Rindu

Bagaimana dengan aku terlanjur mencintaimu?

Yang datang beri harapan, lalu pergi dan menghilang

Tak terpikirkan olehmu, hatiku hancur kar'namu

Tanpa sedikit alasan, pergi tanpa berpamitan

Takkan kut'rima cinta sesaatmu

Sial-sialnya ku bertemu dengan cinta semu

Tertipu tutur dan caramu

Seolah cintaiku

Puas kaucurangi aku?

(sebait lagu milik "Mahalini" yang berjudul "Sial")

Entah sudah berapa kali Gelya memutar lagu itu. Suasana toko yang sepi karena sudah menunjukan pukul setengah dua belas malas, seakan melukiskan kesedihan hati Gelya yang merasa tersakiti karena ditinggalkan si bule tampan yang hanya selalu muncul di malam hari.

Hari ini, Gelya memilih menjaga toko dari jam 10 malam sampai pagi. Ia agak takut harus di rumah sendirian karena bibinya nanti pulang besok.

"Kamu baik-baik saja?" tanya Bobi yang baru saja keluar dari toilet.

"Ya."

"Kenapa wajahnya lesu seperti itu? Kayak orang patah hati saja. Atau memang kamu sedang patah hati?" tebak Bobi sambil menahan tawa.

"Siapa yang patah hati?" Gelya tersenyum. "Aku baik-baik saja."

"Terus, lagunya?"

"Mendengarkan lagu memangnya harus sesuai dengan suasana hati?"

"Soalnya kamu nggak kayak biasanya. Aku justru takut jika kamu patah hati. Masa gadis secantik ini harus ditinggalkan seorang cowok. Kecuali cowok itu rabun."

Gelya tertawa. Bobi selalu tahu menghiburnya.

"Makasi ya, kak. Kakak itu perhatian banget sama aku. Tenanglah, aku ini nggak mungkin patah hati." kata Gelya berusaha menghibur hatinya sendiri.

"Kalau gitu, ganti dengan lagu yang gembira. Supaya ngantuk nya hilang."

Gelya menganti lagu Mahalini dengan lagu country yang memang adalah kesukaan Bobi.

"Nah, gitu dong!"

Tak lama kemudian, ada pembeli yang datang. 2 orang laki-laki. Mereka membeli air mineral dan juga rokok. Setelah mereka ada juga pembeli yang datang. Seorang bapak-bapak berusia sekitar 40 tahun. Ia membeli popok dewasa dan juga susu khusus lansia.

Waktu sudah menunjukan pukul 2 dini hari.

Ponsel Bobi berbunyi. Bobi yang duduk sambil bersandar di dinding dekat kasir langsung menerima panggilan itu.

"Hallo...ya, ada apa ibu? Apa? Baik, Bu. Aku ke rumah sakit sekarang."

Gelya yang baru selesai membuat kopi menatap teman sekerjanya itu. "Ada apa, kak?"

"Istriku mau melahirkan. Maaf ya, aku harus meninggalkan kamu sendiri."

"Nggak masalah, kak. Pergilah! Sebentar lagi mau jadi ayah nih! Semangat !"

Bobi memakai jaketnya dengan terburu-buru. Ia menatap Gelya sebelum membuka pintu. "Waspadai vampire ya?"

Gelya hanya tertawa mendengar peringatan sahabatnya. Ia tak akan terpengaruh dengan mahluk itu.

Setengah jam setelah Bobi pergi, Gelya melihat ada 3 motor yang berhenti di depan toko. Gadis itu agak ciut juga karena melihat kalau mereka semua laki-laki, berjumlah 6 orang.

Gelya tahu kalau uang cash sudah dijemput tadi oleh supervisor. Yang ada di laci jumlahnya bahkan tak sampai satu juta. Tangannya sudah berada di dekat tombol merah. Itu alarm untuk memberi kode pada polisi.

Keenam laki-laki itu masuk. Bau alkohol langsung tercium.

"Hai cantik, sendirian ya?" sapa seorang diantara mereka. Lelaki yang tubuhnya paling besar.

"Nggak. Temanku sedang istirahat di dalam." Gelya menjawab tenang. "Selamat datang, selamat belanja!"

Yang lain langsung berpencar di lorong-lorong yang ada. Mereka datang dengan membawa belanjaan yang banyak. 2 keranjang penuh. Ada Snack, roti, kue, biskuit, minuman ringan.

Gelya dengan tenang menghitung belanjaan mereka walaupun ia dapat merasakan tatapan mesum dari para lelaki itu.

"Semuanya 674.500.,"

Lelaki yang pertama menyapa Gelya itu menatap Gelya. "Gratis ya, neng?"

Gelya langsung menahan kantong plastik berisi belanjaan mereka. "Maaf, tuan. Harus dibayar. Tak ada yang gratis di sini."

"Aow....! Aku suka perempuan yang berani. Apakah kamu masih perawan, sayang?" lelaki itu bermaksud akan mencolek pipi Gelya namun perempuan itu menepiskannya.

"Suka main kasar rupanya?" Salah satu diantara mereka langsung merebut kantong plastik berisi belanjaan itu dari tangan Gelya.

Namun bukan Gelya namanya kalau harus menyerah. Ia dengan cepat mengejar mereka sampai di tempat parkir.

"Kembalikan!" teriak Gelya lalu dengan cepat menerjang lelaki yang membawa belanjaan itu sampai akhirnya lelaki itu jatuh.

"Brengsek kamu!" lelaki itu terpancing amarah dan segera menyerang balik Gelya. Tapi Gelya sudah siap. Ia dengan beraninya melawan lelaki itu sampai akhirnya lelaki itu terjatuh.

"Wah, bisa bela diri juga kamu."

2 orang langsung maju dan berusaha menyerang Gelya. Gadis itu masih bisa bertahan. Namun saat salah satu diantara mereka mengeluarkan sebuah parang dari bagasi motornya, Gelya sedikit kaget dan kehilangan konsentrasi. Pada saat itulah, lelaki yang tubuhnya paling besar langsung memeluk Gelya dari belakang dan membekap mulut Gelya.

"Mari kita nikmati saja tubuh perawan nya ini." Ia bermaksud akan menyeret Gelya kembali ke dalam toko namun tiba-tiba saja, entah dari mana, muncul sekelebat bayangan hitam, yang dengan gerakan yang sangat cepat melumpuhkan keenam lelaki itu sampai mereka jatuh tak berdaya di lantai.

"Zoran?" Gelya kaget melihat siapa lelaki itu. Mata Zoran berwarna merah dan ada taring yang keluar di deretan gigi rahang atasnya.

Zoran memegang leher salah satu lelaki itu. "Tatap aku!" katanya pelan namun penuh perintah.

Lelaki itu menatapnya. Bahkan semua teman-temannya ikut menatap Zoran. "Kamu dan teman-teman mu, akan membayar semua belanjaan kalian bahkan memberi uang lebih pada nona penjaga itu. Kalian tidak akan pernah menginjakkan kaki di mini market ini lagi dan kalian akan berhenti berbuat nakal di mana saja kalian pergi dan berada."

"Baik." Lelaki itu membuka dompetnya dan mengeluarkan uang sejumlah 800 ribu. Ia melangkah mendekati Gelya lalu memberikan uang itu. "Maafkan kami nona."

Semua yang ada di sana meminta maaf pada Gelya. Mereka pun pergi dengan membawa belanjaan mereka.

Zoran kemudian memasukan taringnya kembali. Ia memang tak bisa mengontrol dirinya ketika marah dan mengeluarkan taringnya. Ia kemudian mendekati Gelya. Gadis itu hanya menatapnya dengan tatapan kosong dengan tangan yang bergetar. Zoran hanya menariknya masuk ke dalam toko. Dengan cepat lelaki itu menghapus beberapa bagian rekaman CCTV yang ada di halaman.

"Aku tak bisa menghipnotis kamu. Aku tak tahu kenapa. Namun aku berharap kamu akan melupakan malam ini. Karena inilah diriku yang sebenarnya." Zoran kemudian pergi meninggalkan Gelya.

Sementara Gelya masih berdiri di depan kasir sambil memegang uang yang diberikan oleh lelaki tadi.

Zoran seorang vampire? Gelya masih tak percaya.

*********

Tak ada yang tahu peristiwa penyerangan 6 orang lelaki itu pada Gelya. Gadis itu pun bersikap biasa saja keesokan paginya. Ia pulang dengan senyum manisnya seperti biasa.

Namun langkah Gelya justru ia arahkan ke rumah Zoran. Ia menatap pagar tinggi itu dan rumah yang nampaknya sepi.

"Cari siapa, neng? Saya adalah ketua RT di sini." Seorang bapak mendekati Gelya.

"Ini rumah siapa ya, pak? Saya sedang mencari rumah sahabat saya. Katanya di kompleks sini."

"Ini rumah seorang bule, neng. Namanya tuan Zoran apa gitu. Saya juga lupa dengan nama belakangnya. Tapi dia jarang ada di rumah. Katanya sih kerjanya keliling Indonesia. Ini hanya salah satu rumah singgahnya."

"Bapak pernah ketemu sama orangnya?"

"Ya. Sudah beberapa kali. Namun hanya malam hari saja karena siangnya tuan Zoran bekerja. Neng kan tahu perumahan di sini rata-rata berisi orang sibuk. Tetangga sama tetangga saja kadang nggak saling kenal."

"Oh, gitu ya? Mungkin saya salah alamat. Saya permisi dulu ya, pak. Selamat pagi." Gelya pun langsung pergi. Kenyataan bahwa Zoran adalah seorang vampire rasanya masih belum dipercayai nya. Gadis itu merasa pusing. Ia ingin tidur dan berharap saat bangun, semua kenyataan yang ia tahu tentang Zoran akan segera hilang. Ia ingin ini hanya mimpi.

**********

Mila tersenyum melihat bibinya yang baru saja tiba.

"Capek ya, bi?"

"Iya. Menyetir mobil sendiri selama 5 jam. Bibi mau mandi terus tidur."

"Nggak makan dulu, bi? Aku masak lho."

Mila menggeleng. "Tadi sempat mampir makan di jalan. Sekarang hanya ingin tidur saja."

Mila mengambil tas baju milik bibinya. Ia segera membawanya ke belakang. Tak lama kemudian Mila keluar kamar hanya menggunakan kimono handuk. Ia mandi dan kembali lagi ke kamarnya. Saat Gelya melihatnya, Mila sudah tertidur.

Gadis itu menutup tirai jendela kamar bibinya, mematikan lampu kamar lalu menutup pintunya.

Waktu masih menunjukan pukul 8 malam. Gelya sendiri sudah makan dan dia bingung tak tahu harus buat apa. Besok hari Sabtu dan Gelya masuk kerja nanti jam 3 sore.

Sambil duduk di ruang tamu, Gelya mengingat kembali kejadian semalam. Kenyataan bahwa lelaki itu seorang vampire, tak membuat Gelya takut. Jujur, hatinya merindukan Zoran.

Sepanjang hari ini, Gelya sebenarnya sudah berusaha membunuh perasaannya. Namun tetap saja ia tak mampu.

Perlahan gadis itu berdiri. Rasa rindu ini membuatnya begitu ingin mencari Zoran. Gelya kembali memeriksa keadaan bibinya yang nampak sangat terlelap. Ia keluar dari pintu depan dan menguncinya. Lalu kakinya melangkah menuju ke tempat tinggal Zoran.

Hanya membutuhkan waktu 10 menit berjalan kaki untuk tiba di depan rumah Zoran. Rumah yang letaknya agak jauh dari para tetangga.

Gelya berdiri di depan pintu pagar. Pandangannya tertuju pada CCTV yang nampak mengintip dari salah satu pilar pagarnya.

Gelya terus berdiri di sana sambil sesekali memencet tombol bel yang ada di sana.

1 jam berlalu, dan Zoran belum juga muncul

2 jam berlalu, Zoran tak juga muncul.

Kaki Gelya terasa mulai sakit. Hatinya semakin hancur saat menyadari bahwa Zoran mungkin tak menginginkannya.

Hujan pun mulai turun. Gelya mulai merasakan bahwa ada seseorang yang sedang memperhatikannya. Namun ia yakin kalau itu bukan Zoran.

Hujan semakin deras...

Gelya mulai kedinginan. Rambutnya mulai basah. Ia pun mulai merasakan kalau sesuatu yang mengintainya kini semakin dekat.

Jantung Gelya mulai berdetak kencang saat ia mencium sesuatu yang berbau amis. Matanya mulai mencari ke sana ke mari. Dan Gelya melihat sesosok mahluk yang berdiri tak jauh di hadapannya. Seperti mahluk yang diintipnya ada di depan rumahnya 2 hari yang lalu. Saat mahluk itu berjalan perlahan mendekati Gelya, dan hujan yang turun pun semakin deras, pagar rumah Zoran tiba-tiba saja terbuka. Ada sesuatu yang bergerak cepat membawa Gelya masuk ke dalam halaman, dan langsung ke rumah Zoran.

**********

Kehidupan Gelya mulai menjadi incaran makhluk-makhluk aneh guys...

Terpopuler

Comments

+62 88

+62 88

Kwkwkwkwkwkwkwk 😭

2024-12-01

0

Eka elisa

Eka elisa

wduh smnjk knl zo.. idup mu dlm bhya glya... dn ada ssuatu yg bgtu mnarik prhtian mreka di didi kmu glya...

2024-04-18

3

Eka elisa

Eka elisa

waduh premn... kismin ini msk blnja gk mau bayar.. hyoo.. hmps mreka ke neraka glya...

2024-04-18

2

lihat semua
Episodes
1 Sesuatu yang Aneh
2 Tatapan Matanya
3 Pernyataan Cinta
4 Lelaki Misterius
5 Kencan Pertama
6 Seperti Dejavu
7 Cinta atau Bukan?
8 Menjauh
9 Rindu
10 Darah Perawan
11 Manisnya Cinta
12 Serangan
13 Kerja sama Zoran dan Zein
14 Silsilah Keluarga
15 Kejutan di Awal Bahagia
16 Patah Hati
17 Keras Hati Gelya
18 Cinta Itu Gila
19 Semakin Menjauh
20 Belum Saatnya Berpisah
21 Siapa Gelya yang sebenarnya?
22 Siap Melepaskan
23 Miliki Aku Seutuhnya
24 Bulan Madu Yang Romantis
25 Indahnya Kebersamaan
26 Saat Bulan Purnama
27 Status Berubah
28 Musuh Yang Dekat
29 Milik Zoran
30 Ada Yang Berubah
31 Mencari Tahu
32 Hampir Saja.
33 Pergi Ke Rumania
34 Satu Rahasia Terkuak
35 Membingungkan.
36 Death or love
37 Sepi Tanpamu
38 Hari Wisuda
39 Kita Harus Pergi
40 Keinginan Untuk Hamil
41 Bahaya yang Mengintip
42 Kegelapan Menerpa
43 Ada Yang Berkhianat
44 Terjebak
45 Sebuah Pengorbanan
46 Akhirnya Damai
47 Mungkin Ini Jalan Terbaik
48 Apapun Juga Keinginanmu
49 Tak Bisa Di Hadapanmu
50 Maukah Kau Menikah Denganku?
51 Menjadi Suami dan Istri
52 2 Minggu vs 6 minggu
53 Hamil 2 Anak
54 Ada Yang Baru
55 Anak Ketiga
56 Apakah Benar?
57 Cinta Itu Tetap Ada
58 Darahku Untukmu
59 Menghabiskan Waktu
60 Pemberitahuan
61 Pergi Dalam Damai
62 Demi Hidupmu
63 Perasaan Tak Pernah Salah
64 Sebelum Kematian Zoran
65 2 Lelaki Yang Saling Berkorban
66 Cinta Yang Tak Pernah Mati
67 Sentuhan Manis
68 Penghuni Ruang Bawah Tanah
69 Aku Tahu Siapa Kamu
70 Anneth
71 Sama-Sama Ingin
72 Ini Bukan Napsu tapi tentang Perasaan.
73 Kalian Harus Berpisah
74 Pilihan Mami
75 Hati Seorang Ibu
76 Menua Ditemani Olehmu
77 Jika Kau tak ada Aku pun tak ada
Episodes

Updated 77 Episodes

1
Sesuatu yang Aneh
2
Tatapan Matanya
3
Pernyataan Cinta
4
Lelaki Misterius
5
Kencan Pertama
6
Seperti Dejavu
7
Cinta atau Bukan?
8
Menjauh
9
Rindu
10
Darah Perawan
11
Manisnya Cinta
12
Serangan
13
Kerja sama Zoran dan Zein
14
Silsilah Keluarga
15
Kejutan di Awal Bahagia
16
Patah Hati
17
Keras Hati Gelya
18
Cinta Itu Gila
19
Semakin Menjauh
20
Belum Saatnya Berpisah
21
Siapa Gelya yang sebenarnya?
22
Siap Melepaskan
23
Miliki Aku Seutuhnya
24
Bulan Madu Yang Romantis
25
Indahnya Kebersamaan
26
Saat Bulan Purnama
27
Status Berubah
28
Musuh Yang Dekat
29
Milik Zoran
30
Ada Yang Berubah
31
Mencari Tahu
32
Hampir Saja.
33
Pergi Ke Rumania
34
Satu Rahasia Terkuak
35
Membingungkan.
36
Death or love
37
Sepi Tanpamu
38
Hari Wisuda
39
Kita Harus Pergi
40
Keinginan Untuk Hamil
41
Bahaya yang Mengintip
42
Kegelapan Menerpa
43
Ada Yang Berkhianat
44
Terjebak
45
Sebuah Pengorbanan
46
Akhirnya Damai
47
Mungkin Ini Jalan Terbaik
48
Apapun Juga Keinginanmu
49
Tak Bisa Di Hadapanmu
50
Maukah Kau Menikah Denganku?
51
Menjadi Suami dan Istri
52
2 Minggu vs 6 minggu
53
Hamil 2 Anak
54
Ada Yang Baru
55
Anak Ketiga
56
Apakah Benar?
57
Cinta Itu Tetap Ada
58
Darahku Untukmu
59
Menghabiskan Waktu
60
Pemberitahuan
61
Pergi Dalam Damai
62
Demi Hidupmu
63
Perasaan Tak Pernah Salah
64
Sebelum Kematian Zoran
65
2 Lelaki Yang Saling Berkorban
66
Cinta Yang Tak Pernah Mati
67
Sentuhan Manis
68
Penghuni Ruang Bawah Tanah
69
Aku Tahu Siapa Kamu
70
Anneth
71
Sama-Sama Ingin
72
Ini Bukan Napsu tapi tentang Perasaan.
73
Kalian Harus Berpisah
74
Pilihan Mami
75
Hati Seorang Ibu
76
Menua Ditemani Olehmu
77
Jika Kau tak ada Aku pun tak ada

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!