

"Kita tunggu tuan bangun."

Tak lama kemudian, Zoran muncul dari ruang bawa tanah.

"Ada apa pak Tarno?" tanya Zoran sambil membuka kulkas dan langsung meminum darah yang disiapkan Tarno.

"Ada seorang gadis yang menunggu di depan pintu pagar. Dia terus membunyikan bel pintu."

Zoran melihat ke TV pantau CCTV. Ia kaget melihat Gelya ada di sana.

"Pak Tarno, silahkan pulang. Katakan pada gadis yang ada di depan kalau aku sedang keluar kota dan nanti pulang minggu depan."

"Baik, tuan." pak Tarno segera memanggil putranya untuk segera pulang ke rumah mereka.

Gelya yang masih berdiri di depan pintu pagar segera menoleh ke arah pagar yang terbuka.

"Maaf, neng. Lagi cari siapa ya?" tanya pak Tarno.

"Zoran. Aku temannya Zoran."

"Tuan Zoran sedang ke luar kota. Pulangnya nanti minggu depan."

"Oh, gitu ya." Gelya terlihat kecewa. Ia pun segera pergi. Matanya masih menatap ke arah rumah Zoran sebentar sebelum kakinya melangkah pergi.

Di dalam rumah, Zoran hanya bisa menatap kepergian Gelya dengan tatapan yang dingin. Dia ingat apa yang terjadi semalam saat pulang dari rumah sakit......

Zoran mendekati Jave dengan gerakan sangat cepat. Taringnya keluar seiring dengan matanya menyala.

"Sudah ku katakan kalau aku jauh lebih tua darimu dan kekuatan ku lebih besar darimu. Kamu hanya vampire berusia 700 tahun yang yang cengeng dan bodoh!" tangan Zoran sudah berada di dada Jave. Ia sudah siap mengambil jantung Jave untuk mengakhiri keabadian pria itu. Namun tiba-tiba saja sekelebat bayangan muncul dan memukul mundur Jave dan Zoran sampai akhirnya keduanya terlempar.

Sosok itu adalah Laura. Vampire yang sudah menciptakan Zoran, mantan kekasih Zoran dan juga adalah salah satu pimpinan tertinggi vampire dunia.

"Kalian sudah gila? Mau saling bunuh hanya karena gadis itu?" tanya Laura sambil berkacak pinggang. "Memangnya kalian mau kalau identitas kalian terbongkar? Tinggalkan negara ini atau aku harus melenyapkan gadis itu dan bibinya."

"Laura, Jave yang mengacau dengan membangun hubungan dengan manusia terlebih dulu. Aku justru hanya melindungi gadis itu." kata Zoran membela dirinya.

Laura memegang kerak kemeja Jave. "Malam ini, kamu ikut dengan ku ke Singapura. Dan kamu Zoran, demi kebaikanmu sendiri dan juga gadis itu, jauhi dia."

"Kamu cemburu pada gadis itu, Laura? Setelah selama ini kamu menjadi satu-satunya wanita yang Zoran kagumi, dia akhirnya berpaling?" Jave mengejek Laura. Namun Laura segera pergi sambil menarik Jave dengannya.

Zoran merasa lega karena akhirnya Jave tak mengatakan apapun mengenai apa tujuan Zoran dan Jave mendekati keluarga Mila.

**********

Gelya tidak bisa tidur setelah ia kembali bermimpi bercinta dengan Zoran di ruang tamunya. Kalau pada mimpi-mimpi sebelumnya wajah Zoran tak begitu jelas namun kali ini wajah lelaki itu sangat jelas. Zoran lah lelaki yang selama ini bersamanya.

Dan kali ini Gelya merasakan bahwa sesuatu yang basah kembali ada di antara kakinya. Bibir dingin Zoran seakan begitu nyata menyentuh bibir Gelya.

Perlahan gadis itu turun dari ranjang. Ia merasa sangat haus seolah baru menghabiskan tenaga yang sangat besar. Kakinya melangkah ke dapur untuk menemukan air.

Setelah menghabiskan 2 gelas, Gelya pun memutuskan untuk duduk di ruang tengah. Ia menyalahkan lampu dan juga menyalahkan TV. Jarum jam sudah menunjukan pukul setengah tiga subuh.

Ia tiba-tiba mengecilkan suara TV saat dirasakannya kalau ada orang yang berjalan mengelilingi rumahnya. Jantung Gelya langsung berdetak sangat cepat. Ia mencoba mengintip dari jendela kaca dan ia memang sepertinya melihat ada sekelebat bayangan yang melintas.

"Apa itu? Orang atau hantu?" Gelya bertanya pada dirinya sendiri.

Tak lama kemudian, Gelya mendengar ada ketukan di pintu depan. Jantung gadis itu berdetak kencang. Ia ingat dengan ketukan di pintu yang menyebabkan sang bibi harus terluka.

"Siapa itu?" tanya Gelya dari balik pintu. Ia sudah memegang sebuah balok yang baru saja ditemukannya di dekat pintu dapur.

"Gelya, buka pintu!" terdengar suara seperti suara bibinya. Gelya hampir saja membukanya namun gadis itu menahan tangannya yang akan membuka pintu. Dia ingat kalau bibinya bawa mobil dan ia tak mendengar suara mobil.

"Gelya ....sayang.....!" pintu diketuk lagi. Gelya perlahan mengintip lagi. Dan dia tak melihat seorang pun di depan pintu. Fix, ini hantu.

Gelya berlari ke kamarnya. Ia mengambil ponselnya. Orang pertama yang dia telepon Zoran. Entah kenapa dia menelpon Zoran dan panggilannya langsung tersambung. Sayangnya, panggilan Gelya tak diangkat.

"Zoran, please...help me. Ada orang yang mengetuk pintu. Bersuara seperti bibiku namun bibiku ada di kursi kota. Aku sangat takut." ujar Gelya mengirim pesan suara.

Ketukan di pintu depan terdengar kembali. Gelya kembali berdiri di depan pintu.

"Pergi kamu! Aku tahu kalau kamu mahluk yang sama yang menyakiti bibi ku. Pergi....!" teriak Gelya walaupun sebenarnya ia sedang gemetaran.

Sunyi......sepi....suara itu menghilang.

"Gelya....!" terdengar suara Zoran.

Gelya mengintip dari balik jendela. Itu memang Zoran. Ia langsung membuka pintu dan memeluk pria itu sambil menangis.

"Zoran, aku takut!" ujar Gelya.

"Ayo masuk! Tak aman berada di luar!" Zoran mengajak Gelya masuk. Zoran langsung mengunci pintu. Keduanya duduk di sofa. Zoran melepaskan tangan Gelya yang memegang tangannya.

"Kamu akan baik-baik saja jika tetap ada di dalam rumah. Jangan membuka pintu jika ada yang mengetuk." kata Zoran.

Gelya tiba-tiba ingat sesuatu. "Kata pelayan yang ada di rumahmu, kamu ada di luar kota. Kenapa tiba-tiba ada di sini?"

"Aku sebenarnya tidak ada di rumah. Aku yang meminta pelayan ku untuk mengatakan padamu demikian."

"Tapi kenapa? Kamu tiba-tiba saja menghilang. Tak ada kabar. Semua pesanku kamu abaikan. Salah aku apa?"

"Sebaiknya kita tak bersama lagi."

Gelya terkejut. "Tapi....tapi kenapa?"

"Aku tak baik untukmu." Zoran berdiri.

"Zoran, aku tak mengerti!" Gelya menyusul langkah Zorna yang akan pergi.

"Lebih baik seperti itu, Gelya!"

"Aku pikir kamu berbeda. Aku pikir kamu tak akan pernah menyakiti aku. Ternyata hanya seperti itu cintamu. Mengapa kamu membuat ku jatuh cinta padamu namun pada akhirnya melepaskan aku begitu saja? Apakah memang sifat mu seperti itu?"

Zoran menatap Gelya. "Memang seperti itulah aku." Lalu lelaki itu langsung pergi.

"I hate you, Zoran!" teriak Gelya lalu membanting pintu dengan sangat keras. Ia benci kepada Zoran.

**************

Vampire penipu....!!

Terpopuler

Comments

panty sari

panty sari

Laura mantannya Zoran pimpinan vampir gimna yg gelya manusia biasa sekali gigit nanti malah mati

2024-12-25

0

ˢ⍣⃟ₛ 𝐀⃝🥀💜⃞⃟𝓛 Jibril Adinda

ˢ⍣⃟ₛ 𝐀⃝🥀💜⃞⃟𝓛 Jibril Adinda

lebih baik gk berhubungan dg zoran daripada berbahaya

2024-04-24

1

Eka elisa

Eka elisa

ma.. zen aj glya... zo.. emng gk pnts buat kmu klian beda alam...

2024-04-18

2

lihat semua
Episodes
1 Sesuatu yang Aneh
2 Tatapan Matanya
3 Pernyataan Cinta
4 Lelaki Misterius
5 Kencan Pertama
6 Seperti Dejavu
7 Cinta atau Bukan?
8 Menjauh
9 Rindu
10 Darah Perawan
11 Manisnya Cinta
12 Serangan
13 Kerja sama Zoran dan Zein
14 Silsilah Keluarga
15 Kejutan di Awal Bahagia
16 Patah Hati
17 Keras Hati Gelya
18 Cinta Itu Gila
19 Semakin Menjauh
20 Belum Saatnya Berpisah
21 Siapa Gelya yang sebenarnya?
22 Siap Melepaskan
23 Miliki Aku Seutuhnya
24 Bulan Madu Yang Romantis
25 Indahnya Kebersamaan
26 Saat Bulan Purnama
27 Status Berubah
28 Musuh Yang Dekat
29 Milik Zoran
30 Ada Yang Berubah
31 Mencari Tahu
32 Hampir Saja.
33 Pergi Ke Rumania
34 Satu Rahasia Terkuak
35 Membingungkan.
36 Death or love
37 Sepi Tanpamu
38 Hari Wisuda
39 Kita Harus Pergi
40 Keinginan Untuk Hamil
41 Bahaya yang Mengintip
42 Kegelapan Menerpa
43 Ada Yang Berkhianat
44 Terjebak
45 Sebuah Pengorbanan
46 Akhirnya Damai
47 Mungkin Ini Jalan Terbaik
48 Apapun Juga Keinginanmu
49 Tak Bisa Di Hadapanmu
50 Maukah Kau Menikah Denganku?
51 Menjadi Suami dan Istri
52 2 Minggu vs 6 minggu
53 Hamil 2 Anak
54 Ada Yang Baru
55 Anak Ketiga
56 Apakah Benar?
57 Cinta Itu Tetap Ada
58 Darahku Untukmu
59 Menghabiskan Waktu
60 Pemberitahuan
61 Pergi Dalam Damai
62 Demi Hidupmu
63 Perasaan Tak Pernah Salah
64 Sebelum Kematian Zoran
65 2 Lelaki Yang Saling Berkorban
66 Cinta Yang Tak Pernah Mati
67 Sentuhan Manis
68 Penghuni Ruang Bawah Tanah
69 Aku Tahu Siapa Kamu
70 Anneth
71 Sama-Sama Ingin
72 Ini Bukan Napsu tapi tentang Perasaan.
73 Kalian Harus Berpisah
74 Pilihan Mami
75 Hati Seorang Ibu
76 Menua Ditemani Olehmu
77 Jika Kau tak ada Aku pun tak ada
Episodes

Updated 77 Episodes

1
Sesuatu yang Aneh
2
Tatapan Matanya
3
Pernyataan Cinta
4
Lelaki Misterius
5
Kencan Pertama
6
Seperti Dejavu
7
Cinta atau Bukan?
8
Menjauh
9
Rindu
10
Darah Perawan
11
Manisnya Cinta
12
Serangan
13
Kerja sama Zoran dan Zein
14
Silsilah Keluarga
15
Kejutan di Awal Bahagia
16
Patah Hati
17
Keras Hati Gelya
18
Cinta Itu Gila
19
Semakin Menjauh
20
Belum Saatnya Berpisah
21
Siapa Gelya yang sebenarnya?
22
Siap Melepaskan
23
Miliki Aku Seutuhnya
24
Bulan Madu Yang Romantis
25
Indahnya Kebersamaan
26
Saat Bulan Purnama
27
Status Berubah
28
Musuh Yang Dekat
29
Milik Zoran
30
Ada Yang Berubah
31
Mencari Tahu
32
Hampir Saja.
33
Pergi Ke Rumania
34
Satu Rahasia Terkuak
35
Membingungkan.
36
Death or love
37
Sepi Tanpamu
38
Hari Wisuda
39
Kita Harus Pergi
40
Keinginan Untuk Hamil
41
Bahaya yang Mengintip
42
Kegelapan Menerpa
43
Ada Yang Berkhianat
44
Terjebak
45
Sebuah Pengorbanan
46
Akhirnya Damai
47
Mungkin Ini Jalan Terbaik
48
Apapun Juga Keinginanmu
49
Tak Bisa Di Hadapanmu
50
Maukah Kau Menikah Denganku?
51
Menjadi Suami dan Istri
52
2 Minggu vs 6 minggu
53
Hamil 2 Anak
54
Ada Yang Baru
55
Anak Ketiga
56
Apakah Benar?
57
Cinta Itu Tetap Ada
58
Darahku Untukmu
59
Menghabiskan Waktu
60
Pemberitahuan
61
Pergi Dalam Damai
62
Demi Hidupmu
63
Perasaan Tak Pernah Salah
64
Sebelum Kematian Zoran
65
2 Lelaki Yang Saling Berkorban
66
Cinta Yang Tak Pernah Mati
67
Sentuhan Manis
68
Penghuni Ruang Bawah Tanah
69
Aku Tahu Siapa Kamu
70
Anneth
71
Sama-Sama Ingin
72
Ini Bukan Napsu tapi tentang Perasaan.
73
Kalian Harus Berpisah
74
Pilihan Mami
75
Hati Seorang Ibu
76
Menua Ditemani Olehmu
77
Jika Kau tak ada Aku pun tak ada

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!